"Apa kau benar-benar mengenal Yuna, Tae?" Wendy melontarkan pertanyaan begitu suami juga madu barunya meninggalkan ruangan.
"Aku ..., aku pernah menemui nya sebelum ini kak! siapa sebenarnya gadis itu?"
"Tae! apa kau menyukainya?" Wendy kembali berujar tanya dengan wajah cemas.
"Apa wajah ku terlalu terlihat bahwa aku menyukainya? tapi aku masih belum bisa mengutarakan nya, dia terlihat begitu polos! aku ingin mendekati nya secara perlahan!"
"Tae ...,"
"Kakak ingat dengan sebutan gadis kabut yang kabur dariku waktu itu? dia adalah Yuna kak!"
Wajah Wendy seketika menegang,
"Kau tidak bisa dan tidak boleh mencintai nya, Taehyung!"
"Apa maksudmu kak?" senyum kotak yang begitu manis itu seketika memudar dari wajah Taehyung.
...*******...
Sepanjang perjalanan pulang, Min Suga nampak mengendalikan mobilnya dengan begitu kasar, hal itu kembali membuat Yuna merasakan pusing dan mual.
Ada apa dengan Tuan? kenapa suasana hatinya begitu gampang berubah seperti ini?
"Segera ganti pakaian mu! dan siapkan air putih, juga teh hangat untuk diriku di ruang tengah! jangan meminta pelayan lain untuk mengantar kan nya padaku! apa kau paham?"
"Baik Tuan,"
"Tak bisakah kau berhenti menyebut ku dengan panggilan itu?" ucapan dengan nada tinggi itu kembali terlontar begitu saja dari lisan Min Suga.
"Maaf,"
Ya Tuhan, apalagi kesalahan yang ku lakukan? kenapa dia kembali terlihat memendam amarah seperti ini?
Pria berwajah dingin itu kembali melangkah lebar dan membiarkan Yuna tertinggal jauh di belakang.
Suasana rumah yang begitu sepi membuat langkah kaki Yuna nampak begitu terdengar dengan jelas, gadis itu seketika menuju dapur dan bergegas menyiapkan minuman untuk suaminya.
"Tuan ...,"
"Hmmm?"
"Ini minuman pesanan yang Tuan inginkan," jemari Yuna nampak terlihat begitu cekatan dalam menyajikan teh juga air putih untuk suaminya di atas sebuah meja kaca.
"Apa Tuan membutuhkan sesuatu yang lain?"
"Jangan pergi!" pria itu kembali berucap meskipun matanya masih terpejam dengan sempurna.
"Darimana kau mengenalnya?"
Jantung Hwang Yuna kembali berdetak dengan tak beraturan, gadis itu kembali membeku saat melihat pria berwajah dingin itu telah duduk dan menatap nya.
"Apa kau benar-benar mengenal Kim Taehyung? darimana kau mengenal pria brengsek itu? dan sejak kapan kau mengenal nya?"
"I-itu, saya hanya tidak sengaja saat bertemu dengan Tuan Taehyung pagi itu,"
"Apa kau yakin?"
Suga nampak menampilkan wajah seriusnya, pria itu pun menarik kasar tangan Yuna hingga gadis itu tersentak duduk di pangkuannya,
"Apa? apa maksudmu Tuan? saya benar-benar tidak sengaja saat bertemu dengannya,"
"Kau tidak sedang berbohong bukan?"
Hwang Yuna, gadis itu hanya menggeleng perlahan deru nafas Min Suga yang sampai ke tengkuk lehernya benar-benar membuat ia gemetar.
"Aku menginginkannya sekarang Yuna! kau harus melayani ku!" suara berat itu kembali terdengar sensual.
Dalam sekejap, tubuh Yuna telah nampak polos tanpa sehelai benang pun.
"Tuan," suara Yuna terdengar begitu lirih, mata hazel itu kembali terlihat berkaca-kaca.
"Aku tak ingin kehilangan mu Min Yuna!"
"Mmmmmphh!" kalimat dari bibir Yuna kembali terdengar tertahan karena Suga kembali mencumbu mesra tengkuk leher istri nya,
Pergumulan mesra itu nampak tersaji indah di sofa ruang tengah kediaman Nyonya Min, pria majikan yang berwajah dingin itu terlihat begitu gentle dalam memperlakukan istri kelima nya.
"Aku menginginkan keturunan darimu Min Yuna! kau milikku sekarang, dan jangan menyembunyikan apapun dariku!" jemari pria itu kembali menarik paksa telapak tangan Yuna yang semula menutupi rapat kedua aset berharga miliknya.
Yuna nampak pasrah, keadaan membuat gadis itu tak mampu melawan hasrat dari sang putra majikan terhadap dirinya,
Apa? dia benar-benar masih suci? gadis ini?
Min Suga, pria itu sejenak terdiam beku saat berhasil melesakkan junior nya pada rongga kenikmatan sang istri, ia benar-benar dibuat hanyut akan paras manis dengan mata indah berwarna hazel milik Hwang Yuna yang kini berada dalam kungkungan tubuh kekarnya.
Sepasang pengantin baru itu nampak sama-sama mendapat kenikmatan dalam sebuah pelepasan hangat yang menyatu.
"Jangan menyembunyikan apapun dariku Min Yuna!" suara berat itu kembali terdengar,
Hwang Yuna, gadis pelayan itu kini hanya mampu terdiam dengan memejamkan mata dalam pelukan hangat seorang Min Suga.
"Apa-apaan ini Oppa!"
Kimberly yang muncul dari ruang tamu seketika berteriak dengan amarah yang memuncak, begitu pun dengan Irene yang turut terbelalak karena ulah suaminya.
"Apa? apa yang salah? dia juga istriku!"
"Setidaknya lakukan hal semacam ini di kamarmu Oppa! apa kau tak memikirkan perasaan kami?" Irene turut meninggikan suara dan meluapkan amarah dan kecemburuan dalam hatinya.
Suga, pria itu menanggapi kalimat pertanyaan para istri nya dengan begitu santai, ia juga nampak meraih kain hasil sulaman tangan Nyonya Min dan menutupkan nya pada tubuh polos Hwang Yuna.
"Ada apa ini? kenapa ribut sekali! ini sudah hampir tengah malam dan waktunya istirahat!"
Wanita paruh baya itu kembali berteriak sesaat setelah atensinya tertuju pada sang putra yang nampak membenahi celana dan bertelanjang dada.
"Min Yoongi! apa yang kau lakukan Nak! belajar lah untuk menghargai para istri mu yang lain! tidak seharusnya kau menjamah Yuna di ruangan terbuka seperti ini!"
Nyonya Min yang menyadari tubuh polos menantu kelimanya akhirnya turut menggulirkan pertanyaan dan memojokkan sang putra.
"Sudah lah ibu! aku hanya berusaha adil pada mereka semua! jangan pernah menghakimi ku apalagi Yuna! ibu yang meminta ku untuk menikahinya bukan?" pria berwajah dingin itu kembali berdiri dan menyembunyikan tubuh Yuna dibelakangnya.
Nyonya Min seketika terdiam, ia tak lagi mampu menyanggah pernyataan dari sang putra.
"Ikutlah denganku! jangan hiraukan mereka! kau harus tidur dikamar ku malam ini,"
Pria itu kembali menarik pergelangan tangan Yuna yang hanya mampu diam tertunduk karena semua mata tertuju ke arahnya,
Oppa? dia bahkan melakukan hal itu dengan Yuna secara terang-terangan seperti ini? apa Yuna menggoda nya terlebih dulu? tapi aku tahu betul, Oppa bukanlah pria yang bisa dengan mudah terpancing untuk bermain dengan wanita, apalagi seorang gadis pelayan seperti Yuna,
Ada apa dengannya? kenapa Oppa terlihat begitu berubah?
Jini nampak terlihat lemas, saat mendapati tingkah laku sang suami yang begitu terlihat berbeda dari sebelumnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments