Ricuhnya Suasana Santap Pagi

Cahaya matahari yang nampak menusuk dan menerobos masuk ke dalam ruangan pengantin baru itu nampak membuat Yuna mendapatkan kesadaran nya, gadis itu kembali panik dan terburu-buru untuk beranjak.

"Mau kemana?" suara berat di samping tubuh Yuna kembali terdengar.

"Saya harus segera menyiapkan sarapan Tuan!" gadis dengan mata indah berwarna hazel itu nampak mengikat rambutnya dengan asal.

"Kau tak perlu melakukan itu semua! kau sudah menjadi Nyonya di rumah ini sekarang," pria itu kembali menahan tangan istrinya dan membuat Yuna kembali terbaring di sebelah nya.

"Tapi Tuan,"

"Kau hanya perlu melayani ku! apa kau paham?"

Hwang Yuna kembali bungkam, ia menarik seluruh selimut bersama nya dan seketika berlalu meninggalkan suami nya yang tak kunjung membuka mata.

"Apa lagi yang akan dia lakukan?" pria itu terkekeh meskipun matanya masih saja tertutup rapat.

Tak berselang lama, keduanya nampak turun dan bergabung bersama untuk sarapan dengan keluarga besar di kediaman tersebut.

"Lihat lah, Oppa sama sekali tak melepas genggaman tangannya dari gadis kampungan itu!" Irene tampak berbisik dengan wajah kesalnya.

"Apa salahnya Irene? Yuna juga telah menjadi istri Oppa sekarang! jadi dia juga berhak mendapatkan perlakuan yang sama bukan?" Jini nampak tersenyum sembari memandangi suami juga madu baru nya.

"Kalian diam lah, selama ini putra ku selalu berlaku adil bukan? kenapa harus meributkan hal ini?" Nyonya Min akhirnya meninggikan suara hingga membuat semua orang terdiam saat sang putra serta menantu barunya mendekati meja makan.

Suga nampak menarik kursi untuk Yuna, keduanya kembali terlihat duduk bersebelahan.

"Apa tidur kalian nyenyak?" Nyonya Min seketika melontarkan pertanyaan untuk Yuna juga putra nya,

"Begitulah ibu! cukup melelahkan untuk ku!" pria itu kembali tersenyum menanggapi kalimat sang ibu.

Sementara Yuna, gadis itu sama sekali tak berani untuk menatap seluruh wajah-wajah istri dari pria keturunan konglomerat yang kini menjadi suaminya.

"Yuna! garpu milikku terjatuh bisa kau ambilkan yang baru di dapur untuk ku?" Kimberly akhirnya bersuara dan membuat Yuna seketika menatapnya.

"Baik Nyonya!"

"Kau bisa mengambil nya sendiri atau menyuruh pelayan lain!" Suga menahan tangan Yuna yang hampir beranjak dari tempat duduknya.

"Apa maksudmu Oppa? dia juga seorang pelayan disini bukan? dan aku telah terbiasa menyuruh nya" Kimberly nampak berucap remeh dengan menaikkan satu alisnya.

"Dia istri ku sekarang! sama seperti kalian!" pria itu kembali berucap datar dan melayangkan pandangan pada seluruh istrinya.

"Jadi Oppa menyamakan kami dengan pelayan seperti nya? sungguh tak bisa ku percaya! lelucon macam apa ini Oppa?" Irene turut membuka suara dengan raut wajah kesal.

"Maaf, akan segera saya ambilkan!" Yuna akhirnya melepas perlahan genggaman tangan sang suami, gadis itu beranjak dan melangkah terburu menuju dapur.

Melihat hal itu semua orang kembali terdiam,

Wajah masam seorang Min Suga kembali nampak terlihat dengan jelas.

Apa dia membela gadis kampungan itu? lalu dia anggap apa diriku ini? apa diriku hanya sebatas pajangan dirumah ini?

Kimberly sang istri tertua kembali terlihat menggerutu didalam hati.

"Oppa, aku berangkat sekarang! ada pemotretan yang harus segera ku lakukan."

Kimberly menarik kursi, mendekati dan mencium sekilas bibir pria bermarga Min yang hanya menganggukkan kepala dalam menanggapi kalimatnya.

"Lalu untuk apa dia meminta Yuna untuk mengganti garpu nya? dasar wanita ular!" Jini kembali terlihat berbisik pada Wendy.

"Sudah lah Jini, lekas habiskan makanan mu! dirimu juga ada kelas hari ini bukan?" suara Wendy terdengar begitu lembut dengan menampilkan senyuman hangat.

Wendy, istri kedua dari Min Suga itu merupakan seorang wanita yang begitu bijaksana diantara yang lainnya.

"Pelayan! maksud ku kau istri kelima, siapkan semua perlengkapan ku! aku akan menuju butik lima belas menit lagi!"

Yuna yang baru muncul dan nampak bingung karena tak mendapati Kimberly di meja makan, akhirnya mengangguk dan kembali melangkah menjauhi meja makan, kamar Irene lah yang menjadi tujuan nya.

Apa yang dia lakukan? kenapa dia tak juga menuruti perkataan ku untuk duduk dan diam menikmati sarapannya,

Min Suga terlihat begitu kesal, pria itu membanting garpu juga pisau ditangan nya sebelum akhirnya beranjak mengikuti langkah istri kelima nya.

Semua orang yang berada di meja makan pagi itu, nampak terkejut dan saling menatap seolah melempar tanya satu sama lain atas perubahan sikap, juga raut wajah suami mereka.

Ada apa dengan Oppa? tidak biasanya ia ikut campur masalah percekcokan antara para istri nya, biasanya ia hanya diam dengan wajah dingin nya dan berlalu pergi tanpa ekspresi, tapi kenapa kali ini berbeda?

atau ini hanya perasaan ku saja?

Wendy tertunduk lesu, selain terkejut, kecemburuan nampak telah merasuki jiwa nya.

"Apa yang kau lakukan? tak bisakah kau menuruti perkataan ku?" pria itu kembali menarik lengan Yuna hingga tubuh gadis itu berbalik berhadapan dan menatap dirinya.

"Maaf Tuan, saya hanya tidak ingin jika Nyonya Irene kembali mengomel pada saya! lagipula, ini sudah menjadi tugas saya sebelumnya, jadi saya tidak mungkin bisa mengabaikan perintah dari istri-istri Tuan," Yuna berucap dengan menundukkan pandangan, gadis itu juga mencoba melepas cengkeraman tangan suaminya.

"Baiklah, apa saja yang biasanya kau siapkan untuk Irene sebelum ia berangkat?"

Yuna nampak bingung dengan pertanyaan yang tengah diajukan oleh suaminya,

"Katakan!" pria itu kembali melangkah perlahan dan membuat Yuna memundurkan langkahnya seketika.

"Menyiapkan pakaian, menyemir sepatu, dan juga memastikan bahwa vitamin serta perlengkapan Nyonya yang lain tidak ada yang tertinggal," ucapan Yuna semakin terdengar terbata karena Suga terus melangkah hingga memojokkan dirinya.

"Berapa gaji mu sebelumnya saat bekerja dirumah ini?"

"M-maksud Tuan?" langkah gadis itu seketika terhenti karena tak ada lagi ruang untuk kembali melangkahkan kaki dibelakang tubuhnya.

"Apa kau menganggap pernikahan ini sebagai pekerjaan sampingan? aku bisa membayar mu lebih dari yang diberikan oleh ibuku, dengan syarat turuti semua perkataan ku Yuna!" pria itu sengaja menghimpit tubuh Yuna dan membuat gadis itu menatapnya.

"Tuan tolong jangan seperti ini!" Yuna nampak gugup, gadis itu mencoba mendorong tubuh sang putra majikan tapi hasilnya nampak sia-sia.

"Kenapa? kau sudah sah menjadi istri ku bukan? aku bisa melakukan apapun yang ku mau!"

"Tapi ini ruangan Nyonya Irene Tuan!"

"Lalu apa salahnya? ruangan ini juga milik ku!"

"Apa Tuan memang se congkak ini?"

"Apa maksudmu? apa kau sengaja ingin menguji kesabaran ku?" Suga nampak terpancing emosi, pria dingin itu semakin menghimpit tubuh Yuna dengan tatapan yang semakin dalam pada manik mata istrinya.

Hwang Yuna, gadis dengan rambut lurus bergelombang itu tetap saja memberontak, bukan tidak ingin berlaku sopan pada suaminya, ia hanya tak ingin menyakiti Irene, gadis itu masih terus mencoba untuk menjaga perasaan istri Suga sang pemilik ruangan.

"Apa-apaan ini Oppa?" Irene nampak terbelalak melihat suaminya yang tengah menempel pada madu barunya.

Melihat hal itu Suga dengan santai nya berbalik badan dan menatap amarah pada diri sang istri ketiga.

"Maaf! seharusnya kau sedikit memaklumi suami mu ini Irene! kau tahu bukan aku memiliki istri baru! dan satu hal lagi, belajarlah untuk menyiapkan segala keperluan mu sendiri mulai saat ini, kau bukan anak balita kan?" Suga berucap enteng dengan menarik pergelangan tangan Yuna untuk mengikuti langkahnya keluar dari ruangan.

"Aaaaaaggghhhh! gadis kampung sialan! kenapa aku harus berbagi suami dengannya? kak Kimberly dia seorang model dan juga artis papan atas aku sangat bangga karena bisa bersaing dengan nya untuk merebut hati Min Suga, Jini, dan Wendy juga merupakan anak dari keluarga terpandang! tapi Yuna? pelayan satu itu? sungguh rasanya diriku ingin sekali melenyapkan nya!" Irene kembali berteriak frustasi begitu suami dan madu barunya keluar dari kamar.

Episodes
1 Hilangnya Janin Dalam Rahim
2 Kabut Pagi Di Area Taman Kota
3 Rahim Lemah Jini
4 Telepon Dari Desa
5 Pernikahan Sang Pelayan,
6 Kerisauan Sang Gadis Desa
7 Ricuhnya Suasana Santap Pagi
8 Pot Besar Di Halaman Belakang
9 Wajah Dingin Bak Vampire
10 Pria Dengan Senyum Kotak
11 Gadis Kabut?
12 Rahasia Di Kursi Taman
13 Kebimbangan Dalam Hati Min Suga
14 Kasih Sayang Dalam Diam
15 Kamar Nyaman Di Bawah Anak Tangga
16 Cincin Persahabatan?
17 Amarah Karena Kecemburuan
18 Getaran Hati Sang Pewaris Tahta
19 Racau'an Kimberly,
20 Mengejar Hati Sang Pelayan
21 Kenyataan Pahit Bagi Wendy
22 Kekalutan Hati Seorang Suami
23 Adakah Sebuah Keadilan?
24 Izin Dari Sang Suami
25 Benarkah Dia Suamiku?
26 Gadis Polos Itu, Hwang Yuna!
27 Tersenyum Hanya Untuk Mu.
28 Tuntutan Putra Sang Penagih Hutang
29 Sebuah Hubungan Terselubung?
30 Asam-Manis Dari Buah Murbei
31 Hasrat Seorang Pria
32 Anggrek Bintang Yang Telah Layu
33 Pikiran Sederhana Yuna,
34 Sang Pemilik Hati Tuan Muda
35 Senyum Cair Min Suga
36 Peringatan Bagi Sang Pelayan
37 Rona Kebahagiaan Pada Wajah Kimberly
38 Senyum Tulus Hwang Yuna,
39 Gadis Diantara Perselisihan
40 Makan Malam Di Bawah Ribuan Bintang
41 Si Penakluk Hati Wanita Paruh Baya
42 Hubungan Pengisi Kekosongan
43 Breakfast Bagi Min Suga
44 Semilir Angin Pantai Dengan Deru Nafas Yang Memburu,
45 Kasih Sayang Yang Mulai Muncul Ke Permukaan
46 Percakapan Bersama Kakak Ipar
47 Istri Min Suga Yang Sesungguhnya?
48 Jangan Sentuh Milikku!
49 Istri Yang Suka Membantah
50 Aku Mencintaimu, Tuan!
51 Percakapan Dalam Fajar
52 Kerinduan Hati Seorang Kim Taehyung.
53 Amarah Hwang Yuna.
54 Air Mata Sang Ibu Mertua
55 Kekecewaan Hati Jini.
56 Apakah Akan Terjadi Baku Hantam Kedua?
57 Kembali Nya Istri Kedua
58 Luapan Emosi Min Suga.
59 Sisi Lembut Seorang Kimberly
60 Jemari Nakal Si Pangsit Rebus
61 Guna-guna Si Gadis Desa
62 Harapan Yang Terlukis
63 Persahabatan Yang Mustahil
64 Perubahan Sikap Wendy
65 Rasa Cinta Atau Obsesi?
66 Bayi Diantara Kita.
67 Strawberry Muda
68 Ketakutan Yuna Akan Rasa Mual
69 Pria Manis Itu Takdir Ku.
70 Dia Milikku!
71 Kunjungan Calon Ayah
72 Sebuah Goresan Luka
73 Perubahan Surat Perjanjian
74 Bau Dari Alkohol?
75 Obsesi Yang Kian Menggebu
76 Hidangan Yang Membuat Mata Berbinar
77 Imbalan Sebuah Permainan
78 Pria Penguasa Relung Hati.
79 Hasrat Yang Terpendam
80 Halusinasi Karena Kopi?
81 Sunshine
82 Janin Dalam Rahim Sang Pelayan
83 BLATHERSKITE BOUTIQUE
84 Tingkah Konyol Wendy
85 Antara Bangsawan Dengan Kasta Rendahan
86 Perlindungan Dari Sang Ibu Mertua
87 Tiada Gading Yang Tak Retak
88 Keributan Antar Istri Min Suga
89 Diamond Grove Clinic
90 Istri Kedua Yang Pandai Bersilat Lidah
91 Kim Taehyung Dengan Delusi Nya
92 Sebuah Putusan Kebahagiaan, Jini.
93 Datangnya Surat Perceraian
94 Min Suga Yang Berantakan.
95 Pria Pucat Dengan Sahabat Kelinci Nya
96 Seokjin Dengan Pesona Nya
97 Seorang Suami Imitasi
98 Bodyguard Dengan Wajah Baby Face
99 Penyesalan Tuan Eougeum
100 Sebuah Harapan Nyata
101 Manusia Sempurna? Adakah?
102 Senyum Hambar Hwang Yuna
103 Flight For First Time
104 Kebahagiaan Di Kediaman Nyonya Min
105 Seokjin! Kakak Terbaik,
106 Pengorbanan Kim Taehyung
107 Tangis, Tawa, Luka Dan Bahagia
108 Ratu Yang Sesungguhnya
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Hilangnya Janin Dalam Rahim
2
Kabut Pagi Di Area Taman Kota
3
Rahim Lemah Jini
4
Telepon Dari Desa
5
Pernikahan Sang Pelayan,
6
Kerisauan Sang Gadis Desa
7
Ricuhnya Suasana Santap Pagi
8
Pot Besar Di Halaman Belakang
9
Wajah Dingin Bak Vampire
10
Pria Dengan Senyum Kotak
11
Gadis Kabut?
12
Rahasia Di Kursi Taman
13
Kebimbangan Dalam Hati Min Suga
14
Kasih Sayang Dalam Diam
15
Kamar Nyaman Di Bawah Anak Tangga
16
Cincin Persahabatan?
17
Amarah Karena Kecemburuan
18
Getaran Hati Sang Pewaris Tahta
19
Racau'an Kimberly,
20
Mengejar Hati Sang Pelayan
21
Kenyataan Pahit Bagi Wendy
22
Kekalutan Hati Seorang Suami
23
Adakah Sebuah Keadilan?
24
Izin Dari Sang Suami
25
Benarkah Dia Suamiku?
26
Gadis Polos Itu, Hwang Yuna!
27
Tersenyum Hanya Untuk Mu.
28
Tuntutan Putra Sang Penagih Hutang
29
Sebuah Hubungan Terselubung?
30
Asam-Manis Dari Buah Murbei
31
Hasrat Seorang Pria
32
Anggrek Bintang Yang Telah Layu
33
Pikiran Sederhana Yuna,
34
Sang Pemilik Hati Tuan Muda
35
Senyum Cair Min Suga
36
Peringatan Bagi Sang Pelayan
37
Rona Kebahagiaan Pada Wajah Kimberly
38
Senyum Tulus Hwang Yuna,
39
Gadis Diantara Perselisihan
40
Makan Malam Di Bawah Ribuan Bintang
41
Si Penakluk Hati Wanita Paruh Baya
42
Hubungan Pengisi Kekosongan
43
Breakfast Bagi Min Suga
44
Semilir Angin Pantai Dengan Deru Nafas Yang Memburu,
45
Kasih Sayang Yang Mulai Muncul Ke Permukaan
46
Percakapan Bersama Kakak Ipar
47
Istri Min Suga Yang Sesungguhnya?
48
Jangan Sentuh Milikku!
49
Istri Yang Suka Membantah
50
Aku Mencintaimu, Tuan!
51
Percakapan Dalam Fajar
52
Kerinduan Hati Seorang Kim Taehyung.
53
Amarah Hwang Yuna.
54
Air Mata Sang Ibu Mertua
55
Kekecewaan Hati Jini.
56
Apakah Akan Terjadi Baku Hantam Kedua?
57
Kembali Nya Istri Kedua
58
Luapan Emosi Min Suga.
59
Sisi Lembut Seorang Kimberly
60
Jemari Nakal Si Pangsit Rebus
61
Guna-guna Si Gadis Desa
62
Harapan Yang Terlukis
63
Persahabatan Yang Mustahil
64
Perubahan Sikap Wendy
65
Rasa Cinta Atau Obsesi?
66
Bayi Diantara Kita.
67
Strawberry Muda
68
Ketakutan Yuna Akan Rasa Mual
69
Pria Manis Itu Takdir Ku.
70
Dia Milikku!
71
Kunjungan Calon Ayah
72
Sebuah Goresan Luka
73
Perubahan Surat Perjanjian
74
Bau Dari Alkohol?
75
Obsesi Yang Kian Menggebu
76
Hidangan Yang Membuat Mata Berbinar
77
Imbalan Sebuah Permainan
78
Pria Penguasa Relung Hati.
79
Hasrat Yang Terpendam
80
Halusinasi Karena Kopi?
81
Sunshine
82
Janin Dalam Rahim Sang Pelayan
83
BLATHERSKITE BOUTIQUE
84
Tingkah Konyol Wendy
85
Antara Bangsawan Dengan Kasta Rendahan
86
Perlindungan Dari Sang Ibu Mertua
87
Tiada Gading Yang Tak Retak
88
Keributan Antar Istri Min Suga
89
Diamond Grove Clinic
90
Istri Kedua Yang Pandai Bersilat Lidah
91
Kim Taehyung Dengan Delusi Nya
92
Sebuah Putusan Kebahagiaan, Jini.
93
Datangnya Surat Perceraian
94
Min Suga Yang Berantakan.
95
Pria Pucat Dengan Sahabat Kelinci Nya
96
Seokjin Dengan Pesona Nya
97
Seorang Suami Imitasi
98
Bodyguard Dengan Wajah Baby Face
99
Penyesalan Tuan Eougeum
100
Sebuah Harapan Nyata
101
Manusia Sempurna? Adakah?
102
Senyum Hambar Hwang Yuna
103
Flight For First Time
104
Kebahagiaan Di Kediaman Nyonya Min
105
Seokjin! Kakak Terbaik,
106
Pengorbanan Kim Taehyung
107
Tangis, Tawa, Luka Dan Bahagia
108
Ratu Yang Sesungguhnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!