Seperti yang dikatakan Nyonya Min,
Malam itu Suga bersama istri kelima nya nampak bersiap untuk mengunjungi saudara Wendy yang tengah di rawat di rumah sakit.
"Oppa! kau akan pergi? kenapa gadis kampung ini turut ikut dengan mu?" Irene yang baru saja tiba dan keluar dari mobilnya nampak tergesa-gesa dalam melayangkan pertanyaan dan menyambangi suaminya.
"Apa kau ingin ikut bersama ku? aku ingin mengunjungi Taehyung! dia sudah kembali dari Canada,"
"A-apa? Tae? dia kembali ke kota ini?"
"Apa kau yakin tak ingin ikut?" wajah dingin itu kembali menatap Irene dengan tajam.
"Tidak Oppa, aku terlalu lelah! aku akan masuk sekarang! berhati-hatilah di jalan,"
Kau pikir aku tak tahu apapun tentang mu Irene?
Senyum sinis nampak terlampir begitu nyata di paras dingin seorang Min Suga.
"Kau! apa kau pikir aku ini seorang sopir? duduk di depan!"
Suara lantang itu kembali membuat Yuna berbalik arah seketika dengan salah tingkah.
"Kau ini memang udik! apa ini pertama kalinya kau naik mobil mewah?"
Hwang Yuna, gadis itu hanya terduduk diam sembari meremas jemari tangannya.
Keheningan dalam diri Yuna membuat pria itu kembali menatap istri barunya.
"Apa aku keterlaluan? aku minta maaf ...,"
Dia meminta maaf? apa benar ini dirinya? apa dia benar-benar memiliki kepribadian ganda?
Gadis bermata hazel itu kembali terlihat kebingungan karena tingkah Min Suga.
"Apa yang kau pikirkan? apa kau sedang membicarakan diriku dalam hati?"
"Apa kita tidak akan berangkat Tuan?" gadis itu akhirnya memberanikan diri untuk menatap wajah suaminya.
Mendapati pertanyaan Yuna, pria dingin itu justru tersenyum sembari mendekatkan dirinya,
Ada apa ini? kenapa dia justru bertingkah seperti ini? senyuman itu sungguh membuatku takut,
"Kenakan lah sabuk pengaman mu dengan benar Min Yuna!" suara berat itu seketika membuat Yuna kembali membuka kedua matanya.
Jemari kekar itu nampak cekatan dalam memasang seat belt pada tubuh Hwang Yuna,
Selama perjalanan suasana hening serta canggung nampak menyelimuti diri Yuna, gadis itu benar-benar tak dapat menyembunyikan raut wajah cemasnya.
"Apa kau masih menganggap diriku ini orang lain? apa wajah ku ini terlihat seperti seorang kriminal?"
"Tidak Tuan! maaf ...,"
Hanya kalimat itu yang terakhir terucap dari lisan sang pewaris keluarga konglomerat tersebut, setelah itu keheningan kembali melanda hingga mereka tiba di rumah sakit.
"Apa semua keperluan Wendy sudah kau bawa?"
"Iya Tuan, semua sudah tersedia didalam tas ini."
...*******...
"Taehyung kembali? bagaimana ini? dia pasti akan sering mengunjungi kakaknya kemari,"
Irene nampak berbicara seorang diri dengan wajah khawatir,
"Bibi Mirah! kemana dia? bibi Mirah!" teriakan Irene seketika kembali membuat Zena menyambangi dirinya.
"I-iya Nyonya! bibi Mirah sedang bersama Nyonya Min sekarang, apa Nyonya membutuhkan sesuatu?"
"Apa kak Kimberly sudah kembali?"
"Belum Nyonya, hanya ada Nyonya Jini yang tengah menikmati hidangan di meja makan."
"Kau bisa pergi sekarang!"
Wanita istri ketiga dari Min Suga itu nampak kembali meraih kunci mobilnya dan meninggalkan kediaman ibu mertua nya.
...********...
"Oppa! kau kemari?" wanita lemah lembut itu nampak tersenyum cerah dan seketika menghampiri Suga juga madu barunya.
"Terima kasih Yuna!" Wendy juga nampak menerima paper bag yang berisi beberapa barang keperluan nya.
"Bagaimana keadaannya?"
"Apa kau tak ingin bertanya langsung padaku kak? aku sudah bisa dimintai keterangan sekarang!" Taehyung turut membuka suara saat mendapati kehadiran kakak iparnya.
"Benarkah? aku pikir kau masih belum sadarkan diri!"
"Kau pasti bahagia jika nyawaku melayang bukan? jujur saja!"
"Tae ...," Wendy nampak menengahi perdebatan dingin yang terjadi antara suami juga adik lelakinya.
"Oppa! bisakah kita bicara sebentar?"
"Tentu saja,"
"Yuna! kau tak apa kan jika berada disini sebentar? aku butuh untuk mencari makan malam, aku sungguh meminta bantuan mu!"
Senyuman hangat Wendy seketika membuat Yuna mengangguk dengan turut tersenyum.
Kedua orang yang berstatus suami istri itu kembali meninggalkan ruangan, dan hanya menyisakan Yuna dengan sang pasien rumah sakit.
"Bisakah kau ambilkan botol dalam lemari pendingin itu?"
"Baik Tuan!" Yuna tampak melangkah dan menuruti perintah dari saudara Wendy.
Gadis itu nampak terbelalak karena mendapati beberapa botol alkohol didalam lemari pendingin rumah sakit,
"Cepatlah!"
"Tuan tapi ini,"
"Lekas bawa kemari!"
Hwang Yuna, gadis bermata hazel itu kembali terlihat gugup dan seketika melangkah mendekat karena bentakan dari Taehyung,
"Kau? bukankah kau gadis itu?" suara pria tampan itu berubah lembut seketika saat melihat wajah Yuna.
"Tuan kabut? maksud saya, Tuan yang berada di taman berkabut waktu itu bukan?"
"Aaaah, kau benar! jadi namamu Yuna?" senyum manis itu seketika menghiasi wajah Taehyung.
Yuna turut tersenyum sembari mengangguk kan kepala nya,
"Kenapa Tuan mengkonsumsi alkohol? padahal Tuan sedang di rawat bukan?"
"I-itu, entah lah! aku ingin menghentikan nya, tapi aku selalu mencari minuman itu saat rasa cemas menguasai hati dan pikiran ku!"
"Kenapa Tuan merasa cemas? bukankah Nyonya Wendy seorang kakak yang penyayang?"
"Justru aku mencemaskan dirinya!" raut wajah sendu kembali nampak pada paras tampan pria itu.
Dia pasti sangat menyayangi kakaknya, Nyonya Wendy! siapa yang tak akan hanyut dalam pesona wanita lemah lembut dengan paras cantik sepertinya?
"Apa yang kalian bicarakan? sepertinya kalian terlihat begitu akrab?"
"Bukan apa-apa kak!" Taehyung nampak menyembunyikan botol whiskey di belakang tubuhnya.
"Yuna! apa dia menyusahkan dirimu?" lagi-lagi Wendy tersenyum dengan menatap hangat istri muda dari suaminya.
"Tidak Nyonya! Tuan Taehyung justru membuat saya bisa menghilangkan rasa gugup saya dihadapan nya,"
"Benarkah itu Tae? tidak biasanya kau gampang akur dengan orang baru!"
"Dia bukan orang baru bagiku kak!" senyum kotak itu kembali muncul dengan begitu manis di wajah Taehyung.
"Apa maksudmu?"
Min Suga, pria berwajah dingin yang semula hanya diam itu akhirnya membuka suara dengan wajah datarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments