Dua Minggu berlalu,
Pagi itu seluruh anggota keluarga dari Nyonya Min tampak berkunjung,
"Bagaimana keadaan bibiku Suga? kenapa kau memberikan kabar ini padaku dengan begitu lambat daripada saudara lainnya? apa dirimu memang tak menyukai jika aku berkunjung kemari?"
Seorang pria dengan tubuh tinggi serta bahu yang begitu lebar nampak menghampiri Suga yang tengah terduduk lemah sembari memijit kening nya di sofa ruang tengah,
"Jika dirimu sudah tahu jawabannya kenapa masih bertanya dan tetap datang mengunjungi rumah ini?"
"Aaaaaah! apa kau benar-benar membenci ku? tampilan wajah dingin mu itu membuat ku tak nyaman! ayolah! kita sudah dewasa bukan? dimana adik ipar kelima ku? ku dengar kau kembali mengoleksi istri untuk mematahkan kutukan itu?" pria itu terkekeh sembari mendaratkan tubuhnya di samping tubuh Suga.
"Kau tak perlu tahu tentang semua itu!"
Untuk sesaat keheningan tampak menyelimuti, hingga akhirnya atensi kedua pria itu terarah pada Hwang Yuna yang terlihat menuruni anak tangga dan menghampiri keduanya.
Siapa gadis itu? kenapa diriku baru melihat nya?
"Maaf Tuan, Nyonya Wendy meminta Tuan untuk kembali ke kamar Nyonya besar sekarang."
"Baiklah! kau segeralah masuk ke kamar mu Yuna! jangan bicara dengan orang asing manapun yang tengah mengunjungi rumah ini!" nada kecemasan nampak begitu nyata terdengar dari lisan Min Suga.
"Tapi saya masih harus membereskan sesuatu Tuan!"
"Waaah! siapa sebenarnya gadis ini Yoongi a? kenapa kau terlihat begitu protektif terhadap nya?" Seokjin kembali terlihat bahagia karena menemukan ketakutan pada wajah sepupunya.
"Hai Yuna! bolehkah aku tau siapa kau ini sebenarnya?" pria berbahu lebar itu kembali melangkah perlahan menghampiri Hwang Yuna.
"Jangan pernah menyentuhnya! aku sama sekali tak menyukai jika sesuatu milikku di sentuh oleh orang lain! terlebih oleh pria licik seperti mu!"
"Jadi dia benar-benar wanita koleksi mu? sudah ku duga! tenanglah aku hanya ingin memperkenalkan diriku pada Yuna!"
Perdebatan antara Min Suga dengan sepupunya kembali membuat Yuna terlihat kebingungan,
"Kau lekas kembali ke kamar mu sekarang, jangan dengarkan apapun yang keluar dari lisan pria ini! aku mohon Yuna,"
"B-baik Tuan," tak lagi menghiraukan kehadiran Seokjin Yuna akhirnya benar-benar meninggalkan ruang tengah.
Kenapa Tuan Muda terlihat begitu khawatir dengan kehadiran pria itu? apa dia orang yang tidak baik?
Gadis bermata hazel itu kembali hanyut dalam pemikirannya seorang diri,
"Ibu, Ayah, Dema! diriku sungguh merindukan kalian." Sebuah gambar dengan tinta yang nampak memudar kembali membuat Yuna dilema.
Tak melakukan kegiatan apapun membuat rasa kantuk datang menghampiri Yuna, ruang kamar yang begitu nyaman membuat gadis itu nampak terlelap dengan sempurna.
Meskipun berada di kamar pelayan, Min Suga telah kembali men_desain kamar istri kelima nya dengan sempurna, dengan sedikit alasan dan drama para pelayan yang telah di bayar Suga, gadis itu sama sekali tak menyadari bahwa suaminya benar-benar merombak ruang kamar yang memang terlihat sederhana tersebut.
"Apa kau lelah? dirimu jauh lebih terlihat anggun jika menutup mata seperti ini sayang," jemari kekar itu nampak asik menari dan menyentuh lembut pipi Yuna.
*
"Apa kau sudah ingin pergi dari sini?"
"Memang seharusnya diriku tak berkunjung kemari! suami mu benar-benar membuat ku muak Kimberly!"
"Ayolah Seokjin! kau tahu sendiri kan bagaimana sikap Suga! aku pun mulai jenuh dengan segala tingkah konyolnya itu!" jemari lentik Kimberly nampak bermain di dagu Seokjin, wanita itu juga terlihat menempel pada sepupu dari suaminya.
"Tingkah konyol? apa maksudmu?"
"Kau pasti telah mendengar nya Seokjin! jangan berpura-pura dungu seperti itu! atau kau memang tengah menertawakan diriku?"
Seokjin, pria bertubuh tinggi dengan bahu yang lebar itu nampak berpikir untuk sesaat.
"Gadis yang bernama Yuna! apa dia yang kau maksud?" pria itu kembali melerai kedua tangan Kimberly yang semula membelenggu lehernya.
"Exactly! aku sungguh membenci nya sayang! bisakah kau mengurus nya untuk ku?" suara manja itu kembali terdengar dari bibir seksi Kimberly.
"Setelah apa yang kau lakukan terhadap diriku, kenapa kau begitu yakin aku akan membantumu Kimberly?"
"Karena aku tahu perasaan mu padaku tak akan berubah Seokjin! aku bahkan masih bisa merasakan hangatnya malam kebersamaan kita kala itu!" tanpa rasa malu, wanita itu kembali terlihat menempel pada tubuh sang kakak ipar.
"Benarkah?" tatapan mata keduanya kembali nampak menyatu,
"Aku yakin! kau masih belum bisa merelakan diriku untuk adikmu bukan? jangan membohongi perasaan mu sendiri honey! jika kau bersedia, kita bisa kembali bermain untuk malam ini,"
"Cukup Kimberly! hentikan lah permainan nakal mu itu! Suga bukan lah pria yang bodoh! jangan sampai kau menyesal karena telah berbuat rendah seperti ini!" pria itu kembali mendorong kasar tubuh Kimberly dan memilih berlalu begitu saja.
Sialan! apa sebenarnya yang terjadi padanya? kenapa dia tak lagi bisa ku kendalikan? Seokjin, aku harus bisa kembali merebut hatinya, atau semua rencana ku akan berantakan.
*
"Yuna! Hwang Yuna!"
"Ada apa kau mencarinya?" suara dengan nada ketus itu kembali keluar dari lisan Min Suga
"Oppa? aku butuh gadis itu untuk menyiapkan vitamin untuk ku! apa Oppa melihat nya?"
"Suruh pelayan lain! atau kerjakan sendiri!"
"Tapi Oppa! hanya Yuna yang terbiasa memegang seluruh kebutuhan vitamin untuk kesehatan ku!"
"Berapa kali harus ku katakan padamu Irene? siapkan lah keperluan mu sendiri! Yuna bukan lagi pelayan di rumah ini!"
Min Suga, pria itu kembali meninggikan suaranya dihadapan sang istri ketiga.
Gadis kampung itu! aku benar-benar ingin membunuhnya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments