Getaran Hati Sang Pewaris Tahta

"Tuan tolong! saya harus pergi sekarang!" jemari Yuna kembali mencoba memberontak dan melepas belenggu tangan Suga dari pinggang rampingnya.

"Ini sudah malam, apalagi yang ingin kau kerjakan?" pria itu tak menghiraukan pergerakan tangan istrinya dan tetap memeluk erat tubuh Hwang Yuna.

"Saya hanya ingin tidur Tuan!"

"Tidur lah bersama ku,"

"Saya tidak ingin membuat istri Tuan yang lain membenci saya jika mereka tahu,"

"Jangan pedulikan mereka, kau juga istriku!"

Pria itu tetap saja mengeratkan pelukan sembari mencium lembut surai rambut gadis yang berada dalam dekapannya.

"Aku sungguh menyukai aroma tubuhmu Yuna, aroma bunga lavender yang begitu menenangkan,"

Hwang Yuna, mata indah gadis itu kembali terpejam karena perlakuan Min Suga yang kembali menyusuri tengkuk lehernya.

Kenapa aku tak bisa menolaknya? ada apa denganmu Hwang Yuna?

Entah bagaimana tapi kedua insan manusia itu telah kembali berhadapan, sentuhan lembut Min Suga membuat gadis itu tak lagi mampu berpikir dengan jernih dan hanya bisa menatap dalam manik mata suaminya.

"Mmmmmphh!"

"Jadilah milikku, aku kacau setiap kali melihat perubahan sikapmu terhadap ku, jangan mengacuhkan ku Yuna!" pria yang biasanya nampak dingin itu kini terlihat begitu lembut dalam memperlakukan istri kelimanya.

Kecupan-kecupan lembut yang Suga berikan membuat Yuna kembali hilang kesadaran, gadis itu akhirnya kalah dan berada dibawah kendali permainan lidah suaminya yang semakin memanas.

"Tuan ..., tolong lepas! mmmmmphh!"

"Aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya Min Yuna!" tangan kekar Suga kembali menghentikan Yuna yang hendak memberontak, pria itu pun seketika mendorong perlahan tubuh istrinya di atas ranjang.

Tuhan, ampunilah diriku! aku telah menjadi benalu dalam pernikahan wanita lain Tuhan,

Hwang Yuna, akhirnya terdiam pasrah saat Min Suga kembali menjamah tubuhnya malam itu,

...********...

"Jam berapa ini? apa aku terlalu terlambat?"

"Tenanglah Kimberly, kita bisa menghabiskan waktu hingga matahari terbit bukan?"

"Diam lah Seokjin! aku tidak mungkin pulang jam segini bukan? apa kata orang-orang di rumah? bagaimana ini?"

Wanita dengan tubuh molek serta paras cantik itu seketika nampak gusar,

"Kita bisa menginap di hotel bukan? kau bisa memberikan alasan dengan begitu mudah saat ingin kemari, lalu kenapa kau terlihat cemas seperti ini?"

"Masalah nya ...,"

"Aaaaaghh, hentikan Seokjin! kau membuatku semakin ingin bercerai dari Min Suga!"

"Tapi kau menginginkan hartanya! benar begitu bukan?"

"A-apa?" wanita itu nampak terbelalak karena ucapan yang terlontar dari bibir kakak iparnya.

"Ayolah Kimberly! jangan menutupi apapun dariku! aku bahkan telah menikmati tubuh telanjang mu! dan aku tahu semua tentang maksud hatimu!"

"Aaaaaghh! ****, aku menginginkannya honey!" wanita itu kembali menaiki tubuh Seokjin dengan rengekan yang begitu manja.

Seokjin, pria berbahu lebar itu justru tersenyum memperhatikan wanita nya,

Kau pikir dirimu bisa mengendalikan ku Kimberly? aku tak akan sebodoh itu sayang,

...**********...

Hwang Yuna, gadis bermata hazel itu perlahan membuka mata dan kembali meraih kesadarannya,

"Kamar ini? astaga! apa yang kulakukan?"

"Kau sudah bangun sayang?"

"Tuan!" jemari Yuna seketika menarik selimut putih tebal untuk menutupi tubuhnya saat Suga nampak muncul dengan rambut basahnya.

"Kenapa dirimu terkejut seperti ini? bukankah aku sudah melihat semuanya?"

"Kenapa Tuan tidak membangunkan saya?" wajah Yuna kembali terlihat kesal saat ia mengingat semuanya.

"Kau terlihat begitu kelelahan Min Yuna! diriku sungguh tak tega jika harus membangun kan mu!"

Tuan Muda, dia begitu terlihat lembut, apa aku mulai menyukainya? tapi apa aku pantas?

Gadis itu kembali menghela nafas dalam dan kembali menundukkan kepala.

"Apa yang kau pikirkan? apa diriku bermain terlalu kasar semalam?" pria itu nampak duduk dihadapan Yuna dan merapikan surai rambut singa milik istrinya.

Hwang Yuna hanya kembali menggeleng perlahan dalam menanggapi kalimat pertanyaan dari Min Suga,

"Buka selimut nya! biarkan diriku mengobati nya,"

"A-apa maksud-mu Tuan?" gadis itu seketika tersentak dan menahan tangan suaminya.

"Area sensitif mu! rasanya masih begitu sempit! biarkan aku mengobati robekan itu untukmu Yuna!"

"Tidak!!! saya bisa mengobatinya sendiri! Tuan pergi lah!"

"Apa kau mengusir ku? ini kamar ku Min Yuna!" Suga kembali tersenyum bahkan pria itu terlihat sangat gemas setiap kali melihat ekspresi terkejut dari istri kelimanya.

"Saya tidak peduli! tolong pergilah dari sini Tuan!"

"Baiklah! baiklah! aku akan pergi, tapi sebelum nya dengarkan ini,"

"Hmmm?"

"Jangan pernah merendahkan dirimu sendiri, jangan membandingkan dirimu dengan siapapun! kau cukup berarti bagiku Yuna! apa kau mengerti?"

Yuna, gadis itu kembali terpaku saat mendapati perlakuan lembut, serta paras tampan dengan senyum manis dari pria dihadapannya.

"Jadi apa kau ingin membuka selimutnya?"

"Tuan!"

"Baiklah! iya aku pergi sekarang sayang, segera bersihkan dirimu! aku akan menunggumu!"

Rasa bahagia kembali nampak terukir jelas pada raut wajah Min Suga, pria itu nampak begitu lega karena Yuna telah kembali terlihat percaya diri untuk berbicara bahkan merengek dihadapan nya.

Tuan Muda, apa kecemburuan telah melanda hatiku? apa aku benar-benar jatuh hati pada putra majikan ku?

...**********...

"Oppa? dia turun bersama Yuna?" Jini kembali bergumam perlahan saat mendapati suami juga madu nya berjalan dengan saling menggenggam saat menuruni anak tangga.

Tak berselang lama,

Nyonya Min, Wendy, dan juga Irene turut muncul dan sama-sama melangkah menuju ruang meja makan.

"Selamat pagi ibu!"

"Waah, ada apa ini? kenapa kau terlihat begitu bersemangat hari ini wahai putraku?" Nyonya Min membelai kepala sang putra yang nampak mencium pipinya.

"A-apa wajah ku terlihat begitu bahagia? bukankah rasanya sama saja?" pria itu kembali berbicara dan mencoba menyanggah perkataan ibunya.

"Ibu tahu betul siapa dirimu Nak! kau akan sangat berisik ketika hatimu tengah berbahagia!"

"Benarkah? mungkin itu hanya perasaan ibu saja!"

Wendy, Irene, dan juga Jini nampak kompak menatap wajah suaminya, ketiga istri Min Suga itu nampak begitu bertanya-tanya apa gerangan yang telah membuat suami mereka terlihat begitu bahagia.

Apa Yuna menghabiskan waktunya bersama Oppa semalam? atau Yuna hanya sekedar kebetulan membangunkannya pagi ini?

Jini, menantu ke empat di kediaman itu nampak menampilkan raut wajah kesalnya.

"Oppa bisa mengantarkan diriku untuk berkunjung ke tempat orang tuaku bukan? aku sudah memberitahu Oppa sebelumnya!"

"Tentu saja Jini, aku akan mengantarmu! lagipula aku juga sedikit ada kegiatan di area sana!"

"Kegiatan? apa salah satu proyek kita di area Halcyon city berhasil kau dapatkan Nak?"

"Benar ibu! pihak customer akhirnya menyetujui untuk memberikan nya pada perusahaan kita!"

"Jadi kita akan benar-benar pergi liburan bersama?" Nyonya Min kembali mengungkit rencana liburan nya.

"Itu, sebisa mungkin akan saya jadwalkan ibu! tapi mungkin belum bisa dalam waktu dekat!"

Sepanjang perbincangan di meja makan pagi itu, Suga maupun Yuna nampak saling mencuri pandang, getaran hati dalam diri keduanya semakin nampak sinkron antara satu dengan lainnya.

Episodes
1 Hilangnya Janin Dalam Rahim
2 Kabut Pagi Di Area Taman Kota
3 Rahim Lemah Jini
4 Telepon Dari Desa
5 Pernikahan Sang Pelayan,
6 Kerisauan Sang Gadis Desa
7 Ricuhnya Suasana Santap Pagi
8 Pot Besar Di Halaman Belakang
9 Wajah Dingin Bak Vampire
10 Pria Dengan Senyum Kotak
11 Gadis Kabut?
12 Rahasia Di Kursi Taman
13 Kebimbangan Dalam Hati Min Suga
14 Kasih Sayang Dalam Diam
15 Kamar Nyaman Di Bawah Anak Tangga
16 Cincin Persahabatan?
17 Amarah Karena Kecemburuan
18 Getaran Hati Sang Pewaris Tahta
19 Racau'an Kimberly,
20 Mengejar Hati Sang Pelayan
21 Kenyataan Pahit Bagi Wendy
22 Kekalutan Hati Seorang Suami
23 Adakah Sebuah Keadilan?
24 Izin Dari Sang Suami
25 Benarkah Dia Suamiku?
26 Gadis Polos Itu, Hwang Yuna!
27 Tersenyum Hanya Untuk Mu.
28 Tuntutan Putra Sang Penagih Hutang
29 Sebuah Hubungan Terselubung?
30 Asam-Manis Dari Buah Murbei
31 Hasrat Seorang Pria
32 Anggrek Bintang Yang Telah Layu
33 Pikiran Sederhana Yuna,
34 Sang Pemilik Hati Tuan Muda
35 Senyum Cair Min Suga
36 Peringatan Bagi Sang Pelayan
37 Rona Kebahagiaan Pada Wajah Kimberly
38 Senyum Tulus Hwang Yuna,
39 Gadis Diantara Perselisihan
40 Makan Malam Di Bawah Ribuan Bintang
41 Si Penakluk Hati Wanita Paruh Baya
42 Hubungan Pengisi Kekosongan
43 Breakfast Bagi Min Suga
44 Semilir Angin Pantai Dengan Deru Nafas Yang Memburu,
45 Kasih Sayang Yang Mulai Muncul Ke Permukaan
46 Percakapan Bersama Kakak Ipar
47 Istri Min Suga Yang Sesungguhnya?
48 Jangan Sentuh Milikku!
49 Istri Yang Suka Membantah
50 Aku Mencintaimu, Tuan!
51 Percakapan Dalam Fajar
52 Kerinduan Hati Seorang Kim Taehyung.
53 Amarah Hwang Yuna.
54 Air Mata Sang Ibu Mertua
55 Kekecewaan Hati Jini.
56 Apakah Akan Terjadi Baku Hantam Kedua?
57 Kembali Nya Istri Kedua
58 Luapan Emosi Min Suga.
59 Sisi Lembut Seorang Kimberly
60 Jemari Nakal Si Pangsit Rebus
61 Guna-guna Si Gadis Desa
62 Harapan Yang Terlukis
63 Persahabatan Yang Mustahil
64 Perubahan Sikap Wendy
65 Rasa Cinta Atau Obsesi?
66 Bayi Diantara Kita.
67 Strawberry Muda
68 Ketakutan Yuna Akan Rasa Mual
69 Pria Manis Itu Takdir Ku.
70 Dia Milikku!
71 Kunjungan Calon Ayah
72 Sebuah Goresan Luka
73 Perubahan Surat Perjanjian
74 Bau Dari Alkohol?
75 Obsesi Yang Kian Menggebu
76 Hidangan Yang Membuat Mata Berbinar
77 Imbalan Sebuah Permainan
78 Pria Penguasa Relung Hati.
79 Hasrat Yang Terpendam
80 Halusinasi Karena Kopi?
81 Sunshine
82 Janin Dalam Rahim Sang Pelayan
83 BLATHERSKITE BOUTIQUE
84 Tingkah Konyol Wendy
85 Antara Bangsawan Dengan Kasta Rendahan
86 Perlindungan Dari Sang Ibu Mertua
87 Tiada Gading Yang Tak Retak
88 Keributan Antar Istri Min Suga
89 Diamond Grove Clinic
90 Istri Kedua Yang Pandai Bersilat Lidah
91 Kim Taehyung Dengan Delusi Nya
92 Sebuah Putusan Kebahagiaan, Jini.
93 Datangnya Surat Perceraian
94 Min Suga Yang Berantakan.
95 Pria Pucat Dengan Sahabat Kelinci Nya
96 Seokjin Dengan Pesona Nya
97 Seorang Suami Imitasi
98 Bodyguard Dengan Wajah Baby Face
99 Penyesalan Tuan Eougeum
100 Sebuah Harapan Nyata
101 Manusia Sempurna? Adakah?
102 Senyum Hambar Hwang Yuna
103 Flight For First Time
104 Kebahagiaan Di Kediaman Nyonya Min
105 Seokjin! Kakak Terbaik,
106 Pengorbanan Kim Taehyung
107 Tangis, Tawa, Luka Dan Bahagia
108 Ratu Yang Sesungguhnya
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Hilangnya Janin Dalam Rahim
2
Kabut Pagi Di Area Taman Kota
3
Rahim Lemah Jini
4
Telepon Dari Desa
5
Pernikahan Sang Pelayan,
6
Kerisauan Sang Gadis Desa
7
Ricuhnya Suasana Santap Pagi
8
Pot Besar Di Halaman Belakang
9
Wajah Dingin Bak Vampire
10
Pria Dengan Senyum Kotak
11
Gadis Kabut?
12
Rahasia Di Kursi Taman
13
Kebimbangan Dalam Hati Min Suga
14
Kasih Sayang Dalam Diam
15
Kamar Nyaman Di Bawah Anak Tangga
16
Cincin Persahabatan?
17
Amarah Karena Kecemburuan
18
Getaran Hati Sang Pewaris Tahta
19
Racau'an Kimberly,
20
Mengejar Hati Sang Pelayan
21
Kenyataan Pahit Bagi Wendy
22
Kekalutan Hati Seorang Suami
23
Adakah Sebuah Keadilan?
24
Izin Dari Sang Suami
25
Benarkah Dia Suamiku?
26
Gadis Polos Itu, Hwang Yuna!
27
Tersenyum Hanya Untuk Mu.
28
Tuntutan Putra Sang Penagih Hutang
29
Sebuah Hubungan Terselubung?
30
Asam-Manis Dari Buah Murbei
31
Hasrat Seorang Pria
32
Anggrek Bintang Yang Telah Layu
33
Pikiran Sederhana Yuna,
34
Sang Pemilik Hati Tuan Muda
35
Senyum Cair Min Suga
36
Peringatan Bagi Sang Pelayan
37
Rona Kebahagiaan Pada Wajah Kimberly
38
Senyum Tulus Hwang Yuna,
39
Gadis Diantara Perselisihan
40
Makan Malam Di Bawah Ribuan Bintang
41
Si Penakluk Hati Wanita Paruh Baya
42
Hubungan Pengisi Kekosongan
43
Breakfast Bagi Min Suga
44
Semilir Angin Pantai Dengan Deru Nafas Yang Memburu,
45
Kasih Sayang Yang Mulai Muncul Ke Permukaan
46
Percakapan Bersama Kakak Ipar
47
Istri Min Suga Yang Sesungguhnya?
48
Jangan Sentuh Milikku!
49
Istri Yang Suka Membantah
50
Aku Mencintaimu, Tuan!
51
Percakapan Dalam Fajar
52
Kerinduan Hati Seorang Kim Taehyung.
53
Amarah Hwang Yuna.
54
Air Mata Sang Ibu Mertua
55
Kekecewaan Hati Jini.
56
Apakah Akan Terjadi Baku Hantam Kedua?
57
Kembali Nya Istri Kedua
58
Luapan Emosi Min Suga.
59
Sisi Lembut Seorang Kimberly
60
Jemari Nakal Si Pangsit Rebus
61
Guna-guna Si Gadis Desa
62
Harapan Yang Terlukis
63
Persahabatan Yang Mustahil
64
Perubahan Sikap Wendy
65
Rasa Cinta Atau Obsesi?
66
Bayi Diantara Kita.
67
Strawberry Muda
68
Ketakutan Yuna Akan Rasa Mual
69
Pria Manis Itu Takdir Ku.
70
Dia Milikku!
71
Kunjungan Calon Ayah
72
Sebuah Goresan Luka
73
Perubahan Surat Perjanjian
74
Bau Dari Alkohol?
75
Obsesi Yang Kian Menggebu
76
Hidangan Yang Membuat Mata Berbinar
77
Imbalan Sebuah Permainan
78
Pria Penguasa Relung Hati.
79
Hasrat Yang Terpendam
80
Halusinasi Karena Kopi?
81
Sunshine
82
Janin Dalam Rahim Sang Pelayan
83
BLATHERSKITE BOUTIQUE
84
Tingkah Konyol Wendy
85
Antara Bangsawan Dengan Kasta Rendahan
86
Perlindungan Dari Sang Ibu Mertua
87
Tiada Gading Yang Tak Retak
88
Keributan Antar Istri Min Suga
89
Diamond Grove Clinic
90
Istri Kedua Yang Pandai Bersilat Lidah
91
Kim Taehyung Dengan Delusi Nya
92
Sebuah Putusan Kebahagiaan, Jini.
93
Datangnya Surat Perceraian
94
Min Suga Yang Berantakan.
95
Pria Pucat Dengan Sahabat Kelinci Nya
96
Seokjin Dengan Pesona Nya
97
Seorang Suami Imitasi
98
Bodyguard Dengan Wajah Baby Face
99
Penyesalan Tuan Eougeum
100
Sebuah Harapan Nyata
101
Manusia Sempurna? Adakah?
102
Senyum Hambar Hwang Yuna
103
Flight For First Time
104
Kebahagiaan Di Kediaman Nyonya Min
105
Seokjin! Kakak Terbaik,
106
Pengorbanan Kim Taehyung
107
Tangis, Tawa, Luka Dan Bahagia
108
Ratu Yang Sesungguhnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!