Gong Zichen kembali dengan semangkuk sup dan satu set pakaian wanita berwarna abu-abu muda. Dia meletakkan supnya di nakas, dan dia membantu Lu Yuan memakai pakaian yang dibawanya dengan hati-hati.
Sekarang, tubuh gadis itu sudah tertutup sempurna dan tidak lagi setengah telanjang.
“Aku tidak punya pakaian wanita di rumah. Istri, jangan keberatan karena aku memberimu pakaian ibuku.”
“Ini sudah lebih dari cukup.”
Lalu, pria itu menyuapinya sup. Tangan kanan Lu Yuan terpengaruh akibat lukanya, dan dia tidak leluasa bergerak. Disuapi sup oleh seseorang rasanya sangat asing.
Terakhir kali dia disuapi adalah saat umurnya tiga tahun dan Janda Permaisuri yang menyuapinya dengan teliti. Hanya sampai saat itu, sisanya ia makan sendiri.
Setelah meletakkan mangkuk sup, Gong Zichen menatap Lu Yuan dengan serius. Sekarang saatnya dia menanyakan kebenaran pada gadis itu.
“Apa kau tidak tahu betapa berbahayanya tindakan yang kau lakukan barusan? Bagaimana jika mereka berhasil menangkapmu?”
“Terlebih, Kaisar Chongle sangat waspada dan sulit ditebak. Dia pasti tidak akan memaafkan siapapun yang menerobos istananya.”
“Bukankah aku selamat?”
“Itu karena kau masuk ke kediamanku! Bagaimana jika itu kediaman orang lain?”
Benar, bagaimana jika yang dia masuki bukan kediaman Marquis Yongping?
“Jika kau memerlukan sesuatu, bilang padaku. Aku akan mengambilkannya untukmu!”
“Aku bukan gadis manja.”
“Tapi aku akan memanjakan gadisku. Istri, kau adalah satu-satunya wanita yang ingin kumanjakan. Aku akan memanjakanmu dan membuat hidupmu nyaman.”
“Apa kau tidak lelah memanggilku istri sepanjang hari?”
Gong Zichen yang sudah kembali ke mode semula menggelengkan kepalanya. “Tidak. Bagiku, memanggilmu istri sangat menyenangkan.”
Lu Yuan selalu dibuat kesal dan tidak berdaya oleh kata-kata dan tingkahnya. Dia berbaring, menarik selimutnya dan mencari posisi nyaman untuk tidur.
Malam ini, mungkin dia harus menginap. Tenaganya terkuras habis, dan kembali ke kediaman Perdana Menteri bukan suatu pilihan yang tepat.
Gong Zichen mengembuskan napas beratnya. Lu Yuan membuatnya menjadi panik dan ketakutan.
Dia ingi bertanya lebih lengkap dan ingin jawaban yang lebih jelas, tapi Lu Yuan tidak menaruh minatnya sama sekali. Tunggu sampai dia pulih besok, Gong Zichen pasti akan bertanya padanya – yah, jika Lu Yuan tidak kabur sebelum itu.
“Gong Zichen,” panggil Lu Yuan sambil memejamkan matanya.
“Hm?”
“Kau bilang tidak ada pakaian wanita di kediamanmu. Maka kelak, kau harus menyiapkannya lebih banyak.”
Setelah Gong Zichen mendalami arti dari setiap kalimat itu, senyumnya merekah.
“Istri, kau sudah setuju menikah denganku?”
Alih-alih menjawabnya, Lu Yuan justru mengabaikannya dengan pura-pura tidur. Tapi, Gong Zichen membaca di wajah gadis itu tertulis dengan jelas kalimat ‘Aku akan menikah denganmu’ dan tidak dipungkiri hatinya sangat gembira. Dia berdiri dan melompat-lompat di lantai seperti anak kecil sambil terus bersorak.
“Akhirnya aku punya istri! Marquis Yongping akan punya Nyonya!”
Lu Yuan, dalam tidurnya yang pura-pura, diam-diam tersenyum melihat tingkahnya. Mungkin, memang sebaiknya dia mencoba berdamai dengan situasinya saat ini. Barangkali saja dengan menikahi Gong Zichen, jalan di depannya tidak akan sesulit yang ia bayangkan.
Setidaknya, dia punya seseorang yang siap berjalan bersamanya. Terkait alasan lain mengapa Gong Zichen menikahinya, ia pikirkan nanti saja.
...*...
Lu Yuan mengira satu hari sudah cukup untuk memulihkan tubuhnya. Nyatanya, dia butuh waktu tambahan satu hari sampai dia bisa benar-benar bangun.
Selama dia terbaring di tempat tidur, Gong Zichen merawatnya seperti boneka kesayangan. Dia bahkan tidak pergi ke pengadilan dengan alasan ingin menemaninya.
Pria itu seperti lem yang terus menempel padanya. Gong Zichen hanya pergi ketika Lu Yuan tidur atau ingin makan.
Sisanya, dia dengan setia duduk di pinggir tempat tidur dan berjaga barangkali Lu Yuan butuh sesuatu. Mo Yunfei sampai kaget dan terbengong-bengong melihat tingkah tuannya.
“Istana sekarang memperketat keamanan. Mungkin jika kau ingin masuk istana, kau akan menjalani serangkaian pemeriksaan,” ucapnya setelah selesai menyuapi Lu Yuan.
“Kaisar dengan tegas melarang orang tidak berkepentingan mendekati istana. Istri, apa kau baru saja merampok Aula Wende?”
Lu Yuan tersedak. Kemampuan adik baiknya itu, lumayan juga. Malam itu diam emang menerobos Aula Wende, tapi dia tidak mengambil apapun di ruangan itu selain pelat harimau emas dari ruang rahasia.
Bagaimana bisa Lu Zheng menyimpulkan seseorang sudah mencuri barang di aula milik mendiang Kaisar Yangle?
Merampok? Apakah mengambil barang dari kediaman sendiri bisa disebut sebagai merampok?
Mendapati kenyataan bahwa sekarang dia adalah orang asing, Lu Yuan hanya bisa tersenyum getir.
“Kaisar terlalu heboh. Apa yang bisa kucuri dari aula itu selain barang berharga?”
“Jadi, kau tidak mencuri apapun?”
“Kau bisa tanyakan pada Janda Permaisuri apakah ada yang hilang dari Aula Wende atau tidak.”
“Istri, sejak kapan kau berhubungan dekat dengan Janda Permaisuri?”
Sama seperti Zhao Yun, kali ini Gong Zichen juga terkejut dengan fakta bahwa Lu Yuan punya hubungan dekat dengan Janda Permaisuri.
Janda Permaisuri memang bibinya, namun setahunya sejak Nyonya Shu meninggal, Perdana Menteri Zhao memutus segala hubungan dengan Janda Permaisuri dan menutup akses terhadap Nona Ketiga. Kejutan ini adalah kejutan ke sekian yang didapat Gong Zichen dari Lu Yuan.
“Mengapa kau menyusup ke istana?”
Yang lebih membuatnya tidak mengerti adalah, mengapa Lu Yuan menyusup ke Aula Wende dibandingkan istana lain?
Dia bahkan punya keberanian untuk menerobos istana. Gong Zichen saja perlu berpikir berulang kali ketika harus menyusup ke dalam istana, tapi gadis ini dengan entengnya masuk dan keluar tanpa takut.
Apa yang dicari oleh gadis ini dan mengapa yang dicarinya ada di Aula Wende?
Kaisar Yangle dulu tidak berhubungan dekat dengan keluarga dari ibunya dan belum terdengar kabar bahwa dia sangat memperhatikan Zhao Yue dari kediaman Perdana Menteri.
Makam kekaisaran, dan juga penyusupan ke istana, semuanya adalah misteri besar yang harus dipecahkan Gong Zichen sebagai misi hidupnya yang lain.
Lu Yuan dengan ringan berkata, “Mengambil sesuatu.”
“Apa itu?”
“Sesuatu yang diamanatkan Kaisar Yangle dan sangat diinginkan Kaisar Chongle.”
Gong Zichen menahan keterkejutan di wajahnya. Gila! Benar-benar gila!
Dengar-dengar sebelum Kaisar Chongle naik takhta, dia memerintahkan orang untuk mencari sesuatu di Aula Wende namun tidak dapat ditemukan. Mungkinkah sesuatu yang diambil oleh Lu Yuan dari Aula Wende adalah…
“Segel giok emas kekaisaran?”
Lu Yuan menyelidik, lalu dia menggelengkan kepalanya. “Apa kau melihatku membawa segel giok itu kemarin?”
Memang tidak, pikir Gong Zichen. Jika bukan segel giok, lalu apa?
“Tidak perlu dipikirkan. Hanya hal kecil.”
“Mana mungkin hal kecil bisa membuat kehebohan sebesar itu. Istri, kau sangat misterius.”
Lu Yuan mendengus. Sebenarnya siapa yang misterius di sini?
Di matanya, Gong Zichen justru lebih misterius. Kekuatannya, kecerdasannya, dan juga motif tersembunyinya, sampai saat ini Lu Yuan belum mengetahuinya dengan jelas.
Gong Zichen meninggalkan perbatasan dan kembali ke ibukota tepat saat insiden itu terjadi. Mau tidak mau Lu Yuan berpikir, mungkinkah ini sebuah kebetulan belaka?
Keluarga Gong hanya punya Gong Zichen seorang untuk meneruskan nama keluarga. Dua puluh tahun lalu kakeknya tewas di tangan mendiang Kaisar, lalu keluarganya menyusul satu persatu hingga hanya tersisa Gong Zichen.
Dia membangkitkan Keluarga Gong sendirian, dan tidak dipungkiri pemikiran serta kemampuannya jauh melampaui perkiraan Lu Yuan.
Seharusnya dia adalah pria bertemperamen dingin dengan hati yang beku seperti salju yang tidak peduli pada urusan perasaan. Pengalaman pahit dalam hidup di masa lalu kerap menjadikan seseorang cenderung memendam segalanya dalam diam dan merubah karakternya menjadi tak tersentuh.
Tapi, mengapa dia justru bersikap seperti pria mata keranjang yang dipenuhi dengan cinta setiap kali berada di dekat Lu Yuan? Bagian ini juga sulit dimengerti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
➳ᴹᴿˢ᭄𝐖𝐈𝐋𝐆𝐀⛅️
kata kata gong zichen bikin meleleh, dia cinta berat sama Lu yuan
2024-12-19
1
Fifid Dwi Ariyani
trusberksrya
2024-01-21
2
MommyRea
lanjuut Thor
2023-11-11
1