Hujan salju yang turun sepanjang malam sudah berhenti saat fajar menyingsing. Salju-salju putih menggunung menutupi tanah, mengubah kediaman menjadi sebuah pondok salju yang bertumpuk di sana-sini.
Ketika Xiao Tao membuka jendela, angin berhembus membawa udara yang sudah mulai menghangat.
Di luar, matahari sedang naik.
Lu Yuan sudah bangun, tapi seluruh tubuhnya terasa sakit dan pegal. Perjalanan kemarin membuat seluruh tubuhnya seperti orang yang payah secara fisik.
Memikirkan ini, Lu Yuan menyimpulkan jika tubuh Zhao Yue ini benar-benar membutuhkan pelatihan yang berulang. Jarak dari ibukota ke Gunung Ziliu tidak jauh, tapi dengan tubuh ini, itu sudah cukup untuk membuatnya pegal selama dua hari.
Benar-benar tidak berguna.
Xiao Tao membantunya membersihkan diri dan menyiapkan sarapan. Pagi-pagi sekali, pihak dapur sudah menyiapkan banyak hidangan.
Ketika Xiao Tao masuk untuk membawa jatah kediaman utara, para pelayan dan koki di dapur tidak lagi mempersulitnya seperti dulu. Sebaliknya, mereka bahkan menawarkan bantuan untuk membawa kembali makanan tersebut ke kediaman utara.
“Dari mana kau mendapat uang untuk membeli baju ini?” tanya Lu Yuan saat Xiao Tao membantunya memakai baju.
Baju yang ia kenakan hari ini, belum pernah dia lihat sebelumnya. Seolah-olah, gaun tersebut baru saja jatuh dari langit dan Xiao Tao memungutnya.
“Di antara beberapa barang itu, Tuan Besar juga mengirimkan beberapa set pakaian baru dan perhiasan. Nona, kau dapat melihatnya di lemari.”
Lu Yuan agak merinding. Orang yang biasanya tidak peduli lalu tiba-tiba berubah menjadi baik adalah orang yang mengerikan.
Pasti ada sesuatu di baliknya. Lu Yuan yakin, Zhao Yun tidak memberikan semuanya secara cuma-cuma. Orang sepertinya selalu punya maksud lain.
“Nona, hari ini semua orang sedang pergi ke istana. Setelah Putra Mahkota menjadi Kaisar, Janda Selir Chu mengadakan perjamuan kecil dan mengundang keluarga pejabat untuk datang,” ucap Xiao Tao.
Janda Selir Chu adalah ibu kandung Lu Zheng. Lu Yuan dan Lu Zheng adalah kakak beradik dari satu ayah yang sama. Selama masa pemerintahannya, Janda Selir Chu tidak banyak berulah walau tahu putranya diangkat menjadi Putra Mahkota oleh Lu Yuan.
Setelah insiden ini, Lu Yuan jadi penasaran apakah Janda Selir Chu juga ambil bagian dalam rencana penggulingan takhta dan pembunuhannya.
“Mengadakan perjamuan setelah putranya naik takhta sementara istana dalam masa berkabung? Janda Selir Chu benar-benar menarik,” Lu Yuan terkekeh.
“Mungkin, dia berencana membantu memperkuat fondasi Kaisar baru? Siapa yang tahu Janda Selir Chu ingin mencari wanita untuk dijadikan Permaisuri,” ucap Xiao Tao.
Walau terkadang agak lambat, dia sebenarnya tidak bodoh. Lu Yuan menatapnya tidak percaya. Pelayan ini, benarkah seorang Xiao Tao?
“Xiao Tao, kau punya kualifikasi menjadi pelayan majikan di istana harem.”
“Nona jangan mengejekku. Dulu, aku tidak berani banyak bicara karena Nona Kedua sangat kejam dan mendominasi.”
“Lalu mengapa sekarang kau jadi berani?”
“Karena Nona sudah bisa melawan mereka. Nona bahkan mendapat perhatian Tuan Besar dan Marquis Yongping. Ke depannya, tidak akan ada orang yang berani sembarangan menindas Nona lagi. Xiao Tao juga punya keberanian.”
Dari sini, Lu Yuan menyadari bahwa ketika majikan kuat, maka bawahannya juga kuat. Entah bagaimana nasib bawahan setia yang tertinggal di istana setelah kepergiannya.
Lu Yuan hanya bisa menebak bahwa mereka yang memilih tetap setia pasti menderita, sementara yang tidak setia dapat menyelamatkan diri dengan menyesuaikan situasi.
“Ke depannya, aku tidak akan membiarkan siapapun menginjak kita.”
Mata Xiao Tao berkaca-kaca. Seandainya Nyonya Shu melihatnya, dia pasti sangat senang. Putrinya yang ditindas sejak kecil sudah bisa berdiri sendiri dan melawan orang-orang.
Xiao Tao bahagia, tapi kekhawatiran di hatinya tidak sepenuhnya hilang. Dia masih punya ketakutan lain.
“Apa yang kau pikirkan?” tanya Lu Yuan.
“Nona, aku takut. Perjamuan kali ini, jika benar sesuai dugaan, maka kemungkinan besar orang yang terpilih adalah Nona Kedua. Dia sangat cantik dan berbakat, meski putri selir, Nona Kedua sudah disayangi dan seluruh ibukota sudah tahu. Janda Selir Chu pasti akan memilih seseorang yang berkemampuan dan bereputasi serta memiliki latar belakang keluarga yang kuat.”
“Lalu?”
“Jika itu terjadi, Nona akan menderita. Titah pernikahan Nona dengan Marquis Yongping menggantung dan tidak selesai. Jika Marquis Yongping tidak menikahi Nona, maka semuanya sudah berakhir,” Xiao Tao menunduk di ujung kalimatnya.
Lu Yuan mengerti kekhawatiran itu. Ya, jika Gong Zichen tidak menikahinya dan Zhao Lin terpilih, maka yang paling dirugikan adalah Zhao Yue.
Lu Yuan sudah menempati tubuhnya, dia yang akan terkena imbas. Tapi, Lu Yuan tentu tidak akan terpengaruh. Dia masih punya banyak cara untuk menyelamatkan diri dan melanjutkan aksi balas dendamnya.
“Aku bukan orang yang menggantungkan nasib pada pernikahan. Xiao Tao, hidup tidak harus selalu mengandalkan keberuntungan dan nasib pada orang lain.”
“Tapi, tetap saja. Nona pasti kesulitan lagi…”
Tetap saja. Meski dirugikan, sulit untuk mencari sandaran baru. Berdiri menggunakan kaki sendiri juga tidak mudah.
Kehidupan para wanita di sini, selain mencari pasangan brilian dan kaya, selebihnya tidak terlalu bisa didefinisikan. Wanita hanya diperuntukkan menjadi ibu rumah tangga, menghabiskan separuh hidup di keluarga mertua sampai menua dan mati.
Pilihan lainnya adalah masuk ke istana sebagai selir dan menikmati kejayaan meski harus kesepian. Pada kehidupan sebelumnya, Lu Yuan menolak menikah dan haremnya kosong.
Tentu saja, dia tidak mungkin menikahi seorang wanita dan itulah salah satu alasan mengapa ia mengangkat Lu Zheng menjadi Putra Mahkota. Siapa sangka, tindakannya ini ternyata menjadi celah kelemahannya.
“Janda Selir Chu sepertinya punya pemikiran yang dalam. Setelah Putra Mahkota menjadi Kaisar, dia bergerak cepat,” Xiao Tao mendesah. “Nona, menurutmu apakah Janda Selir Chu adalah serigala berbulu domba?”
“Dia hanya rubah betina yang kehilangan ekor dan pesonanya. Karena dia memilih menggunakan wanita untuk menyokong kekuasaan, dia tidak akan memilih sembarangan.”
“Maksud Nona?”
“Dia tidak akan memilih wanita dari kediaman samping. Secantik dan sebagus apapun bakatnya, Janda Selir Chu tidak mungkin memilih putri seorang selir sebagai calon Permaisuri.”
Ah, benar juga. Permaisuri biasanya dipilih dari keluarga terhormat dengan latar belakang keluarga yang kuat. Selain itu, hal lainnya adalah selalu merupakan putri sah.
Anak-anak yang lahir dari selir, paling-paling hanya bisa menjadi selir. Putri sah mungkin juga bisa menjadi selir, tapi putri dari selir, tidak mungkin menjadi Permaisuri. Kecuali jika mata mertua mereka buta.
Orang masih memikirkan kehormatan. Meskipun Janda Selir Chu mengabaikan pandangan dan menutup mata untuk membayar harga atas Zhao Lin, dia juga merugi. Satu keuntungan dan satu kerugian, itu menjadi imbang.
Tapi jika memikirkan sifat Cao Wenyu, jika Janda Selir Chu menyukai putrinya dan berkemungkinan menjadi Permaisuri, dia pasti akan merengek dan mendesak Zhao Yun agar memasukkan Zhao Lin di bawah nama Shu Yi’an dan mengangkatnya menjadi putri sah.
“Bahkan meskipun itu terjadi, tidak akan terlalu berdampak. Xiao Tao, asal kau tahu, Kaisar baru tidak akan sukses.”
Xiao Tao ketakutan setengah mati dan terpaksa membungkam mulut Lu Yuan dengan tangannya. Ya ampun, mengapa nonanya berkata begitu? Jika ada yang bicara sembarangan tentang Kaisar, maka bisa dihukum mati atas penghinaan. Xiao Tao tidak mau nonanya mati.
Lu Yuan menepuk tangannya dan menyuruhnya menyingkirkannya dari mulutnya. Dia menyesap tehnya, kemudian menatap hamparan salju yang menutupi halaman.
Napasnya mengembuskan kabut tipis, sementara rambutnya sedikit berkibar tertiup angin. Wajah gioknya menampilkan ekspresi konyol.
“Xiao Tao, kita juga harus masuk ke istana.”
“Ah? Tuan Besar memang tidak melarang, tapi dengan kondisi Nona saat ini…”
“Aku tidak akan menghadiri perjamuan.”
“Lalu untuk apa kita pergi?”
“Menemui Janda Permaisuri.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Bzaa
semangat terus
2025-03-20
0
Fifid Dwi Ariyani
trussehat
2024-01-21
0
keren
2024-01-08
0