Lu Yuan menatap lekat Gong Zichen. Ia pikir, tidak jadi masalah besar jika dia bertanya, barangkali Gong Zichen punya jawaban yang dia inginkan.
Pandangannya menyapu ke sekeliling, kemudian kembali pada Gong Zichen. Gong Zichen menunggunya penuh minat.
“Ceritakan padaku situasi setelah Kaisar Yangle meninggal.”
“Mengapa Nona Ketiga sangat tertarik? Tidak bisakah kau menanyakannya langsung pada Perdana Menteri?”
Tentu saja Lu Yuan tidak menjawabnya. Sebaliknya, tatapannya semakin tajam dan mengintimidasi. Gong Zichen tidak terpengaruh, hatinya hanya sedikit tercubit.
Wanita ini, yang dicap lemah dan tidak berguna, nyatanya memiliki tatapan yang lebih tajam daripada seekor elang. Matanya yang indah itu berkilat.
“Tapi, Nona, informasi ini tidak gratis,” tambahnya.
Lu Yuan sangat tahu. Orang misterius seperti Gong Zichen yang kadang serius dan kadang menyebalkan tidak mungkin memberikan segala sesuatu secara cuma-cuma.
Jika tidak, mana mungkin dia bisa mendapatkan gelar Marquis Yongping dan menyelamatkan Keluarga Gong dari kejatuhan.
“Apa yang kau inginkan?”
“Pernikahan. Menikahlah denganku,” Gong Zichen menjawabnya dengan cepat.
“Selain pernikahan, aku bisa memberikan apapun.”
“Tidak. Aku hanya ingin sebuah pernikahan.”
“Kenapa kau begitu bersikeras ingin menikah denganku?”
“Karena aku menyukaimu.”
Lu Yuan mendecih. “Konyol. Tidak bisakah meminta yang lain?”
“Tidak. Selain pernikahan, tidak ada syarat yang sepadan.”
Lu Yuan berpikir sejenak. Saat ini, tidak ada yang bisa dipercaya. Kediaman Perdana Menteri begitu buruk dan penuh kebusukan.
Zhao Yun sangat membenci Zhao Yue, dia tidak akan memberitahu soal situasi pengadilan. Gong Zichen juga tidak bisa dipercaya, tapi selain dia, tidak ada orang lain yang bisa Lu Yuan pikirkan.
“Baiklah. Aku akan mempertimbangkannya,” ucap Lu Yuan setelah berpikir.
Senyum di wajah Gong Zichen mengembang.
“Sepakat. Yunfei, kau adalah saksinya. Jika Nona Ketiga melanggar janji, maka Marquis Yongping akan mendatangi kediaman Perdana Menteri dan meminta pertanggungjawaban.”
Mo Yunfei hanya mengangguk tak berdaya. Sepanjang hidupnya, dia baru tahu kalau Marquis Yongping bisa mengubah sikapnya dengan cepat di depan Nona Ketiga.
Terkadang seperti orang bodoh dan mesum, lalu berubah serius dalam beberapa detik. Dia akui, majikannya benar-benar hebat.
“Jadi, bisakah kau memberitahuku sekarang?”
Gong Zichen menyesap tehnya terlebih dahulu. Karena pembicaraan mulai serius, maka sikapnya pun berubah menjadi serius. Seperti yang ia duga, Lu Yuan pasti akan datang mencarinya.
Pertemuan pertama itu, rasanya telah memicu sebuah kesan yang membuat keduanya merasa akan terus bertemu.
“Setelah kebakaran itu, selain Kaisar Yangle dan Kasim Li Jing, hampir separuh menteri istana mati.”
Seperti petir, kata-kata Gong Zichen menyambar gendang telinga Lu Yuan. Hampir separuh menteri istana mati. Selain dirinya dan Li Jing, ternyata masih ada separuh menteri yang mati.
Itu jelas-jelas akan mengguncang fondasi negara. Tapi, mengapa kekacauan sepertinya tidak separah itu?
“Separuh yang mati itu, siapa saja mereka?”
Gong Zichen kemudian menyerahkan sebuah catatan kepada Lu Yuan. Isinya adalah daftar nama-nama menteri yang mati dalam kebakaran. Hati Lu Yuan terasa dibakar api amarah dan matanya menjadi panas.
Nama-nama ini… adalah nama-nama para menteri bersih dan jujur yang setia kepadanya. Tidak disangka mereka ikut mati bersamanya!
“Sedangkan yang ini, adalah mereka yang selamat dari bencana.”
Gong Zichen menyerahkan sebuah catatan lagi untuk dilihat. Nama-nama yang ada di catatan kedua, sudah jelas merupakan nama para menteri korup yang kejahatannya telah terbukti dan Lu Yuan sangat mengingat mereka dengan jelas. Setelahnya, dia sadar jika kejadian pembunuhannya benar-benar direncanakan dengan matang.
Lu Zheng, adiknya yang baik itu sepertinya sudah sangat terampil. Dia memegang kunci kelemahan para menteri korup. Jika dia memanfaatkan itu, maka menteri korup akan membantunya demi menyelamatkan diri.
Sementara itu, mereka yang jujur dan bersih, tidak akan bisa diajak kerjasama. Jika dibiarkan hidup, maka kejadian yang sebenarnya terjadi di aula pengadilan saat itu pasti akan tersebar dan rencana mereka akan gagal total.
Karena pada saat itu, hanya sedikit orang dan menteri penting yang tahu identitasnya sebagai wanita. Saat Lu Yuan mati di atas takhtanya dengan identitas wanita, hanya mereka yang berada di aula yang tahu. Meski para pelayan dan pengawal tahu, mereka masih bisa dibungkam.
Dalam hal ini, Lu Yuan sungguh memuji kecerdikan Lu Zheng. Setelah membunuh kakak sendiri dan merebut takhta, dia sengaja tidak mengumumkan identitas asli Lu Yuan agar integritas istana terjaga.
Selain itu, dia membungkam banyak orang. Adiknya benar-benar bijaksana!
“Kudengar Putra Mahkota saat itu juga ada di sana. Apakah dia selamat?” tanya Lu Yuan.
“Tentu saja. Dia mendapat luka bakar, tapi tidak serius karena para pengawal istana segera menyelamatkannya.”
Saat sekelompok sampah itu berusaha menyelamatkan diri, adakah yang peduli pada tubuhnya yang sudah mati? Dalam kobaran api dan ledakan mesiu dari mekanisme yang meledak itu, tubuh asli Lu Yuan yang berlumuran darah pasti terbakar.
Panas dari api disertai rasa sakit karena tusukan pedang, juga kemarahan dan kebencian, rasanya menjalar kembali dalam hatinya. Panas dan sakit itu, seperti membakar hatinya saat ini.
“Apakah tubuh Kaisar… juga hancur?” suara Lu Yuan agak berat.
Membayangkan tubuhnya sendiri hangus, ia sedikit tidak terima. Gong Zichen merenung sejenak. Tampaknya, ia juga agak enggan mengatakannya.
“Tubuh Kaisar… memang terbakar. Meskipun tidak menjadi abu, tapi masih dapat dikenali. Kasim Li Jing melindunginya dan mencegah tubuhnya terbakar semakin parah.”
Lu Yuan seketika membuang muka ke samping, menghindari tatapan Gong Zichen dan mencegah air matanya jatuh. Sejak ayahnya mengubah identitasnya menjadi laki-laki, Lu Yuan pantang menangis.
Tapi saat ini, dia hampir kehilangan kontrol dirinya. Li Jing… bahkan masih melindunginya meskipun dia sudah mati.
Seandainya hari itu Lu Yuan tidak membiarkan Li Jing menemaninya ke pengadilan, kasim itu pasti akan selamat. Li Jing sudang lama melindunginya.
Mengetahui dia mati bersamanya dan masih melindunginya, kebencian di hati Lu Yuan semakin membuncah dan tekadnya membalas dendam semakin bulat.
Lu Yuan menata hati dan pikirannya kembali. Menangis tidak ada gunanya, tidak akan mengembalikan nyawa separuh menteri tidak bersalah yang tidak diselamatkan Lu Zheng.
Sebaliknya, dia harus tetap tegar karena kemarahan dan kebencian orang-orang yang telah mati itu sekarang mengalir di dalam darahnya.
Gong Zichen tidak pernah mendengar rumor Nona Ketiga dari keluarga Perdana Menteri memiliki hubungan yang begitu dekat dengan Kaisar Yangle. Secara praktis, mereka memang memiliki garis keturunan yang sama dari Keluarga Shu di pihak ibu.
Karena dia lemah dan tidak disayangi, seharusnya dia tidak terlalu dekat dengan Kaisar Yangle. Mengapa dia tampak sangat sedih?
“Aku tidak tahu kalau hubungan Nona Ketiga dengan mendiang Kaisar Yangle begitu dekat,” ucap Gong Zichen.
Bicara soal kedekatan, tentuvsaja Lu Yuan ingin berteriak dengan keras bahwa kedekatan itu lebih dekat seperti detak jantung, tapi itu tidak mungkin.
Tidak ada gunanya juga bicara mengenai kedekatan. Lu Yuan selalu berhati-hati, bahkan setelah ini pun, dia masih belum mempercayai Gong Zichen.
“Mendiang Kaisar Yangle adalah sepupuku dan pilar negara. Kematiannya, tentu saja membuat semua orang merasa sedih,” Lu Yuan memberikan alasan.
Gong Zichen kemudian berkata, “Aku rasa, sebagian orang justru bersyukur atas kematian Kaisar Yangle.”
Lu Yuan tiba-tiba menatap tajam pada Gong Zichen. Mungkinkah Gong Zichen mencurigai sesuatu? Mungkinkah dia curiga jika kematian akibat kebakaran itu bukan suatu kebetulan?
“Tuan Marquis memiliki lidah yang tajam. Jika tidak digunakan dengan hati-hati, itu bisa memutus nadi dan memotong lehermu sendiri.”
Gong Zichen menanggapinya ringan. Dia meniup asap halus dari cangkir tehnya, kemudian meminumnya perlahan secara elegan.
“Bukan hanya aku. Heh, separuh menteri mati, rasanya tidak masuk akal.”
Lu Yuan merasa sudah cukup untuk informasi kali ini. Setidaknya, dia sudah tahu siapa penyebar rumor dan mengetahui situasi setelah kematiannya sebulan yang lalu.
Perihal yang lainnya, dia akan merencanakannya perlahan dan mengurusnya pelan-pelan. Saat ini, dia harus segera pergi menjauh dari orang tidak jelas ini.
“Aku sangat menghargai kesediaan Tuan Marquis atas situasinya. Hari sudah siang. Tuan, silakan lanjutkan kegiatanmu.”
“Tidak mengucapkan terima kasih?”
“Ini adalah kesepakatan, bukan bantuan, Tuan.”
Kemudian, Lu Yuan beranjak keluar dari restoran. Gong Zichen mengikutinya dengan tatapan dari belakang. Senyumnya tersungging lagi.
Mo Yunfei sampai lupa berapa kali Marquis Yongping tersenyum hari ini. Rasanya, sosok di depannya bukanlah Marquis Yongping, tapi siluman yang suka memikat orang dengan wujud manusianya.
“Istri, jangan lupakan janjimu! Kita pasti akan segera bertemu lagi!”
Saat Gong Zichen berteriak, Lu Yuan sudah keluar dari restoran. Marah karena panggilan itu, Lu Yuan melepas tali kekang seekor kuda tunggangan Gong Zichen di depan restoran. Dia menepuk kuda itu, dan seketika kudanya kabur karena terkejut.
Untung saja belum banyak orang berlalu lalang dan kota tidak terlalu padat. Semua orang yang melihat kudanya kabur langsung menyingkir dan mengumpat.
“Heh, istriku benar-benar pemarah.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussukses
2024-01-20
0
Gong.... ternyata hatinya benar2 jatuh🤣🤣🤣
2024-01-08
0
MommyRea
hahaha...gong zichen....aku padamu 😀🤭☺️
2023-11-10
2