Lu Zheng, yang hari ini baru naik takhta sebagai Kaisar Chongle datang dari arah samping bersama kasim dan pelayannya. Lu Zheng mengenakan jubah sutera berwarna merah tua dan kepalanya dipakaikan sebuah mahkota.
Sosoknya tampak agung dan tampan ketika berjalan. Semua orang serentak membungkuk dan memberi salam hormat.
“Salam kepada Yang Mulia Kaisar.”
“Bangunlah. Aku dengar kalian sedang membicarakan soal keadilan. Tidak tahu keadilan apa yang kalian maksud?”
Janda Selir tersenyum pada putranya dan setelah putranya duduk, dia berkata, “Marquis Yongping sedang membicarakan keadilan untuk Nona Ketiga dari kediaman Perdana Menteri.”
Lu Yuan masih berdiri di tempatnya. Tubuhnya menengang, ada emosi yang bergejolak dan kebencian yang sangat besar sedang membakar hatinya.
Matanya menatap intens pada sosok Lu Zheng yang berjubah dan duduk di atas kursi paling depan, yang kepalanya dipakaikan mahkota Kaisar.
Gejolak emosi itu membuat jantungnya berdebar karena marah, membuat segala ingatan akan hari kematiannya terulang dan berputar di otaknya tanpa henti.
Tangan Lu Yuan terkepal erat sampai kuku jarinya memutih dan kuku tajam itu hampir merobek kulit telapak tangannya. Dia masih memandangi Lu Zheng dengan tajam, seakan jika dia mengalihkan tatapannya, pria itu akan kembali membunuhnya.
Ingatan akan betapa dingin dan sakitnya tusukan pedang di jantung, serta betapa kejamnya perkataan adiknya itu memberikan emosi yang mengguncang jiwanya tanpa henti.
Pemberontak dan pembunuh itu, benar-benar duduk di takhta dan menjadi Kaisar. Tanpa segel emas, kedudukannya tetap dianggap sah karena dia adalah Putra Mahkota sebelumnya.
Meski tidak begitu pun, para menteri sialan itu akan tetap mengangkatnya sebagai Kaisar apapun yang terjadi.
“Nona Ketiga? Yang mana Nona Ketiga dari Kediaman Perdana Menteri?” tanya Lu Zheng.
Gong Zichen berbalik, dia terkejut melihat ekspresi di wajah Lu Yuan. Dia merasakan aura kesuraman dan kebencian menguar dari matanya. Seberapa besar kebencian yang dipendam wanita ini?
Bahkan prajurit perbatasan yang tanahnya direbut pun tidak memiliki pandangan seperti itu. Gong Zichen menilai situasi, dia kemudian meraih tangan Lu Yuan dan menggenggamnya lembut.
“Jangan dikepalkan lagi, nanti tanganmu bisa berdarah,” ucapnya. “Kaisar sedang memanggilmu.”
Sentuhan Gong Zichen mengejutkan Lu Yuan dan menyadarkannya. Lu Yuan memejamkan matanya sesaat, menahan sesak di dada dan menetralkan perasaannya. Dia berusaha mengendalikan emosi agar terlihat setenang mungkin.
Bagaimanapun, dia tidak bisa menyerang Lu Zheng secara langsung di hadapan banyak orang. Sebelum menggapainya, dia mungkin sudah mati lebih dulu.
“Saya, Zhao Yue, memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar.”
Melihat seseorang yang membunuhnya duduk tenang di atas takhta dan dia harus memanggilnya dengan hormat membuat lidah Lu Yuan seperti dibakar dengan api neraka. Rasanya sangat menjijikan sampai-sampai hatinya juga ikut menertawakan.
Tapi, apa boleh buat. Pembalasan dendamnya masih harus melewati jalan yang panjang. Lu Yuan harus menahan dirinya sebentar.
Lu Zheng memperhatikan Lu Yuan sekilas, kemudian berkata, “Ah, jadi kamu. Ketidakadilan apa yang kamu terima dari Perdana Menteri? Aku akan menggantinya untukmu.”
“Bukan apa-apa, Yang Mulia. Urusan kecil keluarga kami tidak perlu merepotkan Yang Mulia.”
“Oh? Kau begitu pengertian dan rendah hati. Kalau begitu, mengapa kau harus mencari Marquis Yongping untuk membawamu? Zhen berpikir kau bisa pergi sendiri bahkan jika Perdana Menteri meninggalkanmu.”
Pernyataannya sudah jelas ingin menghina Lu Yuan. Lu Zheng tidak menyukai anak-anak Perdana Menteri, terutama Nona Ketiga.
Lu Zheng hanya membutuhkan Perdana Menteri karena kemampuannya, bukan keluarganya. Dia memang belum pernah bertemu dengannya, namun dengan kabarnya saja sudah membuat Lu Zheng jijik bukan main. Nona yang tidak berguna, seharusnya tahu diri dan tidak bicara soal keadilan di hadapan umum.
Lu Yuan tersenyum dingin. Sudah satu bulan dan sudah jadi Kaisar pun, adik baiknya masih saja tidak berubah. Dia masih Lu Zheng yang pemarah dan suka meremehkan orang lain.
Lu Yuan jelas tahu kalau Lu Zheng hanya ingin memanfaatkan Zhao Yun sebagai Perdana Menteri, tanpa ingin terlibat atau terikat pada keluarganya. Tatapan tidak suka di matanya sangat jelas terlihat.
Tangan Zhao Yun mengepal dan dia menahan emosinya. Kaisar Chongle ini sungguh tidak tahu cara menghormati orang.
Beberapa waktu lalu dia masih bersikap hormat padanya dan membujuknya agar setuju atas kenaikan takhtanya. Sekarang setelah menjadi Kaisar, dia ingin menyingkirkan diri dari kemungkinan ikatan keluarga. Orang seperti ini jelas bukan orang baik.
“Ah, Marquis Yongping hanya bercanda. Dia merasa kasihan melihatku ditinggalkan, karena itulah dia membawaku datang bersamanya. Kami baru saja bertemu di halaman istana beberapa saat yang lalu.”
Lu Yuan ingin melepaskan diri dari Gong Zichen, tapi Gong Zichen sayangnya terlalu peka dan terlalu cerdas hingga menyadari gelagatnya. Diam-diam dia tersenyum dan terus menggenggam tangan Lu Yuan. Gong Zichen menatap Kaisar dengan kesungkanan yang dibuat-buat.
“Marquis Yongping, apakah yang dikatakan Nona Ketiga benar?”
“Yang Mulia, separuh perkataannya benar mengenai pertemuan kami di halaman istana dan memutuskan datang bersama. Sebenarnya, alasan mengapa saya mengungkit ketidakadilan yang diterimanya adalah karena dia adalah calon istri saya. Saya tidak mungkin membiarkan calon istri marquis masa depan mengalami ketidakadilan dari keluarganya sendiri.”
Ekspresi Lu Zheng seketika membeku.
“Calon istri? Sejak kapan Kediaman Perdana Menteri memiliki pertunangan dengan Kediaman Marquis?”
“Yang Mulia mungkin tidak tahu. Mendiang Kaisar Yangle pernah menjanjikan pernikahan untuk kami. Walau mendiang Kaisar Yangle sudah meninggal, Nona Ketiga tetap menjadi calon istriku. Karena itulah, Yang Mulia, saya ingin meminta kemurahan hati dan belas kasih Yang Mulia. Yang Mulia, mohon selesaikan titah pernikahannya untuk kami.”
Mata Lu Yuan seketika memelototi Gong Zichen. Mulut pria ini benar-benar sangat pandai berucap dan lidahnya sangat mahir mengolah kata.
Dia membuat kekacauan dengan menyebut Kaisar Yangle di hadapan Lu Zheng. Bagi Lu Zheng, ini adalah semacam belenggu dan penyakit hati yang mengakar sangat dalam.
Apakah orang ini sedang cari mati?
Semua orang juga sama terkejutnya. Perjamuan kali ini benar-benar dipenuhi kejutan tidak terduga. Nona Ketiga yang tidak pernah keluar rumah tiba-tiba datang ke perjamuan bersama Marquis Yongping, dan Marquis Yongping sangat mempedulikannya.
Dia bahkan meminta Kaisar menyempurnakan titah sebelumnya dengan berani. Bahkan Perdana Menteri pun kesulitan bicara, semua orang hanya berharap Kaisar tidak marah dan mereka tidak akan terkena imbas.
Lu Zheng menahan emosi dalam hatinya. Dia benar-benar benci seseorang mengungkit Kaisar Yangle dan segala sesuatu tentangnya! Lu Yuan kakaknya itu sudah mati, mengapa masih menghantuinya juga?
“Marquis Yongping, pernikahan itu diberikan oleh kakakku. Tidak sopan bagiku melanjutkan atau menyelesaikannya.”
Lu Yuan hampir menarik napas lega, tapi tiba-tiba dia dikejutkan lagi oleh pernyataan Gong Zichen.
“Sebagai gantinya, saya bisa menyerahkan Pasukan Shenwu kepada Yang Mulia.”
Gong Zichen berkata sangat yakin dan mantap. Perkataannya sama saja seperti sebuah transaksi. Mereka menganggap Pasukan Shenwu yang hebat sebagai alat ganti untuk menukar sebuah pernikahan.
Marquis Yongping ini benar-benar gila, dia sangat berani menggunakan Pasukan Shenwu demi sebuah titah pernikahan utuh bersama Nona Ketiga!
Apa bagusnya Nona Ketiga? Semua orang sudah tahu dia adalah orang bodoh, lemah, dan tidak berguna. Walau wajahnya cantik, tapi jika otaknya tidak berfungsi dengan baik, untuk apa?
Pasukan Shenwu adalah pasukan elit kekaisaran yang menjaga perbatasan, mana bisa dipermainkan dan digunakan sebagai alat transaksi!
Senyum dingin Lu Zheng terukir dan mereka yang melihatnya langsung bergetar ketakutan. Senyum itu terlihat menyeramkan seakan memiliki kekuatan penghancuran yang dahsyat.
Lu Zheng hampir saja terjebak dan menyetujuinya. Jika dia menerima pelat Pasukan Shenwu sebagai alat ganti tukar titah pernikahan, maka citranya sebagai Kaisar akan ternoda dan dia akan dijuluki Kaisar Tamak. Selain itu, fondasinya juga akan runtuh.
Marquis Yongping adalah orang yang tidak sederhana dan sulit dihadapi.
“Marquis Yongping bercanda. Hanya sebuah titah saja tidak perlu sampai melibatkan Pasukan Shenwu. Meskipun mendiang kakak belum menyempurnakannya, kontrak pernikahan kalian tetap berlaku dan siapapun yang menentangnya akan dihukum sesuai ketentuan.”
Sekarang bagus! Setelah Lu Zheng mengubah pernyataannya dan mengatakan titah tetap berlaku, secara resmi status Nona Ketiga adalah tunangan dan calon istri Marquis Yongping.
Siapapun tidak akan berani menentangnya, termasuk keluarga Perdana Menteri sendiri. Menentangnya sama dengan cari mati.
“Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia,” Gong Zichen menunduk berterima kasih sambil tersenyum.
Di sini, Lu Yuan yang paling dirugikan! Takdir macam apa ini?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Nur Hayati
bisa tidak ... karena lu Yuan sudah masuk ke raga zhou you, nama panggilannya Zhou saja jangan lu Yuan lagi jadi rada belibet
2024-01-28
4
Fifid Dwi Ariyani
teusceria
2024-01-21
0
Li Yuan... Terima saja agar nanti bisa balas dendam dg mudah
2024-01-08
0