“Itu suara Nona Kedua. Cepat, kita harus sembunyi! Dia mungkin akan memukulimu lagi!”
Sebelum sempat melarikan diri, pintu kamar tiba-tiba ditendang hingga terbuka lebar. Seorang wanita yang parasnya lumayan cantik berdiri dengan angkuh di ambang pintu, menatap sengit pada Lu Yuan.
Pakaiannya sangat indah dan berwarna, tidak seperti yang ia kenakan sekarang. Dari sini saja sudah jelas jika nasib dua putri Perdana Menteri sangat berbanding terbalik dan sangat kontras.
“Jalang kecil, kau benar-benar masih hidup rupanya!”
Lu Yuan semula menunduk, lalu ia mendongak lagi menatap datar Zhao Lin. Rumor mengatakan jika Zhao Lin adalah putri kesayangan Perdana Menteri.
Dia mendapatkan segala hal yang seharusnya menjadi hak Zhao Yue. Itu karena Zhao Lin begitu lihai mendekati Perdana Menteri dan dia mendapat bantuan dari keluarga ibunya. Jika tidak salah, ibu dari Zhao Lin ini hanya seorang selir.
“Kau pikir masih bisa menghadapi Marquis Yongping dengan kondisimu ini? Heh, setelah Kaisar Yangle meninggal dan dekret pernikahanmu tidak diselesaikan, kau seharusnya malu untuk hidup.”
Marquis Yongping? Ah, Gong Zichen dari Keluarga Gong. Lu Yuan ingat bahwa ia memang sempat berniat menikahkan putri Perdana Menteri dengan Marquis Yongping.
Lu Yuan tidak begitu mengenal Gong Zichen, karena sejak ia naik takhta, pria itu selalu berada di perbatasan sepanjang tahun.
Rumor yang sampai ke telinganya adalah bahwa Gong Zichen telah mengembangkan kekuatan yang sewaktu-waktu dapat melawan istana kekaisaran. Karena itulah ia berencana menikahkannya dengan putri Perdana Menteri untuk menyeimbangkan kekuatan.
Tapi, ia tidak menduga jika putri sah Perdana Menteri ternyata memiliki kehidupan yang begitu sengsara. Zhao Lin mungkin tidak terima karena pernikahan itu tidak datang padanya. Itu sebabnya ia menganiaya Zhao Yue dan tidak sadar jika Zhao Yue telah mati dan tubuhnya diambil alih Lu Yuan.
“Zhao Yue, kau tidak layak!”
Kepala Lu Yuan berdengung setiap kali mendengar kata yang merujuk pada hak hidup seseorang. Zhao Lin hanya seorang wanita manja hidup di bawah limpahan kasih sayang Perdana Menteri.
Dia tidak pernah mengalami kesulitan bertahan hidup seperti di medan perang. Dia hanya tahu bahwa semua orang yang lebih lemah darinya pantas ditindas.
Tapi, apa haknya menghakimi hidup Zhao Yue? Gadis ini tidak bersalah, dan karena Zhao Yue bersedia menyerahkan raganya untuk Lu Yuan, maka tidak ada seorang pun yang berhak mengatur hidupnya!
Terbiasa dengan sifat seorang penguasa yang berpikiran tajam dan pandai mengintimidasi, Lu Yuan membalas perkataan Zhao Lin dengan tatapannya yang tajam.
“Lantas, apakah kau juga layak?”
Zhao Lin seketika terkejut. ****** kecil ini, sejak kapan dia punya keberanian membalas kata-katanya?
Sebelumnya ketika dia datang untuk menindas dan menganiayanya, Zhao Yue hanya dapat bereaksi dengan menangis dan diam seribu bahasa. Bahkan ketika dirinya dicambuk dan dipukuli olehnya, Zhao Yue tidak mengeluh dan tetap diam menyembuhkan diri sendiri.
Zhao Lin marah. Zhao Yue meskipun adiknya sendiri, tetapi keberadaannya membuat Zhao Lin membencinya.
Status Zhao Yue sebagai putri sah Perdana Menteri tidak hanya membuatnya iri, tapi membuatnya benci sampai ke sumsum tulang. Memangnya kenapa jika Zhao Yue adalah putri sah? Tanpa dukungan dan trik, dia tidak akan dilirik sama sekali!
“Kau! Beraninya kau membalas perkataanku!”
Zhao Lin maju, menghampiri Zhao Yue dengan marah dan bersiap menamparnya. Dia menyesal tidak mencambuknya lebih keras hari itu. Seharusnya Zhao Lin menggunakan seluruh tenaganya.
Walau Zhao Yue mati pun, Perdana Menteri tidak akan berkomentar apapun. Sebaliknya, ayahnya pasti senang karena Zhao Lin membantunya menyingkirkan satu orang tidak berguna yang menjadi beban kediaman Perdana Menteri.
Lu Yuan beringsut menghindari tamparan Zhao Lin hingga tangan wanita itu hanya menampar angin. Sudut mata Zhao Lin berkedut, ia sangat terkejut karena ****** kecil ini mampu menghindari tamparannya dengan cepat. Dia menampar lagi, tapi lagi-lagi Lu Yuan berhasil menghindarinya.
Lu Yuan lalu menendang Zhao Lin sampai tersungkur di lantai yang dingin. Walau tenaganya tidak seberapa, itu cukup untuk membuatnya sakit selama beberapa hari. Tubuh Zhao Yue lemah, Lu Yuan hanya bisa melawan dengan menyerang titik vital Zhao Lin agar ia jera.
Xiao Tao yang melihat nonanya menendang Zhao Lin sampai jatuh menganga. Matanya tidak lagi membelalak, melainkan hampir melompat keluar dari mangkuknya. Astaga, sejak kapan nonanya punya keberanian itu?
Zhao Lin sangat kejam dan berkuasa, dia mendapat perlindungan semua orang di kediaman ini. Melawannya hanya akan membuat nonanya lebih tersiksa!
“Jalang sialan, kau menendangku?”
Sebelum Zhao Lin menghajar Lu Yuan, Xiao Tao terlebih dahulu berlutut di depan Zhao Lin dengan wajah memelas. Tidak baik jika perkelahian ini diteruskan.
Ia pikir lebih baik meminta maaf terlebih dahulu dan mengaku bersalah daripada harus berakhir dengan kekerasan lagi. Xiao Tao tidak peduli apapun, jika dia harus menanggung siksaan agar bisa menggantikan nonanya, ia menerimanya dengan senang hati.
“Nona Kedua, tolong maafkan Nona Ketiga. Dia masih setengah sadar. Mohon Nona Kedua berbelas kasihan, jangan memukulnya lagi. Xiao Tao bersedia menggantikannya menerima hukuman,” ucap Xiao Tao, dahinya menyentuh lantai dan kepalanya diantuk-antuk beberapa kali.
“Yo, kau punya pelayan yang setia juga. Pelayan kecil, sejak kapan orang rendahan sepertimu berhak menyela majikan?”
Zhao Lin menendang Xiao Tao sampai bergeser beberapa sentimeter. Xiao Tao meringis menahan sakit, tapi dia kembali merangkak untuk memohon.
Mengetahui seorang pelayan kecil rendahan menghalanginya, Zhao Lin kembali menendangnya lagi. Kali ini, tendangan itu berhasil membuat Xiao Tao kesulitan bangun.
Lu Yuan mendecih. Dia menatap lurus dan tajam ke arah Zhao Lin. Wanita ini cukup kejam dan keras kepala juga, pikirnya.
Melihat bahwa pelayan tidak berdosa bernama Xiao Tao menjadi korban dan dianiaya, ia akhirnya tidak tahan lagi. Di istana, dia paling tidak suka melihat seorang pelayan ditindas pelayan lainnya demi membela majikan.
Melawan dengan fisik tidak begitu menguntungkan. Lu Yuan lebih baik menggunakan kecerdasannya untuk membuat Zhao Lin segera menyingkir dari kamar ini.
Senjata paling ampuh untuk melawan wanita semacam ini adalah dengan bertarung secara verbal. Bertahun-tahun berada di atas takhta kaisar dengan menyembunyikan identitas, dia telah mendebat para menterinya dan membuat mereka diam seribu bahasa. Ia bahkan masih mendebat dan melawan mereka sampai ia mati terakhir kali.
“Apa kau sudah selesai?” ucap Lu Yuan.
Zhao Lin seketika terbelalak. Lu Yuan bukan hanya tidak menangis, dia bahkan begitu tenang dan emosinya tidak dikenali.
“Dia pelayanku, aku adalah majikannya. Kau perlu izin dariku jika ingin menendangnya.”
“Hubungan pelayan-majikan kalian ternyata begitu erat. Cih, dasar tidak berguna! Pelayan rendahan tetaplah pelayan rendahan! Kau pikir kau bisa melindunginya dengan baik? Kau bahkan tidak bisa melindungi diri sendiri! Zhao Yue, mengapa kau tidak mati saja?”
Tangan Lu Yuan terkepal erat. Topik ini menjadi sesuatu yang sensitif baginya sekarang. Benar, ia bahkan tidak bisa melindungi diri sendiri ketika bencana itu terjadi.
Adik yang ia sayangi bahkan mengkhianatinya, menusuknya dengan pedang dan mengatakan jika dia harus mati. Lu Yuan gagal melindungi dirinya sendiri, gagal melindungi istana, dan ia gagal menjaga amanat ayahnya. Ia adalah orang yang gagal.
Tapi, siapapun tidak berhak mengomentarinya!
“Zhao Lin, kau yakin ingin melawanku?” tanya Lu Yuan tanpa disertai ekspresi yang sesuai dengan situasi. Ia sangat tenang, walau amarah di dadanya menggelora. Jika bisa, ia sangat ingin membunuh Zhao Lin sekarang.
“Heh, aku bahkan bisa membuatmu merasa mati lebih baik daripada hidup!” ucap Zhao Lin.
“Oh? Kalau begitu cobalah. Aku ingin melihat seberapa besar nyali putri selir melawan seorang putri sah!”
Karena Lu Yuan menyinggung soal status, Zhao Lin tertegun dan ia kehilangan kata-kata. Sekali lagi ia sangat marah dan tersinggung atas ini.
****** sialan ini, beraninya dia mengungkit soal status putri sah dan tidak sah di depannya! Zhao Lin benar-benar harus memberinya pelajaran lagi hari ini!
“Heh, kau pikir aku takut? Di kediaman ini, kau tidak lebih dari sekadar sampah! Jika bukan karena menghargai ibumu yang telah mati itu, ayah sudah lama menyingkirkanmu!”
Ini justru lebih menarik bagi Lu Yuan. Perdana Menteri yang ia percayai dan selalu tampil berwibawa setiap kali menghadiri pengadilan istana dan berbicara padanya dengan penuh rasa hormat itu, sebenarnya orang seperti apa dia?
Berdasarkan perkataan Zhao Lin, seharusnya abdinya itu memiliki suatu ketidakadilan di dalam hatinya, bukan?
Sebuah seringaian kecil terukir di mulutnya. Dia mendecih dan dengan nada meremehkan berkata pada Zhao Lin, “Meskipun begitu, Perdana Menteri tidak akan membiarkan putri seorang selir menikah dengan Marquis Yongping terlepas ada atau tidaknya titah Kaisar Yangle.”
Lalu, Lu Yuan dengan cepat meraih jepit rambut perak di kepala Zhao Lin. Dia menusukkannya di telapak tangan Zhao Lin tanpa ragu.
Zhao Lin terpekik dan berteriak kesakitan. Darah segar keluar dari telapak tangannya yang mulus.
Lu Yuan kemudian mendekat ke sisinya dan berbisik, “Zhao Lin, ingatlah bahwa aku adalah putri sah kediaman Perdana Menteri. Sejauh apapun dirimu terbang, kau tidak akan pernah bisa melampauiku!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Bzaa
wow....
2025-03-19
0
zee_
the real of menusuk dari belakang nih
2024-08-11
3
Na
BE..BE…BE….BETUL. BANGET 😁😅
2024-08-01
4