Keluarga Perdana Menteri menanggung malu yang tidak main-main. Setelah perjamuan, kereta kuda yang roboh sudah membuat mereka dibicarakan seluruh penduduk ibukota.
Ada yang bergosip bahwa kejadian itu adalah karma yang diterima oleh mereka karena sudah menganiaya Nona Ketiga, namun ada pula yang bicara bahwa semuanya sudah direncanakan.
Satu hal yang jelas, orang yang paling mendendam atas kejadian ini adalah Zhao Lin dan Cao Wenyu. Tidak disangka bahwa kehadiran Nona Ketiga begitu berpengaruh terhadap reputasi mereka. Di kediamannya, Zhao Lin mencak-mencak sembari memukuli pelayannya untuk melampiaskan amarah, sementara ibunya memijat pelipisnya berkali-kali.
“Ibu, aku yakin penggoda kecil itu sedang menertawakan kita sekarang! Bagaimana bisa keretanya rubuh tanpa sebab? Pasti ****** kecil itu yang melakukannya! Ibu, kita dianiaya!”
Cao Wenyu bukannya tidak marah, tapi rasanya terlalu lelah memikirkan kejadian memalukan yang menimpa mereka hari ini. Mau ditaruh di mana mukanya saat dia menghadiri perjamuan di lain hari?
Para Nyonya yang biasa berteman dengannya pasti akan membicarakannya lagi dan lagi. Cao Wenyu susah payah membangun relasi dan membentuk hubungan dengan mereka selama bertahun-tahun sampai mereka mengesampingkan statusnya yang hanya seorang selir. Kalau itu terjadi, bukankah usaha kerasnya sia-sia?
Sumber masalahnya sudah jelas adalah Zhao Yue! Gadis sialan itu, mengapa perubahannya sangat besar?
Cao Wenyu tadinya mengira setelah Kaisar Yangle meninggal, dia bisa memohon pada Perdana Menteri agar membuat Zhao Lin menggantikan Zhao Yue menikah dengan Marquis Yongping.
Nama Marquis Yongping ini adalah nama paling ditakuti dan terbilang mashur di ibukota. Dia tahu bahwa mendiang Kaisar Yangle sengaja membuat dekret pernikahan untuk menekan kekuatan Marquis Yongping. Marquis Yongping dari Keluarga Gong itu adalah orang yang sangat hebat di mata orang-orang.
Meskipun dua puluh tahun lalu Keluarga Gong ditimpa bencana yang mengakibatkan kakek Marquis tewas, namun cucunya – Gong Zichen berhasil membangkitkan keluarganya dan mendapat gelar sebagai Marquis Yongping dan mengamankan perbatasan selama bertahun-tahun. Kalau Zhao Lin bisa menikah dengannya dan punya anak laki-laki, maka gelar bangsawan itu juga akan jatuh ke tangannya.
Tadinya jika Zhao Yue mati, dia bisa mendapat alasan mengapa Zhao Lin pergi menikah ke perbatasan menggantikannya. Siapa sangka Zhao Yue tidak hanya masih hidup, bahkan Marquis Yongping juga pulang ke ibukota dan secara pribadi melindunginya!
“Ibu, Marquis Yongping adalah milikku! Dia tidak pantas bersanding dengannya!”
“Yah, benar. Dia memang tidak pantas!”
Dilihat dari segi manapun, Cao Wenyu selalu optimis putrinya lebih baik dan lebih unggul dari Nona Ketiga. Sekarang Nona Ketiga adalah batu besar yang menjadi sandungan di kaki dan menghalangi jalan putrinya. Dia harus disingkirkan, tapi Cao Wenyu perlu perencanaan matang untuk menggulingkannya.
“Ibu, bagaimana kalau kita buat rencana untuk menjatuhkannya? Misalnya, membuatnya malu seumur hidup dan namanya kotor. Orang seperti Marquis Yongping pasti menyukai kehormatan, dia tidak akan menikahi wanita yang reputasinya tercoreng, bukan?”
“Lin’er, kau punya ide?”
Zhao Lin menyeringai penuh keyakinan dan berbisik di telinganya, “Ibu, mari kita buat Marquis Yongping membencinya seumur hidup!”
Cara yang disebutkan Zhao Lin ini sangat ekstrim dan berisiko besar. Tapi, kegelapan di dalam hati Cao Wenyu membuatnya mengabaikan hal-hal di luar tujuannya. Selama bisa membuat Marquis membenci Zhao Yue, bagaimanapun caranya dan berapa pun bayarannya, Cao Wenyu masih akan melakukannya.
“Kalau begitu, utus seseorang ke kediamannya dan kita buat orang-orang tahu kalau Nona Ketiga adalah gadis yang sangat kotor,” ucap Cao Wenyu. Zhao Lin menyetujuinya dengan senang hati. Dia berpikir hari ketika Zhao Yue dibuang dan dihina semua orang segera tiba dan pada saat itu, dia akan sangat bahagia.
“Ibu, aku akan mengaturnya. Cari tahu informasi mengenai kapan kemungkinan Marquis datang ke kediaman kita agar aku bisa menangkap basah perbuatan kotor Zhao Yue!”
Zhao Lin tersenyum penuh keyakinan. Kali ini dia pasti memukul mundur Zhao Yue dan mendepaknya dari sisi Marquis.
Perihal dekret itu, dia bisa meminta ayahnya untuk memohon pada Kaisar agar diubah menjadi namanya. Dengan begitu, titah pernikahan tetap ada dan dia bisa menjadi penggantinya.
“Tapi sebelum itu, aku ingin membuatnya kehilangan kepercayaan orang-orang.”
“Lin’er, apa rencanamu?”
Zhao Lin kembali membisikkan sesuatu di telinga Cao Wenyu seperti sebelumnya. Cao Wenyu diam-diam tertawa senang atas rencana matang putrinya. Dengan begitu, meski tidak berhasil membuat Marquis membenci Nona Ketiga, setidaknya dia tidak akan punya tempat dan muka untuk ditunjukkan di kediaman ini!
Keesokan harinya, Zhao Lin menangis kepada Zhao Yun ketika dia hendak berangkat ke pengadilan. Zhao Yun yang mulai tidak puas pada Cao Wenyu dan Zhao Lin seketika memijat kepalanya karena muak. Rasa malu yang didapat kemarin sejak perjamuan hingga pulang telah membuat tekanan darahnya naik dua kali lipat.
“Kali ini apa?” tanya Zhao Yun. “Jika kau tidak bisa mengatasinya sendiri, kau mungkin harus merevisi kembali studimu.”
Zhao Lin meneteskan air mata buaya yang pura-pura.
“Ayah! Berikan putri keduamu ini keadilan!”
Zhao Lin menyusut air matanya. Dengan lututnya dia berjalan menghampiri ayahnya dan langsung menangis lagi. “Ayah, aku kehilangan sebuah barang. Itu adalah jepit rambut emas yang diberikan oleh Nyonya Wu padaku sebagai hadiah di perjamuan musim gugur tahun lalu. Jika itu benda biasa, tidak akan terjadi apa-apa. Tapi, hari ini Nyonya Wu memberikan undangan agar aku datang mengunjunginya dan dia menyuruhku memakai jepit rambut yang diberikan olehnya.”
“Lalu?” dahi Zhao Yun mengernyit.
“Lalu aku menyadari bahwa jepit rambut itu sudah tidak ada di tempatnya ketika aku membuka kotaknya pagi ini. Setelah memikirkannya, aku melihat jepit rambut itu sepertinya tersampir di kepala Adik Ketiga kemarin. Aku tidak menyadarinya saat perjamuan tapi setelah memikirkannya pagi ini, aku jadi tersadar. Ayah, mohon tegakkan keadilan untukku! Tolong adili Adik Ketiga dan minta dia mengembalikannya padaku!”
Pada akhir kalimatnya, dia bicara seperti berteriak seolah ingin semua pelayan yang ada di kediaman ini tahu. Sebelum menghancurkannya di hadapan Marquis, Zhao Lin ingin menghancurkannya di hadapan ayahnya dan di hadapan para pelayan. Dengan begitu, Zhao Yue akan semakin sengsara dan dia akan sangat bahagia!
Dahi Zhao Yun kembali mengernyit. Dia sedang terburu-buru, tapi putri keduanya ini tidak akan membiarkannya pergi sebelum urusannya selesai. Dia menghela napas, “Panggilkan Nona Ketiga kemari.”
Lu Yuan tiba di aula setelah beberapa menit berlalu. Pembawaannya begitu tenang dan wajahnya santai. Dia menebarkan pandangan ke sekeliling selama beberapa detik sembari berjalan, kemudian matanya mengarah ke tempat Zhao Yun berada. Di lantai di depan pria tua itu, Zhao Lin menangis tersedu-sedu.
Lu Yuan berdiri di depan Zhao Yun, tidak memberi hormat ataupun memberikan salam padanya. Zhao Yun kaget, selama ini, putri ketiganya biasanya sangat sopan dalam hal tatakrama meski sering tidak dianggap. Hari ini pertama kalinya dia melihat putri ketiganya begitu tenang menghadap padanya.
Mata itu, lagi-lagi mengingatkannya pada seseorang…
“Nona Ketiga, apakah kau yang mencuri perhiasan kakak keduamu?” tanya Zhao Yun langsung pada intinya.
“Mencuri?”
Oh, jadi inilah sarapan yang dia terima pagi ini. Pagi-pagi begini, Zhao Lin sudah memberikan pertunjukkan bagus yang sayang untuk dilewatkan. Lu Yuan tidak tahu apa isi otak Zhao Lin, yang bisa dengan cepat memikirkan cara paling rendahan untuk menjebak dan menjatuhkannya.
Jika itu Zhao Yue, mungkin pertunjukkan drama ini akan dimenangkan oleh Zhao Lin dan sesuai situasi yang diinginkannya. Tapi, wanita itu sudah salah mencari masalah dengan orang yang tidak tepat. Dia malah memprovokasi seekor iblis naga betina ganas yang pernah mati satu kali dan saat ini di dalam hatinya, tidak banyak tersisa tentang kebaikan.
Lu Yuan mengangkat sebelah bibirnya dan berkata, “Apa yang bisa aku curi darinya?”
“Adik Ketiga, kau jangan pura-pura! Aku bisa membiarkanmu memilikinya jika kau mau. Tapi, mengapa kau harus mencurinya dariku?”
“Aku tidak punya minat untuk memiliki barang-barang menjijikan milikmu.”
“Ayah! Kau dengarkan kata-kata Adik Ketiga barusan! Jika dia tidak mencurinya, lalu mengapa jepit rambutnya ada di kepalanya?”
Lu Yuan tanpa sadar bergumam, “Jepit rambut?”
Dia lantas meraba jepit rambut yang dia pakai di kepalanya. Sedetik kemudian senyum jahatnya muncul tanpa disadari. “Sejak kapan jepit rambut ini menjadi milikmu? Apakah Janda Permaisuri terlalu miskin hingga mencurinya darimu?”
Zhao Lin terkejut setengah mati. Dia bagaikan disambar petir sampai jantungnya melompat dari rongga dadanya. “Ja…Janda Permaisuri?”
Sial, dia tidak memperhitungkannya sebelumnya! Salahkan dia karena tidak mencari tahu asal-usul jepit rambut itu terlebih dahulu.
Sekarang sangat bagus! Zhao Yue bisa membidiknya dan membalikkan situasi! Wajah Zhao Lin tiba-tiba memucat dan tubuhnya bergetar ketakutan. Janda Permaisuri….
Itu adalah seseorang yang paling tabu di kediaman ini. Masa lalu antara mendiang Nyonya Shu dan ayahnya merupakan sebuah belenggu di dalam hati Janda Permaisuri. Sementara itu, kehadiran ibunya sebagai orang ketiga adalah sebuah duri yang menancap di hati Janda Permaisuri selama bertahun-tahun.
Zhao Yue… bagaimana… bagaimana bisa dia melakukannya?
“Perlukah aku menyuruh seseorang mengonfirmasinya untukmu? Tentu saja, jika kau masih tidak yakin, aku bisa membawamu ke istana dan bertanya langsung kepada Janda Permaisuri apakah dia mencuri jepit rambutnya darimu atau tidak.”
Saat Zhao Lin dibungkam dengan pernyataan langsung Lu Yuan, dia seperti kehilangan nyawanya. Jika sampai Janda Permaisuri mendengarnya, maka habis sudah riwayatnya.
Zhao Lin secara langsung telah menuduh orang terhormat itu sebagai pencuri barang miliknya. Konsekuensinya… sungguh tidak dapat dibayangkan.
Zhao Yun, sejak mendengar Nona Ketiga menyebutkan Janda Permaisuri, sudah kehilangan kata-katanya. Kemudian dia sadar bahwa pada perjamuan kemarin, putri ketiganya ini bukan semata-mata datang bersama Marquis Yongping.
Putri ketiganya datang ke perjamuan karena dia telah mengunjungi Janda Permaisuri – bibinya dan ditarik masuk ke halaman Janda Selir Chu oleh Marquis Yongping. Putri ketiganya…. Benar-benar berubah seperti orang lain.
“Perdana Menteri, bagaimana menurutmu?” tanya Lu Yuan.
Zhao Yun paling menghindari berurusan dengan Janda Permaisuri. Bukan hanya karena masa lalunya dengan Shu Yi’an yang menyedihkan, tapi juga karena keberadaan Zhao Yue yang sudah dia abaikan selama belasan tahun. Dia menatap Zhao Lin dengan marah, emosinya tampak dari sorot matanya yang memerah.
“Kau! Kau ingin mencelakaiku sampai mati, hah?”
Zhao Lin menggelengkan kepalanya cepat sambil menangis, “Tidak, ayah, bukan begitu!”
“Kembali ke kediamanmu dan renungkan kesalahanmu baik-baik!”
Setelah mengibaskan lengan jubahnya, Zhao Yun pergi begitu saja. Sandiwara ini berakhir tanpa penyelesaian pasti.
Lu Yuan menatap Zhao Lin yang masih berlutut di tanah, senyum jahatnya muncul lagi. Wanita buaya ini, tidak seru jika dia tidak membiarkannya sedikit lebih menderita.
“Zhao Lin, bukankah sebelumnya aku sudah berkata bahwa kau tidak akan bisa melampauiku?” tanya Lu Yuan dingin.
“Jepit rambut ini, apakah kau masih menginginkannya?”
Zhao Lin tiba-tiba waspada. Dia langsung menyembunyikan kedua tangannya ke belakang punggung dan menatap Lu Yuan dengan penuh kebencian. Jebakannya gagal dan berbalik menyerangnya. Lu Yuan tidak hanya selamat, dia bahkan membuatnya tidak bisa berkutik dan membuatnya mendapat kemarahan ayahnya yang jarang dia terima seumur hidupnya.
“Lain kali jika kau ingin menjebakku lagi, cari tahu baik-baik senjata apa yang kau gunakan itu.”
Lu Yuan sama sekali tidak berniat menusuk telapak tangan Zhao Lin dengan jepit rambutnya. Menurutnya, melihat wajahnya yang pucat karena kalah saja sudah membuatnya puas. Performa Zhao Lin tidak bagus di matanya hari ini, tapi Lu Yuan setidaknya tahu bahwa wanita ini tidak akan menyerah untuk menjatuhkannya.
Huh, berada lama-lama di keluarga ini bisa membuatnya menjadi orang tidak berperasaan yang sesungguhnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
zee_
/Casual/
2024-08-12
1
Fifid Dwi Ariyani
trusceria
2024-01-21
1
Jumaeda
Keren Thor
2023-12-20
2