Perjamuan membosankan yang membuat Lu Yuan muak berakhir saat sore hari. Tidak ada yang membuatnya kembali memiliki suasana hati yang baik lagi sejak Lu Zheng mengatakan bahwa dekret pernikahan Zhao Yue dan Marquis Yongping tetap berlaku meski Kaisar Yangle alias dirinya sudah meninggal.
Gadis itu berjalan hingga ke gerbang istana. Kereta Keluarga Zhao masih terparkir di sana bersama beberapa kereta dari keluarga lainnya.
Seorang kusir yang tidak dikenal tampak sedang menunggu di bawah cahaya matahari yang mulai meredup. Ketika Lu Yuan menatapnya, kusir itu mengernyitkan dahi dan terkejut.
“No-Nona Ketiga?”
Giliran Lu Yuan yang mengernyit. “Kau mengenalku?”
Tentu saja kusir itu mengenalnya. Di kediaman, siapa yang tidak tahu tentang kisah hidup Nona Ketiga yang payah dan menyedihkan?
Seluruh ibukota saja sudah tahu. Tapi, kusir itu juga bergetar ketakutan saat otaknya mengingatkan dia tentang tindakan Nona Ketiga yang menusuk telapak tangan Nona Kedua sampai berdarah dan bagaimana dia melawan Perdana Menteri sendirian di tengah aula.
“Apakah ini adalah kereta kuda Perdana Menteri?”
Kusir itu hanya mengangguk. Sebenarnya Lu Yuan berhak atas keretanya, namun kusir itu memilih tetap setia pada Nyonya Cao dan tidak bisa mengizinkan Lu Yuan naik. Dia bahkan baru tahu kalau Nona Ketiga datang ke perjamuan istana.
Lu Yuan mengangkat sebelah alisnya dan menatap dingin kusir. Dia tahu dirinya tidak akan diizinkan naik, dan dia juga tidak berminat duduk satu kereta dengan keluarga Perdana Menteri yang munafik itu.
Lu Yuan memandangi keretanya sekilas, kemudian dia tiba-tiba menendang rodanya sekuat tenaga hingga kereta tersebut bergoyang. Si kusir membelalak dan dia semakin ketakutan.
“Huh, kereta busuk ini tidak akan muat untukku.”
Setelah itu, Lu Yuan pergi begitu saja. Si kusir menatapnya dari kejauhan dengan beragam pertanyaan yang tidak berani diungkapkan. Nona Ketiga ini… sungguh mengerikan dan tidak terduga.
Dulu dia pendiam, lemah, dan selalu menurut. Bahkan saat dia ditindas pun, dia tidak akan melawan dan hanya akan berlari mengurung diri di kamarnya.
Sekarang, yang dia lihat tidak seperti itu. Apa yang baru saja dilakukan oleh Nona Ketiga adalah sebuah fenomena yang mengonfirmasi rumor terkait dirinya yang menusuk Nona Kedua sampai berdarah.
Tidak disangka, gadis lemah tertindas yang dulu selalu menunduk dengan sedih dan takut ternyata memiliki mata tajam yang mengintimidasi. Bahkan hanya dengan tatapannya saja, sudah bisa membuat orang bergetar ketakutan.
Tidak jauh dari sana, kereta kuda dari kediaman Marquis Yongping juga terparkir. Dari jendela yang kecil, Gong Zichen mengintip ke tempat si kusir berada.
Seringainya terbit seperti bulan sabit. Mo Yunfei meliriknya, lalu melirik tempat si kusir berada dan bergidik ngeri.
“Nona Ketiga benar-benar mengerikan,” ucapnya. “Dia menendang keretanya tanpa memedulikan apapun. Tuan, kau yakin akan menikahinya sebagai istri?”
Gong Zichen mengangguk. “Tentu saja. Istriku tidak harus lembut dan anggun. Gadis seperti Nona Ketiga lebih cocok menjadi istriku.”
Mo Yunfei berpikir ada yang salah dengan selera tuannya. Orang lain mendambakan kecantikan dan bakat serta karakter berbudi luhur, tapi tuannya malah sebaliknya.
Nona Ketiga ini memang cantik sekali, tapi perilaku dan karakternya jauh dari kata ‘lembut’ dan ‘berbudi luhur’. Dia lebih cocok dipanggil sebagai wanita keras yang kasar.
“Segera berangkat. Istriku tidak boleh berjalan kaki.”
Mo Yunfei menurut dan memerintahkan kusir agar segera berangkat. Kereta kuda berjalan meninggalkan istana melalui Gerbang Barat, melewati lorong-lorong panjang dengan tembok tinggi dan tiang-tiang lampu setinggi pinggang orang dewasa. Ketika hampir mendekati Lu Yuan, kecepatannya melambat.
“Istri! Ayo naik! Aku akan mengantarmu pulang!”
Lu Yuan menoleh sebelum memalingkan wajahnya. Dia pikir dia sudah bebas, tapi pria ini seperti permen karet yang terus menempel padanya. Lu Yuan sudah cukup marah karena perbuatan Gong Zichen hari ini, tapi dia juga sudah lelah dan tidak ingin berdebat lagi.
“Bisakah kau menjauh sebentar dariku?” ucap Lu Yuan. Gong Zichen terkekeh.
“Tidak bisa. Istri, aku akan terus menempel padamu sampai hari pernikahan kita tiba! Ayo naik! Aku yakin Perdana Menteri Zhao akan segera menemukanmu jika kau terus berjalan.”
Lu Yuan refleks menolehkan kepala ke belakang, tapi yang ia lihat hanyalah beberapa pengawal yang sedang berpatroli. Dia baru saja menendang kereta kuda Perdana Menteri dan efeknya mungkin akan segera diketahui.
Kalau dia tetap berjalan kaki, selain melelahkan dan pegal, rombongan Perdana Menteri pasti bisa menyusulnya. Itu tidak baik.
Lu Yuan tidak punya pilihan lain. Kakinya menaiki tangga kereta dan masuk ke dalam, kemudian duduk di dekat pintu masuk. Gong Zichen tersenyum, dia menatap calon istrinya dari atas hingga ke bawah. Lu Yuan risih.
“Apakah matamu bermasalah? Mengapa kau terus menatapku?”
“Istri, kau itu cantik. Mataku tidak bisa berhenti menatapmu.”
Astaga, Lu Yuan sangat ingin muntah. Setiap kali bertemu dengan Gong Zichen, selain merepotkan, dia selalu mendengar perkataan manis dari mulutnya. Orang akan merasakan Marquis Yongping sangat romantis dan mencintainya, namun bagi Lu Yuan, itu adalah sebuah masalah.
Kata-kata manis yang dilontarkan oleh mulut Gong Zichen membuat pria itu seperti tuan muda hidung belang yang mengincar wanita di rumah bordil, yang setiap hari mengatakan cinta kepada banyak wanita.
“Bisakah kau berhenti memanggilku istri?”
“Kenapa? Kaisar sudah mengatakan jika pernikahan kita akan tetap dilanjutkan. Jadi, kau adalah istriku di masa depan. Memanggilmu istri lebih awal tidak akan menjadi masalah untukku.”
“Gong Zichen, kita belum menikah!” seru Lu Yuan yang geram.
“Ah, jadi jika setelah menikah, kau tidak akan protes dengan panggilan istri? Astaga, istri, kalau begitu ayo kita menikah besok!”
“Dasar gila!”
Lu Yuan tidak mau memedulikannya lagi. Senyum di bibir Gong Zichen masih terukir sempurna dan matanya terus memandangnya tanpa henti.
Gadis ini, usianya dua tahun lebih muda darinya. Tapi, kedalaman pikiran dan tindakannya sama sekali sukar ditebak.
Masih banyak misteri lain yang belum dia jumpai dari gadis ini. Nona Ketiga Zhao, adalah tipe orang yang rumit pemikirannya. Gong Zichen belum pernah melihat wanita seperti ini sebelumnya.
“Berhenti menatapku! Apa kau belum puas menyudutkanku?”
“Istri, bicaramu sungguh kejam. Mana dari tindakan dan perkataanku yang menyudutkanmu?”
Jika dipikir-pikir, Gong Zichen memang tidak menyudutkannya tadi. Pria itu justru menyelamatkannya dan membantunya.
Dia dengan berani mempertanyakan keadilan Perdana Menteri kepada putri-putrinya, juga bicara lantang dan mempertaruhkan Pasukan Shenwu di hadapan Lu Zheng untuk membelanya.
Mengapa Lu Yuan marah? Ia rasa, kemarahannya timbul akibat rasa tidak terima. Lu Yuan tidak terima nasibnya dipermainkan dan ditentukan oleh tangan orang lain. Dia lebih suka mengatur dan menentang nasib dengan campur tangannya sendiri.
“Mengapa kau bersikeras ingin menikah denganku?”
“Sudah kubilang, aku menyukaimu. Istri, apa kau pikir perkataanku waktu itu adalah sebuah candaan?”
Tidak, Lu Yuan tidak percaya perkataan seorang pria. Ayahnya, Zhao Yun, dan juga Lu Zheng, semuanya adalah pria yang tidak bisa dipercaya. Gong Zichen juga sama.
Dia pria yang licik dan punya banyak akal bulus untuk menjeratnya. Sejak pertemuan pertama, dia sudah menilai kalau pria ini bukan orang baik.
“Istri, tenang saja. Kau tidak perlu takut, aku tidak akan mengambil selir di masa depan. Istriku hanya akan menjadi kamu,” ucap Gong Zichen meyakinkan.
“Berhenti bicara omong kosong!”
Lu Yuan benar-benar bosan meladeni ocehan Gong Zichen yang semakin lama semakin menyebalkan. Perjamuan tadi sudah cukup menguras kesabaran dan emosinya. Dia masih harus berpikir bagaimana caranya mengungkap kejahatan para menteri dan membalas sakit hatinya.
Jalannya masih panjang. Lu Yuan malah mendapat sandungan berupa jeratan pernikahan yang tidak bisa ditentang.
Dia menyesali keputusannya dahulu yang bodoh. Dia mana tahu Marquis Yongping alias Gong Zichen ini sangat sukar dihadapi! Ini namanya senjata makan tuan!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
*Eu-Mi*
sangat suka dengan karakter MC perempuannya,berkarakter,tangguh dan tegass... /Determined//Kiss/
2024-10-09
3
khoechink
ayolah wkwkwk
2024-09-30
1
Buke Chika
😀😀😀😀kayaknya dia pria baik emang banyak tersembunyi
2024-04-25
0