Kusir kuda hanya terdiam dan menunduk saat Zhao Yun beserta Cao Wenyu dan Zhao Lin berdiri di depan gerbang istana dan hendak menaiki kereta.
Keberaniannya menghilang dan dia tidak punya nyali memberitahu Perdana Menteri kalau beberapa saat yang lalu, Nona Ketiga datang dan menendang keretanya dengan keras sampai bergoyang.
“Apa lagi yang kau tunggu? Cepat jalan!”
Cao Wenyu yang pemarah dan gelap hatinya membentak si kusir dan menyuruhnya segera mengendalikan kuda. Si kusir tanpa menunggu lama langsung naik dan menarik tali kekang kuda, sampai kereta itu mulai berjalan meninggalkan istana. Turuti saja, ada efeknya atau tidak, itu urusan nanti.
Cao Wenyu mengipasi wajahnya yang tiba-tiba merasa panas. Lebih tepatnya, apinya berasal dari hatinya yang terbakar karena marah dan iri.
Hari ini, putri kesayangannya tidak menjadi pusat perhatian dan tidak berhasil menarik perhatian Janda Selir Chu. Sebaliknya, justru malah Nona Ketiga si ****** kecil itu yang mendapat perhatian semua orang termasuk Kaisar Chongle.
Dia pikir Nona Ketiga tidak akan berani keluar kediaman setelah berdebat dengan Perdana Menteri malam itu. Sifat penurutnya dan mudah takutnya seakan hilang dalam satu malam.
Cao Wenyu melihat Nona Ketiga sudah sangat berbeda. Dia sama sekali tidak terlihat seperti Nona Ketiga Zhao Yue yang suka disiksa olehnya.
Zhao Lin dalam hatinya menyimpan banyak perasaan dendam. Perjamuan hari ini, sebenarnya dia tidak peduli apakah menjadi pusat perhatian atau tidak.
Zhao Lin hanya ingin keluar dan melihat-lihat perjamuan tanpa memikirkan efek yang ditimbulkan jika dia tampil mencolok. Zhao Lin tidak berharap mendapat perhatian Kaisar atau Janda Selir Chu, karena itu bukan tujuan utamanya.
Dia masih menginginkan Marquis Yongping yang sudah dia sukai selama sepuluh tahun. Sialnya, Marquis Yongping ternyata malah membawa calon tunangannya dan mendeklarasikan bahwa wanita itu adalah calon istrinya di depan semua orang. Parahnya lagi. Marquis Yongping bahkan membuat Kaisar mengukuhkan pernikahan mereka tanpa syarat.
Zhao Lin tidak terima!
“Ayah, Adik Ketiga sungguh keterlaluan! Dia melawanmu saat itu dan bicara tidak sopan padamu hanya karena ayah mengabaikannya bertahun-tahun. Itu adalah salahnya karena terlahir tidak berguna, bodoh, dan lemah. Aku tidak menyangka dia bahkan memanfaatkan Marquis Yongping untuk mempermalukan kita! Ayah, putri ketigamu sungguh keterlaluan dan kejam!”
Ayahnya paling menyayanginya. Zhao Lin yakin ayahnya pasti akan memberikan pelajaran dan berpikir Zhao Yue sangat kurang ajar.
Ayahnya paling membenci keluarganya dipermalukan, terutama oleh seorang gadis. Hari ini Zhao Yue lewat Marquis Yongping bukan hanya mempermalukan mereka, tapi juga membuat Kaisar dan Janda Selir Chu merasa jijik.
“Benar, Tuan. Nona Ketiga sungguh keterlaluan. Bagaimanapun dia masih keturunan Keluarga Zhao, tapi dia hanya diam saja saat keluarga kita dipertanyakan di depan Kaisar,” Cao Wenyu ikut menimpali.
Alih-alih, Zhao Yun memijat pelipisnya. Kejadian hari ini memang sangat tidak terduga dan melelahkan.
Di pengadilan tadi, Marquis Yongping secara tidak terduga masuk ke istana dan ikut penobatan, kemudian tanpa dikira membawa putri ketiganya ke perjamuan dan langsung memberitahu semua orang bahwa putri ketiga adalah calon istrinya.
Di hadapan Kaisar yang licik itu, Zhao Yun tidak bisa berkutik dan tidak diberikan kesempatan untuk mengutarakan pendapat.
Dia tidak keberatan putri ketiganya melanjutkan kontrak pernikahan dengan Marquis Yongping, dia hanya tidak menyangka kalau Marquis Yongping akan sangat membela dan memedulikannya. Sejak kapan mereka berhubungan?
Seingatnya sejak dekret pernikahan itu diumumkan setahun yang lalu, keduanya belum pernah bertemu.
Marquis Yongping masih menjaga perbatasan dan putri ketiganya tidak pernah keluar kediaman. Zhao Yun juga tidak membahas lebih lanjut karena mendiang Kaisar Yangle jarang mengungkitnya.
Siapa sangka dekret pernikahan yang tidak jelas kelanjutannya justru malah menjadi senjata ampuh yang menyerang Keluarga Zhao setelah kematian Kaisar Yangle. Cara pembalasan semacam ini, hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang sudah melewati banyak hal dalam hidupnya.
Putri ketiga tadi hanya diam saja dan membiarkan Marquis Yongping mengambil alih kendali serta bicara untuknya.
Dapat dimengerti bahwa kebencian di hati putri ketiganya terhadap sosoknya sudah mengakar sangat dalam karena dia mengabaikannya selama bertahun-tahun, tapi sungguh tidak disangka akan jadi seperti ini.
“Tuan, Marquis Yongping juga terlihat sangat menyukai Nona Ketiga. Menurutmu, apakah mereka telah bertemu diam-diam sebelum ini dan merencanakan segalanya?”
“Bisakah kau diam? Tidak cukupkah rasa malu yang kita terima hari ini?” Zhao Yun membentak Cao Wenyu dan membuatnya terdiam.
“Ayah, kenapa ayah membentak ibu? Ibu hanya bicara untuk keluarga kita. Jika Adik Ketiga tidak ditindak secara adil, maka akan lebih banyak masalah di masa depan dan dia akan semakin sering mempermalukan kita!”
“Menurutku kau yang memalukan! Lihat apa yang kau pakai hari ini! Kau sedang mencoba memikat siapa, hah?”
Zhao Lin langsung terdiam dan melihat pakaiannya. Yah, dia memang mencolok hari ini.
Zhao Yun tidak mempermasalahkannya karena mengira semuanya akan berjalan dengan baik. Melihatnya sekarang, dia jadi emosi karena perkataan Zhao Lin dan Cao Wenyu menganggu pikirannya.
Zhao Lin masih ingin bicara, namun ayahnya membuatnya takut. Cao Wenyu semakin mempercepat kecepatan tangan mengipasi wajahnya sendiri.
Baru kali ini Perdana Menteri membentak mereka. Semua ini gara-gara si ****** kecil sialan itu! Dia adalah pembawa bencana untuk mereka.
Di luar, si kusir berkeringat dingin mendengar pembicaraan para majikan. Hal lain yang paling membuatnya takut adalah kondisi kereta ini yang rasanya berbeda dan agak sulit dikendarai.
Saat sekeluarga itu masih sama-sama terdiam, terdengar bunyi ‘krak’ yang sangat keras.
“Suara apa itu?” Cao Wenyu bertanya. Sebelum si kusir menjawab, kereta kudanya tiba-tiba saja ambruk dengan suara yang sangat besar.
Kuda penarik kereta terkejut dan langsung kabur begitu tali kekang dan kayu penyambungnya terlepas. Keluarga Perdana Menteri ikut ambruk bersama kereta. Kedua roda kereta yang menjadi penopang utama terlepas dan menggelinding entah ke mana.
Di dalam, Cao Wenyu dan Zhao Lin berteriak kesakitan karena tubuh mereka seperti jatuh dari ketinggian.
“Tu-Tuan, Nyonya, Nona Kedua, apakah kalian baik-baik saja?” tanya kusir.
Terdengar raungan kemarahan dari dalam.
“Apa yang terjadi? Mengapa keretanya ambruk?”
Cao Wenyu dan Zhao Yun keluar dari sana, lalu membantu Zhao Lin. Tiba-tiba saja punggung mereka terasa panas dingin di waktu bersamaan.
Saat menoleh, semua mata tertuju pada mereka, pada kereta yang ambruk di tengah jalan. Wajah Cao Wenyu dan Zhao Lin memucat.
“Pe-penguat roda keretanya rusak, Tuan, Nyonya,” si kusir menjawab dengan suara bergetar.
Memalukan! Kereta kuda Perdana Menteri yang terhormat tiba-tiba saja rusak di tengah jalan, di depan banyak orang!
Sampai tujuh generasi mendatang pun, mereka tidak akan bisa mengembalikan rasa malu yang didapat ini!
Zhao Yun memejamkan matanya menahan malu dan menahan emosi, apakah ini adalah karma yang datang akibat perbuatan buruknya kepada putri ketiganya?
“Rusak? Apa gunanya aku menggajimu? Bahkan pemeliharaan kereta pun tidak kau lakukan! Budak rendahan sepertimu sangat tidak tahu diuntung!”
Kusir menunduk semakin dalam saat Cao Wenyu memarahi dan menghinanya. Bodoh, itu hanya akan membuat orang-orang tahu betapa tidak tahu malunya Cao Wenyu.
Seorang selir yang mengaku jadi Nyonya, berani membentak kusir di depan umum dan menyebutnya budak rendahan yang tidak tahu diuntung. Orang-orang jadi berpikir siapa sebenarnya yang budak rendahan tidak tahu diuntung di sini?
“Cukup! Cao Wenyu, apa urat malumu sudah putus?”
“Ibu, jangan bicara lagi! Ayah sudah marah, kau tidak boleh membuatnya semakin marah!”
Barulah Cao Wenyu menyadari kebodohannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
*Eu-Mi*
alur cerita nya bagus banget.. gak ada typo, kata perkata ditulis dengan apik dan rapi.. jadi mudah diselami dan dipahamii...
2024-10-09
5
Buke Chika
😀😀😀😀😀😀rasain itu keluarga jahat
2024-04-25
1
Win Eliya
ceritanya bagus, dibacanya harus pelan agar lebih paham apa yg digambarkan dlm cerita. semoga karyamu makin disukai thor
2024-03-29
2