Sensasi gatal di tenggorokan, disertai rasa sakit di seluruh tubuh memaksa Lu Yuan untuk membuka matanya. Saat sinar membuat segalanya menjadi jelas, ia mengerutkan dahinya.
Untaian kain penutup dan derit ranjang yang bobrok pertama kali menyapanya. Ruangan ini, mengapa begitu asing?
“Nona, akhirnya kau sadar!”
Dia menangkap suara itu dan menoleh seketika. Seorang gadis, berpakaian pelayan berlutut di sisi ranjangnya.
Wajahnya yang kecil tampak lusuh, ada dua lingkaran hitam di sekitar matanya yang sipit. Lu Yuan meraba seluruh tubuhnya, menyasar bagian dadanya.
Ini…. Bukankah dia telah ditusuk oleh pedang yang sangat tajam?
Mengapa tubuhnya baik-baik saja? Ia bahkan tidak melihat darah sama sekali. Seharusnya ia sudah mati karena tusukan pedang dan ledakan di dalam aula.
Tapi, mengapa ia justru baik-baik saja? Selain itu, siapa gadis pelayan di sisinya ini? Apa pula alasannya memanggilnya dengan sebutan nona?
“Kau?”
Gadis pelayan itu langsung menangis keras.
“Nona, aku layak dihukum. Aku tidak bisa menjaga Nona dengan baik sampai membiarkan Nona Kedua menganiayamu lagi. Nona, tolong hukum aku!”
Bagaimana bisa Lu Yuan menghukumnya di saat ia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya? Lu Yuan merenung sesaat.
Berdasarkan logika, nyawanya sudah melayang bersama seluruh kebenciannya hari itu. Ia tidak hanya tidak mati, tetapi memiliki seorang pelayan kecil.
Apakah Raja Neraka tidak tega menerimanya dan membiarkannya hidup lagi?
“Nona Kedua?”
“Nona Kedua, Zhao Lin. Dia selalu menindas kita hanya karena Nona memiliki tubuh lemah dan sering jatuh sakit. Saat Nyonya masih ada, mereka bahkan tidak berani menginjakkan kakinya di sini selangkah pun. Tuan Besar benar-benar sudah melupakan putri sahnya sendiri!”
Marga Zhao. Lu Yuan mengingat jika Klan Zhao di kekaisaran cukup berpengaruh karena keberadaan dan prestasi Perdana Menteri Zhao Yun.
Perdana Menteri Zhao memiliki seorang putri yang sakit-sakitan dari istri sahnya yang meninggal sepuluh tahun lalu. Perdana Menteri adalah orang kepercayaan Lu Yuan, tetapi ia jadi meragukannya ketika insiden tragis itu terjadi.
“Katakan, siapa namaku?”
Gadis pelayan Bernama Xiao Tao terlalu merasa bersalah dan seketika menangis lagi. Kenapa bisa begini? Apakah Nona Kedua terlalu parah menganiayanya sehingga majikannya ini mengalami masalah otak? Mengapa ia justru menanyakan namanya sendiri pada Xiao Tao?
“Jangan menangis. Jawab dulu pertanyaanku!”
“Nona, kau adalah Zhao Yue. Putri sah Perdana Menteri, putri Nyonya Shu.”
Walau tidak masuk akal, tetapi langit sepertinya masih menyayanginya. Lu Yuan dihidupkan kembali di tubuh Zhao Yue, yang rumornya adalah putri tidak berguna dan kerap dicap sebagai sampah pembawa sial karena sakit-sakitan.
Sudah ia duga, ia tidak akan mati semudah itu. Langit tidak begitu buta hingga membiarkan sekelompok sampah pengkhianat itu hidup damai setelah kepergiannya!
Walau sedikit kecewa karena ia dibangkitkan di tubuh wanita yang tidak berguna, setidaknya Lu Yuan tidak benar-benar musnah. Hal penting yang harus ia ketahui sekarang adalah kabar pengadilan istana. Ia ingin memastikan apakah ia berada di masa yang sama atau melintas ke beberapa tahun silam.
“Tahun berapa sekarang?”
Pandangan sayu Xiao Tao semakin meredup. Ada gurat kesedihan mendalam dalam sorot matanya. “Sekarang tahun ketujuh Yangle. Yang Mulia Kaisar Yangle meninggal dan istana masih berduka.”
Lu Yuan terkejut untuk ke sekian kalinya. Ia mengabaikan Xiao Tao, mengabaikan rasa sakit di tubuh akibat pukulan dan cambukan dan berlari menuju jendela usang yang sudah bobrok. Ketika jendelanya dibuka, hamparan salju putih yang tebal di depan matanya membuatnya terpana sesaat.
Ternyata benar, ini adalah tahun yang sama dengan tahun kematiannya. Ketika ia meledakkan aula pengadilan, musim dingin baru memasuki periode tengah.
Sekarang mungkin sudah mulai beranjak ke ujung. Lu Yuan bertanya-tanya, sudah berapa lama ia mati sejak waktu itu?
“Nona, lantainya dingin. Setidaknya pakailah kaus kakimu. Tuan Besar tidak akan peduli jika Nona jatuh sakit lagi.”
“Aku mungkin melupakan beberapa hal. Bisakah kau memberitahuku sesuatu ketika aku menginginkannya?”
“Tentu saja, Nona. Nona adalah Nona terbaik yang kumiliki. Nyonya Shu telah menyelamatkanku dan merawatku, sekarang giliranku yang menjaga dan merawat Nona. Nona tidak perlu bersedih. Beberapa hal mungkin lebih baik dilupakan dan jangan diingat lagi.”
Dengan mendengarkan kata-kata Xiao Tao, Lu Yuan langsung tahu jika kehidupan Zhao Yue sungguh tidak baik. Terlahir sebagai putri sah yang mulia, tetapi justru dianiaya karena lemah.
Bahkan ia menduga Perdana Menteri juga tidak peduli padanya. Padahal, Zhao Yue adalah putri sahnya, darah dagingnya sendiri.
Satu-satunya hal yang ingin ia ketahui sekarang adalah bagaimana kondisi istana setelah kejadian itu. Menurutnya tidak baik menunjukkan diri lebih awal.
Ia berpura-pura batuk, membuat Xiao Tao panik kembali dan terpaksa memapahnya ke ranjang. Tubuh ringkihnya begitu lemah, tenaganya bahkan sulit digunakan untuk menahan bobot tubuhnya sendiri.
“Di mana Perdana Menteri?” tanyanya dengan suara yang sengaja dilemahkan.
“Tuan Besar sedang ada di istana. Sepertinya sedang mendiskusikan pewarisan takhta.”
“Pewarisan takhta?”
“Yang Mulia Kaisar tiba-tiba meninggal satu bulan lalu karena kebakaran yang terjadi di aula pengadilan. Nona mungkin melupakannya, tetapi kejadian itu sungguh tragis dan sangat mengerikan.”
Tragis? Ya, itu memang tragis. Lu Yuan bahkan ingin menertawakan ketragisan itu dengan tawa yang membahana, yang mungkin berselang dengan kemarahan seperti api neraka yang terus menyala sepanjang masa. Lu Yuan meradang, ia mengepalkan tangannya sampai buku-buku jarinya memerah.
Baiklah. Karena ia sudah terlahir kembali, ia akan memulai aksi balas dendamnya. Biarkan ia membabat habis komplotan pengkhianat itu dan menghancurkan mereka sampai berkeping-keping. Ia akan menggunakan identitas Zhao Yue dalam perjalanan barunya.
Dan hal paling penting yang harus dilakukan sekarang adalah mencari pakaian yang layak dikenakan. Saat ini, tubuhnya hanya mengenakan baju dalam berwarna putih usang yang tipis, yang bisa robek ketika terkena tarikan.
“Ambilkan aku pakaian.”
Xiao Tao pergi dan kembali dengan satu set pakaian hangat yang agak pantas dikenakan. Warnanya lusuh, tapi setidaknya lebih hangat dan lebih nyaman dibanding baju dalam tadi.
Lu Yuan memandangi sekujur tubuhnya yang dipenuhi dengan luka. Luka-luka itu kebanyakan sudah mengering, ada juga bekas luka lama yang membekas. Ini jelas bukan hal baik, terutama bagi seorang wanita.
Ia bisa membayangkan betapa parah penyiksaan yang Zhao Yue alami sejak dicap sebagai putri tidak berguna. Hatinya tiba-tiba ikut merasakan sakit, tapi Lu Yuan berhasil menyembunyikan semu di wajahnya dengan baik.
Baru saja ia akan menyisir rambutnya, suara ribut dari luar langsung mengusiknya.
“Jalang sialan! Hidupmu begitu beruntung ya? Kenapa kau tidak mati saja?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Bzaa
saatnya balas dendam 😁
2025-03-19
1
meMyra
ayo jangan biarkan dirimu ditindas lagi
2024-03-10
2
Fifid Dwi Ariyani
trusceria
2024-01-20
2