Wilona yang mendengar itupun untuk sesaat terdiam, karena dia tahu maksud ucapan Nindi kepadanya. Wilona dengan spontan menarik pergelangan Nindi menuju bungalaonya dan meminta semua pelayan meninggalkan mereka berdua. Awalnya para pelayan curiga akan terjadi masalah karena bukan hal yang biasa saat istri pertama dan kedua berada dalam satu tempat tanpa adanya keributan.
Para pelayan tetap siaga di depan pintu kamar Wilona, saling menatap satu sama lain. Di dalam kamar, Wilona meminta Nindi untuk duduk di sebuah sofa yang nyaman dengan beberapa kudapan didepannya. Wilona meminta Nindi duduk dengan nyaman agar dia bisa memberitahu apa maksud Wilona membawa Nindi memasuki kamarnya.
"Sebenarnya, aku bukan Wilona. Tapi...."
"Ha? maksudnya?".
"Aku bukan Wilona, aku Nuhume."
"Nuhume??"
"Iya."
"Aku tidak mengerti, jelaskan lebih banyak lagi."
Wilona akhirnya menceritakan bahwa dia bukan Wilona yang asli, Wilona menjelaskan bagaimana dia bisa masuk ke dunia novel dan apa kejadian yang telah di alaminya. Nindi terlihat bingung tapi dia juga tidak bisa memungkiri saat Wilona menjelaskan dengan memberi contoh alur cerita di mulai walau tidak lengkap.
Wilona juga menjelaskan dengan gambaran tokoh Nindi bahkan tubuhnya adalah karya Nuhume, wajahnya dan juga ada sebuah tanda lahir berbentuk hati di perutnya, yang hanya Bagas saja yang mengetahuinya.
"Bagas yang memberitahumu kan?".
"Tidak. Aku serius, dan aku tahu rencanamu bertahan di rumah ini."
Nindi semakin menatap tajam Wilona, karena sebuah rahasia yang tersimpan di hati Nindi, tanpa seorang pun tahu. Jika benar Wilona bisa menebaknya, dia akan percaya semua ucapan WIlona.
"Nindi bertahan karena ingin mencari tahu tentang sauadara kandung kamu yang dulunya menghilang bukan? dan itu ada kaitannya dengan keluarga Abraham."
Nindi mendengar itu terdiam seribu bahasa. Bagaimana bisa tebakannya begitu sempurna, bahkan Wilona menjelaskan usaha Nindi selama ini untuk menemukannya. Nindi berdiri dari tempatnya dengan sedikit emosi.
"Baik, aku percaya. Jika semua ini adalah dunia buatanmu, beritahu aku dimana kakakku saat ini? dan juga tentang Bagas, apakah kau akan selamanya berada di dunia ini? bagaimana akhirnya? apakah aku akan mati? dan dimana Wilona yang asli?," ucap Nindi dengan memberikan banyak pertanyaan kepada Wilona.
Wilona menjelaskan bahwa saat memasuki dunia novel beberapa ingatannya tidak bisa terlihat dengan jelas bahkan sangat tidak berurutan, mungkin saja itu efek dia datang ke dunia tersebut.
"Aku juga tahu, yang sebenarnya kau tidak mencintai Bagas, tapi semua itu karena kakakmu, kedatangmu di kediaman ini karena mencari kakak kandungmu bukan karena mencintai Bagas," jelas Wilona.
Nindi terlihat mulai panik dan tidak bisa menjelaskan apapun, dia ingin segera meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah sangat kesal tapi Wilona menahan Nindi untuk menjaga rahasia tersebut, Wilona juga mengatakan bahwa akhir dari novel yang di tulisnya tragis tapi bukan Nindi yang akan mengalami itu.
"Kau tenang saja, Nindi akan berakhir bahagia bersama dengan Bagas."
Mendengar itu, Nindi kembali terlihat tenang bahkan ada seutas senyum berada di wajahnya yang pucat itu.
"Baik, aku mempercayaimu. Siapa namamu yang sebenarnya?"
"Nuhume, namaku yang sebenanrnya di dunia nyata adalah Nuhume."
"Aku akan memanggilmu Hume saja, aku mempercayai ucapanmu, aku pergi dulu. Tidak akan lama lagi Bagas akan makan siang." jelas Nindi kemudian berlalu.
...----------------...
Di tempat lain..
Denada berjalan bolak-balik dalam kamarnya dengan sesekali melontarkan kalimat umpatan kepada Wilona dan Monica. Dia sangat geram, karena rencanya gagal. Dia yang memasukkan ular berbisa itu ke dalam sebuah gudang karena dia berhasil menghasut Monica untuk memberi hukuman kepada Wilona membersihkan gudang setelah rencana penjebakan mereka berhasil.
Denada ingin membunuh Wilona dengan begitu, semua kesalahan akan di limpahkan kepada monica karena dia yang memberi hukuman kepada Wilona hingga pada akhirnya dia bisa menggantikan posisi Monica sebagai nyonya Abraham.
Denada sangat kesal, dia kembali mencari cara untuk menyingkirkan Monica. Dia harus menunggu kepulangan Abraham sebentar lagi dari perjalanan bisnisnya.
...----------------...
Tiga hari berlalu, kepulangan Abraham kali ini dari perjalanan bisnis membawa seorang tamu penting dari negara lain tepatnya seorang menteri utusan negara. Dia adalah tuan Anderson sekaligus sahabat tuan Abraham.
Tuan Abraham sangat senang, dia menjamu tuan Anderson dengan sangat istimewa. Acara makan malam dengan hidangan koki terbaik di atas meja makan. Anderson bahkan memperkenalkan diri dihadapan para anggota keluarga Abraham kecuali Wilona yang saat itu datang terlambat.
"Maaf saya terlambat."
"Siapa dia Abraham?," tanya Anderson.
"Ha, perkenalkan dia adalah menantuku."
"Lantas siapa wanita ini, dia juga tadi mengatakan menantumu," semua orang saling menatap.
"Ha, hehe maafkan aku tuan, saya adalah sepupu jauh tuan Bagas, bukan nyonya Bagas," jelas Nindi yang sedikit kikuk.
"Ha, begitu, pantas saja. Perkenalkan saya Anderson," ucap Anderson dengan mengulurkan tangan ke Wilona.
Saat itu semua anggota keluarga duduk di tempatnya masing-masing, kali ini urutannya berubah, Wilona duduk tepat berseblahan dengan Bagas, membuat hati Nindi sakit. Dia hanya menahan apa yang terjadi saat itu. NIndi berusaha mengingat dan percaya apa yang dijelaskan Wilona kepadanya bahwa semua itu palsu dan dia akan bersama Bagas pada akhirnya.
Acara makan malam sangat harmonis, di tambah dengan tuan Anderson dan Abraham yang menceritakan kisah mereka sewaktu mengenyam pendidikan di luar negeri. Ada canda tawa di atas meja makan hingga akhirnya Anderson menantang menantu Abraham untuk membuat makanan penutup saat itu.
"Bagaimana? apakah menantumu tidak bisa melakukannya?," tanya Anderson.
"Ha ha ha bukan begitu. Tapi....."
Semua orang saling menatap. Bisa dipastikan jika Wilona melakukan hal tersebut bisa membuat Abraham malu karena Wilona selama ini tidak pernah menginjakan kaki di dapur bahkan menurut issu dia tidak bisa melakukan apapun selain mendapatkan pelayanan dari para maid yang berada di bungalaonya.
"Papa, aku bisa membuatnya," ucap Wilona dengan tersenyum dan terlihat yakin.
Bagas menghentikan aktifitasnya dan menyenderkan tubuhnya di kursi. Dia telah mencaci Wilona dalam hati, bagaimana bisa kebodohannya menyeruak setelah digiit ular berbisa. Ucapan Anderson bukan hal biasa, itu bisa saja menjatuhkan nama baik Abraham jika dia gagal. Bahkan Bagas merasa ingin meninggalkan tempat tersebut karena sudah tahu hasilnya seperti apa.
Nindi, hanya dia yang memiliki firasat bahwa Wilona bisa karena dia bukan Wilona melainkan Nuhume. Jika Wilona berhasil, dia benar-benar yakin bahwa wanita di depannya itu akan berpihak padanya, dan menyerahkan Bagas kepadanya.
Semua peralatan telah disiapkan tepat di hadapan meja makan. Para anggota keluarga dan semua pelayan melihat aksi Wilona yang menggunakan celemek serta rambut yang terurai kini telah di cepol dan juga tidak lupa senyum yang selalu mengambang layaknya chef profesional sedang memperkenalkan menu masakan selanjutnya dengan sempurna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments