Karena kelelahan mendobrak dan berteriak dia akhirnya duduk menekuk lututnya, dia mulai kembali mengingat novel yang menggambarkan dia terkurung dalam sebuah ruangan dan memikirkan solusinya, tapi sayang dia tidak mendapatkan ingatan apapun.
Tak...
Tak...
Tak...
Terdengar suara heels dengan langkah yang malas mendekati ruangan tersebut. Nuhume mulai menajamkan tatapannya tentang seseorang yang berani mengurungnya dalam ruangan. Pintu terbuka dan terlihat wajah wanita paruh baya memasuki ruangan. Dia persis terlihat seperti ibu Nuhume di dunia nyata, hanya saja perangainya sangat berbeda. Wanita paruh baya dihadapanya itu melemparkan sebuah kotak hitam kepada Nuhume dan memerintahkan untuk memasukannya dalam makanan Bagas Abraham.
"Sesuai perjanjian awal, ini adalah misi pertamamu karena kau telah sah menjadi nyonya Bagas."
"Apa ini? dan siapa anda?."
"HAHAHA, dasar wanita tidak tahu diri? bagaimana bisa kau melupakan aku?."
Nuhume kemudian terdiam dan berusaha mengingat, siapa wanita yang berada di hadapannya ini. Tiba-tiba kepala Nuhume merasa pusing dan mengingat alur cerita yang ditulisnya pada beberapa bab awal, dia menjelaskan bahwa akan ada pemeran wanita yang menjadi penyokong kejahatan Wilona, nyonya Mayang.
"Aw....,".
"Tidak usah berpura-pura kesakitan, apakah kau sudah mengingatku?," ucap Mayang dengan tatapan tajam.
"Nyonya Mayang?."
"Anak pintar, aku harap kau sudah bisa memulai rencana kita."
Nuhume kembali bingung, rencana apa yang dimaksud wanita yang berada di hadapannya itu. Tanpa diminta Mayang kembali menjelaskan bahwa dia telah menyiapkan semuanya dengan baik, Wilona hanya menjalankannya sesuai rencana. Dia ingin menghancurkan keluarga Abraham hingga ke akarnya dan dunia tidak mengenalnya kembali.
"Kenapa aku harus menurutimu?."
"HAHAH, dasar wanita sialan," ucap Mayang dengan mencengkram dagu Wilona.
"Tanpa aku, kau tidak akan menyandang status sebagai nyonya Abraham, putri tunggal Sanjaya dan kau tidak akan menikmati semua kekayaan ini, dasar gelandangan. Ayumi sadarlah, kau bukan Wilona yang sebenarnya," ucap Mayang dengan melepaskan cengkraman tangannya dan menepuk-nepuk wajah Wilona.
Nuhume kembali mengingat, jika Wilona yang menjadi istri jahat dalam novelnya adalah seorang gelandangan yang bernama Ayumi. Suatu hari saat dia berada di jalan sebagai pengemis untuk mengisi perutnya hari itu. Ayumi seorang yatim piatu dan juga dilupakan dunia, dia memiliki harta peninggalan tapi dirampas oleh keluarganya sendiri. Akhirnya, dia hidup di jalan dengan terlunta-lunta.
Ayumi bertemu Mayang saat dia tanpa sengaja mengemis tepat di samping mobil yang di tumpangi Mayang. Wajahnya mungkin tertutupi dengan debu, polusi dengan kulit yang kusam. Tapi Mayang sangat tahu wajah wanita yang dilihatnya sangat mirip dengan wajah putri salah satu konglomerat di negara tersebut. Karena itu, dia meminta Ayumi untuk ikut dengannya.
Ayumi diberi pelayanan layaknya seorang putri dan perawatan hingga semuanya terlihat sangat jelas dan memukau, jika dia benar mirip dengan putri Sanjaya. Mayang kembali memberinya seorang guru untuk mengajarnya tentang tata krama dan semua hal yang dibutuhkan saat menjadi seorang putri konglomerat.
...----------------...
Saat semuanya telah siap, Mayang mulai rencanya untuk menyingkirkan putri asli Sanjaya dengan Ayumi. Saat itu, Wilona yang asli sedang mengendarai mobil sport sepulang dari salah satu club tapi tiba-tiba kecelakaan tidak bisa terhindarkan. Wilona mengalami kecelaaan di tempat yang sepi dan tubuhnya yang masih bernyawa diambil oleh Mayang kemudian dibawa kembali ke sebuah Villa rahasia miliknya.
Mayang memeriksa tubuh Wilona masih bernyawa dan jika dia memanggil dokter saat itu, Wilona asli masih bisa diselamatkan tapi sayang, Mayang dan Ayumi bekerja sama untuk melenyapkan Wilona yang asli dan menggantinya dengan Ayumi.
"Selamat karena telah menjadi putri konglomerat."
Ayumi yang mendengar itu sangat bahagia. Tidak berselang lama dengan terjadinya kecelakaan itu, Ayumi muncul ke publik sebagai Wilona yang hilang ingatan. Dia diberi kesempatan untuk menikmati semua fasilitas yang tidak pernah Ayumi bayangkan sebelumnya, ditambah dengan tuan Sanjaya yang menyayanginya. Ayumi merasa hidup dalam surga.
Setelah hari itu Mayang hanya duduk dan melihat Ayumi menikmati hidup barunya. Menunggu saat keluarga Sanjaya menjodohkan Ayumi dengan putra sang penguasa Bagas. Dan saat itu tiba, Ayumi sebagai Wilona akan menjalankan tugasnya untuk menghanacaurkan keluarga Abraham, apapun yang terjadi.
Nuhume tersadar dan mengingat secara jelas cerita tersebut, dia hanya bisa mengutuk dirinya karena menulis kisah yang sangat tragis dan menjadikan seseorang sangat jahat hingga membunuh untuk memenuhi obsesinya. Nuhume masih diam sedangkan Mayang sudah menjelaskan semua cara agar Wilona bisa membunuh Bagas terlebih dahulu hingga anggota keluarganya yang lain hancur. Karena Bagas adalah pion di keluarga Abraham.
"Ingat Wilona, tugasmu adalah menghancurkan keluarga Abraham, bukan untuk bersenang-senang tanpa peduli dengan misimu yang sebenarnya dan satu lagi. Jangan jatuh cinta."
Mayang meninggalkan ruangan tersebut. Nuhume terdiam dan berpikir untuk mencari cara, bagaimana cara dia bisa kembali ke dunia nyata atau pilihan lainnya dia harus mengganti alur dan ending ceritanya.
Nuhume akhirnya pulang dengan wajah lesu dan masuk kedalam kamarnya tanpa melakukan apapun. Para pelayan kebingugan dengan sikap nyonya yang dikenalnya biang masalah itu menjadi diam.
"Apakah dia sakit?."
"Atau jangan-jangan dia kesurupan?."
"Semoga saja dia seperti itu seterusnya."
...----------------...
Malam menjelang, semuanya tengah siap makan malam. Wilona hadir dengan sikap yang tenang dan lesu. Dia hanya diam sepanjang makan membuat semua orang merasa heran tapi tidak ada yang ingin memulai untuk menegurnya. Mereka merasa sudah seharusnya seperti itu karena tidak semua orang menyukai hal yang dilakukan melampaui batas walau semua orang berpihak padanya.
Acara makan malam usai, Wilona meninggalkan ruangan tersebut tanpa sepatah kata lagi. Dia disibukkan dengan pikirannya sendiri untuk menemukan cara agar dia kembali ke dunia nyata.
Di sebuah taman bunga, dia duduk dan menikmati cahaya indah bulan purnama, walau terkesan palsu tapi dia sangat menikmatinya. sesekali dia mencongakkan wajahnya ke arah bulan dan menghirup udara malam yang tenang.
"Apa terjadi sesuatu padamu hari ini?, atau Adikku membuatmu kesal lagi?."
Suara pria mendekat dan mengganggu ketenangan Nuhume. Dia melihat pria tersebut dengan tatapan yang datar, Adrian pun merasa ada yang salah dengan wanita yang paling suka bermanja dengannya setiap saat di manapun dan kapapnpun.
"Kau terlihat aneh belakangan ini, apa kau sakit?."
Wilona masih diam dan mencerna pertanyaan Adrian, dia merasa asing dengan pria yang berada dihadapannya itu.
"Aku baik-baik saja, aku akan kembali ke kamar."
Nuhume beranjak dari tempatnya semula tapi Adrian menahan tangannya dan berusaha memeluk tubuh Nuhume, dia yang mendapatkan perlakuan tersebut merasa tidak terima dan berusaha meronta.
"Adrian, lepaskan, lepaskan...."
"Wilona, kenapa kau seperti ini, ayolah sayang.. Aku meridukanmu," ucap Adrian yang berusaha untuk mengecup Nuhume.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments