Bagas lalu menghempaskan tangan Wilona hingga membuat dia terjatuh. Dia kaget dengan perlakuan Bagas karena sejauh ini mereka hanya bertegur sapa saat acara makan malam dihadapan kedua orang tuanya. Dengan tatapan yang nanar dan jijik, Bagas meraih lembaran yang disimpannya dalam laci meja kerja kemudian melemparkan tepat di hadapan Wilona.
Wilona meraih lembaran tersebut dengan berdiri tegak. Dia kemudian membaca lembaran tersebut dengan mata yang membulat.
"Cerai?? apa kau sudah gila?."
"Aku bahkan sangat waras," timpal Bagas dengan geram.
"Kau tidak bisa menceraikanku."
"Kenapa? kau pikir aku tidak mengetahui semua kejahatan dan kebusukanmu?" ucap Bagas.
"Kau menyakiti wanita yang aku cintai, kau juga berselingkuh dengan kakakku sendiri bahkan kalian melakukannya, menjijikan!".
"Tidak Bagas, kau tidak bisa menceraikanku, Aku Wilona Sanjaya, kau camkan itu!," timpal Wilona.
"Kenapa tidak? Abraham Corp akan baik-baik saja tanpa nama Sanjaya," ucap Bagas tegas.
Sehari sebelum Bagas kembali, dia telah mendapat kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan raksasa di luar negeri, karena itu dia sudah tidak membutuhkan bantuan Sanjaya untuk menstabilkan perusahaan karena ulah Adrian yang membuat perusahaan hampir bangkrut karena kepemimpinannya.
Adrian menghamburkan uang dan membuat perusahaan kehilangan kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan asing akibatnya, Abraham Corp harus menjual beberapa saham kepada Sanjaya dengan syarat, Wilona harus menjadi menantu Abraham.
Akhirnya Wilona dinikahkan dengan Bagas pemegang kekuasaan selanjutnya karena Abraham sudah terlanjur kecewa dengan sikap Adrian. Harusnya Wilona menikah dengan Adrian. Sehari setelah pernikahan Wilona mengetahui bahwa Bagas telah memiliki seorang istri yang selama ini tidak pernah di publikasikan oleh pihak keluarga Abraham karena latar belakang wanita tersebut adalah seorang yatim piatu.
Wilona marah dan akhirnya dia melakukan banyak kejahatan di rumah tersebut, termasuk menindas Nindi, pelayan dan selingkuh dengan Adrian.
"Sekarang kamu pergi dari rumah ini," teriak Bagas.
Wilona dengan geram meninggalkan rumah bergaya Eropa tersebut, dia bersumpah akan membalas penghinaan yang diberikan oleh Bagas. Dia bukannya tidak mencintai Bagas tapi selama ini Bagas hanya menjadikannya pion dan mengabaikannya sebagai salah satu nyonya di rumah tersebut.
Kebutuhan kemewahan Wilona terpenuhi tapi dia tidak membutuhkan itu. Dia menginginkan Bagas, perhatiannya dan cintanya.
Lamborgini Gallardo Spyder, tengah melenggang dengan kencangnya di jalan raya tanpa peduli rambu lalu lintas. Baginya, hukum itu bisa dilanggar karena kekuasaan yang dimiliki oleh ayahnya. Tiba-tiba ditengah perjalanan Wilona semakin menaikkan pijakan pedal gas untuk meluapkan amarahnya membuat salah satu pengemudi dari arah berlawan sedang menuju ke arahnya tanpa memperdulikan accident akan terjadi.
Braaaagggggggghhh
Dentuman keras kecelakaan akhirnya terjadi, Wilona dinyatakan meninggal dalam kecelakaan tersebut.
...----------------...
"hoammmmmm.... akhirnya novel ini berakhir," ucap Nuhume.
Kenalkan, dia seorang penulis novel yang sedang naik daun pada salah satu platfom novel online, semakin banyak jumlah pembaca semakin banyak pun jumlah hatersnya. Banyak yang menghujat novel Nuhume karena sudah memiliki banyak episode namun pemeran utama masih belum bahagia sesuai para pembaca harapkan. Karena tekanan pembaca dan kalimat kebencian kepada penulis, Nuhume memutuskan untuk mengakhir novel tersebut dengan membuat pemeran antagonis meninggal di akhir cerita.
"Sepertinya aku butuh liburan dulu," gumam Nuhume dengan merenggakan tangannya.
Dia tersenyum dan sesekali bersenandung, dia mencari beberapa rekomendasi tempat wisata untuk liburan akhir pekan di applikasi biru. Saat Nuhume sibuk dengan membuka beberapa aplikasi, kilat dan guntur saling beradu di atas langit sana.
Hujan deras tiba-tiba menyelimuti kota tersebut. Tirai jendela ruangan melambai seperti halnya adegan horor dalam film. Nuhume bergelidik dan berlari kecil masuk kedalam kamarnya dan bersiap untuk terlelap.
"Hmmm, syukurlah, saat ini hujan. Udara akan bersih dan tidurku pasti nyenyak," gumam Nuhume.
Dia kemudian menyalakan lampu tidur dan menarik selimut hingga akhirnya terlelap. Di luar, udara sedang tidak baik-baik saja, seakan memberi petanda bahwa sesuatu akan segera terjadi. Nuhume pun mulai merasa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya dan benar saja, dia sedang dalam mimpi yang buruk bertemu dengan Wilona, tokoh antagonis dalam novelnya.
"Wi..wi-lonaa,".
"Kenapa kau membunuhku? kenapa kau mengorbankanku?," ucap Wilona dengan mata yang tajam.
"Ti-tidak, bukan begitu, seharusnya kau memang mati sejak awal karena kau mengganggu pemeran utama pria dan wanita,".
"Tidak!!! aku adalah pemeran utama wanita, bukan wanita lain. Bagas adalah milikku," teriak Wilona kemudian melangkah dan mencekik Nuhume.
"Arrrrgggggggh, tolonggggggg," teriak Nuhume.
Dia terbangun dengan peluh di wajahnya. Dia tidak percaya bisa bermimpi bertemu dengan Wilona. Dia mengusap wajahnya kasar dan meraih gelas yang tidak jauh berada didekatnya, leher Nuhume terasa tercekat dan kering tapi sialnya gelas itu kosong. Tidak ada pilihan lain, dia mengatur nafasnya untuk sejenak menenangkan diri dan berjalan menuju arah dapur untuk mengisi gelas kosong tersebut.
Pranggg.....
Suara pecahan kaca membuatnya terjingkat dari tempatnya. Nuhume akhirnya berjalan menuju sumber suara dan benar saja, dia melihat ada sosok wanita dengan memunggungi dirinya. Wanita yang menggunakan gaun hitam dan rambut yang terurai, kaki jenjangnya sangat terlihat jelas dengan tubuh bak model. Dengan ragu Nuhume berjalan dan mendekati wanita tersebut.
"Permisi, anda siapa? bagaimana anda bisa masuk kedalam aparte......".
Wanita itu berbalik, membuat Nuhume menjatuhkan gelas yang di tentengnya. Kilat dan guntur di langit semakin beradu, menambah suasana semakin mencekam. Adegan horor mulai terjadi. Kali ini wajah wanita yang berada dalam mimpi tersebut terasa nyata tepat berdiri dihadapan Nuhume. Tangan Nuhume bergetar hebat dan mulutnya terasa ngilu untuk mengungkapkan apa yang dilihatnya. Sesekali Nuhume menggelengkan kepala sebagai petanda dia sedang bermimpi atau yang berada dihadapannya saat itu benar nyata?
"Ka-kau.... kenapa bisa berada di sini?," ucap Nuhume gagap.
"Cepat, lakukan yang aku inginkan. Hidupkan aku kembali," ucap Wilona dengan tatapan tajam.
"Ti-tidak mungkin, kau hanya fiksi, da kau bukan pemeran utama wanitanya," timpal Nuhume gugup.
"Ahh ini cuma mimpi, aku harus berani," batin Nuhume.
"Tidak, akulah pemeran utamanya. Bagas milikku," ucap Wilona dengan memberi tatapan tajam kembali.
Wilona mendekat dengan wajah yang pucat, sedangkan Nuhume mengambil langkah mundur. Wilona tetap memaksa untuk membuat Nuhume membuatnya hidup dalam dunia novel. Benar saja, laptop yang tadinya berada di meja kini tiba-tiba hidup dengan sendirinya dan menampilkan lembaran kosong tepat dihadapan Nuhume.
Wilona kembali memaksa Nuhume untuk menulis. Raut wajahnya kini telah berubah, mata hitamya semakin pekat dan disudut bibirnya sudah mengalir deras darah segar diwajahnya.
"Apa kau tidak lihat, karena ulahmu aku seperti ini, kau harus ikut bersamaku," ucap Wilona dengan tersenyum sinis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Sulati Cus
serem jg yak klu tokoh yg kita tulis protes kel gini ish jd kepikiran anakku yg suka bikin cerita anime di sekolah jd ngebayangin yg tdk2😂jd horor thor
2023-11-09
1