Bab 18. Trik

...Tidak masuk akal, itulah trik sulap. Membakar selembar tissue, terbang menjadi merpati....

...Walaupun hanya trik, semua orang berdecak kagum. ...

...Bukan merubah api menjadi merpati. ...

...Jika aku memiliki trik seperti pesulap. Aku akan menipumu untuk tetap bersamaku....

Edward.

Security dan tukang kebun yang ada di luar gedung utama menertawakannya. Termasuk juga seorang pelayan yang kebetulan lewat.

Dengan cepat Rachel segera bangkit."Ssttt...tenang! Aku bahkan belum dewasa bagaimana bisa hamil?"

"Jadi tidak bisa?" tanya Edward, dengan cepat Rachel mengangguk.

"Wanita dewasa dan pria dewasa harus menikah agar dapat menghasilkan keturunan." Rachel menjelaskan, terlihat sedikit berfikir.

"Ayah dan ibuku tidak menikah..." Kalimat yang keluar dari mulut Edward.

Krak!

Bagaikan cermin yang pecah dalam otaknya. Bagaimana caranya menjelaskan pada anak berusia 10 tahun?

"Begini! Diperlukan lebih dari sekedar ciuman bibir untuk hamil!" Penjelasan singkat dari Rachel.

"Sampai sebatas mana!?" tanya Edward penuh rasa ingin tahu.

"Sampai... sampai... sampai..." Anak perempuan yang bingung menjelaskan, dalam otaknya ada adegan ranjang. Tapi tidak boleh menjelaskan pada anak laki-laki yang polos ini bukan?

"Ka...kamu tanya pada kakak security! Dia sudah punya anak pasti tau!" Ucap Rachel kabur dengan kecepatan tinggi.

Sedangkan sang security menahan tawanya, mendekati tuan mudanya."Tuan muda sebenarnya..." Kalimatnya tiba-tiba terhenti, Edward menatap tajam bagaikan akan membunuhnya.

"Kamu fikir aku tidak tau?" Tanyanya dengan ekspresi wajah datar membuat sang security mengeluarkan keringat dingin.

Edward menghela napas, sudah memikirkan strategi ini matang-matang. Segalanya dari awal sesuai rencananya. Rencana yang disusunnya hanya karena beberapa anak perempuan di kelasnya membicarakan hal yang mustahil.

*

Beberapa jam yang lalu, sekolah dasar swasta bertaraf internasional.

"Bagaimana jika hamil!? Aku tidak sengaja mencium bibir sepupu laki-lakiku yang masih berumur dua tahun! Anak pelayanku bilang mencium bibir anak laki-laki bisa hamil." Ucap seorang anak perempuan yang duduk di belakang Edward sembari menangis.

"Kalau punya bayi, kamu selamanya harus bersama dengan adik sepupumu merawat bayi kalian." Candaan teman wanitanya.

Sedangkan Edward terdiam, nilai sempurna selalu menumpuk di semua mata pelajarannya. Otaknya lebih logis, ciuman bibir tidak akan menghasilkan apapun. Dirinya tahu itu, hanya sekelompok anak perempuan bodoh yang duduk di belakangnya.

Tapi tunggu dulu! Rachel saat ini pastinya lebih lugu dari mereka. Pria yang diberi julukan pangeran dingin ini tiba-tiba bangkit. Menatap ke arah para wanita yang duduk tidak jauh darinya.

"E... Edward..." Sapa salah satu dari mereka.

"Aku ingin tau, jika aku mencium bibir salah satu dari kalian, apa yang akan kalian lakukan?" tanyanya.

"Meski ini cuma katanya. Tapi bagaimana jika mempunyai kemungkinan hamil. Tentu harus tetap bersama denganmu." Jawaban polos salah satu dari mereka.

"Cie!"

Beberapa siswi yang ada disana berteriak serempak. Lawan bicara Edward sudah tersipu malu. Tapi tidak dengan anak yang lebih sering membaca buku daripada bergaul itu.

"Bodoh!" Satu kata penuh senyuman darinya mencibir. Kembali duduk di kursinya.

Siswi perempuan yang bicara dengannya terlihat hampir menangis karena malu. Sedangkan Edward masih terdiam.

Tok!

Tok!

Tok!

Mengetuk-ngetuk mejanya menggunakan pena. Dirinya mulai berfikir, dapat menggunakan cara ini untuk mengikat Rachel. Usia Rachel lebih muda, akan dapat ditipu dengan mudah. Ketakutan dengan mitos dan desas-desus seperti siswi di belakangnya.

"Mencium bibir bisa hamil?" Gumam Edward tertawa kecil. Bagaimana proses perkembangbiakan manusia? Meskipun dirinya tidak tahu dengan jelas, tapi dua organ harus bertemu. Penjelasan lebih lanjutnya juga sudah diketahuinya.

Ini mungkin dapat menipu Rachel agar tidak berteman dengan orang lain selain dirinya. Senyumannya merekah, manipulatif, menyembunyikan emosinya, berpura-pura lugu. Itu mudah bukan?

*

Kembali pada saat ini, rencana yang disusunnya gagal. Membaringkan tubuhnya menatap langit-langit ruangan. Meraba bibirnya sendiri. Bibir mereka bersentuhan sekitar dua detik, tapi ada yang berbeda.

Benar-benar terdiam dalam keheningan. Rencananya gagal, tapi kenapa dirinya tersenyum? Kenapa bahagia hanya dengan kejadian dua detik itu.

Ada yang salah, tapi apa? Matanya menelisik, seperti biasanya Rachel selalu rajin dan teliti, bahkan saat ini mengelap pegangan anak tangga agar tidak berdebu. Masih berbaring di sofa ruang tamu hanya untuk sekedar berfikir.

"Edward! Rachel!" Suara berisik itu terdengar, ayahnya menjadi lebih berisik semenjak hubungan mereka menjadi lebih baik.

Beberapa paperbag dibawa oleh Flint. Pria yang memakai setelan jas putih dengan rambut putih panjang yang terikat ke belakang, ditambah kacamata yang dikenakannya. Pria mencolok yang terlihat rupawan, benar-benar bagaikan kucing putih yang membawakan makanan untuk dua ekor tikus kecil bukan?

Kedua anak itu mendekat, dengan cepat Flint memeluk mereka."Ini untuk kakak..." ucapnya memberikan dua paperbag berwarna biru pada Edward.

"Dan ini untuk adik..." lanjutnya memberikan dua paperbag berwarna merah pada Rachel.

"Sekarang cium pipiku dan panggil aku ayah..." ucapnya dengan cara komunikasi yang lebih baik dari sebelumnya.

"Terimakasih ayah..." Ucap Rachel hanya tersenyum. Mana mungkin dirinya mau menarik perhatian Flint sebagai anak. Bisa-bisa di masa dewasa nanti Edward akan membunuhnya karena perebutan hak waris. Dirinya harus menjaga jarak, sebagai lintah kecil penghisap darah.

"Sudah aku bilang dia bukan adikku. Rachel! Berhenti memanggilnya ayah!" Perintah tegas dari Edward.

"Cepat atau lambat Rachel akan menjadi adikmu. Begini, dengan nama belakang Snowden, kehidupan Rachel akan lebih baik, tidak ada orang yang dapat menghinanya. Jika berniat membuka perusahaan kelas menengah nanti, akan banyak pengusaha lain yang bekerja sama dengannya, karena memandang nama keluarga kita. Selain itu, di sekolah Rachel tidak akan mendapatkan pembullyan, guru dan kepala sekolah akan menanggapi semua keluhannya. Saat dewasa nanti juga Rachel dapat menikah dan tinggal dengan keluarga yang baik." Kalimat demi kalimat untuk membujuk Edward. Tidak ada hal lain yang dapat difikirkannya untuk menahan Rachel.

Dirinya juga terlanjur senang memiliki anak perempuan seperti ini. Begitu manis dan pintar. Dapat menjadi penghubung antara dirinya dan Edward.

"Sekali tidak tetap tidak! Ayah Rachel tidak akan pernah menikah dia akan menjadi pelayanku selamanya." Tegas Edward lagi, melangkah pergi merangkul bahu Rachel.

"Terimakasih ayah..." Rachel hanya tersenyum, terharu mendapatkan paperbag berisikan pakaian dan cupcake. Melangkah pergi bersama Edward.

Flint menghela napas kasar, melirik ke arah Furran."Menurutmu kenapa Edward tidak setuju aku mengadopsi Rachel."

"Tuan muda sudah cukup cerdas, mungkin tuan muda mempertimbangkan jika nama Rachel masuk ke dalam kartu keluarga, sudah pasti hak warisnya akan berukurang. Ditambah tuan muda tidak ingin kasih sayang anda terbagi." Jawaban logis dari Furran.

Sedangkan Flint memincingkan matanya. Melihat interaksi kedua anak itu."Apa dia menyukai Rachel seperti pria menyukai wanita?" gumamnya sesaat, kemudian tertawa."Tidak mungkin anak dingin yang tidak punya hati itu, puber di usia terlalu muda!"

Menghela napas kasar hanya satu kesimpulannya, Edward memang tidak ingin kasih sayang dan hak warisnya terbagi.

Terpopuler

Comments

Jarmini Wijayanti

Jarmini Wijayanti

mungkin cinta ala anak anak 😀😀

2024-07-09

0

🌠Naπa Kiarra🍁

🌠Naπa Kiarra🍁

Lanjut...kak!

2023-11-03

0

ari sachio

ari sachio

ko ak fillingy si alfred it si gendut tmny rachel y....trus nanti kedpnny cinta segi tiga.si rachel g peka klo sbnry edward cinta sm dia.tp nantiy ayahy edward yg menyadari lbh dulu klo penolakan jd ade d perhatian edward ke rachel it perhatian seorg laki2 ke wanitany.mg aja ayahnya merestuiny

2023-10-23

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!