Bab 7. Bencilah

...Lapisan es dalam hatiku luruh. Bunga kecil indah masih membeku di tengah salju....

...Pernah aku berfikir untuk apa aku hidup. Lebih baik mati saja bukan? Namun, dia benar. Mungkin musim semi akan tiba....

...Kala sinar matahari hangat memelukku....

Edward.

"A... ayah!?" Ucap anak itu kala tubuhnya diangkat.

"Ekhm!"Pria itu terbatuk kecil menyamarkan rasa canggungnya."Kamu seperti tikus putih yang kotor! Lebih baik lukamu cepat diobati! Aku tidak ingin jasku kotor dengan darah!" Ucap Flint Snowden, tetap mengalihkan pandangannya, sembari menggendong putranya ke dalam mobil. Dirinya benar-benar tegang saat ini, iba melihat luka putranya, sekaligus merindukan wajah dingin menggemaskan ini.

"Tuan! Bukan begitu cara bicara dengan anak kecil!" Ucap Furran berusaha tersenyum.

"Ini putraku! Terserah aku mau bicara bagaimana pada tikus putih kotor ini!" Tegas Flint, meletakkan putranya ke dalam mobil hati-hati.

Pria ini tidak pernah menyayanginya. Bahkan enggan menemuinya. Kenapa malah berpura-pura baik? Air matanya mengalir, tapi mungkin hanya orang ini yang dapat menyelamatkan Rachel."A... ayah Rachel terluka. A...apa bisa menolong---"

"Hanya itu?" Flint mengenyitkan keningnya. Bagaikan jin Aladin, apapun dapat dilakukan ayah bucin anak satu ini. Seorang ayah yang memang terlalu malu dan kikuk setiap bertemu dengan putranya.

Edward mengalihkannya pandangannya. Terlalu membenci orang yang bahkan tidak pernah bicara banyak dengannya. Orang yang membawa Wilmar hanya untuk menyiksanya.

"Kamu dengar Furran? Putraku sudah mengatakannya. Tidak perlu menunggu surat perintah penggeledahan. Itu adalah rumahku sendiri! Gunakan relasi kita, untuk langsung mengirim unit khusus kepolisian. Satu lagi, sediakan ambulance serta perawatan terbaik." Kalimat demi kalimat yang membuat Edward membulatkan matanya. Tapi hanya sejenak, sebelum kembali menatap ke arah jendela mobil.

Dirinya tidak banyak bicara, karena ayahnya juga sama.

Sedangkan Flint memasang ekspresi dingin, sambil berfikir bagaimana caranya membuka pembicaraan pada anaknya yang pendiam.

"Haruskah aku bertanya bagaimana mereka melukaimu? Tidak! Aku yang bersalah karena membiarkan mereka sekian tahun menumpang di rumahku! Dengan dalih memberikanmu keluarga yang utuh. Haruskan aku bertanya, bagaimana sekolahmu!? Tapi ini situasi yang genting." Batin Flint. Pada saat-saat seperti inilah sejatinya, dirinya berada dalam kepanikan. Diam-diam mencuri pandang pada putranya. Tapi kala putranya menoleh dirinya beralih melihat ke tempat lain.

Ini menegangkan, lebih menegangkan daripada presentasi di hadapan puluhan investor kelas kakap. Putranya terlalu dingin, tidak banyak bicara, bagaikan membangun dinding tinggi.

Sedangkan Edward kembali hanya melirik. Tidak mempedulikan ayah yang dari dulu hanya sedikit bicara. Ayah yang terkadang terang-terangan berkata mencintai ibunya.

Bukan salah dirinya jika Angelic (ibu Edward) mati. Dirinya juga tidak ingin dilahirkan. Tapi yang terpenting saat ini adalah keselamatan Rachel.

*

Sementara di tempat lain. Tepatnya rumah milik kediaman keluarga Snowden. Rachel kembali diseret ke ruang tamu, akibat ketidak beradaan Edward.

Tubuhnya sudah cukup lemas, dengan darah yang terus mengalir dari lengannya.

"Pergi kemana Edward!?" Tanya Wilmar padanya.

Tapi tidak ada jawaban, jujur saja untuk menggerakkan bibirnya, Rachel sudah tidak memiliki tenaga. Tubuh anak berusia 8 tahun yang masih benar-benar lemah.

Dirinya memikirkan kembali alasannya masih tinggal di rumah ini. Mengetahui isi dari novel aslinya, tapi mengapa masih tinggal? Itu karena dirinya mengetahui bagaimana kehidupan di luar sana. Di kehidupannya yang dulu sebagai Rania, bahkan makan pun sulit. Harus bekerja, sebagai anak jalanan bahkan dirinya pernah dipukuli karena mencuri makanan di pasar. Karena itu, di kehidupan ini sebagai Rachel dirinya ingin tinggal. Memegang kaki pemeran antagonis, menjadi bagaikan lintah di kaki antagonis kaya hingga dewasa.

Tapi tidak disangka, kehidupan yang lebih buruk didapatkannya.

Plak!

Prak!

Gantungan baju yang terbuat dari plastik patah mengenai tubuhnya. Dirinya tidak dapat bangkit lagi. Tidak dapat bergerak, mungkinkah ini akhir hidupnya lagi? Entahlah... hanya terpaku diam, alur cerita dalam novel asli memang berubah. Mungkin berubah hanya satu bait yaitu kematian Rachel yang terjadi lebih awal daripada karya aslinya.

"Aku akan menghubungi security untuk mencari Edward. Memang benar! Keponakanmu, si anak setan yang membunuh ibunya sendiri cuma bisa menyusahkan!" Geram Hadsen (paman Edward).

Kala dirinya membuka pintu utama. Saat itulah wajah itu terlihat. Benar-benar visual yang menusuk hati. Rambut putih panjang terikat ke belakang memakai kacamata, tubuh tegap dengan busana berwarna putih dapat dikatakan setelan jas bermerek bernilai tinggi. Inilah Flint! Ayah Edward.

Rachel yang tidak dapat bicara karena tubuhnya yang lemas, hanya dapat menatap dari lantai. Ini benar-benar salah satu tokoh dalam novel kesayangannya. Flint, ayah yang tidak pernah bicara banyak pada Edward dewasa dalam naskah novel asli. Selalu menghalangi Edward diam-diam untuk melakukan pembunuhan. Tapi pada akhirnya mati di tangan putranya sendiri, karena perebutan kekuasaan serta niatnya membunuh Edward yang telah keterlaluan terlalu banyak menghabisi nyawa.

Dalam novel Flint digambarkan sebagai seorang pria paruh baya. Tidak ada gambaran pasti selain rambutnya yang berwarna putih sama seperti Edward. Tapi jika dilihat sekarang, tidak heran Edward begitu tampan, ternyata semua menurun dari ayahnya.

"Andai saja aku berumur 25 tahun. Jadi ibu tiri Edward pun aku terima." Batin Rachel, sejenak kemudian sedikit menggeleng. Dirinya tidak boleh melenceng sama sekali. Seperti niatnya semula. Menjadi lintah di kaki Edward, kemudian pergi setelah menjodohkan Edward dengan Alira.

"Flint, ka---kami baru akan keluar mencari Edward. Edward kabur dari rumah, hanya karena kami batal membawanya ke taman hiburan!" Jawaban Hadsen gelagapan.

Tapi Flint hanya tersenyum.

Brak!

Tubuh Hadsen ditendangnya, benar-benar ditendang di bagian perut. Hingga tersungkur di lantai.

"Flint! Apa yang kamu lakukan!? Ingat Edward begitu menyayangi kami! Bagaimana jika dia membencimu karena kamu melakukan ini!" Teriak Wilmar ingin menyelamatkan suaminya.

Sinar bulan memasuki pintu depan yang terbuka. Anak itu terlihat berdiri di depan pintu. Edward, dia berada di sana dari tadi, tanpa disadari oleh Wilmar dan Hadsen.

"Ayah, bunuh mereka. Tidak! Buat mereka memohon untuk mati." Kalimat demi kalimat yang diucapkannya dengan air mata mengalir.

"Kalian dengar? Putraku bahkan berkata begitu..." Kalimat dari Flint tersenyum menyeringai, mengulurkan tangannya ke belakang. Furran, sekretarisnya hanya tersenyum, mengambil payung yang masih tertutup.

"Tidak ada stik golf?" tanya Flint, mengangkat sebelah alisnya.

"Tidak! Nanti mereka mati..." Furran berusaha tersenyum. Menghadapi bapak yang bucin ke putranya memang cukup sulit. Apalagi seorang ayah yang benar-benar canggung seperti Flint.

"A...apa yang mau kamu lakukan?" tanya Hadsen merangkak mundur. Sedangkan di area luar rumah sudah dipenuhi mobil polisi. Tapi anehnya tidak ada satu orangpun yang masuk.

"Membuat benalu sadar diri." Flint tersenyum menyeringai.

Brak!

Plak!

Bug!

"Flint! Hentikan! Bagaimana pun kami keluarga Edward! Keluarga Angelic!" Teriak Wimar kala dirinya dipegangi, oleh Furran. Menatap suaminya yang telah babak belur dengan payung sebagai senjata Flint telah hancur tidak berbentuk.

"Angelic? Kalau putraku mati, Angelic lebih akan membenciku, karena itu sebaiknya memanjakan putraku bukan?"

Terpopuler

Comments

YuWie

YuWie

rambut putih, jadi keinget siluman kara..

2023-12-29

0

Bambang Setyo

Bambang Setyo

Sukurin kalian. Selama ini cuma jadi benalu aja jahat sama anaknya..

2023-10-21

0

🌠Naπa Kiarra🍁

🌠Naπa Kiarra🍁

Lanjut!

2023-10-20

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!