Bab 10. Saudara

...Ayah...satu kata yang ingin terucap kala menatap punggungmu....

...Tidak pernah terucap kata cinta dari bibirmu. Hanya mengusap kepalaku tanpa kata....

...Terisak dalam air mata yang mengalir, apa kamu membenciku? Karena aku tidak, tidak membencimu....

...Setidaknya belum, mungkin semuanya berubah kala air matamu mengalir untukmu....

...Karena aku menyadari cintaku padamu berbalas....

...Ayah......

Edward.

Pecahan cangkir masih berada di lantai. Matanya menatap ke arah tiga orang di hadapannya.

"Semua pelayan di tempat ini sudah aku berhentikan. Hanya yang berkata jujur yang aku bekali dengan sejumlah uang. Edward masih ke sekolah dengan mobil keluaran lama bukan? Mobil yang beberapa hari lalu aku belikan kalian gunakan untuk keperluan kalian. Anakku tidak makan, padahal kepala koki hampir setiap hari menyajikan udang kesukaannya. Mereka tutup mulut, menganggap itu bukan urusan mereka. Setan!" Geram sang ayah, mengatur napasnya berkali-kali.

Ini juga salahnya, setahun hanya pulang dua kali. Karena terlalu malu untuk bertemu putranya. Jika saja Angelic ditemukannya lebih awal, mungkin kekasihnya itu akan masih hidup. Edward juga akan memiliki keluarga yang lengkap.

Tapi tempat Angelic pergi terlalu terpencil. Bahkan begitu jauh dari rumah sakit. Hingga kala pendarahan terjadi saat melahirkan Edward, kekasihnya terlambat mendapatkan penanganan.

"Setidaknya kamu dan putramu harus bertanggung jawab atas kematian adikku! Berikan uang kompensasi!" Ucap Wilmar tanpa tahu malu.

Flint mengatur emosinya."Baik, tapi apa aku boleh meminta kalian menebus atas semua perbuatan kalian pada putraku. Aku juga menagih biaya hidup kalian yang sudah tinggal selama 7 tahun di rumahku. Berikut uang untuk perawatan putraku yang kalian gelapkan."

Tidak dapat berkata-kata apa-apa Wilmar hanya menunduk.

"Kompensasi sebesar satu juta dollar, aku membeli nyawa Angelic. Dikurang dengan biaya hidup dan biaya bersenang-senang kalian selama ini, jika diperhitungkan mungkin masih minus. Aku akan menghubungi pengacara, kalian masih berhutang padaku." Tegas Flint, menghadapi dengan tenang. Membuat mereka tidak dapat berkata-kata.

"Pelayan! Antar mereka pergi!" Lanjut Flint mungkin urusan ini lebih baik dibawa ke jalur hukum saja.

"Flint! Aku mohon! Bagaimana dengan Tamtam! Dia memerlukan kedua orang tuanya." Hadsen berlutut memohon.

"Mudah! Titipkan saja di panti asuhan. Lagi pula panti asuhan sekalipun tidak akan memperlakukan putra kalian sekeji kalian memperlakukan Edward." Kalimat demi kalimat dari Flint, tidak dapat dibantah oleh mereka.

Tiga orang pelayan menyeret mereka, termasuk Tamtam yang tengah menikmati kue kering."Kenapa aku harus pergi? Paman ijinkan aku tinggal disini!" teriak Tamtam, melawan.

*

Flint kembali duduk di sofa. Pelayan baru yang direkrut Furran bergerak cepat membereskan pecahan cangkir.

Matanya menelisik, dirinya memang jarang pulang, untuk menghindari putranya, benar-benar canggung rasanya. Mendengar kabar Edward mendapatkan keluarga yang mencintainya (Wilmar), bagaikan anak mereka sendiri walaupun berstatus keponakan sudah membuat dirinya begitu tenang.

Tapi bagaimana dengan sekarang? Dapatkah dirinya menghadapi putranya yang dingin? Seseorang yang sulit didekati dan diajak bicara?

Mengikat rambut putih panjangnya asal, melepaskan kacamata bacanya. Saat-saat seperti inilah dirinya merindukan Angelic.

Pria berusia 33 tahun, dengan wajah menawan itu memijit pelipisnya sendiri. Dirinya melepaskan manset, menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku.

Wajah rupawan itu, ternyata memiliki otot-otot yang indah, walaupun hanya terlihat dari bentuk tangannya. Beberapa pelayan perempuan yang baru direkrut itu diam-diam mencuri pandang pada majikan mereka yang berstatus singgel parents. Ingat! Bukan duda, karena Flint belum sempat menikah dengan Angelic.

Suara langkah anak-anak menuruni tangga. Jantung Flint berdegup cepat, ini pasti putranya. Mengatur napas, bingung apa yang harus diucapkannya.

Hingga dirinya memberanikan diri menoleh ke belakang. Pemandangan aneh di tatapnya. Putranya yang biasanya menunjukkan raut wajah dingin tanpa ekspresi, kini menunduk menutupi wajahnya sendiri.

"Sudah puas!? Aku sudah menunjukkan pada ayah!" Teriak Edward menahan malunya.

Rachel menarik tangan Edward yang menutupi wajah."Sekarang aku baru puas."

Satu detik, Flint terdiam mencerna situasi.

Dua detik, keningnya berkerut.

Hingga di detik ke tiga.

"Ha...ha...ha!" teriaknya tertawa memegangi perut.

Putranya terlihat di sana, memakai wig hitam dengan rambut panjang sepinggang. Dilengkapi dengan aksesoris pita besar di rambutnya. Gaun panjang bagaikan putri abad pertengahan. Ditambah make up tipis. Sempurna! Putranya terlihat lebih cantik daripada Angelic.

Tidak dapat menahan tawanya, Flint yang biasanya dingin sedikit bicara, kini terbahak-bahak. Hingga berbaring di sofa tidak tahan lagi.

"A...apa tidak bagus?" Tanya Rachel, sedikit melirik ke arah Edward.

"Terlalu cantik!" Flint masih tertawa, tidak dapat berhenti."Kalian cocok menjadi kakak beradik." Menghela napas berkali-kali tawanya terhenti. Ingin mengutarakan maksudnya, mungkin Edward akan menolak, tapi ini adalah hutang budi yang seharusnya dibalas pada Rachel.

"Ayah!" Bentak Edward bagaikan ingin ayahnya berhenti untuk bicara.

"Sebenarnya aku berniat mengadopsimu sebagai adik dari Edward. Kamu hanya perlu menemaninya, biaya hidup, pendidikan semua akan aku urus. Mungkin kamu tidak mengerti karena masih terlalu muda, tapi memiliki nama belakang Snowden, akan sangat menguntungkan saat kamu dewasa nanti." Kalimat demi kalimat darinya, seakan tidak dapat menerima penolakan.

Tapi wajar saja sebuah tawaran yang menguntungkan. Rachel terdiam sesaat, sedangkan Edward tiba-tiba menggenggam jemari tangannya erat.

Rachel menatap ke arahnya. Anak laki-laki berusia 10 tahun itu menggeleng. Pertanda dirinya tidak setuju, raut wajahnya terlihat tidak senang.

"Adik dan kakak tidak dapat bersama selamanya." Batin Edward.

Sedangkan Rachel menelan ludahnya. Otaknya mulai mencerna situasi saat ini. Ingin menangis rasanya, tawaran menjadi anak angkat dari ayah yang keren. Siapa yang tidak mau.

Tapi.

"Edward tidak memperbolehkanku. Biar aku ingat-ingat lagi, alasan Edward membunuh ayahnya sendiri dalam karya novel aslinya. Itu karena sebuah insiden. Dimana Flint ingin menghentikan tindakan pembunuhan yang dilakukan Edward. Dengan menghalangi Edward untuk menggunakan kekuasaannya menyelamatkan Alira. Alira hampir dilecehkan oleh sekelompok orang yang disewa oleh salah satu mantan kekasih Alfred (pemeran utama pria). Pada akhirnya Edward membunuh ayah yang dianggap tidak mencintainya, ayah yang juga berusaha membunuhnya karena tindakannya yang keji. Hanya demi menyelamatkan Alira. Menyeramkan..." Fikir Rachel, menghela napas berkali-kali.

"Mungkin lebih baik tidak menjadi adik angkat Edward. Jika menjadi adik angkatnya, maka aku akan ikut-ikutan menjadi pewaris di rumah ini. Edward akan membunuhku dan Flint suatu hari nanti. Agar dapat menyingkirkan orang-orang yang menggangu Alira. Benar! Edward tidak mengijinkanku menjadi adik angkatnya, pasti karena lebih menginginkanku menjadi budaknya! Tenang tuan muda, aku akan menjadi pelayan yang terbaik, lintah di kakimu yang setia, menghisap sedikit darahmu untuk bertahan hidup." Itulah pertimbangan rumit dalam fikiran Rachel.

"Bagaimana kamu bersedia menjadi saudari Edward bukan?" Flint kembali bertanya.

Terpopuler

Comments

Retno Isma

Retno Isma

JD ibu tiri maunya ....🤣🤣🤣

2025-01-19

0

🟡🌻͜͡ᴀs Yuna ✨•§͜¢•

🟡🌻͜͡ᴀs Yuna ✨•§͜¢•

wkwk mantap

2024-12-03

0

Bzaa

Bzaa

Rachel

2024-06-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!