Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan

...Rasa sakit terkadang akan membuatmu tegar berdiri. Dapat memberikanmu tujuan hidup....

...Tujuan hidup, karena rasa sakit hanya bagaikan kabut samar. Tidak tahu akan mengantarkan mu kemana....

...Bagaikan kunang-kunang, keajaiban yang membuatku berhenti mengejar kabut samar....

...Ketika senyumanmu terlihat, memegang tanganku, mengatakan "Semua akan baik-baik saja."...

Alfred Russel.

Tidak seperti sebelumnya, untuk meminta bantuan pada seseorang dirinya harus melakukan kebaikan bukan?

Hanya satu jam dirinya mendapatkan waktu di tempat ini. Mengikat rambutnya, kemudian mencuci piring dan mengelap jendela bersama Cresia. Selebihnya hanya mengerjakannya tugas bersama Query.

"Bibi tetap semangat! Aku pulang dulu!" Ucap Rachel dengan nada ceria, pergi meninggalkan rumah tersebut.

"Iya!" Cresia hanya tersenyum. Matanya sedikit melirik ke arah Query."Kamu punya teman yang baik."

Query hanya menunduk sembari mengangguk. Orang yang baik? Itulah Rachel di matanya.

Kala Rachel pergi, tidak seperti biasanya sang ibu akan berbaring menunggu malam, bagaikan raga tanpa nyawa. Kali ini ibunya duduk, menatap ke arah buku tabungannya yang masih sedikit.

"Query, ibu akan mulai bekerja. Kamu bisa mengurus semuanya di rumah kan?" tanya sang ibu penuh senyuman.

Query mengangguk, memeluk ibunya. Jika mahkota bagi seorang gadis adalah kesuciannya, maka mahkota bagi seorang ibu adalah anaknya. Dirinya akan berusaha melupakan rasa kasihnya pada suaminya.

Air matanya mengalir berkata dalam hatinya, setelah sang suami berbulan-bulan tidak mencarinya pasca perceraian terjadi."Aku tidak mencintaimu lagi."

Kalimat dalam hati yang mungkin mendamaikan dirinya. Berdamai dengan diri sendiri. Depresi? Satu kata yang menghancurkan hidup putranya beberapa bulan ini.

"Ibu, aku akan menunggu pulang. Ibu boleh mempunyai teman, dan bicara padanya. Seperti aku bicara pada Rachel. Pulang terlambat juga tidak apa-apa. Tapi ibu harus tetap tersenyum. A... anggap ayah tidak pernah ada dalam hidup kita." Kalimat yang diucapkan Query terisak.

Sang ibu mengangguk."Iya..." hanya itu jawabannya dengan senyuman dan air mata.

Tapi tidakkah ada yang menyadari dimana saat ini Alfred Russel berada?

Televisi masih menyala, memberitakan kecelakaan sebuah pesawat.

"Kami laporkan, terjadi kecelakaan pesawat di hutan sebelah tenggara pegunungan Oas. Sebuah pesawat pribadi milik keluarga Russell. Sampai saat ini evakuasi masih sulit dilakukan. Namun, dari kondisi pesawat yang meledak di udara dapat diperkirakan tidak ada orang yang selamat." Itulah yang diucapkan pembawa acara.

Butler (kepala pelayan) dan seorang pengacara terlihat sekilas di kamera. Terlihat kebingungan dan dipenuhi duka. Mungkin orang-orang yang telah mengabdi lama pada keluarga Russell.

Sepasang ibu dan anak tidak melihat ke arah televisi hitam putih yang masih menyala. Dua orang yang duduk, kemudian memilah pekerjaan yang sesuai dengan ijasah sang ibu nantinya.

Sebuah takdir kematian yang sama dengan karya aslinya. Seluruh anggota keluarga Russell meninggal dalam kecelakaan pesawat. Kecuali Alfred Russel, sang pemeran utama, yang memang dari kecil dibuang. Alfred Russel? Dimana keberadaan orang itu?

*

Satu kata dalam diri Rachel ketika menonton berita."Tidak dapat dicegah! Seandainya keluarga Russell tidak mati!" gumamnya.

Masih ada waktu sekitar dua tahun hingga Alfred Russel kembali pada statusnya. Dirinya mencoba mengingat isi novel aslinya lebih jauh.

Jika tidak salah ada adegan dimana setelah Alira dan Alfred melakukan adegan dewasa di apartemen. Alfred sempat menceritakan masa lalunya.

Dirinya dijemput seorang butler (kepala pelayan) tua dan seorang pengacara, dua tahun setelah kecelakaan yang menewaskan seluruh anggota keluarga Russell.

Rachel berfikir keras, memincingkan matanya. Tapi tidak ada petunjuk sama sekali. Adegan yang tidak detail dalam novel penyebabnya. Karena setelah Alfred menceritakan masa lalunya, Alfred kembali membuat lutut Alira lemas.

Berbaring di sofa, dirinya menatap langit-langit ruangan. Yang jelas dalam karya aslinya setiap adegan dengan Alira hanya ada pemaksaan, memanjakan di ranjang dan materi.

Bukannya itu sama saja dengan wanita-wanita murahan lainnya. Karena itu dirinya lebih menyukai Edward yang benar-benar membutuhkan Alira. Tidak dapat hidup dengan baik tanpanya. Memperlakukan Alira bagaikan ratu, bahkan untuk berciuman pun Edward tidak pernah memaksanya.

"Aku harus berfikir, penjabaran Alfred di karya aslinya, berkulit putih tegap, rambut hitam, dengan warna mata bagaikan langit malam, otot-ototnya yang terbentuk indah sempurna, ditambah dengan 'itu' nya besar." Gumam Rachel, mengingat-ingat tentang penjabaran tokoh Alfred Russel. Ingat! Yang dibacanya novel dengan begitu banyak adegan pemaksaan di ranjang yang mendebarkan.

"'Itu'nya besar? Apanya yang itu?" pertanyaan dari Edward yang baru saja pulang sekolah.

"I...itu, rasa setiaku padamu begitu besar!" Ucap Rachel cepat tidak ingin dikatakan memiliki fikiran kotor.

"Owh...ini aku membawakanmu coklat." Edward segera duduk di samping Rachel. Mengacak-acak rambut anak perempuan di sampingnya.

Anak berambut putih yang mulai berbaring, meletakkan kepalanya pada pangkuan Rachel."Hari ini aku lelah..." kalimat yang keluar dari mulutnya.

"Lelah?" Rachel mengenyitkan keningnya, mulai menyuapi Edward dengan potongan cokelat yang mereka makan satu berdua.

Edward mengangguk."Akan lebih baik jika kita berada di sekolah yang sama, maka aku tidak akan merasa begitu letih."

"Letih melakukan apa saja?" tanya Rachel padanya.

Edward terdiam sejenak, jemari tangannya terangkat meraba pipi Rachel."Tetaplah jadi pelayanku. Tetap seperti ini bersamaku."

Rachel mengangguk, anak berwajah biasa-biasa saja yang menikmati coklat mahal dengan lahap. Sesekali menyuapi Edward.

"Menjadi peliharaan antagonis memang menyenangkan!" itulah yang ada dalam fikiran Rachel. Bagaikan melupakan saat sulitnya bersama Edward. Bagaikan tinta yang dituangkan lebih banyak air, hingga meluap. Perlahan tinta hitam itu akan menghilang.

*

Seperti biasanya setelah mengganti seragam sekolah Rachel mengerjakan pekerjaan rumah. Meskipun Edward tidak mengijinkannya, tapi dirinya adalah lintah, bukan majikan. Itulah yang ada di fikiran Rachel berusaha sadar diri.

Mengepel di bagian teras, menggunakan mesin pemotong rumput. Terakhir menyiram tanaman.

Kala itulah ini dimulai. Apanya yang dimulai? Kesadaran semua pelayan terbuka tentang akan jadi apa Rachel di masa mendatang.

Kala itu, sang anak berusia 8 tahun menegang selang air. Menyiram di tempat yang tidak terjangkau alat penyiram otomatis.

"Rachel! Tidak seharusnya kamu melakukan ini. Ayo kita bermain, atau hanya bermalas-malasan di kamar." Ucap Edward pada satu-satunya teman bicaranya di tempat ini.

Rachel menggeleng."Menyiram itu menyenangkan."

Sedangkan Edward menghela napas kasar. Berjalan beberapa langkah, kemudian menginjak selang. Seketika air mati, kala itu refleks Rachel menatap sisi dalam selang. Bersamaan dengan Edward yang mengangkat kakinya.

Byur!

Wajah Rachel dibasahi air, tawa anak laki-laki itu terdengar.

"Dengan kekuatan bulan! Aku menghukummu!" teriak Rachel menirukan tokoh animasi. Berlari mengejar Edward.

Edward malah tertawa semakin kencang tanpa dosa. Rumput yang basah, berlarian di tengah matahari sore yang tidak begitu panas.

Kala itulah hal tersebut terjadi, sebuah kecelakaan dimana Rachel terpeleset. Edward berusaha menahannya agar tidak terjatuh. Walaupun pada akhirnya keduanya ikut terjatuh.

Bibir merah sedikit bersentuhan. Dengan cepat Edward segera bangkit dari tubuh Rachel. Kemudian menangis."Aku menghamili Rachel!"

Terpopuler

Comments

Jarmini Wijayanti

Jarmini Wijayanti

🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣aku menghamili Rachel

2024-07-09

0

Bzaa

Bzaa

wkwkkw

2024-06-18

0

Ran Aulia

Ran Aulia

😂😂😂😂

2024-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!