Bab 19. Salah Bicara

Dimana ada gula, disanalah semut berada. Itu sebuah ketentuan pasti. Seperti malam ini.

Tokoh yang tidak pernah muncul sedikitpun dalam karya novel asli terlihat. Seorang wanita dewasa yang tengah merias dirinya dengan makeup terkesan natural. Dirinya menghela napas kasar.

Pakaian yang dikenakan menyerupai almarhum Angelic. Bahkan gaya rambutnya sekalipun. Flint yang memang lebih sering berada di luar daerah atau luar negeri kini sudah sebulan tinggal di kediamannya. Tentu kesempatan ini tidak akan disia-siakan para wanita yang mengincar pemuda itu.

"Harus lembut, dan terkesan baik. Menurut informasi Flint mempunyai anak laki-laki yang tidak disayanginya. Jadi tidak perlu menunjukkan sosok keibuan." Wanita yang menatap penuh percaya diri memasuki rumah tersebut.

Siapa yang tidak kenal dengan Felina, sosialita kelas atas berusia 29 tahun? Banyak pengusaha yang mengejarnya, tapi tidak ada satupun yang menarik hatinya.

Memasuki rumah penuh rasa percaya diri. Hingga seorang pelayan menghentikannya."Selamat malam, ingin mencari siapa ya?" tanyanya.

"Flint, aku adalah salah satu kenalannya. Bilang saja namaku Felina." Jawaban dari wanita itu.

*

Sedangkan seperti biasanya suasana di ruang makan diwarnai keheningan. Kala makanan pembuka baru saja disajikan.

"Edward, tentang Rachel menjadi adi---" Kalimat Flint dipotong.

"Sudah aku bilang aku tidak setuju." Sang anak menatap tajam padanya. Tentu saja sang ayah bucin anak hanya dapat menunduk.

Sedangkan Rachel hanya menghela napas. Dirinya tidak boleh terlibat dengan konflik keluarga. Bukankah lebih baik makan dengan tenang kali ini?

Hingga butler (panggilan untuk kepala pelayan) mendatangi mereka. Sedikit berbisik pada Flint. Kalimat yang sejatinya kedua anak itu masih dapat dengar.

"Seorang perempuan bernama Felina ingin menemui anda." Ucap butler, menunduk.

"Usir saja! Aku tidak begitu mengenalnya. Ini Quality time untuk keluarga." Jawaban dari sang ayah yang beberapa bulan alu masih berdebar-debar ketakutan setiap bertemu dengan putranya. Menyangka putranya membencinya karena menjadi penyebab kematian Angelic.

"Suruh masuk! Agar dapat menjadi teman bicara untuk ayah!" Perintah dingin dari Edward. Dirinya ingin ayahnya berhenti membicarakan Rachel yang akan menjadi adiknya.

Flint memijit pelipisnya sendiri, meskipun tidak nyaman ini adalah perintah mutlak putranya."Suruh masuk."

Butler yang masih berusia muda itu, melangkah mundur. Kemudian berjalan menuju ruang tamu.

Felina terlihat disana, duduk di sofa, berpura-pura menjadi sosok paling manis di dunia. Dirinya hanya tinggal meniru sosok Angelic maka Flint akan didapatkannya. Rencana yang mudah bukan?

Sang butler menunduk."Mari ikuti saya..." ucapnya.

Berjalan melangkah masuk lebih dalam. Menghela napas kasar, bahkan kepala pelayannya saja memakai pakaian resmi dilengkapi dengan sarung tangan putih dan jam saku. Benar-benar selera klasik, inilah kediaman konglomerat sejati.

Beberapa pelayan yang berpapasan dengan butler menundukkan kepala mereka sejenak, tempat ini bagaikan ada dalam film-film.

Dapat dibayangkan bagaimana dirinya setelah menjadi nyonya rumah. Menikah dengan Flint yang rupawan dan kompeten, memiliki anak dengannya. Anak yang akan mewarisi semua yang ada di tempat ini.

Matanya sedikit melirik ke arah cermin, penampilannya benar-benar menyerupai Angelic dalam foto.

Menghela napas kasar kala pintu ruangan yang cukup besar itu dibuka. Flint duduk disana, tengah menikmati makanannya. Pria berkacamata, memiliki rambut putih panjang, khas keturunan keluarga Snowden, setelan kemeja dengan celana panjang. Dirinya menelan ludah, bahkan selebriti tidak akan terlihat setampan ini.

Dua orang anak lain terlihat di sana, duduk bersampingan di sebelah kiri Flint. Sementara kursi sebelah kanannya kosong.

Bergerak cepat, sedikit menunduk."Flint, apa kamu mengingatku aku Felina," ucapnya.

Tidak menjawab, hanya satu kata yang keluar dari mulutnya."Duduklah."

Felina segera duduk di sebelah kanan Flint. Lebih tepatnya duduk berhadapan dengan kedua anak yang makan dengan tenang itu.

Rambut putih, bahkan pupil mata memiliki warna yang sedikit unik. Ini sudah pasti, putra Angelic, Edward yang menyebabkan kematian ibunya sendiri. Seberapa bencinya Flint? Sudah pasti jika bukan satu-satunya pewarisnya, anak itu mungkin sudah dihabisi.

Tapi siapa anak perempuan yang ada disampingnya?

"Kamu Edward kan? Apa itu temanmu? Anak politikus atau pengusaha yang kebetulan nenginap?" tanyanya, membuat Edward menoleh pada wanita ini.

"A...aku anak pelayan." Ucap Rachel.

"Anak pelayan? Tolong ambilkan aku air es. Satu lagi, bereskan makananmu, harus taat aturan. Pelayan makan di belakang. Jangan cuma karena kamu anak-anak tapi tidak tau aturan." Kalimat demi kalimat, ingin mencari perhatian Flint. Menunjukkan dirinya pandai mengatur urusan rumah tangga keluarga kaya.

Matanya sedikit melirik, namun kening Flint malah terlihat berkerut.

"Flint pasti pusing tentang masalah anak pelayan yang tidak dapat diatur ini. Dasar! Anak dekil tidak tahu diri. Tapi aku tidak boleh kasar, harus menunjukkan citra wanita elegan yang lemah lembut." Batinnya, sudah bertekad untuk mendapatkan pria idaman tersebut.

Edward terlihat hendak bangkit. Namun Rachel melarangnya."Aku juga mau mengambil minuman di dapur. Aku ingin soda..." alasannya, berjalan meninggalkan meja makan.

"Edward lain kali, usahakan jangan bergaul dengan kalangan bawah. Mereka tidak berguna, hanya bisa menyusahkan tanpa bisa dimintai bantuan." Setiap kalimat yang diucapkan Felina membuat butler dan beberapa pelayan merinding.

"Orang ini cari mati!"

Batin mereka semua, mengingat betapa disayanginya Rachel dari hari pertama mereka bekerja sebulan lalu. Kala rumah ini membuka lowongan setelah memecat seluruh pelayannya.

"Oh... Iya Flint..." Wanita yang menyelipkan anak rambutnya berusaha tersenyum sok manis."Apapun yang kamu kenakan kamu terlihat tampan." Pujiannya.

Flint tidak menanggapi, menahan dirinya agar tidak tersulut emosi. Tetap makan dengan tenang tidak ingin menunjukkan lebih banyak adegan kekerasan dan kata-kata kasar pada putranya yang malang.

"Flint, sebenarnya aku punya usul, aku yakin Edward pasti benar-benar pintar. Kenapa tidak mengirimnya sekolah asrama di Singapura saja. Ada sekolah elite dengan lebih banyak kalangan atas disana." Usulan darinya, ini merupakan satu tepuk dua nyamuk tewas. Flint yang membenci Edward tidak akan melihat putranya lagi selama beberapa periode, perhatian Flint hanya akan tertuju padanya yang memiliki usulan cerdas.

"Kenapa aku harus tinggal di asrama? Itu tempat yang jauh dari Rachel." Edward meletakkan garpunya dengan kasar.

"Tentu saja agar kamu lebih berkembang sayang..." Kalimat demi kalimat manis dari mulutnya.

Srak!

Prang!

Suara pecahan kaca terdengar, Rachel tersandung. Tubuhnya terjatuh di lantai, tidak sengaja menjatuhkan gelas minuman.

"Rachel!" Edward hendak bangkit.

Tapi Felina yang berada di dekat sana menghampiri terlebih dahulu."Namamu Rachel kan?"

Rachel hendak bangkit, namun Felina menahannya."Ayah dan ibumu dimana?" tanyanya.

"Ayah meninggal, ibu.... tidak tau." Jawaban jujur dari Rachel.

"Besok akan aku antar kamu ke panti asuhan." Kalimat penuh senyuman, membuat Rachel tertegun.

"Wanita sialan! Mau kamu bawa kemana putriku!?" Kalimat dari Flint.

"Penyihir! Kamu mau membawa istriku ke panti asuhan!?" Ucap Edward bersamaan dengan Flint.

Seketika semua orang menoleh pada Edward. Dirinya salah bicara, karena terlalu memikirkan strategi sebelumnya yang gagal.

Terpopuler

Comments

who am I

who am I

apa benar ada wanita yang mutlak sebodoh felina 🧐😅

2024-08-30

0

Jarmini Wijayanti

Jarmini Wijayanti

🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭istriku keceplosan

2024-07-09

0

Ran Aulia

Ran Aulia

🤣🤣🤣🤣🤣 keceplosan ya Ed

2024-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!