Bab 6. Ayah

...Jika kamu adalah makanan, maka kamu adalah sepotong roti hangat....

...Begitu ringan, tidak manis seperti gula-gula. Namun, membuatku merindukan aromanya....

...Kala tangan kecil ini, memegang kehangatanmu. Kala itulah aku ingin menghentikan waktu, tidak ingin tubuhmu menjadi dingin, tidak ingin Tuhan mengambil mu dari sisiku....

Edward.

"Tapi jika mereka melukaimu lagi---" Kalimat Edward disela.

"Sial anak ini belum menyerah menjadi psikopat juga!" Batin Rachel berusaha tersenyum.

Namun, anak perempuan itu kembali memeluk Edward erat."Yang harus kita lakukan, kabur dari tempat ini. Pergi ke kantor polisi, kemudian menghubungi tuan besar (ayah Edward)."

"A... ayah? Dia membenciku, karena kelahiranku menyebabkan ibu meninggal." Jawaban darinya terbata-bata.

Rachel menghela napas kasar mengingat isi novel aslinya. Psikopat yang jahat, Edward membunuh ayahnya sendiri dalam karya aslinya, hanya demi memperebutkan status dan kekuasaan untuk Alira (pemeran utama wanita). Kata-kata terakhir dari sang ayah, pria yang hanya tersenyum mengatakan mencintai putranya, untuk pertama dan terakhir kalinya sebelum meregang nyawa akibat tikaman.

Ini jelas ada miskomunikasi dan salah paham. Dalam artian ayah Edward sudah pasti, aslinya adalah bucin anak sejati. Buktinya setelah menghubungi ayahnya meminta mobil baru untuk antar jemput, sebelum tiga hari mobil itu sudah datang.

Rachel menghela napas kasar, mengeratkan pelukannya pada Edward."Menangislah! Tapi kamu tau? Mungkin saja keajaiban terjadi, mungkin saja setelah kembali, ayahmu akan mencintaimu."

Edward mencengkeram erat punggung pakaian Rachel. Apa dirinya harus percaya?

Sedangkan Rachel hanya menepuk punggung Edward pelan. Terkadang mengatakan hal yang ajaib pada anak kecil itu dapat lebih meyakinkan daripada mengatakan hal logis.

Darah terus mengalir dari lengan Rachel yang terluka, akibat gunting yang sempat menancap.

"Edward demi aku, jangan membunuh atau melakukan hal yang berbahaya. Kamu hanya harus melarikan diri. Pergi ke kantor polisi, hubungi ayahmu. I...ini nomornya! I... ingat aku akan tetap disini. Tunggu di kantor polisi hingga ayahmu datang. Agar paman dan bibimu tidak dapat mengancammu." Perintah penuh senyuman dari Rachel, mengeluarkan catatan kecil berisikan nomor telepon internasional. Dirinya tidak dapat bergerak sama sekali. Jikapun dipaksakan pendarahan akan semakin banyak terjadi. Nyawanya akan melayang lebih cepat.

Tidak! Tidak boleh dirinya tidak boleh mati secepat ini. Dirinya akan hidup di dunia yang aneh ini, anggap saja ini adalah reinkarnasi. Dirinya akan menempel pada Edward seperti lintah, kemudian mempersatukannya dengan Alira. Lalu setelah dewasa nanti, hidup mandiri di tempat yang jauh, mungkin menjadi dokter di rumah sakit terkenal.

Edward mengangguk, menggenggam jemari tangan Rachel."Ka...kamu tidak boleh mati. Jika kamu mati aku akan membunuh mereka. Tunggulah aku disini, aku mohon..."

Kalimat demi kalimat yang diucapkan Edward sebelum akhirnya melarikan diri dari gudang melalui jendela tinggi yang tralisnya sudah berhasil dibuka olehnya.

Anak laki-laki itu gemetar, mencemaskan Rachel. Tapi ini satu-satunya kesempatannya. Meninggalkan rumah melalui celah tembok yang retak di halaman samping.

Air matanya tidak henti-hentinya mengalir. Menahan sakit di sekujur tubuhnya. Dalam hatinya benar-benar mencemaskan keadaan Rachel.

Ini sudah malam, tidak ada kendaraan. Dirinya berlari sekuat tenaga, napasnya tersengal-sengal. Lebih dari satu jam, hingga kantor polisi itu terlihat.

"Kamu kenapa nak, apa kamu tersesat?" tanya seorang polwan.

"Aku... tolong selamatkan Rachel. Tolong pinjamkan telepon, a...aku ingin menghubungi ayahku." Teriaknya terisak dalam napas tidak teratur.

*

Negara lain...

"Tuan, ini dari tuan muda..." Ucap Furran (sang sekretaris) setelah panggilan dimatikan.

Pria berambut putih panjang terikat itu menghela napas berkali-kali. Sembari menyesap wine dalam gelasnya.

"Kabulkan keinginannya." Perintah Flint Snowden (ayah Edward Snowden).

"Tu...tuan saya rasa kali ini anda harus menemui tuan muda secara langsung." Furran terlihat cemas.

"Kenapa? Apa dia meminta kediaman baru? I...ini bukan ulang tahunnya kan? A ...aku..." Flint yang awalnya memasang raut wajah dingin kini mulai cemas. Bagaimana harus bersikap sebagai seorang ayah? Bagaimana bisa Angelic (ibu Edward) meninggalkannya dengan makhluk rapuh yang bahkan sulit untuk disentuhnya?

"Tuan muda saat ini berada di kantor polisi. Wilmar, adik nona Angelic melakukan kekerasan terhadap tuan muda. Mungkin apa yang dikatakan pelayan bernama Rachel itu benar." Furran menghela napas berkali-kali.

Sejujurnya dirinya juga kesal, Wilmar diberikan kepercayaan untuk menjaga Edward sementara. Karena Flint terlalu canggung setiap berhadapan dengan putranya yang pendiam. Wilmar dan keluarganya dapat hidup berlimpah kemewahan, tapi berani mencelakai tuan muda (Edward)?

"Pesankan aku tiket! Tidak! Pakai jet pribadi milik Cratom (rekan bisnis Flint)! Katakan ini darurat!" Flint segera mengambil jasnya. Kesal? Tentu saja, putranya yang selalu murung dan rapuh. Bahkan dirinya saja enggan untuk bersentuhan karena takut akan menyakitinya. Tapi mereka! Berani-beraninya! Bahkan jika keluarga Angelic pun tidak akan dibiarkan hidup tenang olehnya.

*

Mengepalkan tangannya masih terisak dalam tangisan. Ayah yang dari dulu hanya pulang setahun dua kali. Bahkan jika tidak pergi untuk perjalanan bisnis, lebih memilih tinggal di villa daripada dengannya.

Ayah yang selalu memalingkan wajah, membenci dirinya. Setidaknya itulah yang dikatakan sang bibi. Ibunya yang cantik, berhati baik dan lembut mati karena dirinya. Karena melahirkannya, tidak heran Flint membencinya.

Jemari tangannya mengepal, tidak pernah ada yang peduli padanya. Jika...jika Rachel mati, maka mereka juga harus mati bukan?

Senyuman tiba-tiba menyungging di wajahnya, duduk bersama seorang polwan yang menemaninya. Menunggu kedatangan sang ayah.

"Apa Rachel akan mati? Tidak bisakah kalian langsung datang menyelamatkannya?" Tanya Edward pada sang petugas kepolisian.

"Surat penggeledahan sedang di proses. Terlebih lagi, menurut ceritamu mereka dapat dikatakan satu-satunya walimu di sini. Bersabarlah..." Sang polwan menghela napas berkali-kali. Tidak dapat menggeledah begitu saja. Terlebih lagi, menurut informasi rumah anak ini terdapat di kompleks perumahan elite. Tempat pengusaha dan beberapa politikus tinggal.

"Apa yang terjadi jika Rachel mati?" tanyanya berusaha untuk tersenyum."Apa kalian dapat mengganti nyawanya?"

Sang polwan tidak dapat menjawab. Tapi mereka harus mengikuti prosedur, menunggu surat penggeladahan ditandatangani atasan mereka yang masih berada dalam perjalanan.

Edward berusaha bangkit, sedikit tertawa."Percuma aku berlari ke tempat ini."

"Nak! Kamu tidak boleh pulang sendirian!" Sang polwan menghalangi.

"Seharusnya aku tidak ke tempat ini!" Anak laki-laki berusia 10 tahun itu malah tersenyum, menepis tangan sang polwan.

Darah yang mengalir di lengan Rachel masih diingatannya. Setiap detik yang sejatinya berharga untuknya. Hati yang beku bagaikan bunga mawar putih berselimut es.

Dirinya melangkah hendak kembali setelah menunggu hampir dua jam. Rachel tidak mungkin meninggalkannya kan? Satu-satunya temannya.

Jika Rachel pergi, tidak akan ada orang di dunia ini yang berarti untuknya. Berlari keluar, hingga dirinya terjatuh. Berusaha bangkit namun sulit, mungkin kali ini kakinya terkilir.

"Sial!Sial!Sial!" Teriakannya, menahan rasa sakit berusaha bangkit.

Hingga tubuhnya diangkat seseorang."Tikus putih! Mau kemana!?"

Edward membulatkan matanya, seseorang yang jarang bicara dengannya. Ayahnya ada disini, benar-benar pulang.

Terpopuler

Comments

Sarah Q. M

Sarah Q. M

cepet banget datengnya😯

2025-02-17

0

Labib Firda

Labib Firda

bpk tikus kembali

2024-09-04

0

Bzaa

Bzaa

akhirnya plg jg tuh si ayah

2024-06-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!