Bab 13. Tempat Pemeran Utama

...Sayap yang patah, bulu-bulu putih indah melayang dari sayapmu yang hancur....

...Pergi meninggalkanku, air mata ini belum kering, luka yang masih basah....

...Bayi mungil menyerupai kita, itulah yang tersisa. Tangannya terlalu mungil untukku sentuh. Senyumannya terlalu murni....

...Hingga ada hari, makhluk kecil itu tertunduk, terdiam dengan wajah dinginnya. Dapatkah aku menghadapi kebenciannya?...

...Entahlah bibir ini kelu untuk berucap. Hanya untuk mengatakan cinta padanya....

...Angelic, aku bukan ayah yang baik....

Flint.

Edward terdiam sejenak, dirinya tertegun. Menatap Flint yang tiba-tiba memeluknya.

"Kenapa aku harus membencimu?" tanyanya mendekap tubuh kecil itu.

"Ka... karena aku membunuh ibu. Jika aku tidak ada---"jawaban dari Wilmar diulangi oleh Edward

"Ayah yang membunuhnya, karena itu aku terlalu takut menemuimu. Justru sebaliknya, jika kamu tidak ada, mungkin aku akan mati. Tidak memiliki alasan untuk hidup lagi." Flint meneteskan air matanya, mendekap tubuh putranya semakin erat.

Sekujur tubuh Edward gemetar, air mata menggenang bagaikan bendungan. Pada akhirnya menetes juga."Ayah tidak membenciku..." batinnya membalas pelukan ayahnya.

"Ibumu pergi satu bulan sebelum pernikahan kami. Dia mengatakan tidak mencintaiku lagi, seharusnya aku tidak percaya begitu saja. Angelic beranda di bawah ancaman orang lain. Di...dia masih mencintaiku, bahkan melahirkan putra kami tercinta dalam pelariannya." Ucapnya dalam air mata yang semakin banyak saja mengalir.

Kekasih yang dicintainya, wanita yang bagaikan malaikat baginya. Hanya meninggalkan Edward untuknya, bagaimana mungkin dirinya membenci putranya?

"A... ayah menyayangimu. Maaf..." Itulah kalimat yang tersisa dari Flint.

Untuk pertama kalinya Edward merasakan cinta dari ayahnya. Membalas pelukan ayahnya semakin erat. Tertunduk bagaikan bersembunyi di dada ayahnya.

Rachel terdiam sejenak, tersenyum dari jauh. Kehidupan kelam sang antagonis. Ditinggalkan dan dibenci semua orang. Mengalami pembullyan dan kekerasan, segalanya pelan-pelan akan dirubahnya. Merubah iblis menjadi manusia? Apa itu mungkin?

Menghapus air matanya yang ikut-ikutan mengalir, menatap adegan mengharukan. Ini indah! Dirinya hanya tersenyum, berjalan menuju dapur mengambil beberapa minuman, untuk memakan cup cake bersama.

Mungkin Flint dan Edward juga memerlukan waktu menghapus air mata mereka.

Hari yang cerah, dimana tiga orang itu duduk bagaikan sebuah keluarga yang utuh. Entah kenapa Rachel tersenyum, mereka kembali makan sambil mendekorasi cupcake bersama.

Seharian penuh, bahkan tawa terdengar kala Edward dan Flint bermain badminton bersama. Dirinya hanya menatap segalanya, sebuah rasa kasih itu indah. Sulit dipercaya dalam karya aslinya, Edward dewasa terdiam tanpa ekspresi setelah menikam Flint beberapa kali. Tanpa sedikitpun penyesalan.

Mati rasa? Mungkin itulah yang dialami Edward dalam naskah asli. Tapi saat ini? Apa dapat begitu?

Menghela napas berkali-kali dirinya duduk di bawah pohon anggur yang rindang. Anak berusia 8 tahun yang melihat ke arah jemari tangannya sendiri.

Dalam karya asli, nama Rachel hanya ada satu bait. Anak pelayan yang meninggal kala masa remaja Edward, meninggal karena sakit, itulah yang tertulis.

Itupun nama Rachel tidak disebutkan oleh pemeran penting. Hanya disebutkan oleh seorang pelayan rendah yang mengeluh menggantikan tugasnya membersihkan gudang. Kala Alfred dan Alira yang tengah melakukan adegan mesum dalam gudang rumah Edward, bersembunyi.

Jika tidak salah hanya satu bait kalimat."Andai saja Rachel tidak sakit dan meninggal 9 tahun lalu, tugasku akan lebih ringan, dia lumayan cekatan." Itulah adegan keluhan pelayan yang mendatangi gudang. Sedangkan Alira dan Alfred bersembunyi, dengan pakaian yang hampir sepenuhnya terbuka.

Mengapa dirinya ingat? Tentu saja untuk menunggu update novel tersebut dirinya kerap membaca ulang. Bagaikan novel kesayangannya adalah pelarian dari hidupnya yang sulit.

Tidak disangka dirinya malah terjebak di dunia pararel yang memiliki kehidupan ini. Jika difikirkannya kembali, dirinya sebagai Rania tidak memiliki keluarga sama sekali. Apa Edward dan Flint dapat menjadi keluarganya?

"Rachel! Kemari! Aku akan mengajarimu!" Teriak sang antagonis tersenyum. Sekarang sama sekali tidak seperti seorang antagonis. Hanya anak biasa yang menerima kasih sayang.

*

Malam mulai menjelang saat itu, Edward tidak dapat tidur sama sekali. Dirinya memikirkan apa yang terjadi hari ini. Wajahnya tersenyum sejenak, tapi hanya sejenak.

Kala dirinya kembali terpaku tanpa ekspresi bagaikan boneka yang membeku. Menatap ke arah balkon kamarnya.

"Mereka (keluarga Wilma) membohongiku bertahun-tahun. Kenapa ayah tidak melenyapkan mereka saja. Pengganggu..." Gumamnya.

Perlahan dirinya bangkit menatap ke arah cermin. Jemari tangannya meraba pantulan wajahnya sendiri. Hari-harinya terasa hangat perlahan, ayah dan Rachel yang mencintainya. Dirinya ingin melindungi mereka dengan cara apapun.

Kala itulah Edward menyipitkan matanya. Melirik ke arah tempat tidurnya yang kosong. Anak laki-laki yang bisa dibilang sudah cukup tinggi itu melangkah keluar.

Berjalan mengikuti keinginannya, kamar Rachel perlahan dibuka olehnya.

Tidak begitu cantik, tidurnya pun bagaikan layangan putus. Anak laki-laki rupawan yang menahan tawanya. Menyelimuti Rachel, kemudian dirinya masuk ke dalam selimut yang sama.

Apa yang terjadi? Dirinya nyaman, taukah kalian Edward yang aneh terkadang berbuat hal gila? Dirinya mengecup kening Rachel, kemudian kedua pipinya. Entah kenapa dirinya begitu menyayanginya, begitu mengasihinya.

Perlahan mata gadis kecil yang tertidur damai itu terbuka."Edward, tidak bisa tidur lagi?" tanyanya.

"Iya! Aku takut, bermimpi buruk..." Alasan sang anak laki-laki berusia 10 tahun itu.

"Takut jika kamu tidak ada lagi dalam hidupku. Apa ini mimpi? Mimpi yang begitu indah, aku tidak ingin terbangun." Batin Edward.

Rachel memeluknya berusaha menenangkannya, memejamkan matanya yang masih mengantuk. Mendekap anak laki-laki yang tersenyum.

Sedangkan Edward mulai ikut tertidur. Hal yang mungkin akan selalu terjadi setiap malam.

Apa tujuan anak laki-laki yang belum mengalami masa pubertas ini? Bagaimana jika suatu hari nanti dirinya sudah berada di masa pubertas? Entahlah...

*

Flint yang telah lengkap memakai setelan jas, membawa dua buah tas ransel kecil di punggungnya. Serta dua botol air minum dengan tali panjang.

Mengandeng tangan sepasang bocah yang begitu manis.

"Ayo berangkat!" teriak Rachel penuh semangat. Sedangkan ekspresi wajah Edward begitu datar.

"Aku mempunyai dua orang anak tikus." Flint terkekeh, membukakan pintu mobil untuk mereka. Kali ini tidak ingin memakai supir. Menghabiskan quality time lebih baik. Lagipula ini menyenangkan, mendengarkan betapa cerewetnya Rachel. Dan seberapa manisnya Edward yang pendiam terkadang tersenyum.

Sekolah yang terpisah, Edward bersekolah di sekolah swasta bertaraf internasional. Sedangkan Rachel di sekolah negeri. Rachel mulai bernyanyi dengan kencang, sedangkan Edward lebih banyak membaca buku.

"Ayah masih belum menyerah untuk mengadopsi Rachel. Rachel, jika kamu berubah fikiran katakan padaku." Ucap Flint dari kursi pengemudi.

"Saya tidak akan berubah fikiran." Rachel hanya tersenyum.

Memang cocok untuk menjadi putrinya. Inikah rasanya memiliki anak perempuan? Dapat menjadi penghubung antara dirinya dan Edward.

*

Pelajaran di mulai saat ini. Lebih tepatnya di sekolah negeri tempat Rachel berada.

Anak perempuan itu mulai berfikir. Edward dalam cerita novel asli tidak memiliki orang kepercayaan. Mungkin jika ingin posisi Edward kukuh, dirinya harus merekrut asisten untuk Edward suatu hari nanti.

Atau setidaknya teman laki-laki yang dapat dipercaya. Matanya sedikit memincing ke arah seseorang. Anak laki-laki paling pintar dan miskin di kelasnya. Tentu saja kemampuan anak laki-laki itu masih berada di bawah Rachel.

Apa dirinya dapat berteman dengan orang ini? Mungkin itulah yang ada dalam fikiran Rachel.

Quer, itulah namanya. Seorang anak gemuk, dengan kulit kotor, memakai kacamata.

Senyuman menyungging di wajahnya. Jika ingin berperang dengan pemeran utama pria, Alfred Russel, dirinya harus memiliki orang berbakat.

Tapi dimana sejatinya para pemeran utama saat ini? Rachel berfikir sejenak. Cerita novel belum dimulai sama sekali. Tapi menurut flashback, pertama kali Edward akan bertemu Alira di masa SMU. Namun, terpisah akibat Edward yang menempuh pendidikan di luar negeri atas suruhan Flint.

Sedangkan Alfred bertemu dengan Alira, kala Alira bekerja sebagai sekretarisnya.

"Masa bodoh! Dimana para pemeran utama saat ini! Yang jelas aku akan merekrut orang untuk membantu Edward nanti!" Keputusan yang diambil Rachel.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

Rachel.. sebagai asisten dan penasihat, kerenn banget 😘

2024-06-18

0

🌠Naπa Kiarra🍁

🌠Naπa Kiarra🍁

Lanjut, kak!💪💪💪💪💪

2023-10-25

0

yesi yuniar

yesi yuniar

pemeran utamanya sekarang sudah berubah edward dan rachel

2023-10-22

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!