Bab 9. Fake

...Ada sebuah kisah tentang sehelai daun yang mencintai seekor kupu-kupu....

...Hujan badai membuat makhluk indah itu berlindung di balik daun. Berharap agar sayapnya tidak rusak....

...Daun melindunginya, menatap berapa indahnya dirinya. Berharap sinar matahari segera terlihat, agar sang kupu-kupu tidak bersedih....

...Namun kala sinar matahari itu terlihat, sang kupu-kupu terbang meninggalkannya....

...Haruskah sang daun membenci matahari, merindukan kupu-kupu yang dicintainya....

Edward.

"Adik?" Sebuah pertanyaan darinya.

"Benar adik! Sebagai rasa terimakasih kita karena dia menghubungi ayah. Ayah akan menjamin pendidikannya, bahkan biaya hidupnya hingga dia mandiri dan menikah nanti." Senyuman mengembang di bibir Flint, membayangkan memiliki Rachel sebagai anak perempuan yang akan mendekatkan hubungannya dengan Edward yang pendiam.

"Menikah? Adikku akan tinggal dengan pria lain kan? Apa dia juga dapat membantah jika dia tidak mau bermain denganku?" Tanya Edward pada sang ayah.

"Emmm..." Flint berfikir sejenak."Itu memang seorang adik, sewajarnya begitu."

"Tidak! Jangan jadikan Rachel sebagai adikku. Untuk imbalannya biar aku saja." Jawaban dari Edward, menatap dari jauh ke arah Rachel yang tertidur di ranjang terpisah.

"Terserah kamu saja." Jawaban dari Flint sedikit cemas.

Edward terdiam sejenak, dua orang yang memiliki nama belakang Snowden itu terpaku sesaat dalam kebisuan.

"Ibu orang seperti apa?" Pertanyaan dari Edward membuat Flint berfikir sejenak.

"Dia orang yang baik. Seperti pecundang, pergi meninggalkanku tanpa mengatakan kehamilannya. Aku membencinya." Kalimat yang diucapkan Flint, untuk pertama kali bicara lebih terbuka dengan putranya.

"Begitu?" Hanya itulah jawaban dari Edward. Matanya menatap ke arah gadis kecil berumur 8 tahun yang tertidur itu. Otaknya merancang segalanya membuat gadis kecil itu tidak akan pergi, satu-satunya sahabatnya. Orang pertama yang dianggap manusia olehnya.

Perlahan mata Edward tertutup, dirinya terlalu lelah. Terlelap dalam mimpi yang dalam.

Sedangkan Flint terdiam sesaat, benar-benar curiga pada putranya."Tidak mungkin anak selucu Edward mengalami ilusi cinta pertama." Suara tawanya terdengar, meragukan pemikiran gilanya.

*

Hanya dua hari perawatan, dirinya tidak enak. Benar-benar tidak enak, dengan tingkah Edward yang bahkan selalu tidur dengannya.

Ini wajar saja, usia mereka masih 8 dan 10 tahun. Sangat wajar jika tertidur di tempat tidur yang sama.

Hari ini dirinya pulang dari rumah sakit. Luka yang dialami Edward juga pulih lebih cepat darinya.

Benar-benar sesuai dengan penjabaran visual pada novel asli. Rambut putih pendek dengan sorot mata tajam, selalu tersenyum puas setelah menyingkirkan para korbannya, darah terkadang terciprat pada pipinya. Tapi Edward yang dilihatnya saat ini, anak kecil dengan rambut putih pendek, selalu tersenyum dengan hati yang hangat.

Apanya yang psikopat!? Masa depan Edward yang kelam akan diubah oleh Rachel. Dirinya akan menjadi lintah yang baik di sisi pemeran Antagonis.

"Kita akan pulang! Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asik! Oh senangnya aku senang sekali! Kalau begini aku pun jadi sibuk, berusaha mengejar-ngejar dia! Matahari menyinari semua perasaan cinta! Tapi mengapa hanya aku yang dimarahi---" Nyanyian penuh semangat dari Rachel, membuat Edward yang tengah membaca buku tersenyum.

"Kamu begitu ingin pulang?" Tanyanya.

Rachel mengangguk, kemudian mendekatkan wajahnya pada Edward, mengecup keningnya."Terimakasih, sudah memanggil polisi dengan cepat."

Edward terpaku sejenak, kemudian mengangguk. Dirinya menghela napas berkali-kali kemudian tersenyum.

*

Rumah besar itu terlihat pada akhirnya, kala mobil yang dikendarai supir memasuki gerbang. Pelayan? Semuanya orang baru, mungkin mereka sudah diganti akibat tidak pernah ada yang melaporkan tentang tindak kekerasan yang dialami Edward.

"Ayo!" Ucap Edward tersenyum, menarik jemari tangan Rachel, dua anak yang berjalan memasuki rumah. Kali ini bukan dengan langkah yang berat, tapi langkah yang lebih ringan.

Namun kala memasuki ruang tamu, pemandangan tidak mengenakan terlihat. Hadsen dan Wilmar yang babak belur, serta Tamtam duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan Flint.

"Jangan pedulikan mereka. Ayo kita bermain di kamar. Aku meminta ayah membuatkan kamar baru untukmu. Bersebalahan dengan kamarku." Ucap anak laki-laki itu tersenyum, menarik jemari tangan Rachel.

Apa ini tokoh antagonis? Tidak semenyeramkan itu. Rachel mengingat-ingat sedikit adegan. Dimana Edward membawa Alira secara paksa ke dalam rumahnya. Mengurung Alira dengan barang-barang mewah, diberikan makanan berkelas. Tapi sayangnya Alira tidak bersedia makan bahkan hanya menangis merindukan Alfred. Hingga pada akhirnya Edward sengaja melonggarkan penjagaan membuat Alira dapat melarikan diri dari rumahnya.

Plot cerita yang terjadi selanjutnya, bertemu dengan Alfred di apartemen. Menangis, kemudian adegan ranjang pun dimulai. Benar-benar cassanova yang beringas. Tapi itulah pemeran utama, second male lead sekaligus antagonis seperti Edward sekeras apapun berusaha tidak akan dapat menaklukkan pemeran utama wanita.

Edward memperlakukan Alira layaknya ratu. Sedangkan Alfred memerasnya di ranjang hingga kering. Tapi Alira malah lebih memilih Alfred, karena Edward psikopat keji yang menakutkan.

Sudahlah! Dirinya akan berusaha merubah kepribadian Edward. Hingga cinta Edward pada Alira akan berbalas.

Rachel berjalan menapaki tangga, dengan dibimbing oleh Edward. Dirinya sempat berfikir sejenak, akan menjadi lintah yang gemuk nantinya.

Tapi apa benar hanya lintah yang gemuk. Kala pintu itu dibuka salah seorang pelayan, kamar dengan nuansa pink terlihat. Benar-benar menyilaukan mata, sebuah kamar dengan tempat tidur yang luas. Boneka bertumpuk bagaikan lautan.

Kala dirinya membuka lemari, berbagai pakaian anak perempuan berkelas tergantung rapi. Rak sepatu bahkan ditempatkan khusus.

Ini terlalu mewah, bukan sendok emas tapi sendok berlian.

"Apa kamu tidak suka?" Pertanyaan dari Edward membuat Rachel menelan ludahnya.

Nuansa pink? Jika anak berumur 8 tahun pada umumnya akan melompat-lompat di kasur. Tapi tidak dengan dirinya, ini warna yang terlalu terang. Namun, tidak boleh membuat Edward kecewa bukan? Dirinya akan menjadi lintah yang baik, seorang pelayan yang penurut dan meramaikan hari-harinya yang sepi.

"Aku suka!" Ucap Rachel memeluk Edward. Begitu menghargai bagaikan saudara.

"Syukurlah..." Edward menepuk punggung Rachel pelan.

"Bagaimana jika bermain?" Tanya Rachel melirik ke arah rambut palsu yang tersusun rapi di rak.

"Bermain?" Edward mengenyitkan keningnya merasakan firasat buruk, kala Rachael menggeledah lemari, mencari pakaian yang sedikit lebih besar dari ukuran tubuhnya.

*

Sedangkan di lantai satu, Flint menghela napas kasar menunggu orang-orang ini untuk berucap.

"Flint! A...aku adalah bibi dari Edward, kakak Angelic, jangan lupakan itu. Kalian ayah dan anak yang menyebabkan kematian adikku." Tegas Wilmar, ingin keadaan kembali seperti semula.

Dirinya tidak seharusnya memukuli Edward hanya untuk memberikan rasa takut. Agar menuruti keinginannya untuk meminta lebih banyak pada Flint. Seharusnya hanya dengan ancaman sudah cukup. Jika diberikan kesempatan lagi, dirinya mungkin akan memilih jalan lain, selain kekerasan untuk meminta lebih dari biaya hidup.

"Bertanggung jawab? Angelic hamil karena kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Aku tidak pernah memaksanya. Angelic juga melarikan diri dariku juga karena ancaman dari wanita-wanita yang mengejarku. Aku tidak pernah mengusirnya atau menyatakan putus hubungan. Apa itu salahku? Coba katakan dimana salahku?" Flint meminum tehnya dengan tenang.

"Edward sudah membunuh adikku! Angelic akan menjadi desainer ternama jika saja tidak jatuh cinta padamu dan melahirkan Edward!" Teriak Wilmar masih kukuh dengan pendiriannya. Jika tidak dapat tinggal dirinya akan meminta uang kompensasi. Mengingat semua tabungannya telah terkuras untuk menyuap beberapa orang agar dapat terbebas sementara dari jeratan hukum.

"Rupanya hanya topeng ya? Kalian mendatangiku seolah-olah menjadi orang yang paling peduli pada putraku. Aku yang dulu karena rasa bersalah, menganggap kalian akan lebih dapat memberikan kasih sayang pada putraku. Tapi...putraku bahkan dikurung di gudang tiga hari tanpa makanan di rumah miliknya sendiri!?" Flint kehilangan kesabarannya, membanting cangkir hingga pecah berkeping-keping.

"Setan!" Umpatan darinya penuh senyuman.

Terpopuler

Comments

🟡🌻͜͡ᴀs Yuna ✨•§͜¢•

🟡🌻͜͡ᴀs Yuna ✨•§͜¢•

hahahaha 🤣

2024-12-03

0

Abimanyu Rara Mpuzz

Abimanyu Rara Mpuzz

kenyataannya seperti itu tuan 🤭

2024-09-13

0

Jarmini Wijayanti

Jarmini Wijayanti

wilmar tak tau diri

2024-07-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!