Bab 12. Menyalahkan Diri

...Tertunduk dan terkurung dalam rantai kesunyian....

...Kadang aku tersenyum dan berfikir, mengapa harus hidup, jika yang ada hanya rasa sakit....

...Suara tetesan air bahkan terdengar nyaring. Aku benar-benar sendiri....

...Menutup mataku sejenak, memimpikan berlari di padang ilalang yang indah bersamamu....

...Ini hanya sebuah memimpi, kala aku tersadar. Hanya kamu yang ada, memelukku, menangis mengasihiku....

Edward.

Rachel mengenyitkan keningnya, besok dirinya harus kembali bersekolah. Jadi hari ini adalah saat yang paling tepat. Menyatukan dua orang gila yang canggung ini.

Pagi-pagi sekali dirinya sudah terbangun. Entah mengapa Edward belakangan ini sering tidur di kamarnya, dengan alasan takut jika Wilmar tiba-tiba datang.

Ini cukup aneh bagi Rachel, jelas-jelas dalam karya novel aslinya Edward digambarkan sebagai orang berdarah dingin sejati. Menghela napas berkali-kali, jujur saja dirinya tidak mengerti dengan penggambaran karakter Edward.

Psikopat? Tapi bukankah psikopat tidak dapat jatuh cinta? Mungkin masuk akal jika itu ada di masa remaja. Karena belum ada pernyataan pasti tentang mentalnya. Tapi dirinya menjadi bagaikan budak bagi Alira.

Menghela napas berkali-kali, psikopat, sesuatu yang tidak dapat disembuhkan jika benar-benar sudah terjadi. Tapi mungkin saja ini terjadi bukan karena kerusakan otak. Lebih karena mentalnya yang terganggu, karena kekerasan yang didapatkannya di masa kecil.

Jemari tangan Rachel bergerak pelan, menyingkirkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah Edward. Menggemaskan, tampan, manis, itulah citra yang tercipta. Tidak berbahaya sama sekali.

Anak laki-laki yang membuka matanya, menatap ke arah Rachel."Rachel...apa aku tampan?" tanyanya.

Rachel mengangguk."Tampan..." jawaban jujur darinya.

Edward bangkit dengan cepat, mengecup kening Rachel."Selamat pagi Rachel..." ucapnya menampakkan wajah rupawan yang manis terkena cahaya matahari pagi.

Menipiskan bibir menahan tawanya. Dirinya dicium oleh bocah berumur 10 tahun? Tidak dapat diduga olehnya. Bagaikan dirinya lupa diri, terlahir kembali sebagai Rachel yang berusia 8 tahun.

"Ayo kita bersiap-siap membuat cupcake!" teriak Rachel penuh semangat.

Edward mengangguk, dengan wajah dan senyuman yang antusias. Entah dimana sosok sang pembunuh berdarah dingin. Apa suatu saat akan terlihat?

Dua orang anak yang berlarian di lorong belum mandi sama sekali. Rachel menghentikan pelayan memintanya menyiapkan alat untuk membuat kue.

Sedangkan Edward diam tertegun. Dirinya tersenyum menatap ke arah anak perempuan berambut pendek yang berbicara antusias dengan pelayan. Rumah ini terasa lebih cerah karena dia.

"Jika ada yang mengganggumu di masa depan, seperti yang dilakukan bibi. Aku tidak akan segan untuk menyingkirkannya." Batin anak itu masih tertegun menatap Rachel dari jauh.

Rachel kembali menghampirinya."Ayo mandi!" teriaknya. Sepasang anak kecil yang memakai piyama senada kembali berlarian di dalam lorong panjang.

Anak laki-laki yang hanya bergerak mengikutinya. Bertanya-tanya dalam hatinya. "Apa Rachel bagiku apa adik? Saudara jauh? Pelayan? Teman? Benar! Kami hanyalah teman. Teman yang harus bersama selamanya."

*

Apa yang terjadi setelahnya? Aktivitas yang dilakukan setelah sarapan.

Pang!

Suara Flint membuat adonan terdengar. Tiga orang yang tidak memiliki bakat memasak ada dalam dapur, hanya satu kesimpulan yang dapat diambil, bencana.

"Rachel! Kamu sudah membacanya!? Berapa ons!?" tanya Flint, dengan wajah berlumuran tepung.

"10 ons!" Jawaban cepat dari Rachel, memotong strawberry. Atau lebih tepatnya mencincangnya.

Sedangkan Edward menuangkan adonan pada cetakan. Mereka adalah tiga orang yang benar-benar cerdas, tapi sayangnya tidak pernah bersentuhan langsung dengan dapur.

Koki dan pelayan yang mengintip ingin menangis rasanya. Tidak ada kesan rapi sama sekali, seluruh tempat berlumuran tepung.

Wajah tiga orang yang benar-benar belepotan. Dua buah wajan hangus, hanya untuk membuat varian yang mereka fikir akan berhasil.

"Pakai buah naga?" tanya Edward dengan tangan belepotan dengan noda merah tangannya memegang pisau, bagaikan bocah kematian.

"Boleh!" Ucap Rachel antusias.

Tiga orang ini sudah gila, memasukkan buah-buahan tidak terkira. Sudah dua kali panggangan yang gagal.

Tang!

Tang!

Tang!

Suara berisik dari arah dapur. Mungkin hanya sebuah keberuntungan tiga orang itu tidak mencoba membuat cupcake dengan varian rasa cabai atau bawang.

Beberapa cup cake gagal menumpuk. Tapi pada panggangan ke-tiga harapan mereka besar. Melihat adonan yang dipanggang itu mengembang. Tiga orang yang melihat pada kaca oven.

"Kita berhasil!" Teriak Flint, memeluk kedua orang anak yang tertawa.

Bukan liburan ke Disneyland. Ini saja sudah cukup menyenangkan, bau harum aroma yang perlahan menyebar. Cup cake percobaan dari tiga orang, bebauan buah yang manis.

"Dari baunya terasa enak..." Gumam seorang koki mengintip dari jauh.

"Bukan itu masalahnya! Seluruh dapur kacau balau. Ditambah lagi kita mungkin akan dipaksa memakan tumpukan cup cake yang bantet." Keluh koki lainnya ingin menangis rasanya.

Dan benar saja Rachel datang dengan wajah berlumuran tepung membawa loyang yang dipenuhi dengan cup cake yang gagal.

"Ini untuk kalian, rasanya cukup enak." Kalimat manis dari seorang anak perempuan menggemaskan yang ompong.

Tidak dapat menerima, tapi juga tidak tega menolak. Pada akhirnya mereka meraihnya. Sedangkan Rachel berlari ke arah Flint dan Edward.

Tangan mereka gemetar, melihat tumpukan makanan yang menjijikan.

Menelan ludah, salah satu dari mereka mencoba memakan cupcake tidak berbentuk itu, dengan isian buah aneh. Kala makanan aneh itu memasuki mulut keajaiban terjadi.

"Enak..." gumam salah satu koki, tidak percaya.

Dengan cepat mereka berebut, memakan cup cake aneh yang gagal tersebut. Mata mereka melirik ke arah tiga orang berada di dapur.

"Kenapa bisa enak?" Ucap salah satu pelayan.

*

Sebuah rencana yang sempurna, mendekorasi cup cake bersama. Dirinya memilih menghindar kali ini, mengatakan sedang sakit perut.

Namun sejatinya mengintip apa yang terjadi. Sedangkan Flint, melirik ke arah Rachel yang bersembunyi. Wajahnya tersenyum, anak ini sengaja mendekatkan dirinya dengan Edward.

Menghela napas kasar, ini lebih menyenangkan daripada saat Wilmar tinggal di tempat ini. Membawa Edward pergi berlibur, maka mereka juga akan ikut. Mengatakan Edward merasa tidak nyaman dengan dirinya, dinding pembatas yang semakin tinggi kala Wilmar dan keluarganya tinggal di tempat ini.

Namun Rachel berbeda, dengan sengaja mendekatkan dirinya pada putranya yang dingin. Memang cocok untuk menjadi putri angkatnya. Tapi entah mengapa Edward malah menolak.

"Edward, bagaimana dengan sekolahmu?" tanya Flint melumuri cup cake menggunakan cream.

"Tidak ada masalah." Hanya itulah jawabannya, menghias menggunakan potongan caramel yang dibentuk.

Hening, itulah yang terjadi. Mereka terdiam dalam fikiran masing-masing tidak mengatakan apapun. Terlalu canggung, dengan ketidak beradaan Rachel di tempat ini.

Sedangkan Rachel yang tengah mengintip menghela napas."Kalian seperti orang bisu!" teriak Rachel dalam hatinya.

Namun hanya beberapa saat. Dua orang itu, ayah dan anak kembali saling menatap.

"Ayah yang membiayai Rachel. Bisa tetap biarkan dia di tempat ini?" tanyanya.

"Kenapa?" Pertanyaan dari sang ayah.

"Aku ingin dia berada di dekatku seterusnya. Aku merasa nyaman..." Hanya itulah jawaban dari putranya yang pendiam.

"Maaf..." pada akhirnya kalimat itu keluar dari mulut Flint. Wajah putranya yang kesepian, air matanya mengalir.

"Karena kebodohan ayahmu, ibumu meninggal..." lanjutnya.

Sebuah kalimat yang membuat Edward tertegun. Selama ini dirinya fikir ayahnya sama saja dengan Wilmar, menyalahkan dirinya atas kematian ibunya.

"Jika saja, Angelic dapat aku lindungi. Maaf, aku bukanlah ayah yang baik, terlalu canggung dan merasa bersalah padamu." Kalimat demi kalimat kembali diucapkan, pria berambut putih panjang, yang mengenakan kacamata itu.

"A... Ayah tidak membenciku?"

Terpopuler

Comments

Ni Ketut Patmiari

Ni Ketut Patmiari

aq kasi bunga thor🥰

2024-05-12

0

Mom Yara

Mom Yara

baru ngeh setelah ngasih gift kalau kryanya ksk kohapu. sukses terus kak. dulu pernah mampir di saldo rekening pacarku

2023-12-02

0

🌠Naπa Kiarra🍁

🌠Naπa Kiarra🍁

Lumayan, ada kemajuan komunikasi.😀

2023-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!