Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam

...Cinta pertama bagaikan lolypop, terasa manis dan lengket. Diinginkan dalam waktu lama, mengobati hati kecilku yang terluka....

...Sedangkan cinta lainnya bagiku, hanyalah sayuran hambar....

Edward.

Kala itu dirinya mulai membuka mata, sekujur tubuhnya masih terasa sakit. Tirai tipis yang menutupi balkon telah terbuka.

Seorang gadis pelayan kecil itu berada disana."Selamat pagi tuan muda. Saatnya kita sekolah..." ucapannya telah berpakaian rapi.

Edward perlahan tersenyum, berjalan mendekati Rachel yang tengah menata meja makan. Anak berusia 10 tahun yang duduk disana, pandangan matanya hanya tertuju pada pelayannya.

"Kenapa dia melihatku? Apa di masa ini Edward sudah menjadi seorang psikopat? Dia akan memenggal kepalaku, lalu membawa mayatku menggunakan koper ke tengah hutan?" Itulah yang ada dalam fikiran Rachel, masih berusaha tersenyum memperlihatkan beberapa giginya yang sudah tanggal.

"Katakan pada bibi, aku akan menghubungi ayah. Meminta kiriman uang agar diantar menggunakan mobil baru." Kalimat dengan nada tenang darinya.

Rachel membulatkan matanya, dalam karya aslinya, Edward digambarkan sebagai sosok pendiam, tapi pemberontak. Mengapa sekarang menjadi penurut? Selain itu dalam karya aslinya, sasaran pertama pembunuhan yang dilakukan Edward adalah bibinya. Itu terjadi saat usia Edward 12 tahun.

Jika tidak salah ada adegan dimana Edward dewasa tersenyum sambil meminum wine, mengingat bagaimana dirinya meracuni sang bibi hingga mati tanpa meninggalkan bukti. Tapi ini? Kenapa jadi penurut begini?

Anak berusia 10 tahun itu masih tetap tersenyum, menatap ke arah Rachel."Makanlah bersama..." kalimat darinya.

Rachel berusaha tersenyum, kembali pada misi awalnya. Dirinya akan membuat masa kecil Edward yang kelam menjadi lebih baik. Kemungkinan menjodohkannya dengan tokoh utama wanita. Baru setelahnya dirinya dapat hidup bebas, menjadi seorang dokter di tempat ini.

Rachel mulai duduk, matanya menelisik. Jiwa seorang psikopat belum terbentuk sama sekali. Anak ini masih terlihat normal.

"Tuan muda tidak mandi dulu?" tanyanya menatap Edward menikmati sarapan.

"Nanti saja setelah sarapan. Karena kamu akan meninggalkanku saat aku mandi bukan?" Anak laki-laki itu tersenyum ramah padanya, masih memakai setelan piyamanya.

Ini gila! Bagaimana anak semanis ini di masa dewasanya dapat menjadi pria keji. Pembunuh berantai, yang memiliki kekayaan dan kekuasaan.

Rachel mengangguk, mengambil satu buah apel. Dengan cepat dimasukkan ke kantongnya."Saya sudah mengambil apel, saya sarapan di sekolah saja," ucapnya, hendak berjalan pergi.

"Ucapkan perpisahan pada teman-teman di sekolahmu. Aku akan meminta ayah agar kita satu sekolah." Satu lagi kalimat demi kalimat tanpa senyuman, yang tiba-tiba saja pudar.

Rachel kembali berbalik, menggunakan dua jari telunjuknya, menaikkan sudut bibir Edward."Jika ingin berteman katakan saja! Banyak-banyaklah tersenyum. Aku suka jika kamu tersenyum."

"Aku akan tersenyum..." Ucap Edward pada akhirnya. Menatap Rachel berjalan meninggalkan ruangan.

Sejenak ruangan itu kembali hening. Edward terdiam sejenak, matahari belum terbit sama sekali. Mengigit bagian bawah bibirnya sendiri, membenci hal yang dilakukannya. Dirinya harus merengek pada ayah yang mengacaukannya, agar sang bibi tidak memukulinya. Dulu dirinya akan menolak.

Tapi semalam benar-benar menyenangkan baginya. Memiliki seseorang yang peduli padanya.

*

Berada di sekolah yang berbeda dengan Rachel, yang masuk ke sekolah negeri. Dirinya bersekolah di sekolah swasta. Tidak ada teman atau hal yang menarik baginya.

Berjalan melewati satu persatu lorong. Beberapa siswa dan siswi hanya mengamatinya dari jauh, seperti biasa. Semua orang mendekat pada orang yang ramah. Tidak seperti dirinya yang malas menghadapi dunia.

Ibunya seorang wanita penghibur yang mati saat melahirkannya. Ayahnya terlalu sibuk dengan bisnisnya, pengasuh? Dirinya pernah memiliki seorang pengasuh. Tapi hanya cubitan dan suruhan keras menahan tangis yang didapatkannya.

Jadi manusia tidak boleh menangis? Apa manusia hanya seonggok daging yang dapat berjalan? Itulah yang ada dalam fikirannya.

Tidak ada yang berani menggangunya di tempat ini, ayahnya memiliki status tinggi penyebabnya.

"Kamu harus lebih banyak tersenyum." Kalimat Rachel diingatnya. Dirinya perlahan berusaha tersenyum, mungkin dalam fikirannya hanya Rachel adalah manusia sesungguhnya. Yang lainnya hanya sesuatu yang tidak berarti.

*

Sudah waktunya pulang dari sekolah. Nilai? Semua nilai dalam mata pelajarannya selalu sempurna. Beberapa anak memamerkan nilai mereka yang hanya 80.

Apa yang harus dibanggakan? Ini hanya kertas kosong. Edward melipat kertas nilainya yang bertuliskan angka 100, menjadi origami berbentuk bangau putih. Tidak peduli lembaran itu sedikit robek.

"Dia yang mendapatkan nilai tertinggi." Ucap salah seorang siswa menunjuk ke arah Edward.

Salah seorang orang tua siswa mendekatinya."Nak, anakku mendapatkan nilai yang rendah. Mungkin jika berteman dan bergaul denganmu."

Edward menatap tajam, kemudian tersenyum."Nilainya buruk? Itu bagus! Karena jika semua orang nilainya sama 100, kecerdasanku tidak akan diakui."

Orang tua siswa itu hanya dapat menghela napas kasar. Berusaha bersabar menghadapi anak ini. Ini hanya anak kecil, mungkin itulah yang ada dalam pemikirannya.

Sedangkan wajah Edward kembali tanpa ekspresi menunggu jemputannya datang. Ingin segera meninggalkan tempat membosankan ini. Tempat dimana semua orang bebas tertawa.

*

Sifat Rachel yang pendiam belakangan ini memang berubah baginya.

"Tuan muda! Selamat ulang tahun!" Teriaknya membawa cup cake paling murah yang dapat ditemukannya. Bahkan tanpa hiasan lilin sama sekali.

"Yang penting kue! Anak-anak suka kue! Nak! Kalau sudah besar nanti jadilah orang normal dan hiduplah bahagia dengan Alira." Batin Rachel yang sejatinya lebih muda dua tahun dari Edward.

"Ini untukmu..." Edward tersenyum, walaupun senyuman itu terlihat kaku, memberikan lipatan origami berbentuk bangau pada Rachel.

"Bagusnya!" Ucap Rachel berusaha terlihat kagum. Tidak ingin wajah manis itu kecewa.

Menerbangkan origami bangau, walaupun tidak dapat terbang. Membuat Edward tertawa kecil.

Namun, cup cake di tangan Edward direbut seseorang.

Prang!

Piring kecil itu pecah. Tubuhnya didorong oleh Tamtam sepupunya, hingga membentur sudut meja. Kepalanya sedikit mengeluarkan darah.

"Cuma segitu saja jatuh!" Tamtam mengalihkan pandangannya. Hanya cup cake jelek tanpa hiasan. Melempar kemudian menginjaknya."Aku fikir kue enak, ternyata cuma makanan pinggir jalan yang murah."

Edward hanya tertunduk diam saat itu. Memikirkan bagaimana manusia dapat begitu merusak dan menjijikan. Dirinya ingin lepas dari tempat ini, apa jika sepupunya mati suasana akan lebih tenang?

Menggigit bagian bawah bibirnya sendiri, ini benar! Manusia hanya tumpukan daging yang dapat bergerak. Jika menghalangi jalan, menyayatnya juga bukan hal yang buruk.

Namun, Rachel yang lebih pendek bergerak cepat, mendorong tubuh Tamtam hingga tersungkur.

"Kamu ini menumpang! Berani-beraninya pada tuan muda!" Teriak Rachel pada akhirnya, tidak tahan melihat adegan pembullyan.

"Gendut! B*bi! Serakah! Tamak!" Teriakkan Rachel kembali terdengar.

"A...apa yang kamu katakan!?" Bentak Tamtam, tersungkur di lantai. Setelah didorong oleh anak pelayan yang bertubuh lebih kecil.

"Tuan muda! Jika kesal katakan saja! Jika mereka sampah, balaslah lebih buruk dari sampah!" Suara Rachel terdengar. Anak itu mengepalkan tangannya, haruskah berteriak pada seonggok daging yang kebetulan dapat berjalan (Tamtam) ini. Tapi dirinya tidak ingin mengecewakan Rachel, menelan ludah memikirkan umpatan yang sesuai.

"Or... orang gemuk." Hanya itulah kata yang keluar, membuat Rachel dan Tamtam diam tidak percaya. Apa anak ini tidak dapat berkata kasar sedikitpun?

Terpopuler

Comments

Jarmini Wijayanti

Jarmini Wijayanti

orang gemuk 🤭🤭🤭🤭🤭🤭

2024-07-08

0

Bzaa

Bzaa

Edward..... gubrakkk 🤣

2024-06-17

0

Bambang Setyo

Bambang Setyo

😁😁😁😁edward kau lucu...

2023-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!