Bab 8. Tidur Seranjang

"Darah? Mengapa aku senang melihat mereka terluka? Betapa bahagianya ketika mereka menjerit meminta pengampunan dari ayah? A...aku benar-benar tersenyum?" Itulah yang ada dalam fikiran Edward sejenak.

Tapi hanya beberapa detik pandangan matanya beralih pada Rachel. Rasa kasih itu ada, dirinya memeluknya erat, bersyukur napas itu masih ada. Bersyukur matanya masih terbuka.

"Rachel, A...aku senang ayah memukul mereka. A...aku... apa aku orang jahat?" Tanya Edward berterus terang dengan perasaannya.

Rachel menggeleng."Apa tuan muda iba melihat saya?"

Dengan cepat Edward mengangguk, air matanya mengalir."Dadaku rasanya sakit, seperti mau mati."

"I...itu artinya tuan muda bukan orang jahat." Kalimat yang diucapkannya dengan berbisik.

Rachel terpaku beberapa saat, mulai sedikit berfikir. Tidak ada study yang pasti tentang psikopat. Ada yang mengatakan kerusakan dalam otaknya hingga tidak dapat merasakan emosi. Penyakit mental yang tidak dapat disembuhkan. Ada pula yang berpendapat mungkin karena lingkungan masa kecil sang pengidap.

Dirinya menatap ke arah Edward. Anak itu dapat ketakutan, dapat gemetar, dapat menangis setulus ini. Mungkin, mungkin saja penyakit mental yang dideritanya akibat kekerasan masa kecil yang menumpuk.

Anak ini masih memiliki hati, hati yang mulai menipis, bagaikan istana pasir tergerus air pasang. Apa yang akan dilakukan Rachel? Membangun istana pasir itu kembali. Mungkin saja Edward tidak ditakdirkan menjadi psikopat sejak lahir.

"Kita ke ambulance," Edward tersenyum berusaha mengangkat tubuh Rachel ala bridal style.

Bug!

Tapi mereka masih kanak-kanak, dirinya terlalu lemah dan pendek. Dua orang anak yang terjatuh pada akhirnya. Tidak ada aksi keren menyelamatkan Rachel, seperti dalam film.

"Sakit!" lirih Rachel kembali tergeletak di lantai.

"Ma... maaf!" Ucap Edward cepat, beralih menarik kaki Rachel ingin segera membawanya keluar.

"Entah kenapa aku jadi ingat salah satu plot, ketika dia menyeret mayat menyusuri lorong yang gelap." Batin Rachel ingin menangis rasanya, tapi tidak bisa, harus menghargai usaha Edward untuk membawanya keluar.

Sedangkan Flint yang melihat segalanya bukannya membantu, malah menipiskan bibir menahan tawanya. Ini seperti tikus putih yang ingin mencuri ikan seukuran tubuhnya. Menarik-nariknya, berusaha menyeretnya.

Tapi pada akhirnya sang ayah tertawa, dirinya berjalan mendekat, mengangkat tubuh Rachel.

"Ayah! Biar aku saja!" Ucap Edward serius, tidak ingin Rachel diangkat orang lain.

"Apa yang akan tikus kurus sepertimu lakukan? Menariknya seperti membawa mayat..." Flint mengenyitkan keningnya, astaga anaknya yang tertunduk benar-benar manis.

"A...aku..." Edward hanya diam, menggenggam jemari tangan anak perempuan itu pada akhirnya.

Tatapan mata Rachel beralih pada Edward sesekali pada Flint yang menggendongnya. Ini benar-benar hanya miskomunikasi. Sang ayah sejatinya benar-benar menyayangi putranya.

*

Apa yang terjadi setelahnya? Suasana kembali canggung, segalanya hening. Kala Edward menjaga di sampingnya, enggan beranjak walaupun dirinya juga mengalami luka yang tidak ringan.

Seakan takut akan kehilangannya. Sedangkan Flint juga berada disana, membawa pekerjaannya ke tempat ini. Sesekali mengintip dari balik berkas, menelan ludahnya. Mungkin merasa bersalah pada putranya.

"Rachel makan yang banyak! Agar cepat sehat!" Ucap Edward dengan nada ceria. Membuat ayahnya yang tengah meminum air putih tersedak.

Bagaimana bisa anaknya perhatian, bahkan bersikap begitu manis. Kembali sedikit mengintip di balik berkas yang dikerjakannya.

Rachel menatap ke arah Flint, wajahnya sedikit tersenyum. Anak perempuan yang manis, jika bisa Flint juga ingin memiliki anak perempuan. Apa sebaiknya diadopsi saja agar dapat menemani Edward?

Anak perempuan itu meraih pisau, mengupas buah apel."Biar aku saja!" Ucap Edward cepat.

Tapi sang anak perempuan menggeleng. Mengupas kemudian memotong buah apel berbentuk kelinci.

"Bagilah dengan tuan besar! Tuan besar sudah menyelamatkan kita." Ucap Rachel tersenyum.

"Anak itu tidak akan menuntut, bahkan dia tidak pernah mau makan malam denganku. Jika aku tidak meminta Wilmar untuk membujuknya." Batin Flint yakin.

Tapi tidak, Edward bergerak, berjalan mendekati ayahnya membawa piring kecil dengan potongan buah tersebut."Terimakasih!" Ucap putranya tertunduk, meskipun masih terdiam tanpa ekspresi.

"Terimakasih sudah datang. Walaupun aku sudah membunuh ibuku sendiri..." Batin Edward menyakini sang ayah membencinya.

Rasa haru menyelimuti diri Flint, makanan pertama yang disajikan putra kecilnya. Jujur! Dirinya ingin menangis rasanya. Tapi tidak boleh! Sebagai ayah harus berkharisma.

"Terimakasih! Walaupun potongan apelnya jelek." Jawaban dari Flint menahan rasa gugupnya.

Rachel mengenyitkan keningnya, menatap ekspresi wajah datar dari Edward, yang memang sudah terbiasa tidak mendapatkan perhatian.

"Awalnya aku mengira kamu pintar dan tampan! Ternyata kamu hanya ayah idiot!" Geram Rachel berusaha menahan senyumnya.

"Peluk!"

"Peluk!"

"Peluk!"

Teriak Rachel tiba-tiba dari tempat tidur pasien, menyaksikan adegan yang begitu canggung.

"A...ayah, aku ke toilet---" Kalimat pengalihan dari Edward terpotong.

Flint tiba-tiba memeluk tubuh anak berusia 10 tahun itu erat."Maafkan ayah..." ucap sang ayah pada akhirnya.

Dua kata yang membuat Edward membulatkan matanya sejenak. Kemudian memeluk tubuh ayahnya erat.

"Kenapa minta maaf? A...aku yang bersalah sudah membunuh ibu." Pertanyaan polos dari putranya.

"A...ayah minta maaf! Ayah tidak tau..." Ucap Flint tanpa penjelasan lebih lanjut.

Edward hanya mengangguk, tidak mengatakan apapun. Apa dapat memaafkan ayahnya? Entahlah, dirinya tidak tahu akan perasaannya sendiri. Bagaikan istana pasir yang telah tergerus ombak, dapatkah dibangun kembali.

"Nah! Begitu kan bagus! Ayah dan anak harus akur! Setidaknya pelukan sehari sekali!" Ucap Rachel tersenyum gemas, menunjukkan deretan giginya yang ompong.

Tapi dengan ajaibnya, Edward mendorong ayahnya, berlari ke arah Rachel, menaiki ranjang pasien."Aku lebih senang memelukmu!" Ucapnya dengan raut wajah datar, memeluk Rachel erat.

"Edward! Kamu juga masih dalam perawatan! Kamarmu ada di sebelah!" Ucap Flint bangkit dari lantai.

Tapi bagaikan anak kucing manis, putranya tercinta memasang raut wajah sedih tertuju pada Rachel."Ra... Rachel, aku takut tidur sendirian. A...aku takut mimpi buruk," dustanya, sifat manipulatif yang memang dimilikinya sejak dini.

"Takut mimpi buruk? Jika begitu kamu dapat tidur dengan tuan besar (Flint) saja." Kalimat cepat dari Rachel, dirinya akan menjadi penghubung antara ayah bodoh dan putranya yang sewaktu-waktu dapat menjadi psikopat di masa depan.

"Tidak! Aku tidak mau!" Tidak mau kalah, Edward merajuk bagaikan anak kecil. Memanfaatkan kelemahan Rachel untuk mencapai tujuannya. Tidur di tempat ini.

"Kalau begitu---" Rachel berfikir sejenak, melirik ke arah Flint yang berusaha keras menyembunyikan ekspresi kecewanya.

*

"Rachel apa kamu sudah tidur?" Suara Edward terdengar menatap ke arah langit-langit ruang rawat VVIP tersebut.

Tidak ada jawaban hanya dengkuran halus yang terdengar. Tubuh Edward dipeluk dari belakang, seharusnya dirinya bersemu merah kemudian balas berbalik memeluknya bukan? Menemukan rasa nyamannya.

Tapi sayang beribu sayang, Rachel berada di tempat tidur berbeda dengannya. Sedangkan orang yang memeluknya dari belakang adalah ayahnya sendiri.

Tidak nyaman berada dengan orang ini. Setidaknya itulah yang ada dalam fikiran Edward.

"Edward bagaimana jika ayah mengadopsi Rachel sebagai adikmu?"

Terpopuler

Comments

Sukma Sae

Sukma Sae

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-11-13

1

Bambang Setyo

Bambang Setyo

Kirain jadi tidur sama rachel.. Ternyata sama bapaknya....

2023-10-21

1

🌠Naπa Kiarra🍁

🌠Naπa Kiarra🍁

Tidak sesuai ekspektasi Edward.😅

2023-10-20

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!