Bab 11. Family Time

...Jika kamu bulan, aku tidak ingin menjadi bintang....

...Akan ada hari dimana bulan tidak muncul. Sedikit celah kita tidak bersama. Aku tidak menginginkannya....

...Menjadi air danau yang tenang, itulah aku. Memeluk bayangmu dalam kerinduan....

Edward.

Dapat dibayangkan oleh Flint. Jika anak yang bahkan dapat mengendalikan Edward hingga memakai pakaian perempuan ini menjadi putrinya, maka akan menjadi penghubung dirinya dan Edward yang sempurna.

Membawa mereka berlibur tanpa rasa canggung. Hanya perlu bicara pada Edward melalui Rachel.

"Ayah! Sudah aku katakan, Rachel tidak akan pernah menjadi adikku!" Tegas Edward kali ini, menjadikan dirinya sebagai benteng, berada diantara ayahnya dan Rachel.

"Aku bertanya pada Rachel." Flint mengenyitkan keningnya, mengeluarkan aura mendominasi.

Tidak mau kalah, Edward menatap lebih dingin dari biasanya. Flint kali ini harus kuat mental, menghadapi kemarahan putra tercintanya. Ini demi masa depan dalam imajinasinya semalam. Pergi ke Disneyland dengan kedua anaknya. Melihat Edward tertawa dan tersenyum, demi masa depan cerah dirinya dan putranya.

Dua orang yang saling menatap dingin. Ayah dan anak yang benar-benar mirip, walaupun sang anak tengah memakai rambut palsu.

Rachel menghela napas kasar berusaha tersenyum."Saya akan tetap menjadi pelayan bagi tuan muda." Jawaban penuh senyuman darinya.

Kedua orang yang menoleh pada Rachel bersamaan."Jika ingin berterima kasih, saya hanya ingin sekolah, ingin makan..." jawaban darinya sok lugu, tersenyum menapakkan deretan giginya yang beberapa sudah tanggal.

"Itu artinya aku ingin tunjangan pendidikan hingga universitas. Dan makan tanpa perlu bekerja terlalu keras!" Batinnya penuh semangat, akan menjadi lintah yang gemuk.

"Kenapa?" tanya Flint tidak mengerti.

"Tuan muda berkata tidak, maka saya tidak akan melakukannya." Jawaban logis dari Rachel.

Flint menghela napas kasar sedikit melirik ke arah Edward."Edward fikirkan baik-baik. Sebagai adik, Rachel akan terlihat benar-benar manis, menemanimu yang kesepian setiap hari."

Edward merangkul bahu Rachel, menariknya protektif, merangkul bahunya hendak berjalan menuju kamar."Ayah bagiku Rachel adalah pelayan. Tidak lebih daripada itu. Adik? Untuk apa seorang adik yang akan meninggalkanku setelah menikah nanti." Jawaban dingin darinya. Berjalan pergi menuju lantai dua.

"Anak itu benar-benar! Jelas-jelas dia akrab dengan Rachel!" Geram Flint kembali duduk di sofa menjambak rambutnya sendiri.

*

Sedangkan dua orang anak yang melangkah bersama menuju kamar. Rachel hanya tersenyum padanya. Edward-nya sudah dewasa, keputusan yang diambilnya juga sudah benar. Tidak akan membiarkan ada anak angkat yang mengancam warisan ayahnya.

Sedangkan yang ada difikiran Edward berbeda. Kakak dan adik tidak dapat bersama selamanya. Benar! Dirinya ingin tetap bersama dengan Rachel. Rachel selama-lamanya akan menjadi pelayannya. Menemaninya bermain, remaja, dewasa, hingga menua. Ketika dirinya terbangun Rachel akan selalu ada di sampingnya. Itulah yang ada dalam fikiran anak laki-laki berumur 10 tahun itu.

Lorong panjang terlihat, dengan jendela besar tertembus cahaya matahari sore. Dua orang anak yang melangkah bersama menelusurinya. Hingga tiba-tiba Edward menghentikan langkahnya.

"Rachel..." Panggilnya.

Dua orang yang berdiri saling berhadapan. Perasaan sayang itu ada, membutuhkannya, tidak ingin kehilangannya. Satu kecupan mendarat pada kening sang anak perempuan berusia 8 tahun.

Betapa indahnya, sinar matahari sore yang menerpa kedua wajah itu. Dua orang anak yang tersenyum.

Rachel menghela napasnya. Edward kecil dengan masa depan kelam, hidup dalam penderitaan tanpa satupun kasih sayang seperti dalam cerita novel aslinya. Kini berubah menjadi anak biasa yang jauh lebih baik.

Bergandengan tangan menelusuri lorong. Seperti anak biasanya, saling menggelitik dan mengejek. Apa yang ada dalam otak Rachel? Tentu saja berapa malangnya hidup antagonis ini.

Sedangkan Edward menjalankan segalanya sembari mencari cara. Agar Rachel tetap ada bersamanya. Cara yang paling efisien, menggenggam tangan anak itu erat.

*

Untuk pertama kalinya dirinya dipaksa makan di meja yang mengerikan ini. Tidak ada bahan pembicaraan sama sekali. Suasana hening, hanya ada suara pisau dan garpu yang beradu dengan piring keramik.

Suasana benar-benar canggung, dirinya menelan ludah. Beberapa pelayan baru yang bekerja disini, hanya menunggu, habisnya makanan utama, agar makanan penutup dapat dihidangkan.

"Ini seperti kuburan!" Batin Rachel ingin berteriak rasanya melihat hubungan kedua orang ini.

"Tuan muda apa anda menyukai cup cake yang saya belikan saat ulang tahun anda?" tanya Rachel, dirinya menggunakan bahasa formal. Harus tetap sopan. Ingat! Dirinya hanya pelayan, yang kebetulan diperlakukan dengan baik karena faktor keberuntungan.

"Aku menyukainya. Lain kali kamu bisa membelikannya lagi?" Ucap sang perayu cilik berusia 10 tahun ini, memegang jemari tangan Rachel.

"Rachel, kita bertiga dapat pergi membelinya bersama. Apa kamu tau Edward suka rasa apa?" tanya Flint, lebih nyaman bertanya pada anak ini. Ingat! Karena siapa ibu Edward mati, itu karena dirinya yang terlambat menemukan Angelic. Karena itu putranya harus diperlakukan dengan hati-hati agar tidak membencinya.

"Rachel bisa kita keluar membelinya hanya berdua saja?" tanya Edward penuh senyuman. Terlalu canggung berdekatan dengan ayahnya.

"Rachel, bagaimana jika ke toko dessert di pusat kota saja!" Flint memberikan usul.

"Rachel, kita ke toko kue di depan saja, berjalan kaki dari rumah akan menyenangkan." Ucap Edward tidak menoleh pada ayahnya.

Apa yang terjadi? Rachel bahkan belum menjawab satupun pertanyaan mereka. Dirinya tertegun, dua orang ini satu meja tapi tidak saling bicara. Menjadikan dirinya sebagai perantara. Dua orang ini memang benar-benar sudah gila! Ayah dan anak canggung tingkat dewa.

Rachel menghela napas kasar. Mungkin Flint yang sibuk bekerja membatalkan jadwalnya beberapa hari ini hanya untuk menemani Edward. Dirinya harus membuat quality time untuk keluarga. Sang bocah yang akan menjadi psikopat ini, mungkin tidak akan dapat membunuh ayahnya di masa mendatang. Dan sang ayah tidak juga perlu berusaha menyingkirkan putranya yang telah banyak menebarkan darah. Dua orang ini saling menyayangi di masa ini hanya saja terlampau canggung.

"Daripada membeli, bagaimana jika kita membuat cupcake!" Satu usulan darinya.

Edward menunduk terlihat cemas. Itu artinya dirinya akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan ayahnya.

"Ide bagus..." Flint memotong daging di hadapannya, melanjutkan aktivitas makannya.

"Edward...aku mohon..." pinta Rachel memegang jemari tangannya.

Edward terdiam sejenak, tertunduk kemudian mengangguk setuju.

"Rencana memperbaiki keluarga yang retak dimulai!" teriak Rachel dapat hatinya penuh semangat.

*

Besok dirinya akan memulai rencananya, memperbaiki hubungan ayah dan anak yang canggung. Rachel duduk di atas kursi meja belajar, sebagai anak berusia 8 tahun dirinya harus mengerjakan pekerjaan rumah yang begitu mudah.

Terkadang dirinya menyandarkan punggungnya pada kursi. Bait demi bait adegan ending novel asli itu terlintas dalam benaknya.

"Jadi kamu memilihnya? Lalu kenapa tidak meninggalkanku saja dari awal?" tanya sang pemuda dengan ciptaan darah pada wajahnya.

"A...aku... Edward kamu baik padaku. Tapi terlalu banyak orang yang kamu bunuh." Jawaban dari Alira yang kini ada dalam perlindungan Alfred.

Putus asa dalam hidupnya. Tidak dicintai siapapun dari kecil, hanya Alira yang memberikan harapan kasih sayang padanya. Pada akhirnya Edward Snowden tersenyum. Rambut putihnya terkena semilir angin laut.

Dor

Satu tembakan terdengar, kematian yang benar-benar cepat. Terjatuh ke bawah dermaga yang dangkal. Di akhir hidupnya dirinya samar-samar menatap cahaya bulan sembari tersenyum. Memikirkan Alira yang dicintainya.

Itulah setiap bait br*ngsek yang membuatnya menangis semalaman di kehidupan sebelumnya sebagai Rania. Sebenarnya masih panjang ending novel tersebut. Bahkan ada puluhan bonus chapter tentang kebahagiaan Alira dan Alfred. Tapi dirinya malas membaca lagi, setelah adegan kematian Edward.

Alfred sang cassanova pada akhirnya berhasil mendapatkan Alira. Sedangkan pengorbanan Edward sia-sia. Edward pembunuh? Benar! Edward memang pantas mati.

Tapi Edward juga memiliki kehidupan yang tidak adil. Mengalami penyiksaan selama bertahun-tahun fisik maupun mental, penyiksaan yang berakhir ketika usia Edward menginjak 13 tahun saat dirinya meracuni keluarga bibinya.

Terpopuler

Comments

🟡🌻͜͡ᴀs Yuna ✨•§͜¢•

🟡🌻͜͡ᴀs Yuna ✨•§͜¢•

benar wkwk

2024-12-03

0

Ran Aulia

Ran Aulia

suka puisi jika bulan nya 😍😍😍😍💪

2024-01-14

0

🌠Naπa Kiarra🍁

🌠Naπa Kiarra🍁

Lanjut, kak.💪💪💪💪💪

2023-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!