Bab 5. Rapuh

...Cinderella? Haruskah aku membawakan sepatu kaca untukmu? Mungkin iya, tidak ingin kamu dimiliki orang lain....

...Jika saja salju turun di gurun Zahara. Aku ingin menghapus dahagamu....

...Memeluk bulan? Betapa indahnya dirimu. Namun, semua lenyap bagaikan debu....

...Seperti fatamorgana. Segenggam pasir yang menghilang....

...Hanya berusaha berkata."Genggamlah tanganku..."...

Edward.

Rachel melepaskan pelukan anak berusia 10 tahun ini. Benar! Dirinya harus merawat Edward dengan baik hingga dia dewasa. Tidak akan mengikuti akhir cerita pada novel aslinya, dimana Edward ditakdirkan bunuh diri. Setelah terkepung petugas kepolisian.

Anak semanis ini tidak mungkin memiliki otak kriminal bukan?

"Edward! Keluar!" Suara Wilmar terdengar.

"Mau apa lagi nenek sihir itu!?" Geram Rachel benar-benar kesal rasanya, menghela napas berkali-kali.

"Aku harus tetap keluar!" Edward tersenyum mengacak-acak rambut Rachel. Rachel terdiam, merapikan rambutnya sendiri. Tidak mengerti sama sekali bagaimana orang sehangat ini dapat menjadi psikopat di masa yang akan datang.

"Dia tampan!" Gumam Rachel ingin berteriak rasanya. Bagaimana tidak, dalam novel tidak terdapat visualnya sama sekali. Hanya satu kalimat sebagai second male lead sekaligus antagonis yang menjabarkan penampilan Edward. Pria berambut putih putih, dengan kepribadian dingin, wajahnya rupawan terlihat sulit didekati.

Menghela napas kasar, inilah tokoh idolanya dalam novel. Walaupun memiliki ending yang tragis, tapi setidaknya Edward lebih banyak berkorban untuk Alira dibandingkan dengan pemeran utama pria yang benar-benar cassanova, playboy sejati.

Kenapa yang pertama mendapatkan keperawanan protagonis wanita harus menjadi protagonis pria? Dirinya memijit pelipisnya sendiri, matanya menatap ke arah punggung Edward yang perlahan berjalan meninggalkannya.

Tidak ingin Edward berakhir bunuh diri seperti yang ada dalam novel. Jadi hal pertama yang harus dilakukannya adalah memberikan masa kecil yang bahagia untuk Edward. Kemudian mempersatukannya dengan Alira.

"Edward! Tunggu aku!" Anak perempuan berusia 8 tahun itu berlari dengan kaki pendeknya. Senyuman menyungging di wajahnya.

Namun, kala itu langkahnya terhenti sejenak. Wilmar (bibi Edward) terlihat tidak senang. Wilmar dan Hadsen ada di sana, sedangkan Tamtam tentu saja masih berada di rumah sakit.

"Pelayan sial! Sudah untung aku memberimu makan!" Teriakkan Wilmar melengking, menarik tangan Rachel.

Plak!

Satu tamparan dilayangkan padanya, membuat pipinya membengkak.

"Rachel!" Edward berteriak tapi Hadsen (suami Wilmar, paman Edward dari pihak ibu) menahan pergerakannya.

Brak!

Dirinya ditendang pada bagian perut."Rachel..." panggil Edward lirih menahan rasa sakit.

"Kamu berani menghubungi tuan besar (ayah Edward)!? Dasar anak jalanan tidak tahu diuntung!" Gunting diraih Wilmar, memotong rambut Rachel asal hingga menjadi benar-benar pendek.

"Bu...bukan saya..." dustanya.

Srak!

Gunting itu menancap di lengan Rachel."Agghhh!" anak yang hanya dapat meringis kesakitan.

"Ja...jangan! Kalian binatang!" Makian Edward untuk pertama kalinya.

"Apa kamu bilang!?" Sang paman menyulut rokok tepat pada lengannya. Tempat yang biasanya terbalut pakaian tidak ingin dirinya dicurigai.

"Agghhh!" Teriak anak berusia 10 tahun itu masih dipegangi. Rasa perih yang tidak seberapa bagi Edward. Namun, tubuh Rachel yang dilukai ditatapnya.

Plak!

Plak!

Plak!

Rachel tidak henti-hentinya mendapatkan pukulan. Tangan Wilmar bahkan memerah karenanya. Sedangkan kondisi Rachel terlihat semakin lemah saja.

"Tuhan tidak ada bukan? Jika ada maka Rachel tidak akan mengalami ini." Batin Edward saat itu. Membulatkan matanya, tidak dapat berbuat apapun.

"Ja...jangan..." tangisan Edward terdengar, Hansen masih memegangi tubuhnya.

"Ini juga peringatan untukmu! Sebagai anak yang terlahir setelah merenggut nyawa adikku (ibu Edward) kamu harus tahu diri. Tau mana saja yang boleh dan tidak! Kalian ini hanya setan kecil! Sekretaris ayahmu bahkan mencurigai kami! Apa hal buruk pernah kami lakukan? Kami berbelas kasih memberi setan kecil tidak tahu malu seperti kalian makan." Kalimat demi kalimat yang diucapkan Wilmar, menendang tubuh Rachel.

"Berbelas kasih? Kalian hanya menumpang hidup pada tuan muda. Pelayan sepertiku bahkan lebih terhormat. Karena aku bekerja disini." Ucap Rachel, kata-kata yang terlalu dewasa untuk anak seusianya.

Rambutnya dijambak, ditampar beberapa kali. Berusaha melawan juga percuma, matanya menatap ke arah Edward. Dirinya hanya sekali mengalaminya, tidak tahu akan sesakit ini. Kini dirinya mengetahui mengapa Edward dewasa dalam novel asli dapat membunuh orang tanpa berbelas kasih. Psikologi yang terganggu, kekerasan pada masa kanak-kanaknya mungkin penyebabnya.

"Aku mohon...jangan pukuli dia lagi! Kalian binatang!" Anak laki-laki berusia, 10 tahun itu kembali mengumpat.

Bruk!

Edward ditendang hingga tersungkur. Rachel masih dapat menatapnya. Apa ini akhir dari kehidupan keduanya? Entahlah. Tapi samar ditatapnya, mata anak laki-laki penuh kebencian itu.

*

Dingin...ini begitu dingin. Suara sesuatu terdengar, dirinya perlahan mencoba untuk membuka matanya.

Ini gudang, mereka berdua terkurung dalam gudang. Apa yang dilakukan Edward saat ini? Mungkin itulah yang ada di fikiran Rachel.

Mengumpulkan tumpukan buku dalam gudang. Anak yang membawa sebilah pisau cutter tengah mengelupas kabel yang belum terhubung arus listrik.

Tubuh Rachel terlalu lemah. Matanya menatap ke arah jendela. Tralis jendela sudah terbuka. Apa ini perbuatan Edward?

Hingga anak laki-laki berusia 10 tahun itu menoleh padanya. Tangannya gemetar, memeluk tubuh Rachel bagaikan ketakutan."Kita akan pergi...kamu tenang saja. Mereka yang menyakiti kita akan mati."

"E... Edward?" Rachel membulatkan matanya. Ada apa ini kenapa Edward berfikir demikian.

Wajah penuh senyuman berlumuran air mata itu melepaskan pelukannya pada Rachel. Senyuman yang terlihat ganjil, begitu menyeramkan. Tidak! Ini tidak seperti Edward kesayangan yang manis seperti biasanya.

"Setelah ini kita keluar, aku akan mencuri kunci pintu di post security. Aku akan kurung mereka dalam rumah, lalu bakar seperti tikus yang terbakar. Me... mereka akan mati..." Jawaban berurai airmata darinya.

Tumpukan buku, kabel yang belum terhubung dengan listrik, terkelupas. Ini sudah pasti Edward ingin membuat kebakaran yang terjadi akibat konsleting listrik.

"Kamu ingin membunuh?" tanya Rachel pelan. Dijawab dengan anggukan oleh Edward.

"Anak ini memang terlahir sebagai mesin pembunuh." Rachel menghela napas dalam-dalam, berusaha untuk tersenyum.

"Membunuh adalah perbuatan dosa, apa kamu tidak takut masuk neraka?" tanya Rachel menakut-nakuti.

Edward malah tertawa, namun terhenti sejenak."Kehidupan seperti ini lebih buruk dari neraka bukan? Jika mereka mati, kita dapat hidup tenang."

Rachel terdiam sejenak, dapat plot cerita novel yang asli, pada usia 12 tahun Edward meracuni seluruh anggota keluarga bibinya. Tapi kenapa alurnya lebih cepat? Bahkan cara membunuhnya lebih sadis.

"Kamu tidak dapat bertemu denganku..." Rachel kehabisan akal, berusaha untuk tenang.

"Tidak dapat?" Edward mengenyitkan keningnya.

Rachel memegang jemari tangan Edward. Tubuh mereka masih terbilang kanak-kanak menbuat mereka terlihat benar-benar manis.

Rachel mengangguk."Aku ingin selalu bersama denganmu. Teman yang saling menjaga selama-lamanya."

Tanpa diduga anak laki-laki berusia 10 tahun itu mencium dahi Rachel."Teman...teman selama-lamanya..."

Bayangan terlintas di benaknya, akan selamanya seperti ini. Menggenggam jemari tangan Rachel.

Terpopuler

Comments

Jasmine

Jasmine

didikan yg salah kaprah 😑😑

2025-01-04

0

Bzaa

Bzaa

gimana gak jdi psyco kl Paman bibinya mendidik ny bgtu

2024-06-18

0

Bambang Setyo

Bambang Setyo

Bibi sama pamannya edward bukan manusia.. Pantes sih orang kaya mereka mati ditangan edward..

2023-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!