Bab 16. Ibu

...Kasih seperti hujan. Memeluk hati yang tandus....

...Kasih seperti hujan. Memberi tanpa meminta imbalan....

...Kasih seperti hujan. Membersihkan tubuhku yang kotor....

...Kasih seperti hujan. Menyamarkan tangisanku dalam dekapannya....

...Hujan? Itulah kamu bagiku....

Alfred Russel.

Kali ini Rachel meletakkan lebih banyak makanan ke dalam kotaknya. Dirinya harus memiliki relasi yang hebat jika ingin membantu Edward nanti.

Menghafal isi buku dengan sekali baca merupakan bakat luar biasa. Jika Query setuju untuk menjadi rekannya mendukung Edward. Sudah dipastikan masa depan cerah ada dihadapannya.

"Pernikahan Alira dan Edward sudah ada di depan mata!" ucapnya penuh semangat.

"Aku menikah dengan siapa?" pertanyaan dari Edward yang tiba-tiba ada di belakangnya.

"E... emmmm... tentu suatu hari nanti seseorang akan menikah dengan Edward kan? Seperti pangeran yang menikah dengan putri." Ucap Rachel gelagapan merasa salah bicara.

"Menikah ya?" Edward tersenyum, kemudian menyentil dahi Rachel."Berani-beraninya kamu berimajinasi aku menikah."

"Sakit!" Rachel mengusap-usap dahinya.

Edward mendekat, kemudian mengecup dahi Rachel."Sudah tidak sakit lagi bukan?"

"Sudah tidak sakit..." jawaban dari Rachel. Edward-nya benar-benar anak yang manis. Bagaimana bisa menjadi pelaku pembunuhan berantai?

"Kenapa membawa banyak makanan?" tanya Edward mengamati anak ini membawa lebih dari biasanya.

"Ada seorang teman yang kesulitan. Jadi harus dibantu." Kalimat demi kalimat yang diucapkan Rachel membuatnya mengingat anak laki-laki dekil yang kemarin berada di depan rumah.

"Kamu senang berteman dengannya?" tanya Edward ragu.

Rachel mengangguk."Dia orang yang baik, dan pintar. Kelihatannya setia kawan. Kalau Edward juga berteman dengannya itu akan lebih baik."

"Aku tidak tertarik, tapi jangan terlalu banyak menghabiskan waktu dengannya. Pulang tepat waktu, karena tugasmu menumpuk." Anak laki-laki itu tiba-tiba menjadi dingin, berjalan meninggalkan Rachel.

Sedangkan Rachel kembali konsentrasi memasukkan lebih banyak makanan ke dalam kotak bekalnya.

Edward mengenyitkan keningnya mengintip dari balik dinding. Senyuman yang mengembang, membawakan anak lain makanan. Ini tidak dapat diterima oleh Edward entah kenapa.

"Semester depan dia harus pindah ke sekolah yang sama denganku." Gumamnya, tidak ingin Rachel memiliki teman baru kemudian kabur dari rumah dan meninggalkannya.

Ingat! Ini bukan cemburu, masih dalam tahap keegoisan anak kecil.

*

Sulit dipercaya seperti hari sebelumnya, Flint menghantar mereka sebelum pergi untuk bekerja. Ayahnya yang selalu tinggal di hotel kini bahkan tidak pernah melewatkan makan malam dan mengantar mereka.

"Putri ayah! Belajar dengan baik ya?" Ucapnya merapikan penampilan Rachel, bagaikan anak menggemaskan ini sudah menjadi bagian keluarganya.

"Aku tidak punya adik sepertinya. Selamanya Rachel adalah pelayanku." Edward ikut-ikutan turun dari mobil, di depan sekolah dasar negeri. Dan benar saja, beberapa anak mengintip ke arah Edward, terlihat elite mengenakan seragam sekolah swasta bertaraf internasional ditambah dengan rambut putih dan wajah rupawannya.

Bahkan salah seorang guru perempuan tercebur ke kolam akibat terpesona dengan Flint, karena kurang waspada saat berjalan.

Rachel hanya mengangguk, berjalan masuk tidak ingin mendapatkan perhatian lebih banyak lagi. Benar-benar malu rasanya, anak dengan beberapa gigi yang telah tanggal itu hanya menunduk.

Sedangkan Flint dan Edward kembali masuk ke dalam mobil, melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat Edward bersekolah.

Jendela mobil yang terbuka, Edward menatap ke arah jalan depan sekolah tersebut. Anak itu terlihat lagi, seorang anak yang juga berani langsung menatap matanya dari jauh.

Mereka tidak saling mengenal, tapi bagaikan sudah saling membenci dari awal. Anak laki-laki yang berjalan kaki menuju sekolah.

Tidak ada kata yang terucap dari bibir mereka, hanya berpapasan sekilas.

*

Anak itu terlihat lagi di jam makan siang. Mengambil setengah nasi putih milik Query. Kemudian menggantinya dengan lauk miliknya.

Dirinya tertunduk menatap ke arah Rachel."Orang yang tadi mengantarmu---."

"Oh itu, namanya Edward dan ayahnya tuan Flint, dia pemilik rumah tempatku bekerja. Ibuku dulu pelayan disana, meninggalkanku sejak usia lima tahun. Jika difikir-fikir bisa dikatakan ibu kabur, meninggalkan putrinya setelah kasbon tiga bulan gaji. Lumayan beruntung sebenarnya aku tidak dibawa ke panti asuhan. Hanya perlu mengerjakan pekerjaan rumah sepulang sekolah." Penjelasan singkat dari Rachel dengan mulut penuh.

"Kamu bekerja? Apa diperlakukan buruk?" tanya Query lagi.

Rachel menggeleng, wajahnya tersenyum."Malah mereka semakin baik padaku. Bisa dikatakan aku sudah menganggap mereka seperti keluarga."

"Be... begitu? Pasti menyenangkan." Hanya itulah kalimat yang keluar dari bibir Query, berusaha untuk tersenyum.

Anak itu? Dirinya membenci anak yang bahkan tidak pernah bicara satu patah katapun. Anak berambut putih yang seakan menatapnya bagaikan pengganggu.

"Edward orang yang baik, aku yakin kalau salib mengenal kalian akan menjadi teman yang akrab." Itulah yang ada dalam khayalan Rachel.

Membayangkan masa depan yang indah. Cukup klise memang, Edward menjadi eksekutif muda yang keren. Memiliki Query sebagai asistennya, asisten yang selalu direpotkan kala Edward nanti berkencan dengan Alira.

Cerita klise yang menyenangkan.

Hup!

Hup!

Rachel menepuk-nepuk dadanya sendiri, tersedak setelah makan sembari tertawa. Tapi benar-benar masa depan yang indah. Edward-nya tersayang tidak perlu bunuh diri karena patah hati. Tidak perlu juga menjadi seorang pembunuh.

"Kenapa tertawa?" tanya Query tidak mengerti.

"Aku hanya membayangkan masa depan yang akan kita lalui." Jawaban Rachel, membuat anak laki-laki itu tersenyum dan mengangguk.

Menjadi sahabat Rachel, orang yang paling hangat. Apa kebenciannya pada wanita sudah terhenti? Sejatinya belum, dirinya cukup membenci wanita yang berpura-pura, tertarik hanya dengan rupa fisik dan uang. Namun, dirinya tidak membenci Rachel dan ibunya. Dapatkah dirinya menyimpan Rachel untuk terus berada di dekatnya?

Sementara Rachel mengenyitkan keningnya, berkutat dengan pemikirannya sendiri. Dirinya benar-benar ingin tahu dimana para pemeran utama saat ini. Apa seharusnya dirinya membully Alfred Russel dari kecil? Tokoh utama yang akan sulit ditaklukkan. Penghalang utama bagi masa depan Edward.

*

Hari ini dirinya kembali makan siang di rumah susun tempat Query tinggal. Seperti biasanya juga, makanan sederhana dengan lauk yang dibawa Rachel.

Wanita itu mulai dapat tersenyum entah kenapa. Menatap ke arah Rachel dan Query yang makan dengan lahap.

"Query, setelah besar nanti jangan menjadi seperti ayahmu. Perlakuan Rachel dengan baik." Kalimat darinya menahan senyumnya.

Entah kenapa ini sedikit menghiburnya kala melihat kedua anak itu mengedipkan mata polos mereka. Tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Cresia (ibu angkat Query).

"Kalian sangat polos!" Cresia tertawa hingga memegangi perutnya sendiri.

Sejenak dirinya merasakan angin lembut. Memikirkan perselingkuhan? Sudah beberapa bulan ini dirinya kacau. Menghancurkan kehidupan putranya.

"Bibi tersenyum? Tetaplah seperti ini! Jangan mau kalah, kalau ada yang namanya wanita jahat menjadi istri. Maka bibi tidak perlu peduli. Status bibi lebih tinggi dari seorang istri, yaitu seorang ibu dari Query." Kalimat demi kalimat yang membuat senyuman semakin lebar di bibir wanita yang masih mengalami depresi itu.

"Benar! Aku ibu dari Query. Tetaplah berteman dengannya...ya sayang..." Wanita itu memeluk Rachel erat.

Sedangkan Query terdiam, meskipun terkadang mengalami delusi. Tapi ibunya perlahan terlihat membaik sedikit demi seorang.

"Dua perempuan yang cantik..." Gumamnya dengan suara kecil, menatap ke arah Rachel dan ibunya. Bukan rupa fisik, tapi sifatnya.

Terpopuler

Comments

Ran Aulia

Ran Aulia

hahaha iya iya Edward ☺️☺️

2024-01-14

0

🌠Naπa Kiarra🍁

🌠Naπa Kiarra🍁

Lanjut, kak!!

2023-10-27

0

who am I

who am I

oh no.....apa akan terjadi perubahan peran, si query yang jadi psiko, ini akan menjadi ancaman dadakan buat rachel 😱

2023-10-23

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!