Bab 15. Teman Baru

...Langkahmu bergerak penuh keceriaan. Tidak anggun sama sekali....

...Tidak pula ada yang istimewa dengan rupamu. Namun, terkadang aku berfikir....

...Mungkin dengan ini aku dapat mempercayai. Kasih sejati itu ada....

Alfred Russel.

"Wanita ya?" Rachel berfikir sejenak."Jika kamu cukup dewasa nanti akan mengetahui, ada wanita yang baik tapi juga ada yang jahat. Pada dasarnya sama seperti pria, ada yang baik ada juga yang jahat."

"Ta...tapi dia menempati kamar ibu, kemudian mengusir kami." Query menatap ke arah satu-satunya teman bicaranya.

"Begini, aku adalah wanita ibumu juga wanita. Apa kami jahat?" tanya Rachel, dengan cepat Query menggeleng.

"Tidak Jajat. Tapi..." Kalimat Query disela.

"Tapi apa? Tidak jahat ya tidak jahat! Aku akan datang kesini lagi besok." Rachel mulai bangkit dari tangga darurat tempatnya duduk.

"Ke... kenapa?" Pertanyaan Query membuat langkah Rachel terhenti.

"Karena aku ingin menjadi temanmu. Ingat! Teman akan membantu teman lainnya saat dalam kesulitan." Kalimat demi kalimat Rachel membuat dirinya tertegun.

"Besok aku akan membawakan makanan. Tapi aku tidak bisa pulang hingga sore seperti sekarang. Aku harus bekerja dan menemani tuan muda..." Anak berusia 8 tahun itu melangkah pergi.

Kala itulah Query mengepalkan tangannya. Air matanya mengalir, makanan enak? Sudah beberapa bulan dirinya hanya memakan nasi, garam, dan kecap. Menghemat tabungan ibu angkatnya yang tidak seberapa. Menunggu ibu angkatnya yang entah kapan dapat pulih.

Dirinya berlari sekuat tenaga, mengejar teman barunya. Dirinya baru pindah sekolah beberapa bulan ini. Tidak satu orang pun yang ingin bicara dengannya.

Hingga tepat kala Rachel hendak meninggalkan area rumah susun, Query memegang jemari tangannya."Aku ingin mengantarmu. Kita teman, jadi harus tau letak rumah masing-masing."

*

Sementara di tempat lain. Edward telah datang dari jadwal kursus biolanya. Matanya menatap ke arah kamar Rachel yang kosong.

Anak berusia 10 tahun itu berlari, apa Rachel pergi? Tertabrak seperti kecelakaan yang dilewatinya saat perjalanan kemari? Ketakutan, saat ini Edward benar-benar ketakutan.

"Tuan muda..." Ucap salah seorang pelayan.

"Apa Rachel sudah pulang?" tanyanya, berharap Rachel berada di salah satu sudut rumah ini.

"Be... belum." Jawab sang pelayan gugup.

Dawai biola dipegangnya begitu erat. Hingga darah mulai mengalir melukai jemari tangannya. Pembunuhan pada anak di bawah umur? Penculikan? Kecelakaan? Segala alasan yang membuat Rachel meninggalkannya terbayang dalam benaknya.

"Hubungi ayahku katakan Rachel menghilang! Suruh supir dan pelayan mencarinya di daerah sekitar. Jika tidak menemukannya, kalian akan tau akibatnya." Kalimat demi kalimat dengan nada mengerikan dari anak berusia 10 tahun. Menatap tajam bagaikan tanpa emosi.

Hingga sang pelayan berlari untuk melakukan perintah.

Bug!

Pelayan tersebut sempat terjatuh, kembali bangkit kemudian berlari.

Edward tertegun di ruang tamu. Anak yang memakai kemeja putih dengan setelan rompi hitam dan celana panjang itu terdiam, tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Hingga suara pintu gerbang terbuka terdengar.

Sayup-sayup suara Rachel didengarnya. Berlari dengan cepat setelah menjatuhkan biola miliknya. Hingga dirinya bertemu lagi dengan anak itu. Rachel hanya tersenyum padanya.

"Maaf, aku bolos kerja." Ucapnya sebagai lintah yang hidupnya dibiayai.

Edward segera memeluknya, wajahnya tersenyum, merangkul Rachel masuk."Tidak apa-apa..." ucapnya tersenyum ceria.

Matanya sedikit melirik ke belakang, ada seorang anak laki-laki mungkin sebaya dengan Rachel. Menatap ke arah mereka dari balik gerbang. Edward hanya sedikit melihat padanya, kemudian tersenyum. Menyimpan kekesalan dalam hatinya sendiri.

Sementara itu Query hanya dapat melihat dari jauh. Rachel pergi memasuki rumah, dengan anak laki-laki dari keluarga kaya. Bukan hanya kaya, tapi juga rupawan, mengenakan pakaian berkelas. Teman? Rachel adalah teman pertamanya di tempat ini.

Kenapa dirinya kesal tanpa alasan? Entahlah, mungkin karena dirinya teman yang memiliki banyak kekurangan. Berbeda dengan seseorang yang dipanggil Rachel tuan muda.

Query melangkah pergi, setelah ini dirinya harus mengurus sang ibu.

*

"Kenapa bisa terluka?" Rachel menghela napas kasar, mengobati luka gores pada telapak tangan Edward.

"Aku bermain tidak hati-hati." Jawaban darinya penuh senyuman.

"Ekhm... Rachel yang tadi itu siapa?" tanya Edward pada akhirnya.

"Namanya Query, dia teman sekelasku. Lain kali aku akan mengenalkannya pada Edward. Dia itu sangat pintar." Jawaban dari Rachel dengan imajinasi tingkat tinggi. Suatu hari nanti Query akan menjadi orang kepercayaan Edward dalam mengurus perusahaan. Perusahaan akan semakin berkembang, hingga dapat mendepak Alfred Russel. Dengan begitu cinta akan bersemi diantara Edward dan Alira. Sedangkan dirinya akan menjadi figuran paling beruntung.

Hidup bahagia sebagai seorang dokter, sama seperti di kehidupan sebelumnya sebagai Rania.

"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Edward mengenyitkan keningnya.

"Membayangkan dua orang dewasa berciuman." Penggila novel romansa itu sudah tentu membayangkan ending yang akan diciptakannya. Membayangkan adegan ciuman Edward dengan Alira serta anak-anak manis keturunan dua orang itu nanti.

Cup!

Satu ciuman mendarat di pipinya, Rachel membulatkan matanya menoleh ke arah Edward."Jangan berkhayal yang tidak-tidak. Termasuk berimajinasi jika kamu akan menikah atau berciuman seperti orang dewasa. Karena selamanya kamu akan tinggal denganku dan menjadi pelayanku."

Antagonis kesayangannya benar! Seperti kehidupan sebelumnya. Rania yang tidak pernah memiliki hubungan romantis. Kali ini dirinya juga tidak akan pernah memiliki hubungan romantis. Kehidupannya sebagai lintah di kaki Edward sudah cukup baik, tinggal konsentrasi pada karier dan pendidikannya.

"Baik! Akan berpihak pada Edward selamanya." Ucapnya, merasa gemas. Mengecup pipi Edward.

Anak laki-laki itu terdiam sesaat. Wajahnya perlahan tersenyum. Meyakinkan dirinya, apa yang dikatakan Rachel adalah kebenaran.

Apa ini adegan romantis? Bukan, ingat! Jangan bayangkan mereka orang dewasa. Mereka hanya anak kecil, yang terhubung dengan kata pertemanan.

*

Kali ini pun sama, Flint makan malam bersama mereka. Hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam hidup Edward. Biasanya sang ayah hanya menginap sehari di rumah. Selebihnya menginap di hotel.

"Ini!" Flint meletakkan irisan daging pada piring Rachel dan Edward."Kalian itu dua ekor tikus yang bisanya cuma makan saja!"

"Tuan seperti seekor kucing yang mencarikan makan untuk dua ekor tikus." Candaan dengan wajah datar dari Rachel.

Sedangkan Edward menipiskan bibir menahan tawanya. Ayahnya menang bagaikan kucing putih bukan? Jika mereka berdua diibaratkan tikus.

Flint menghela napas kasar, untuk pertama kalinya melihat putranya tertawa. Itu artinya belum boleh menyerah untuk menjadikan Rachel putrinya bukan? Edward pasti akan merasa lebih baik memiliki adik seperti Rachel.

"Rachel bisa panggil aku ayah? Tuan terlalu canggung." Ucap Flint penuh harapan.

"Hanya panggilan, tanpa adopsi?" tanya Rachel, dengan cepat Flint mengangguk.

"Baik ayah!" Rachel hanya tersenyum, mengikuti perintah dari dua orang yang membiayai kehidupannya.

*

Sedangkan di tempat lain, Query tengah menikmati makan malam bersama ibunya. Kali ini hanya nasi dan kecap.

"Ibu aku punya teman." Ucap Query.

"Anak yang tadi siang? Dia lumayan manis." Sang ibu sedikit tersenyum, tapi hanya sedikit.

Depresi yang terlalu dalam, menghela napas berkali-kali. Ibunya belum dapat bekerja dan mengurus dirinya. Tapi perlahan ibunya memang akan membaik.

"Ibu menyukai temanmu..."

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

jangan2 perannya mlh ketuker

2024-06-18

1

Eka Awa

Eka Awa

jangan2 query itu adalah Alfred kecil

2023-11-26

1

🌠Naπa Kiarra🍁

🌠Naπa Kiarra🍁

Calon saingan ini

2023-10-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!