Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli

"Istri?" Flint mengenyitkan keningnya.

"Ini karena Edward salah sangka, dia fikir mencium anak perempuan tidak sengaja bisa hamil!" tanggapan cepat dari Rachel. Dirinya mengerti! Benar-benar mengerti dengan maksud Edward.

"Benar! Maksudnya pelayanku!" Menghela napas kasar, Edward kembali berusaha lebih tenang."Apa maksudnya membawa Rachel ke panti asuhan!?"

Flint memijit pelipisnya sendiri, lebih baik bertindak sebelum putra tersayangnya murka dan membencinya."Bawa orang ini keluar!"

"Ba...bawa keluar? Apa maksudnya? Aku ingin bertemu denganmu!" Felina gelagapan, setidaknya dirinya dan Flint pernah bertemu sekitar 4 kali pada acara formal. Walaupun hanya pembicaraan tentang bisnis.

Flint melangkah mendekatinya."Sudah berapa wanita yang meniru penampilan Angelic. Tidak terhitung jumlahnya. Aku tidak tertarik..." Kalimat dingin penuh senyuman.

"Butler! Seret wanita ini keluar, tapi sebelum itu pastikan pakaiannya terlepas. Aku tidak ingin ada orang yang meniru Angelic." Sebuah perintah yang tidak dapat diganggu gugat. Dua orang pelayan wanita segera memeganginya.

Ferlina membulatkan matanya, berusaha memberontak. Kala orang-orang itu mengambil gunting mencabik-cabiknya pakaiannya. Termasuk pakaian dalamnya.

"Flint! Flint! Aku mohon tolong aku! A...aku hanya menyarankan demi kebaikanmu." teriaknya.

Sedangkan Flint yang telah menaiki tangga bersama dua orang anak itu menghentikan langkahnya. Bagaikan iblis yang menatap tajam tanpa ekspresi. Snowden, nama keluarga yang indah bukan? Rambut putih dan hati yang beku bagaikan salju."Putraku dilahirkan dengan susah payah oleh kekasihku. Tidak mungkin aku tidak mencintainya. Dan anak perempuan yang kamu anggap pelayan adalah Rachel Snowden, anak angkatku."

Kalimat demi kalimat yang membuat wanita itu semakin gemetar. Dirinya terlalu banyak mengambil kesimpulan, salah sangka dengan desas desus yang tidak jelas. Pupil matanya bergetar ketakutan, menatap mata di balik kacamata pria rupawan itu.

Mulut pemuda itu kembali terbuka memberi perintah lanjutan."Butler!"

"Iya Tuan..." Butler menunduk memberi hormat.

"Lukai wajahnya, buat tanda X di pipinya." Pria yang tersenyum, mengigit bagian bawah bibirnya sendiri. Pada akhirnya melangkah pergi sepenuhnya tanpa berbalik lagi sama sekali. Membimbing dua orang anak agar tidak melihat adegan kekerasan.

"Flint... agggh! Hup!" Suara teriakan terakhir, mungkin mulut wanita itu disumpal atau di lakban karena terlalu berisik.

"Memang antagonis sejati! Villain yang berbahaya. Dua orang ini..." gumam Rachel dengan suara kecil, menghela napas kasar kala melihat Edward memeluk dan mencium pipi Flint sebagai rasa terimakasih.

"Terimakasih sudah membantuku memberi pelajaran pada nenek sihir yang ingin memisahkan ku dengan Rachel." Batin Edward yang memeluk ayahnya, sebenarnya ingin membasmi wanita itu pelan-pelan.

"Ayah dan anak yang akrab..." Ucap Rachel tersenyum.

"Kamu harus belajar banyak! Jika ada yang menggertakmu seperti tadi. Hina, tampar, siram, apapun boleh. Aku akan membereskan kekacauan yang anak perempuanku lakukan..." Flint tersenyum mengusap-usap pucuk kepala Rachel. Sedangkan Rachel hanya mengangguk.

Inilah dirinya, ditakdirkan hidup dengan dua orang antagonis. Melindungi mereka, adalah tujuannya, agar dapat bertahan hidup.

Tapi mungkin satu hal yang tidak dimengerti Rachel. Menatap ke arah sinar bulan yang menembus jendela. Kala mengikuti langkah ayah dan anak itu.

Kesimpulan yang dapat diambil olehnya. Dunia ini benar-benar nyata, seperti dunia pararel dengan orang-orang berbeda juga yang hidup di dalamnya. Apa mungkin beberapa penulis berbakat dapat melihat sedikit adegan beberapa dunia paralel tanpa mereka sadari? Entahlah, bagaimana novel online yang pernah dibacanya itu tertulis.

Dirinya terdiam sejenak. Mengapa dirinya masuk ke dunia aneh ini? Apa tujuannya? Apa bisa kembali? Lalu dimana Rachel yang asli? Apa sewaktu-waktu Rachel yang asli akan kembali mengambil alih tubuh ini?

Namun, bagaikan tidak. Kecelakaan yang dialaminya, tubuh Rania sudah pasti hancur, hanyut dalam air sungai yang dalam. Samar-samar masih diingat olehnya, bagaimana potongan tangan dan daun telinganya mengambang, sedangkan tubuhnya sebagai Rania tenggelam. Tubuh yang hancur berkeping-keping sebelum kematiannya sebagai Rania.

"Edward apa kamu ingat kejadian beberapa bulan lalu? Apa ada kejadian aneh yang menimpaku, sebelum aku membawakan makanan untukmu ke gudang?" tanyanya memastikan dirinya akan dapat kembali sebagai Rania, kemudian Rachel yang asli kembali mengambil alih tubuh, atau memang dirinya terjebak selamanya di tubuh ini.

"Kejadian?" Edward menghentikan langkahnya.

Rachel mengangguk, menelan ludahnya kasar.

"Bibi memasukkan kepalamu ke dalam kolam renang, karena tidak membersihkannya dengan benar. Kamu sempat berhenti bernapas. Saat itu, A...aku memberikan napas buatan, atas suruhan bibi. Dia takut sudah membunuhmu." Jawaban darinya gugup, pelajaran yang menang didapatkannya, kala mengikuti khusus renang.

Rachel terdiam jemari tangannya gemetar. Kepingan puzzle aneh yang perlahan sedikit diingatnya, kepalanya benar-benar terasa sakit.

Entah kenapa tubuhnya oleng."A...apa ya terjadi?" Gumamnya.

Brug!

"Rachel!"

"Rachel!"

Suara Flint dan Edward terdengar. Kesadarannya tiba-tiba menghilang.

*

Tempat yang begitu gelap, entah dimana dirinya berada saat ini.

Kala itu dirinya hanya menatap ke arah cermin yang cukup besar. Seorang anak berada di sana. Rachel, itulah anak yang berada di hadapannya.

Anak yang diyakininya sebagai Rachel asli, tersenyum padanya.

"Aku ingin pulang." Ucap Rania pada sang anak.

"Pulang kemana?" pertanyaan dari sang anak.

"Kemana?" Rania terpaku dalam kebingungan, mengingat tubuhnya telah rusak total. Tidak ada kemungkinan untuk hidup.

"Jangan sungkan, aku dan kamu adalah orang yang sama." Anak itu tersenyum, raut wajah, tatapan yang sama dengannya. Anak yang tiba-tiba memeluknya kemudian menghilang bagaikan kunang-kunang.

Dirinya perlahan menitikkan air mata. Ini bukan merasuki tubuh, tapi ini adalah reinkarnasi. Dirinya dari awal adalah Rachel.

Kesedihan, kemarahan, segalanya teringat kala sang ibu meninggalkan Rachel kecil.

"A...apa yang terjadi!?" teriaknya ketakutan dalam kegelapan. Air matanya mengalir, segala ingatan Rachel kecil tumpang tindih.

"Kamu dan aku orang yang sama..." Suara itu terdengar lagi, seakan menegaskan.

Lalu jika dirinya Rachel, apa yang terjadi sebenarnya?

"I... ingatan di kehidupan yang dulu." gumamnya, menepuk-nepuk dadanya yang sesak.

Semuanya mulai terlihat jelas, bagaikan terjawab. Dalam ingatannya yang perlahan kembali secara sempurna.

Sebuah kenyataan yang diketahuinya dalam ingatan sempurna.

Pada awalnya dirinya adalah Rania. Bereinkarnasi menjadi Rachel, bayi mungil dalam dunia paralel ini. Tumbuh dan berkembang tanpa ingatan di kehidupannya yang lampau.

Seorang anak yang pemalu dan penakut, hanya dapat melihat Edward disiksa dari jauh. Hingga suatu hari Wilmar, menenggelamkannya ke kolam. Henti napas, membuat ingatannya di masa lampau sebagai Rania kembali. Menyamarkan ingatan kecilnya sebagai Rachel. Kini kedua ingatan itu tumpang tindih.

Dirinya Rachel, lebih tepatnya Rania yang bereinkarnasi menjadi Rachel dari awal. Tidak merasuki tubuh orang asing.

Dirinya tidak dapat kembali. Entah ini dunia paralel atau apapun. Dirinya akan menjalani hidup sebagai Rachel. Berpihak pada Edward dan Flint adalah satu-satunya jalan baginya untuk hidup.

Hingga kala matanya terbuka, terbebas dari mimpi yang menyesakkan. Matanya menatap ke arah Edward yang tertidur dalam posisi duduk di samping tempat tidurnya.

"A...aku Rachel...itu artinya aku akan mati pada usia remaja karena sakit. Apa tidak ada jalan merubah takdirku? Tapi aku senang takdirmu sudah sedikit berubah." Gumamnya dengan air mata mengalir, mulai merasa berat meninggalkan Edward dan Flint.

Rachel mulai bangkit, anak berumur 8 tahun mengingat kehidupan yang lalu, di dunia yang berbeda. Perlahan mengambil buku tulis mencatat segalanya.

'Cerita dimulai ketika Alfred bertemu dengan Alira di perusahaan. Kemudian Alfred sang cassanova yang ditolak oleh Alira, mulai mengejarnya, karena tertarik dengan karakternya yang tidak mudah didekati.'

'Awal mereka berhubungan dimulai dari seseorang yang entah siapa memasukkan obat ke dalam minuman Alfred. Alfred melakukan berhubungan ranjang dengan Alira saat itu. Mereka kemudian mulai saling mencintai, tapi tidak memiliki status sebagai kekasih.'

'Edward datang dari bersekolah dan mengembangkan perusahaan keluarganya di luar negeri. Kemudian...

Terpopuler

Comments

Jarmini Wijayanti

Jarmini Wijayanti

lanjut

2024-07-09

0

🌠Naπa Kiarra🍁

🌠Naπa Kiarra🍁

Lanjut, kak.💪💪💪💪💪

2023-11-04

0

_arjunnainun__

_arjunnainun__

laanjuuttt kk koo

2023-10-24

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2 Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3 Bab 3. Blood
4 Bab 4. Protect
5 Bab 5. Rapuh
6 Bab 6. Ayah
7 Bab 7. Bencilah
8 Bab 8. Tidur Seranjang
9 Bab 9. Fake
10 Bab 10. Saudara
11 Bab 11. Family Time
12 Bab 12. Menyalahkan Diri
13 Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14 Bab 14. Permen
15 Bab 15. Teman Baru
16 Bab 16. Ibu
17 Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18 Bab 18. Trik
19 Bab 19. Salah Bicara
20 Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21 Bab 21. Bertemu
22 Bab 22. Tugas
23 Bab 23. Ekspektasi
24 Bab 24. Orang Miskin
25 Bab 25. Alfred Russel
26 Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27 Bab 27. Jin Aladin
28 Bab 28. Tidak Seharusnya
29 Bab 29. Kawin Lari
30 Bab 30. Pipis Di Celana
31 Bab 31. Cinta Abadi
32 Bab 32. Kok Bisa?
33 Bab 33. Jembatan
34 Bab 34. Blood
35 Bab 35. Noda
36 Bab 36. Kedua
37 Bab 37. Jika Aku
38 Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39 Bab 39. Hidden Story
40 Bab 40. Pelaku
41 Bab 41. Hanya Rindu
42 Bab 42. Konyol
43 Bab 43. Sengketa
44 Bab 44. Desas-desus
45 Bab 45. Merindukanmu
46 Bab 46. Menjadi Paman
47 Bab 47. Memiliki
48 Bab 48. Taruhan
49 Bab 49. Lose
50 Bab 50. Adikku Yang Cantik
51 Bab 51. Date
52 Bab 52. Protagonis Wanita
53 Bab 53. Pernah Bahagia
54 Bab 54. Kenangan
55 Bab 55. Sebab
56 Bab 56. Delusi
57 Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58 Bab 58. Hak Milik
59 Bab 59. Seorang Kakak
60 Bab 60. Butler
61 Bab 61. Akhir
62 Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63 Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64 Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65 Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66 Bab 66. Aku Mencintaimu
67 Bab 67. Menyimpang
68 Bab 68. Akan Merindukanmu
69 Bab 69. Mencari Cara
70 Bab 70. Choco Lava
71 Bab 71. Tangkap!
72 Bab 72. One Night
73 Bab 73. Hoax
74 Bab 74. Liar
75 Bab 75. Belum Dapat
76 Bab 76. Terbalik
77 Bab 77. Kembali
78 Bab 78. Angin
79 Bab 79. Tidak Romantis
80 Bab 80. Arti
81 Bab 81. Villain
82 Bab 82. Hujan
83 Bab 83. Nasehat
84 Bab 84. Tidak Sesuai
85 Bab 85. Strawberry Cake
86 Bab 86. Kecurigaan
87 Bab 87. Sepotong Kue
88 Bab 88. Serakah
89 Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90 Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91 Bab 91. Box
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Menjadi Pelayan Antagonis
2
Bab 2. Ucapkan Jangan Dipendam
3
Bab 3. Blood
4
Bab 4. Protect
5
Bab 5. Rapuh
6
Bab 6. Ayah
7
Bab 7. Bencilah
8
Bab 8. Tidur Seranjang
9
Bab 9. Fake
10
Bab 10. Saudara
11
Bab 11. Family Time
12
Bab 12. Menyalahkan Diri
13
Bab 13. Tempat Pemeran Utama
14
Bab 14. Permen
15
Bab 15. Teman Baru
16
Bab 16. Ibu
17
Bab 17. Jangan Mencium Bibir Anak Perempuan
18
Bab 18. Trik
19
Bab 19. Salah Bicara
20
Bab 20. Aku Adalah Rachel Asli
21
Bab 21. Bertemu
22
Bab 22. Tugas
23
Bab 23. Ekspektasi
24
Bab 24. Orang Miskin
25
Bab 25. Alfred Russel
26
Bab 26. Mencari Di Tumpukan Jerami
27
Bab 27. Jin Aladin
28
Bab 28. Tidak Seharusnya
29
Bab 29. Kawin Lari
30
Bab 30. Pipis Di Celana
31
Bab 31. Cinta Abadi
32
Bab 32. Kok Bisa?
33
Bab 33. Jembatan
34
Bab 34. Blood
35
Bab 35. Noda
36
Bab 36. Kedua
37
Bab 37. Jika Aku
38
Bab 38. Belajar Dengan Adikku
39
Bab 39. Hidden Story
40
Bab 40. Pelaku
41
Bab 41. Hanya Rindu
42
Bab 42. Konyol
43
Bab 43. Sengketa
44
Bab 44. Desas-desus
45
Bab 45. Merindukanmu
46
Bab 46. Menjadi Paman
47
Bab 47. Memiliki
48
Bab 48. Taruhan
49
Bab 49. Lose
50
Bab 50. Adikku Yang Cantik
51
Bab 51. Date
52
Bab 52. Protagonis Wanita
53
Bab 53. Pernah Bahagia
54
Bab 54. Kenangan
55
Bab 55. Sebab
56
Bab 56. Delusi
57
Bab 57. Ibu Mertua Pemilih
58
Bab 58. Hak Milik
59
Bab 59. Seorang Kakak
60
Bab 60. Butler
61
Bab 61. Akhir
62
Bab 62. Time Line 1. Bagian 1
63
Bab 63. Time Line 1. Bagian 2
64
Bab 64. Time Line 1. Bagian 3
65
Bab 65. Time Line 1. Bagian 4
66
Bab 66. Aku Mencintaimu
67
Bab 67. Menyimpang
68
Bab 68. Akan Merindukanmu
69
Bab 69. Mencari Cara
70
Bab 70. Choco Lava
71
Bab 71. Tangkap!
72
Bab 72. One Night
73
Bab 73. Hoax
74
Bab 74. Liar
75
Bab 75. Belum Dapat
76
Bab 76. Terbalik
77
Bab 77. Kembali
78
Bab 78. Angin
79
Bab 79. Tidak Romantis
80
Bab 80. Arti
81
Bab 81. Villain
82
Bab 82. Hujan
83
Bab 83. Nasehat
84
Bab 84. Tidak Sesuai
85
Bab 85. Strawberry Cake
86
Bab 86. Kecurigaan
87
Bab 87. Sepotong Kue
88
Bab 88. Serakah
89
Bab 89. Time Line 1. Bagian 5
90
Bab 90. Time line 1. Bagian 6
91
Bab 91. Box

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!