"Istri?" Flint mengenyitkan keningnya.
"Ini karena Edward salah sangka, dia fikir mencium anak perempuan tidak sengaja bisa hamil!" tanggapan cepat dari Rachel. Dirinya mengerti! Benar-benar mengerti dengan maksud Edward.
"Benar! Maksudnya pelayanku!" Menghela napas kasar, Edward kembali berusaha lebih tenang."Apa maksudnya membawa Rachel ke panti asuhan!?"
Flint memijit pelipisnya sendiri, lebih baik bertindak sebelum putra tersayangnya murka dan membencinya."Bawa orang ini keluar!"
"Ba...bawa keluar? Apa maksudnya? Aku ingin bertemu denganmu!" Felina gelagapan, setidaknya dirinya dan Flint pernah bertemu sekitar 4 kali pada acara formal. Walaupun hanya pembicaraan tentang bisnis.
Flint melangkah mendekatinya."Sudah berapa wanita yang meniru penampilan Angelic. Tidak terhitung jumlahnya. Aku tidak tertarik..." Kalimat dingin penuh senyuman.
"Butler! Seret wanita ini keluar, tapi sebelum itu pastikan pakaiannya terlepas. Aku tidak ingin ada orang yang meniru Angelic." Sebuah perintah yang tidak dapat diganggu gugat. Dua orang pelayan wanita segera memeganginya.
Ferlina membulatkan matanya, berusaha memberontak. Kala orang-orang itu mengambil gunting mencabik-cabiknya pakaiannya. Termasuk pakaian dalamnya.
"Flint! Flint! Aku mohon tolong aku! A...aku hanya menyarankan demi kebaikanmu." teriaknya.
Sedangkan Flint yang telah menaiki tangga bersama dua orang anak itu menghentikan langkahnya. Bagaikan iblis yang menatap tajam tanpa ekspresi. Snowden, nama keluarga yang indah bukan? Rambut putih dan hati yang beku bagaikan salju."Putraku dilahirkan dengan susah payah oleh kekasihku. Tidak mungkin aku tidak mencintainya. Dan anak perempuan yang kamu anggap pelayan adalah Rachel Snowden, anak angkatku."
Kalimat demi kalimat yang membuat wanita itu semakin gemetar. Dirinya terlalu banyak mengambil kesimpulan, salah sangka dengan desas desus yang tidak jelas. Pupil matanya bergetar ketakutan, menatap mata di balik kacamata pria rupawan itu.
Mulut pemuda itu kembali terbuka memberi perintah lanjutan."Butler!"
"Iya Tuan..." Butler menunduk memberi hormat.
"Lukai wajahnya, buat tanda X di pipinya." Pria yang tersenyum, mengigit bagian bawah bibirnya sendiri. Pada akhirnya melangkah pergi sepenuhnya tanpa berbalik lagi sama sekali. Membimbing dua orang anak agar tidak melihat adegan kekerasan.
"Flint... agggh! Hup!" Suara teriakan terakhir, mungkin mulut wanita itu disumpal atau di lakban karena terlalu berisik.
"Memang antagonis sejati! Villain yang berbahaya. Dua orang ini..." gumam Rachel dengan suara kecil, menghela napas kasar kala melihat Edward memeluk dan mencium pipi Flint sebagai rasa terimakasih.
"Terimakasih sudah membantuku memberi pelajaran pada nenek sihir yang ingin memisahkan ku dengan Rachel." Batin Edward yang memeluk ayahnya, sebenarnya ingin membasmi wanita itu pelan-pelan.
"Ayah dan anak yang akrab..." Ucap Rachel tersenyum.
"Kamu harus belajar banyak! Jika ada yang menggertakmu seperti tadi. Hina, tampar, siram, apapun boleh. Aku akan membereskan kekacauan yang anak perempuanku lakukan..." Flint tersenyum mengusap-usap pucuk kepala Rachel. Sedangkan Rachel hanya mengangguk.
Inilah dirinya, ditakdirkan hidup dengan dua orang antagonis. Melindungi mereka, adalah tujuannya, agar dapat bertahan hidup.
Tapi mungkin satu hal yang tidak dimengerti Rachel. Menatap ke arah sinar bulan yang menembus jendela. Kala mengikuti langkah ayah dan anak itu.
Kesimpulan yang dapat diambil olehnya. Dunia ini benar-benar nyata, seperti dunia pararel dengan orang-orang berbeda juga yang hidup di dalamnya. Apa mungkin beberapa penulis berbakat dapat melihat sedikit adegan beberapa dunia paralel tanpa mereka sadari? Entahlah, bagaimana novel online yang pernah dibacanya itu tertulis.
Dirinya terdiam sejenak. Mengapa dirinya masuk ke dunia aneh ini? Apa tujuannya? Apa bisa kembali? Lalu dimana Rachel yang asli? Apa sewaktu-waktu Rachel yang asli akan kembali mengambil alih tubuh ini?
Namun, bagaikan tidak. Kecelakaan yang dialaminya, tubuh Rania sudah pasti hancur, hanyut dalam air sungai yang dalam. Samar-samar masih diingat olehnya, bagaimana potongan tangan dan daun telinganya mengambang, sedangkan tubuhnya sebagai Rania tenggelam. Tubuh yang hancur berkeping-keping sebelum kematiannya sebagai Rania.
"Edward apa kamu ingat kejadian beberapa bulan lalu? Apa ada kejadian aneh yang menimpaku, sebelum aku membawakan makanan untukmu ke gudang?" tanyanya memastikan dirinya akan dapat kembali sebagai Rania, kemudian Rachel yang asli kembali mengambil alih tubuh, atau memang dirinya terjebak selamanya di tubuh ini.
"Kejadian?" Edward menghentikan langkahnya.
Rachel mengangguk, menelan ludahnya kasar.
"Bibi memasukkan kepalamu ke dalam kolam renang, karena tidak membersihkannya dengan benar. Kamu sempat berhenti bernapas. Saat itu, A...aku memberikan napas buatan, atas suruhan bibi. Dia takut sudah membunuhmu." Jawaban darinya gugup, pelajaran yang menang didapatkannya, kala mengikuti khusus renang.
Rachel terdiam jemari tangannya gemetar. Kepingan puzzle aneh yang perlahan sedikit diingatnya, kepalanya benar-benar terasa sakit.
Entah kenapa tubuhnya oleng."A...apa ya terjadi?" Gumamnya.
Brug!
"Rachel!"
"Rachel!"
Suara Flint dan Edward terdengar. Kesadarannya tiba-tiba menghilang.
*
Tempat yang begitu gelap, entah dimana dirinya berada saat ini.
Kala itu dirinya hanya menatap ke arah cermin yang cukup besar. Seorang anak berada di sana. Rachel, itulah anak yang berada di hadapannya.
Anak yang diyakininya sebagai Rachel asli, tersenyum padanya.
"Aku ingin pulang." Ucap Rania pada sang anak.
"Pulang kemana?" pertanyaan dari sang anak.
"Kemana?" Rania terpaku dalam kebingungan, mengingat tubuhnya telah rusak total. Tidak ada kemungkinan untuk hidup.
"Jangan sungkan, aku dan kamu adalah orang yang sama." Anak itu tersenyum, raut wajah, tatapan yang sama dengannya. Anak yang tiba-tiba memeluknya kemudian menghilang bagaikan kunang-kunang.
Dirinya perlahan menitikkan air mata. Ini bukan merasuki tubuh, tapi ini adalah reinkarnasi. Dirinya dari awal adalah Rachel.
Kesedihan, kemarahan, segalanya teringat kala sang ibu meninggalkan Rachel kecil.
"A...apa yang terjadi!?" teriaknya ketakutan dalam kegelapan. Air matanya mengalir, segala ingatan Rachel kecil tumpang tindih.
"Kamu dan aku orang yang sama..." Suara itu terdengar lagi, seakan menegaskan.
Lalu jika dirinya Rachel, apa yang terjadi sebenarnya?
"I... ingatan di kehidupan yang dulu." gumamnya, menepuk-nepuk dadanya yang sesak.
Semuanya mulai terlihat jelas, bagaikan terjawab. Dalam ingatannya yang perlahan kembali secara sempurna.
Sebuah kenyataan yang diketahuinya dalam ingatan sempurna.
Pada awalnya dirinya adalah Rania. Bereinkarnasi menjadi Rachel, bayi mungil dalam dunia paralel ini. Tumbuh dan berkembang tanpa ingatan di kehidupannya yang lampau.
Seorang anak yang pemalu dan penakut, hanya dapat melihat Edward disiksa dari jauh. Hingga suatu hari Wilmar, menenggelamkannya ke kolam. Henti napas, membuat ingatannya di masa lampau sebagai Rania kembali. Menyamarkan ingatan kecilnya sebagai Rachel. Kini kedua ingatan itu tumpang tindih.
Dirinya Rachel, lebih tepatnya Rania yang bereinkarnasi menjadi Rachel dari awal. Tidak merasuki tubuh orang asing.
Dirinya tidak dapat kembali. Entah ini dunia paralel atau apapun. Dirinya akan menjalani hidup sebagai Rachel. Berpihak pada Edward dan Flint adalah satu-satunya jalan baginya untuk hidup.
Hingga kala matanya terbuka, terbebas dari mimpi yang menyesakkan. Matanya menatap ke arah Edward yang tertidur dalam posisi duduk di samping tempat tidurnya.
"A...aku Rachel...itu artinya aku akan mati pada usia remaja karena sakit. Apa tidak ada jalan merubah takdirku? Tapi aku senang takdirmu sudah sedikit berubah." Gumamnya dengan air mata mengalir, mulai merasa berat meninggalkan Edward dan Flint.
Rachel mulai bangkit, anak berumur 8 tahun mengingat kehidupan yang lalu, di dunia yang berbeda. Perlahan mengambil buku tulis mencatat segalanya.
'Cerita dimulai ketika Alfred bertemu dengan Alira di perusahaan. Kemudian Alfred sang cassanova yang ditolak oleh Alira, mulai mengejarnya, karena tertarik dengan karakternya yang tidak mudah didekati.'
'Awal mereka berhubungan dimulai dari seseorang yang entah siapa memasukkan obat ke dalam minuman Alfred. Alfred melakukan berhubungan ranjang dengan Alira saat itu. Mereka kemudian mulai saling mencintai, tapi tidak memiliki status sebagai kekasih.'
'Edward datang dari bersekolah dan mengembangkan perusahaan keluarganya di luar negeri. Kemudian...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Jarmini Wijayanti
lanjut
2024-07-09
0
🌠Naπa Kiarra🍁
Lanjut, kak.💪💪💪💪💪
2023-11-04
0
_arjunnainun__
laanjuuttt kk koo
2023-10-24
2