Keesokan harinya, Zolta dari kejauhan melihat sebuah prosesi pemakaman yang diadakan untuk teman lamanya—Brian yang tewas akibat terkena ledakan bunuh diri yang dilakukan Lawrence.
Atas kejadian ini, Patrol Guard menerapkan sebuah isolasi di ibukota untuk sementara waktu sampai keadaan menjadi stabil kembali.
Terdapat sekitar 40 orang Patrol Guard yang tewas karena terkena ledakan maupun yang dibunuh oleh Maria kemarin malam. Lalu, Duke Maynard von Zuckeberg—Ayah Maria dikabarkan bergegas menuju ibukota setelah mendapat kabar bahwa putrinya tewas karena kejadian kemarin malam, dia masih tidak mengetahui bahwa Putrinya lah yang menghancurkan markas para Patrol Guard.
"Dia adalah seorang Pria yang selalu menjalankan tugasnya sebagai abdi negara maupun kepala keluarga yang baik." Seseorang terlihat sedang membicarakan kebaikan Brian semasa dia hidup untuk mengenang sosoknya yang telah tiada.
"Semoga keluarga dan teman seperjuangannya diberikan ketabahan dan kekuatan untuk melewati cobaan yang dihadapi ini."
Peti mati Brian kemudian mulai di masukan ke liang kuburnya. Para pekerja pemakaman mulai menutup lubang kubur yang di isi Brian tersebut.
"Mama... Mengapa mereka mengubur Ayah? Mengapa kita meninggalkannya di sana?" Terlihat seorang anak kecil dengan lugunya bertanya pada Ibunya.
"Mengapa Ayah ingin tidur terkubur di dalam tanah? Kapan Ayah akan bangun kembali, mama?"
Mendengar pertanyaan Putranya, Sang Ibu kemudian tak kuat menahan tangis lalu memeluknya dengan erat.
"Mama, mengapa kau menangis mama? Bukankah kau bilang Ayah hanya tidur sebentar?" Sang Anak terlihat kebingungan.
Melihat pemandangan yang memilukan hati ini, para pengunjung yang datang turut ikut menangis di sana.
Dari kejauhan, Zolta yang melihat ini mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Brian, Aku berjanji akan menyelesaikan kontrak kita," gumam Zolta yang kemudian menatap secarik kertas yang ada di tangannya. "Aku pasti akan memburunya, Aku bersumpah."
Setelah mengatakan hal itu, Zolta kemudian pergi meninggalkan area pemakaman. Dia pergi menuju ke tempat dimana dalang utama dari segala peristiwa yang terjadi dari semenjak dia tiba di desa Edoin, Kota Danzig dan yang terakhir ibukota Kekaisaran.
***
Di sisi lain Kota, tepatnya di ruangan puncak menara Big Bren—tempat dimana Fiona dan Lawrence sering menghabiskan waktu bersama untuk membuat musik pertamanya, seorang pria berambut pirang tengah membedah mayat seorang anak laki-laki yang tertidur di sebuah meja.
Mayat anak laki-laki itu adalah Noel dan orang yang sedang membedahnya adalah Sang Dokter—Eren.
"Dengan jantung terakhir ini, sudah total 15 jantung manusia yang telah ku kumpulkan untuk melakukan proses persembahan."
Eren kemudian menaruh sebuah kotak besar di atas meja tersebut lalu membukanya. Isi kotak itu berupa belasan jantung manusia yang dia awet kan dengan mengisi kotak tersebut dengan bongkahan es.
Dia lalu menyusun jantung-jantung itu secara melingkar lalu menggambar sebuah lingkaran sihir diantara jantung-jantung tersebut. Selanjutnya, Eren mengeluarkan sebuah buku misterius dari dalam sebuah koper.
Terdapat sebuah tulisan pada cover Grimoire tersebut.
...Grimoire belonging to Edward Luvenville...
..."Those of you who seek knowledge should be prepared for the madness that comes with it."...
Tulisan itu merupakan bahasa Bangsa Magyar yang kemungkinan pemilik Grimoire ini adalah penyihir Kerajaan Magyar yang hancur seratus tahun yang lalu.
Ketika Eren membuka buku itu, hanya lembaran halaman kosong yang dapat ditemukan di dalam buku tersebut.
Dia kemudian mengusap halaman kosong tersebut dengan tangannya seraya mengucapkan semacam kode rahasia, "We the truth-seekers are prepared for the havoc that comes with it."
Tidak lama kemudian, halaman kosong itu menghasilkan cahaya lalu munculah sebuah Rune—Sebuah tulisan sihir yang akan bereaksi ketika seseorang mengalirkan sebuah mana pada Rune tersebut.
Eren lalu meletakkan buku tersebut di tengah lingkaran sihir yang dia buat diantara jantung-jantung tersebut.
"Dengan ini, Aku akan selangkah lebih maju untuk mengungkap kebenaran tentang Bangsa Magyar," ucap Eren seraya mengalirkan mana ke lembaran buku tersebut.
Tidak lama kemudian, lingkaran sihir yang dibuat oleh Eren mengeluarkan sebuah cahaya, buku tersebut terangkat ke udara lalu menghisap semua jantung yang ada di atas meja tersebut.
Buku itu kemudian berputar-putar sebelum kembali mendarat kembali di meja.
Eren kemudian melihat Rune yang memenuhi buku itu kemudian menghilang digantikan sebuah tulisan dengan bahasa Magyar.
Eren kemudian membaca tulisan yang muncul di halaman tersebut.
Tahun ketiga pada pemerintahan Raja Driasnol, seseorang menemukan sebuah dungeon yang tepat berada di bawah Ibukota Kerajaan—Seforia.
Para petinggi Kerajaan kemudian memerintahkan lima Ksatria dan Penyihir terbaik untuk menelusuri Dungeon misterius tersebut. Namun, saat kembali dari penelusuran, hanya tiga orang yang kembali dari kesepuluh dari mereka.
Mereka bilang, sebuah monster kuat berada di sana dan menyerang mereka semua.
Sungguh hal yang sulit di percaya ada mahluk yang hampir membantai kesepuluh orang terkuat di Kerajaan ini.
Mereka kemudian menunjukan sebuah cawan emas yang berisi sebuah darah. Mereka mengatakan, monster tersebut menjaga cawan misterius ini. Pihak Kerajaan kemudian mengambil Cawan dan darah tersebut untuk melakukan sebuah penelitian.
Hasil sementara penelitian menunjukan, darah yang ada di dalam cangkir akan menguap jika kita memindahkannya ke tempat lain, Para peneliti juga merasakan sihir dan kondisi tubuh mereka meningkat jauh lebih baik ketika berinteraksi dengan darah tersebut.
Kami saat itu menyimpulkan bahwa Holy Blood sebuah nama yang kami pakai untuk darah ajaib tersebut memiliki efek yang sangat baik bagi tubuh manusia.
Oleh karena itu, seorang peneliti memberanikan diri untuk meminumnya untuk mencari tahu efek yang dihasilkan jika darah tersebut dikonsumsi langsung oleh tubuh manusia.
Hasilnya, luka lama yang pernah dialami oleh peneliti tersebut kembali sembuh dan output kekuatan sihir yang dikeluarkan olehnya bertambah hingga berkali-kali lipat.
Pada saat itu, efek samping yang akan datang masih belum muncul. Kami lalu mencoba meminumkan Holy Blood kepada seseorang yang kehilangan salah satu anggota badannya. Hasilnya, hanya dalam 1 menit, anggota badan yang terputus kembali tumbuh di tubuh pasien yang meminum Holy Blood.
Namun, setelah 10 hari kemudian, terjadi keanehan pada tubuh peneliti dan orang yang meminum Holy Blood tersebut. Tubuh keduanya perlahan berubah menjadi monster lalu keesokan harinya, keduanya berubah sepenuhnya menjadi sesosok monster yang haus darah.
Setelah kejadian ini, Dungeon tempat Holy Blood ditemukan kemudian ditutup dan Cawan yang menampung Holy Blood dipindahkan ke tempat rahasia oleh Raja Driasnol. Sang Raja juga melarang untuk meneliti darah misterius tersebut untuk sementara waktu.
Setelah membaca informasi di dalam buku tersebut, Eren kemudian menutup kedua matanya.
Darah yang menguap ketika dipindahkan dari tempat asalnya, efek samping dari kekuatan yang di dapat setelah meminum darah tersebut, akhirnya Aku menemukan informasi penting dari misteri Bangsa Magyar ini.
Eren kemudian membuka kembali membuka matanya lalu mengambil sebuah pecahan Kristal berwarna merah yang ada di sakunya. Dia menemukan pecahan Kristal ini ketika mengeksplorasi reruntuhan Bangsa Magyar bersama Aileen.
Tapi, apa hubungannya Kristal ini dengan Holy Blood tersebut? Yang dapat kupastikan adalah, Bangsa Magyar menggunakan Kristal ini untuk dapat meningkatkan kekuatan sihir mereka dan melakukan penyembuhan ajaib.
Eren masih penasaran dengan misteri dari informasi yang baru saja ia dapatkan.
Ketika dia mengkonsumsi Kristal merah yang ada di tangannya, kekuatan sihir yang dimilikinya bertambah beberapa kali lipat. Tubuhnya bahkan berubah menjadi monster sama seperti orang yang meminum Holy Blood seperti yang diceritakan di buku tersebut.
Akan tetapi, Eren, Aileen dan Sefina dapat mengendalikan perubahan monster mereka.
Apa yang menyebabkan para penduduk Kerajaan Magyar kehilangan akal mereka dan dirasuki hawa membunuh yang kuat setelah menggunakan Kristal merah ini?
Namun, ketika Eren sedang sibuk dengan pikirannya mengenai informasi yang baru saja dia dapatkan, tiba-tiba dia mendengar suara dari kotak musik yang cukup familiar dengannya.
- Tap... Tap... Tap...
Sebuah langkah kaki mengiringi alunan musik tersebut.
Dia kemudian segera menghilangkan Grimoire dengan sebuah kode khusus sebelum berbalik menghadap pintu masuk ruangan tersebut.
Ini... Adalah musik yang kubawakan dalam permainanku di gedung opera.
-Brak!
Pintu ruangan itu hancur, memperlihatkan sesosok Pria mengenakan pakaian serba hitam dan sebuah topi Cowboy sedang memegang sebuah kotak musik sumber suara yang tadi Eren dengar.
"Bagaimana kau bisa menemukanku dengan cepat, Tuan Hunter?" tanya Eren sambil tersenyum pada Sang Hunter. Dia mengetahui bahwa Sang Hunter sudah mengetahui kebenaran akan dirinya kali ini.
Sang Hunter kemudian menatap tajam mata Eren dengan dingin.
"Ini kotak musik milik muridmu—Fiona. Berkatnya, Aku menemukan koneksinya denganmu, Lawrence." Zolta kemudian melempar kotak musik itu yang kemudian Eren tangkap dengan kedua tangannya.
"Dari situ Aku kemudian mengetahui bahwa kau dan Fiona sering mampir kemari, Aku juga mengetahui tentang menghilangnya Igor—Sang Pengawas menara yang kemungkinan adalah orang suruhanmu untuk melakukan pembunuhan di hari-hari sebelumnya." Sang Hunter mulai berjalan perlahan menghampirinya.
"Aku percaya kau juga yang membuat wajah Igor menjadi mirip dengan wajahmu, Lawrence... Atau Aku harus memanggilmu Eren kali ini?"
Mendengar namanya disebut langsung, Eren kemudian mulai tertawa tanpa alasan yang jelas. Dia tidak tahu bagaimana Sang Hunter dapat mengetahui identitas aslinya, tapi itu sudahlah tidak penting baginya.
"Rupanya Maria gagal untuk membunuhmu kemarin malam, kurasa Aku harus mencari budak yang lebih baik setelah ini." Eren yang membuat sebuah senyum licik ketika mengucapkan hal itu.
Eren selalu mencari orang-orang tertentu agar dapat dia kendalikan untuk kepentingannya mencapai tujuannya selama ini.
Dia mendekati Sefina untuk menjadikannya sebuah kelinci percobaan, dia membuat kesepakatan dengan Aileen untuk kelancaran penelitiannya, dia menjadi kekasih Maria agar dapat dia gunakan untuk menjadi penjaganya, termasuk Fiona yang Eren dekati untuk menjadi salah satu bidaknya di masa depan.
"Maria adalah Putri seorang Duke yang cukup berpengaruh di Kekaisaran kau tahu, daripada mengejarku, sebaiknya kau bersiap untuk menghadapi kemarahan Ayahnya padamu karena telah membunuh putrinya," ungkap Eren, menjelaskan konsekuensi dari tindakan Sang Hunter membunuh Maria.
Sang Hunter hanya diam tidak merespon perkataan Eren, dia kemudian melepaskan topinya lalu membalas perkataan Eren, "aku tidak peduli dengan hal seperti itu."
Eren melihat Sang Hunter menghunuskan pedangnya, nampaknya pertarungan diantara keduanya akan terjadi di sini.
"Aku adalah seorang Hunter," ucapnya seraya mulai berjalan perlahan menghampiri Eren. "Dan tugasku adalah memburu Monster sepertimu!"
"Heee~ darimana kau tahu bahwa diriku ini adalah seorang Monster...?" ujar Eren tersenyum.
Langkah Sang Hunter berhenti ketika melihat warna kulit Eren yang tiba-tiba mulai berubah menjadi warna kemerahan. Empat buah tentakel kemudian keluar dari punggungnya, membuat sosok Eren terlihat mengerikan.
"Mari kita bersenang-senang, Hunter."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Sampawn
wah si Zuckerberg ikut juga/Sweat/
2023-12-05
0
Sampawn
mereka mau ngapain /Curse//Awkward/
2023-12-04
0
Sampawn
bangsa magyar orang inggris kah/Chuckle/
2023-12-04
0