[Arc 1] Hunter Mark part 2

Zolta dan Barney saat ini sedang berada di ruangan berkas untuk mempelajari lebih detail tentang misi yang diberikan oleh Master Ludwig pada mereka berdua.

"Jadi, dimana kita akan berburu, Zolta?" tanya Barney yang terlihat sedang membersihkan kapak besarnya itu.

"Enam korban yang hilang berada di Distrik Utara, tujuh di Distrik barat, dan kejadian kemarin malam—Dua orang menghilang di Pusat Kota."

Zolta merasa sedikit janggal dengan kasus hilangnya penduduk kota ini. Seekor monster biasa tidak akan terlalu banyak berburu manusia dalam sehari. Yang menandakan...

"Pelakunya lebih dari satu orang apapun itu," gumam Zolta.

"Mungkin saja mereka adalah para Cultist gila itu kau tahu," ujar Barney yang kemudian mulai menjelaskan tentang para Cultist kepada Zolta.

Di Benua Rutenia, terdapat organisasi yang menyembah Dewa-Dewi demi mendapatkan karunia mereka. Beberapa dari mereka sampai melakukan tindakan ekstrim seperti pengorbanan manusia maupun sihir tabu lainnya. Mereka yang melakukan praktek yang ekstrim tersebut disebut para Cultist.

"Aku baru tahu ilmu peninggalan Bangsa Magyar berhubungan dengan pengorbanan manusia," ujar Zolta sedikit terkejut dengan informasi baru yang dia dapat dari Barney.

Selama ini, belum ada satu catatan resmi mengenai praktek Ilmu sihir dan penyembuhan Bangsa Magyar tersebar ke negeri lain di Benua Rutenia. Mungkin saja sudah, karena tidak mungkin seseorang akan mempublikasikan penemuannya itu ke pihak lain.

"Kau tahu Zolta, bangsa Magyar itu sangat banyak diselimuti misteri. Beberapa mungkin sangat gelap untuk kita—para manusia biasa ungkap dan pelajari," ucap Barney seakan mengingat kenangan buruk.

Sebagai salah satu Hunter yang pernah berburu di reruntuhan Kerajaan Magyar, Barney mengetahui satu atau dua rahasia mengenai Bangsa 'itu'. Dia sering mendengar cerita-cerita yang mengerikan dari sisa-sisa Bangsa Magyar yang berada di perbatasan.

"Baiklah, lebih baik kita mulai investigasinya malam ini. Aku ingin segera menyelesaikan kasus lalu pergi ke ibukota besok," ucap Zolta mulai berjalan keluar ruangan.

"Hee~Kau pergi ke sana untuk menemuinya, kah? Jika Luna tahu, kau akan berada dalam masalah," goda Barney yang sudah mengerti akan rekannya itu.

"Ada sesuatu yang Aku ingin dia periksa," jawab Zolta seraya menyerahkan sebuah kantung yang berisi serpihan kristal merah yang dia temukan di Desa Edoin.

"....!"

Barney sedikit terkejut ketika melihat serpihan kristal itu. Itu karena dia pernah melihatnya ketika sedang berada di garis depan. Akan tetapi, dia tidak tahu apapun mengenai informasi apa-apa mengenai kristal merah yang sedang dia pegang.

"Aku menduga, kristal itu adalah sumber utama mengapa bangsa Magyar tiba-tiba berubah menjadi monster," ungkap Zolta lalu memberikan catatan riwayat perburuan di Desa Edoin kepada Barney.

Mereka berdua kemudian telah sampai di pusat Kota, dimana korban terbaru dilaporkan. Menurut laporan yang telah Zolta baca tadi, korban selalu menghilang pada saat malam hari.

Suasana kota terasa sunyi-sepi, hanya Patrol Guard yang terlihat berjalan di jalanan kota. Ada beberapa kedai minuman yang masih buka. Mereka berdua memutuskan untuk mencari ke gang-gang sempit.

Ketika sampai di sana, mereka tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan sama sekali. Pusat Kota terlihat normal dan tidak terlihat ada ancaman sama sekali.

"Barney, dimana kau akan bersembunyi jika kau menjadi pelaku dari penculikan ini?" tanya Zolta berusaha mendengar dari perspektif lain.

"Well... Kau yang lebih ahli dalam hal ini bukan? Kurasa tempat dimana aku bisa kabur dan bersembunyi dengan mudah setelah mendapatkan korban."

Ucapan Barney tidak salah, para penculik itu sampai sekarang tidak terdeteksi pasti sudah memiliki rute pelarian tersendiri jika sudah menangkap korban mereka.

"Ada beberapa tempat untuk itu, kurasa kita bisa cek beberapa untuk mencari petunjuk," ajak Zolta telah memutuskan kemana pencarian mereka berlanjut.

Zolta berencana untuk memeriksa saluran air. Kota Danzig memiliki sebuah labirin bawah tanah bekas peperangan zaman dulu. Kini, keadaan negara telah damai. Labirin bawah tanah itu kemudian di perluas ke laut dan dijadikan sebuah saluran air bawah tanah kota.

Zolta dan Barney telah sampai ke pintu masuk saluran air bawah tanah yang berada di belakang taman Kota.

.

.

.

"Ini peta saluran airnya, Hunter. Semoga kalian berhasil menemukan sesuatu di dalam sana," ucap petugas tata Kota lalu membuka gerbang menuju saluran air bawah tanah.

Sebelumnya, Zolta dan Barney hendak memasuki saluran air bawah tanah melewati lubang-lubang yang ada di beberapa sudut Kota. Akan tetapi, Zolta lebih memilih untuk melewati gerbang utama karena dirasa lebih mudah menentukan posisi mereka ketika berada di bawah tanah.

Setelah turun ke Level teratas, Zolta dan Barney mengaktifkan sebuah alat penerangan yang bernama Ferlight. Memiliki bentuk seperti bulu burung yang jika digoyangkan akan mengeluarkan cahaya.

Zolta mengikat Ferlight tersebut di pinggangnya, cahayanya akan bertahan selama dua jam yang mana cukup untuk melakukan penelusuran di saluran air bawah tanah ini.

Mereka kemudian menuruni sebuah tangga yang mengantarkan mereka ke saluran pertama—yang mana tempat paling dekat permukaan di area ini. Di tempat gelap dan sunyi ini, hanya terdengar suara aliran air yang mengalir menuju laut.

***

Ketika Zolta dan Barney tengah melakukan penyisiran di saluran pertama, seorang pria tengah berbicara dengan seorang wanita di area saluran ketiga yang mana menjadi area terdalam saluran air bawah tanah ini.

"Sesuai kesepakatan, mulai besok, kau boleh menggunakan obat yang telah ku kembangkan ini," ujar pria tersebut seraya memberikan sebuah botol berisi cairan berwarna merah pekat. "Setelah Aku pergi, kau bersihkan barang bukti yang ada di sini, mengerti?"

Wanita itu hanya mengangguk dan menyimpan botol tersebut di kantungnya.

Pria itu kembali memeriksa barang-barangnya. Di Ruangan ini, terlihat beberapa orang yang sedang tertidur di sebuah kasur. Terdapat sebuah bungkusan perban yang menutupi seluruh bagian kepala mereka, bercak darah juga terlihat menodai bungkusan perban itu.

Sepertinya mereka adalah manusia-manusia yang menjadi kelinci percobaan pria itu. Pria yang menjadi dalang utama dari menghilangnya penduduk kota adalah Eren—Pria yang juga membuat Sefina bertransformasi perlahan menjadi monster.

"Tinggal sedikit lagi... Usahaku selama ini akan membuahkan hasil," gumam Eren. Dia kemudian meninggalkan ruangan itu melalui sebuah jalan rahasia yang telah dia siapkan.

"Miss Aileen... Apakah sudah selesai...?" tanya salah satu kelinci percobaan Eren kepada wanita yang bersama Eren tadi.

"Iya... Kau sudah menjalankan tugasmu dengan baik. Tidak lama lagi, kau akan sembuh dari penyakitmu itu," jawab Aileen menenangkan pasien tersebut dengan sebuah harapan palsu.

Para penduduk kota yang menghilang akhir-akhir inj, kenyataan sebenarnya mereka tidaklah sedang diculik. Melainkan datang karena kemauan mereka sendiri. Rata-rata dari mereka semua memiliki sebuah penyakit yang sulit untuk disembuhkan oleh dokter biasa.

Aileen adalah orang yang bertugas untuk mengawasi dan menemani para pasien Eren agar mereka tidak mengalami stress dan gangguan mental ketika percobaan sedang dilakukan.

Namun Aileen memiliki sebuah rahasia... Di wajahnya, terlihat sebuah Mark yang biasa dimiliki oleh para Hunter yang sering mengalami kegilaan.

Sebenarnya, kesepakatan apa yang dia buat dengan Eren? Mengapa seorang Hunter bekerja sama dengan seseorang yang melakukan percobaan untuk mengubah manusia menjadi monster?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!