Malam harinya, Zolta dan Luna telah sampai di Kota Danzig—Ibukota Duchy Prussia—Kekaisaran Salian. Kota ini merupakan yang terpenting bagi Kekaisaran karena letaknya yang cukup strategis. Mempunyai pelabuhan terbesar, membuat perekonomian Kota Danzig menjadi paling sibuk diantara kota lainnya di Kekaisaran.
Jalanan kota yang besar, gedung-gedung yang megah, dan hiasan kota yang indah membuat Kota ini seperti berada di dalam dunia yang berbeda dari tempat lain.
...Author Note : Kota Danzig...
"Kota ini semakin ramai semenjak terakhir aku kesini enam bulan yang lalu," gumam Zolta.
"Mau membeli Misue? Minuman dingin yang sedang populer akhir-akhir ini di kota," ujar Luna yang sedari tadi berjalan menggandeng tanganku.
"Kau yang traktir?" Sejujurnya, Zolta ingin menyimpan uangnya untuk memperbaiki perubahan Evelyn—nama pedang yang selalu membantunya dalam perburuan monster.
"Tentu."
Mereka berdua lalu berjalan ke sebuah toko yang terlihat panjang sekali antriannya. Melihat ini, Zolta melirik ke arah Luna. "Well, kurasa kita bisa mencicipinya lain kali, Luna."
Mendengar perkataan Zolta, Luna hanya tersenyum percaya diri. Dia kemudian berjalan dengan gaya yang berbeda sebelumnya, aura yang dipancarkannya sangat berbeda yang awalnya hangat dan Friendly berubah menjadi dingin karismatik serta terlihat elegan secara bersamaan.
"Hey, lihat. Bukankah itu Luna Sang Ratu Es?"
"Iya... baru kali ini aku melihatnya dari dekat, kecantikannya memang dapat membuat hatimu membeku!"
Apa-apaan reaksi mereka itu? pikir Zolta melihat para pria yang mengantri mulai membuka jalan untuk Luna. Juga, bagaimana bisa dia mengubah ekspresinya dengan mudah seperti itu? Kurasa Luna akan lebih bersinar karirnya jika menjadi seorang pemain drama!
Para warga Kota Danzig sudah familiar dengan para Hunter. Ini dikarenakan terdapat sebuah Workshop di kota ini, tempat dimana para Hunter kembali dari perburuan mereka di segala penjuru benua.
Setelah beberapa saat, Luna kemudian berjalan keluar membawa dua buah minuman yang berisi krim warna putih. "Cobalah, kau akan ketagihan jika sudah mencicipinya sekali."
Mengambil minumannya, Zolta kemudian menghabiskannya dengan sekali tegukan.
"Kau minum seperti orang kehausan, Zolta. Apa kau tidak takut membuat otakmu membeku?" tanya Luna terheran-heran.
"Well... minumannya cukup menyegarkan, tapi kurasa agak terlalu manis untukku."
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju pinggiran Kota Danzig. Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di pintu gerbang utama Workshop—Sebuah kastil tua pemberian dari Duke Reinhard von Bismarck kepada para Hunter untuk dijadikan markas mereka.
Kedua Hunter itu kemudian memasuki area kastil lalu melihat beberapa Dwarf yang menetap di sini sebagai pandai besi dan Alkemis untuk para Hunter. Mereka berdua menyapa beberapa Dwarf itu sebelum berjalan menuju aula utama kastil ini.
Sesampainya di sana, mereka melihat puluhan Hunter sedang berkumpul makan malam dan minum-minum sambil mengobrol.
"Oh lihat siapa yang sudah lama tidak datang! Zolta The Silent Crow! " Salah satu Hunter menghampiri mereka.
"Hey Fred, lama tidak bertemu, bagaimana dengan petualanganmu di Kerajaan Juteland?" Zolta balas menyapanya.
"Nahh, Kerajaan itu sangat membosankan sekali! Warga-warga mereka terlalu religius dan tidak bisa di ajak bercanda kau tahu," ungkap Fred yang menceritakan sedikit pengalamannya. "Dan kau Luna! Aku tidak tahu kau semakin cantik saja sekarang! Bagaimana? Apa Zolta masih menolakmu?" godanya.
"Well... Dia semakin melunak sekarang, mungkin tahun depan dia yang akan mengejarku balik," balas Luna dengan percaya diri. Mereka berdua kemudian bergabung dengan para Hunter lainnya untuk bercengkrama.
Terdapat tiga Workshop di Kekaisaran Salian. Satu berada di Kota Danzig dimana Zolta, Luna dan Fred dilatih, satu berada di Kota Basel yang terletak di wilayah selatan Kekaisaran, dan satu lagi berada di Kota Salianburg—Ibukota Kekaisaran.
Setiap Workshop dipimpin oleh seorang Hunter senior sebagai pembimbing Hunter-Hunter lain dalam melakukan perburuan monster. Para warga maupun bangsawan di Kekaisaran juga bisa memberikan permintaan pribadi kepada mereka melalui Workshop.
"Menyingkir kalian! Mati kau monster! Raaahhhh!"
Ketika sedang asik mengobrol, Zolta mendengar kegaduhan di sisi lain area kastil. Dia kemudian mendekat ke sumber suara untuk memastikan apa yang sedang terjadi.
"Mati kau, Monster! Lawan aku!" Seorang pria yang memiliki sebuah Mark di wajahnya terlihat mengayun-ayunkan sebuah kapak besar menghancurkan beberapa meja yang berada di sana. Nampak Hunter lain mencoba menenangkannya namun gagal.
-Dor! Dor! Dor!
Dia mulai menembakan senjatanya ke segala arah. Melihat ini, Zolta kemudian berlari melesat ke arahnya lalu melakukan sebuah tackle menjatuhkannya ke lantai.
"Barney! Tenanglah, kawan!" Zolta memegangi tangan pria yang bernama Barney tersebut. Para Hunter juga membantu menahan Barney yang mulai memberontak dengan kuat.
"Tidak! Pergi kalian! Jika tidak, kubunuh kalian semua!"
"Barney, tenanglah! Kau sudah berada di rumah... Kau tidak berada di tempat mengerikan itu...," bisik Zolta seraya mengusap-usap kepala Barney.
"Hah... Hah... Sungguh? ini sudah berakhir?" Setelah mendengar kata-kata Zolta, Barney mulai dapat mengendalikan dirinya. Nafasnya terengah-engah, keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya.
"Ya... Kau sudah pulang, kawan," ucap Zolta mencoba menenangkan rekannya itu.
"Zolta... Kau, kah itu? Kau sudah kembali?" tanya Barney yang mulai tersenyum dan melemaskan tubuhnya.
Melihat Barney tidak mencoba berontak lagi, para Hunter pun mulai melepaskannya. Zolta membantu Barney berdiri lalu memeluknya.
"Semenjak kau kutinggalkan kau semakin beringas, Barney," ucap Zolta setengah bercanda.
"Well... Kegilaanku tidak sering muncul akhir-akhir ini kau tahu, hahahah! Maaf menyusahkan kalian, saudara-saudaraku!" Barney meminta maaf atas kekacauan yang dia buat.
Barney merupakan seorang Hunter yang memiliki sebuah Mark di wajahnya. Hunter yang memiliki ini sering mendapatkan sebuah halusinasi kuat dimana mereka sedang melawan puluhan bahkan ribuan monster.
Tidak ada yang tahu pasti mengapa mereka dapat mendapatkan Mark tersebut. Barney merupakan seorang Veteran garis depan, mereka adalah Hunter-Hunter yang memburu monster langsung di wilayah reruntuhan Kerajaan Magyar, dimana awal mula para Monster bermunculan di benua Rutenia.
Semua Hunter yang pergi kesana, setengah dari mereka yang kembali dari garis depan mendapatkan Mark tersebut lalu mengalami kegilaan yang sama seperti yang di alami oleh Barney.
Itulah sebabnya Zolta khawatir akan Luna ketika dia memutuskan untuk pergi ke garis depan.
Dari awal, mengapa para Hunter ingin pergi ke tempat mengerikan itu? Itu dikarenakan banyak sekali harta, resep obat maupun buku sihir peninggalan Bangsa Magyar yang dapat mereka jarah di sana.
Mereka ingin mendapatkan rahasia dari Kejayaan Bangsa Magyar untuk mereka gunakan demi keuntungan mereka sendiri. Karena itulah banyak pebisnis maupun bangsawan yang menyewa para Hunter dengan kontrak yang lama untuk berburu di sana.
"Luna! Benarkah itu? Kau ingin pergi ke sana juga?" tanya Barney terkejut mendengarnya.
"Ya, aku mempunyai alasanku sendiri untuk pergi ke sana kau tahu. Aku akan pergi bersama beberapa Hunter dari Ibukota yang telah di sewa oleh Pangeran Renfield," ungkap Luna berterus terang.
"Hah... Baiklah kalau kau sudah menguatkan tekadmu, aku tidak akan berbicara apa-apa lagi, Luna," ucap Zolta pasrah.
Ketika mereka bertiga sedang asyik mengobrol, Tiba-tiba mereka di datangi oleh seorang pria paruh baya yang berjalan dengan sebuah tongkat.
"Zolta, kau akhirnya datang kemari juga. Dan kau Barney, seperti biasa selalu membuat yang lainnya kesusahan," sapa pria tersebut pada mereka.
"Master Ludwig, senang bisa bertemu dengan Anda kembali."
Dia adalah mentor Zolta, Luna dan Barney. Dia yang melatih mereka bertiga sampai lulus menjadi seorang Hunter sampai saat ini. Sekarang, dia sudah jarang melakukan tugasnya sebagai Hunter karena sebuah luka yang dia dapat beberapa tahun yang lalu, membuatnya tidak leluasa untuk bergerak.
"Aku baru saja mendapatkan sebuah request dari Patrol Guard Kota untuk menginvestigasi kasus warga yang hilang akhir-akhir ini," ungkap Master Ludwig. "Zolta, kau dan Barney cobalah ke sana untuk memeriksanya."
Zolta dan Barney kemudian saling pandang. "Baiklah, Master Ludwig. Setelah mengisi ulang suplai berburuku, kami akan segera kesana."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments