[ Arc 1] Hunter Mark part 4

Zolta dan Barney terlihat kesulitan melawan belasan monster-monster yang mereka lawan. Merespon keadaan ini, Zolta dengan sabar menghindari serangan mereka, menunggu celah untuk melakukan serangan balik.

"Ora, ora, ora! Mati kalian semua! Uwahahaha!" Barney semakin menggila walaupun tubuhnya terlihat memiliki beberapa luka sayatan dari sabit monster itu.

Seorang Hunter yang memiliki sebuah Mark tidak hanya mendapatkan sebuah kegilaan, mereka juga mendapatkan dua kemampuan baru. Yaitu, Berserk yang membuat kekuatan fisik dan stamina mereka meningkat dan Unyielding sebuah kemampuan untuk meningkatkan toleransi rasa sakit yang tubuh mereka terima.

-Swoshh!

Ayunan kapak Barney memenggal salah satu monster tersebut. "Wahahaha! Mampus kau!" serunya kegirangan.

Di sisi lain, Zolta sedang menghindar dari serangan tentakel monster-monster itu. Terlihat tiga tentakel menyerangnya dari depan dan dua dari belakang.

Zolta kemudian melompat ke samping, membuat tentakel-tentakel mereka saling beradu satu sama lain. Melihat kesempatan untuk menyerang, Zolta memotong tentakel dari beberapa monster tersebut.

Namun, walaupun Zolta telah memotong tentakel monster-monster itu, terlihat mereka dapat menumbuhkan kembali tentakel mereka yang putus itu.

Sepertinya Aku harus memenggal bagian kepala mereka untuk benar-benar membunuh monster ini...

Zolta berlari menuju tiga monster yang ada di hadapannya. Kembali, monster-monster itu menyerang Zolta dengan mengayunkan tentakel mereka. Namun, Zolta dapat dengan mudah menghindar dari semua serangan tersebut dengan berlari secara zig-zag.

Setelah memperpendek jarak, Zolta kemudian memenggal bagian kepala ketiga monster tersebut dengan mudah. Setelah terpisah dari tubuhnya, bagian kepala monster itu kemudian terlihat mengkerut sebelum memuntahkan darah berwarna coklat yang menandakan kematian monster tersebut.

Ketika Zolta berbalik hendak menghabisi monster-monster yang tersisa, dia melihat seorang wanita yang menggunakan setelan Hunter sedang berjalan ke arahnya.

Terlihat Hunter itu memiliki sebuah Mark di wajahnya. Wanita itu kemudian menghunuskan pedangnya lalu mulai berlari dengan cepat ke arah Zolta.

-Clang!

Pedang mereka beradu, kedua mata mereka bertemu. Zolta tidak merasakan emosi apapun pada pandangan wanita dihadapannya ini. Hanya sebuah tatapan kosong layaknya manusia yang telah mati.

Wanita itu kemudian melakukan tebasan diagonal hendak memenggal kepala Zolta. Beruntung, Zolta dengan cepat merendahkan kepalanya lalu melakukan serangan balik untuk melucuti senjata wanita itu.

Namun, wanita itu dapat menghindarinya dengan melompat mundur ke belakang.

Ini aneh, Hunter yang memiliki sebuah Mark biasanya lebih agresif melakukan serangan. Kekuatannya juga terasa lebih lemah dari Barney. Siapa sebenarnya wanita ini? Mengapa dia menyerangku?

"Oraa! Hahaha! Lihatlah kepala kalian melayang makhluk bodoh!" Zolta melihat Barney masih melawan monster-monster sebelumnya. Jumlah mereka masih tersisa 10 ekor lagi.

Zolta kemudian melihat wanita itu kembali berlari ke arahnya dan melancarkan beberapa serangan. "Barney, Kuserahkan monster itu padamu! Aku akan menangani wanita ini!" serunya seraya menahan dan menghindari tebasan serta tusukan pedang yang di arahkan padanya.

Sedari tadi, Zolta berusaha untuk mengalahkan Hunter wanita ini tanpa membunuhnya. Namun, dia tidak mengetahui bahwa wanita yang sedang dia lawan itu menyerangnya karena alasan lain.

-Clang!

Pedang mereka kembali beradu, Zolta kemudian menebaskan pedangnya ke arah Crossguard pedang wanita itu, membuat pedangnya terpental ke udara.

Namun, melakukan serangan seperti itu membuat pertahan Zolta terbuka. Wanita itu kemudian menendang dadanya, membuatnya terpental sejauh sepuluh meter.

Zolta mengeluarkan senjata apinya, mencoba membidik musuh yang berada di hadapannya. Namun, dia melihat Hunter wanita itu sedang mengarahkan sebuah senjata api—Flintlock ke arahnya.

-Dor!

Mereka menembak secara bersamaan, sebuah percikan api muncul di udara karena benturan peluru kedua Hunter itu. Wanita itu kemudian menangkap pedangnya yang sebelumnya terpental ke atas udara.

Melihat ini, Zolta kembali mengarahkan pistolnya yang masih memiliki satu peluru di dalamnya ke arah wanita itu. Akan tetapi, tiba-tiba kecepatan wanita itu bertambah lalu muncul di hadapan Zolta dengan sekejap.

-Dor!

Tangan kanan wanita itu mengangkat tangan kiri Zolta, membuat tembakannya hanya mengenai bagian atas topi Hunter wanita itu. Dia kemudian melakukan serangan tusukan kepada Zolta. Namun, Zolta dengan cepat menghindarinya dengan melompat ke belakang.

Dia dapat menggunakan teknik Quickstep, kah?

Quickstep adalah salah satu teknik andalan para Hunter profesional. Memberikan sebuah ilusi dimana kecepatan gerak penggunanya terasa lebih cepat dari biasanya.

Ini dikarenakan para Hunter selalu meminimalkan pergerakan mereka. Hal ini bertujuan untuk menjaga stamina mereka ketika melawan monster yang umumnya memiliki fisik yang jauh lebih besar daripada manusia biasa.

Selain itu, kebiasaan ini juga bertujuan untuk membuat musuh para Hunter lengah akan potensi bertarung sesungguhnya yang dimiliki oleh para Hunter.

Zolta kemudian melihat Hunter wanita itu mengeluarkan pedang kedua dari sarung pedangnya. Seorang Dual Wielder, kah? Serangan dia selanjutnya akan semakin intens.

Wanita itu kembali melesat ke arah Zolta lalu menusukkan pedangnya yang ada di tangan kanan. Zolta mencoba menghindar ke kiri tetapi, Wanita itu dengan cepat melakukan gerakan memutar lalu melakukan serangan Backhand Slash dengan tangan kiri.

Zolta kembali menghindari serangannya dengan melompat ke belakang. Akan tetapi, Hunter wanita itu kembali melesat mengejarnya menggunakan Quickstep.

-Clang!

Percikan api muncul dari benturan senjata mereka, Zolta menahan serangan Double-Slash wanita itu dengan pedangnya. Namun, karena kekuatan dan momentum wanita itu yang lebih besar, membuat Zolta terpental sejauh 15 meter ke belakang.

Zolta masih menahan diri selama pertarungannya dengan Hunter wanita itu. Dia ingin menginterogasinya tentang beberapa hal mengenai korban yang hilang serta perubahan mereka menjadi monster.

Namun, Hunter wanita itu sama sekali belum memberikannya celah. Zolta kemudian melirik sekejap ke arah Barney yang tengah bertarung dengan monster-monster itu.

-Clang!

Zolta menangkis serangan Hunter wanita itu, dia tidak memberinya waktu untuk berpikir, kembali menyerangnya dengan membabi buta.

Kedua Hunter itu kembali beradu pedang, saling mengcounter satu sama lain selama beberapa menit. Manuver mereka selama pertarungan bagaikan sebuah tarian dansa yang keindahannya dapat membunuh seseorang.

Zolta melihat Hunter wanita itu melakukan sebuah kuda-kuda, kedua pedangnya dia angkat hingga ke belakang punggungnya.

Kuda-kuda itu... Mungkinkah...

Hunter wanita itu melakukan tebasan vertikal dengan kuat dari jarak 20 meter darinya. Serangan wanita itu menghasilkan dua buah serangan angin tajam yang melesat sangat cepat menuju ke arah Zolta.

Bahu Zolta tersayat serangannya, walaupun telah mencoba menghindarinya menggunakan teknik Quickstep. Darah segar mengucur membasahi tangan kirinya, sebuah rasa sakit mulai mengganggunya dalam bertarung.

Hunter wanita itu kembali melesat ke arah Zolta, kembali, dia hanya secara pasif menghindar lalu mengcounter serangan-serangan wanita itu. Apa sebenarnya yang direncanakan Zolta sebenarnya? Tanpa berinisiasi melakukan serangan, dia tidak akan mampu mengalahkan Hunter wanita itu.

-Clang!

Pedang Zolta terlempar ke udara setelah menahan serangan wanita itu yang tiada henti.

Melihat pertahanan Zolta yang terbuka, Hunter wanita itu kemudian menebaskan pedangnya ke leher Zolta, mencoba memenggal kepalanya.

-Slashh!

Sebuah tangan manusia melayang di udara, sebelum pedang wanita itu mencapai leher Zolta, Barney yang tiba-tiba muncul dari belakang wanita itu memotong salah satu tangannya dengan kapak besarnya.

Darah segar terciprat, wanita itu kemudian menghindar dari serangan lanjutan Barney lalu menjaga jaraknya dengan mereka berdua.

Nafas wanita itu terengah-engah, dia memegangi tangan kanannya yang buntung itu. Jika tidak segera dilakukan pertolongan pertama, dia akan mulai lemas karena kehabisan darah.

"Kau terlalu lama, Barney. Berburu di garis depan membuatmu menjadi lambat, kah?" sindir Zolta yang kemudian mengambil kembali pedangnya yang terjatuh.

"Hah! Kau yang seharusnya malu karena disudutkan oleh seorang wanita!" balas Barney mengejek rekannya itu.

"Hey, kau tahu Aku hanya ingin membuatnya lengah bukan?" ujar Zolta beralasan mengapa sedari tadi dia bertarung dengan pasif.

Dia kemudian berjalan ke arah Hunter wanita yang terlihat sedang menahan sakit itu. "Menyerahlah, dengan hanya satu tangan dan kalah jumlah, kau tidak akan bisa mengalahkan kami berdua."

Wanita itu tidak merespon Zolta, dia hanya memandangnya dengan sebuah tatapan kosong sama seperti sebelumnya.

"Fear... The Unknown .... "

Zolta mendengar wanita itu menggumamkan sesuatu dengan bahasa asing.

"Fear ... The Old Bloods .... "

Setelah mengatakan hal itu, Mark yang berada di wajah wanita tersebut menyebar ke seluruh tubuh bagian kanannya. Membuat kulitnya menjadi keras seperti sisik dan berubah warna menjadi abu-abu.

Zolta dan Barney terlihat terkejut, melihat tangan kanan wanita yang buntung itu kemudian tumbuh kembali, sebuah tanduk muncul dari dahi kanan wanita itu dan sklera matanya berubah menjadi warna abu dengan sebuah pupil berwarna kuning.

Sebuah tulang membentuk seperti pedang yang sangat tajam keluar dari pergelangan tangan kanan wanita itu yang baru tumbuh.

Dengan tubuh setengah manusia dan setengah monster, perubahan Hunter wanita itu telah selesai. Pertarungan sesungguhnya ketiga Hunter ini baru saja dimulai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!