18. Beban

Lima orang mulai menyerang kearah Juan Zhi, namun satu orang terhempas saat Juan Zhi memukulnya menggunakan ujung pedang miliknya.

"Kubilang Aku tidak terlibat dalam masalah ini!" Ucap Juan Zhi berusaha memberikan penjelasan

Pei Kang tidak perduli, dan malah menyuruh para bawahannya untuk menyerang kearah Juan Zhi dan Lin Han.

*Boom!!

Duar orang langsung terpental menghantam pepohonan, serangan tersebut berasal dari Lin Han yang tengah melompat-lompat sambil bersiap dengan kuda-kuda.

"Apa yang kalian lakukan! Cepat habisi dua orang sampah ini!" Perintah Juan Zhi pada tujuh bawahnya yang tersisa

"Cih! Orang-orang bodoh!"

Juan Zhi melangkah dengan sangat cepat, membuat tiga orang nampak diam tanpa tau apa yang tengah terjadi.

*Boom!!

Tiga orang langsung roboh tanpa sebab, sementara empat sisanya bertarung dengan Lin Han dengan begitu membabi buta.

"Huh! Angkuh sekali dirimu! Hanya karena bisa mengalahkan mereka, bukan berarti masalah akan selesai!" Tunjuk Pei Kang kearah Juan Zhi

"Kau ini berisik sekali, apa kau ini sebenarnya seorang ibu-ibu?" Jawab Juan Zhi menggaruk kepalanya dengan tenang

Pei Kang tersenyum, lalu tertawa kuat sambil menyeringai lebar kearah Juan Zhi. Tangannya menunjuk menggunakan ujung pedang miliknya.

"Menarik! Kau orang pertama yang berani berkata seperti itu di hadapan ku!"

Juan Zhi hanya diam tak menjawab, matanya nampak fokus menatap kearah Pei Kang. Hingga akhirnya hembusan angin perlahan terasa, membuat dedaunan berhamburan.

'Energi Qi?' pikir Juan Zhi melihat sekitarnya yang mulai terasa aneh

"Mari lihat, seberapa lama kesombongan mu itu bertahan!" Pei Kang tersenyum sambil menarik pedang dari sarungnya

"Sudah kubilang, Aku tidak-"

*KRANG!!

Pei Kang melesat menghantam kan tebasan horizontal kearah Juan Zhi. Namun beruntung Juan Zhi dengan cepat menahan serangan itu menggunakan sarung pedang miliknya.

"Tebasan Angin!"

*BOOOOOOM!!

Juan Zhi melompat menjaga jarak, lebih tepatnya saat serangan Pei Kang menghantam tanah karena meleset, hingga membuat tanah terbelah.

"Hahaha! Apa kau hanya bisa menghindar seperti tikus saja huh!" Pei Kang tersenyum lebar

"Hah ... Kau yang memaksa ku melakukannya!" Ucap Juan Zhi ikut menarik pedang miliknya

"Ya begitu! Tunjukkan taring mu, bodoh!" Pei Kang kembali menyeringai

*KRANG!!

Pedang keduanya saling beradu, memukul satu sama lain. Beberapa menit berlalu, namun masih belum ada tanda-tanda akan kalah di antara keduanya.

Hingga akhirnya Pei Kang menjaga jarak, dan terkejut saat melihat butiran salju yang tiba-tiba turun di sekitarnya.

"Salju?"

Menatap kearah Juan Zhi, Pei Kang sadar jika ini merupakan Energi Qi. Karena terlihat jelas bagaimana Juan Zhi tengah bersiap dengan kuda-kuda miliknya.

"Hancurkan!"

Butiran salju menyentuh tanah, membuat ledakan di sekitar Pei Kang yang membuatnya tak sempat untuk menghindari serangan tersebut.

"Macan Angin!"

*BOOOOOOM!!

Suara dentuman terdengar, butiran salju langsung melesat dan menyebar hingga membuat ledakan di area sekitar.

ROARRRR!!

Macan angin keluar, dengan tinggi dua meter dan di selimuti aura putih di sekitar tubuhnya saat ini.

"Hm, Beast?" Tatap Juan Zhi

"Tehnik yang menarik! Namun hal itu tidak ada apa-apanya di hadapan Beast-"

*SLASH!!

Sebuah pohon besar di belakang Pei Kang terbelah dua, di susul dengan macan angin miliknya yang juga ikut terbelah menjadi dua bagian terpisah.

"Hooh, mainan kecil seperti itu ingin melawan ku?" Jawab Juan Zhi dengan tatapan datar sambil menghela nafas pelan

Pei Kang terdiam bukan main, dia tak percaya hewan buas miliknya mati hanya dengan sekali serangan seperti tadi.

"Apa... Apa yang..."

*BRUK!!!

Satu pukulan menghantam wajah Pei Kang, hingga membuatnya terbaring menghantam tanah dengan sangat keras.

"Uhuk-uhuk!! Wajah ku!"

*KRANG!

Mata pisau menancap di samping Pei Kang, membuatnya terdiam dengan tatapan beku kearah Juan Zhi.

"J-jika kau berani menyakiti-"

*Bruk!

Juan Zhi tak perduli, dan memukul wajah Pei Kang hingga hidungnya mengeluarkan darah segar.

"Apa kau lihat Aku perduli?" Jawab Juan Zhi dengan tatapan tajam

"Hentikan! A-aku akan membayar mu! Biarkan biarkan aku pergi!" Ucap Pei Kang terbata-bata

"Menyebalkan, kau adalah tipe manusia yang paling ku benci!"

Juan Zhi mengangkat pedangnya, bersiap menusuk tepat kearah kepala Pei Kang yang nampak ketakutan.

"Tolong!! Biarkan Aku pergi!!" Pei Kang meronta, namun tubuhnya selalu gemetar saat Juan Zhi menatap matanya

Juan Zhi tak perduli, dan menurunkan pedangnya dengan cepat hendak menembus kepala Pei Kang.

Namun hal tersebut tak terjadi, tepat saat Lin Han menahan tangan Juan Zhi yang hendak menusuk kepala Pei Kang saat itu juga.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Juan Zhi tanpa mengalihkan pandanganya

"Membunuh bukanlah cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah. Kakekku bilang begitu." Jawab Lin Han datar

"Hmm? Bukankah dia datang untuk membunuh mu? Lantas mengapa kau menahannya?"

"Kurasa ini hanya salah paham." Jawab Lin Han dengan entengnya

Juan Zhi segera berdiri, memasukkan pedang miliknya kembali. Dan menatap kearah Lin Han dengan datar.

"Huh, kau ini terlalu baik sebagai seorang manusia. Kelak kebaikan itu akan menyakiti mu sendiri, bodoh." Ucap Juan Zhi berjalan pergi meninggalkan Pei Kang yang meringkuk ketakutan

"Hm? Apa maksudnya?" Tanya Lin Han

Juan Zhi tak menjawab dan terus melanjutkan langkahnya. Sementara itu Lin Han yang tak tau hendak apa, langsung berlari untuk mengikuti juga.

***

- Penjara Bawah Tanah Sekte Angin

Di dalam sebuah jeruji besi yang lembab dan kotor, serta minim akan penerangan. Seorang pria bernama Jiazhen tengah duduk dengan tangan yang terikat rantai besi.

Sementara itu di luar jeruji besi, Long Zu tengah berdiri diam menatap kearah Jiazhen sambil tersenyum tipis. Namun tangan kiri miliknya telah hilang.

"Hmm, apa yang sedang kau lakukan kemari? Bukankah seharusnya kau menjilati kaki Tuan mu?" Ucap Jiazhen tersenyum tipis

"Jiazhen, akan kuberikan penawaran yang sama sekali lagi, bergabunglah dengan kami!" Ucap Long Zu tersenyum

"Sudah kubilang bukan, manusia tidak bisa menjadi anjing?" Jiazhen tersenyum kembali menatap Long Zu

"Yah itu perkataan yang menarik, namun menolaknya tak akan merubah apapun, Jiazhen!"

"Tidak merubah apapun? Hahaha! Kau salah Long Zu, ini hanyalah masalah waktu!" Jiazhen terkekeh mendengarnya

"Tak ku sangka, Jiazhen yang perkasa akan berpikir sempit seperti ini?" Long Zu menimpali

"Ini adalah pemikiran yang terbuka Long Zu, aku tidak tertarik untuk menjadi seekor anjing, apa kau mengerti?"

*Trashh!!

Petir menyambar saat seorang penjaga menekan sebuah tuas, membuat Jiazhen tersambar hebat.

"Ughh..." Lirih Jiazhen yang memuntahkan darah segar

"Hm, kau cukup tangguh. Namun jangan khawatir, kau akan menerima siksaan ini tanpa harus mati, Jiazhen..." Ucap Long Zu segera berjalan pergi meninggalkan penjara yang saat ini tengah menyiksa Jiazhen

Terpopuler

Comments

Kawulo Alit

Kawulo Alit

akhirnya jadt tolol juga mc nya...bikin kocak bin sadis lebih seru

2023-11-12

1

Lin Han.... kenapa begitu baik tapi terlalu polos

2023-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 1. Lin Han
2 2. Mengintip
3 3. Kucing Hutan
4 4. Perjalanan
5 5. Kota
6 6. Sekte
7 7. Jia Li
8 8. Berhasil
9 9. Tawaran
10 10. Terimakasih
11 11. Latihan
12 12. Mulai
13 13. Sejarah
14 14. Kembali
15 15. Salah Paham
16 16. Kota Giok
17 17. Masalah
18 18. Beban
19 19. Dagang
20 20. Amarah
21 21. Pengejaran
22 22. Ancaman
23 23. Penghianatan
24 24. Selesai
25 25. Desa Bulan
26 26. Perebutan
27 27. Nona
28 28. Qingyu
29 29. Segel
30 30. Insting
31 31. Gurun
32 32. Sergapan
33 33. Sadar
34 34. Lolos
35 35. Nenek
36 36. Datang
37 37. Iblis
38 38. Kalah?
39 39. Melawan
40 40. Ledakan
41 41. Waktu
42 42. Kembalinya
43 43. Pertarungan Malam
44 44. Kiriman
45 45. Walikota
46 46. Anak Langit
47 47. Lima Iblis
48 48. Berangkat
49 49. Gangguan
50 50. Mencari
51 51. Liga Langit
52 52. Lembah Kehampaan
53 53. Tuan Tanah
54 54. Tukang Cincang
55 55. Shin
56 56. Pertarungan Sengit
57 57. Eksekutif
58 58. Reuni
59 59. Reuni II
60 60. Reuni III
61 61. Kebebasan
62 62. Tubuh Dewi
63 63. Telah Pulih
64 64. Melupakan
65 65. Kaisar
66 66. Monster
67 67. Asing
68 68. Hilang Kendali
69 69. Anak Kecil
70 70. Kota Pelangi
71 71. Rubah Iblis
72 72. Penasihat
73 73. Kejutan
74 74. Kesal
75 75. Terbongkar
76 76. Sang Kera
77 77. Dendam Lama
78 78. Sulit
79 79. Bertarung kembali
80 80. Mencoba
81 81. Segel Wadah
82 82. Kekuatan
83 83. Lin Mei
84 84. Ibunda
85 85. Bisa
86 86. Kenyataan
87 87. Ibu Hebat
88 88. Kecurigaan
89 89. Pencarian
90 90. Perkumpulan
91 91. Terimakasih Guru
92 92. Keributan
93 93. Perlawanan Jia Li
94 94. Belum Saatnya
95 95. Kembalinya
96 96. Kedatangan Qingyu
97 97. Adik
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Lin Han
2
2. Mengintip
3
3. Kucing Hutan
4
4. Perjalanan
5
5. Kota
6
6. Sekte
7
7. Jia Li
8
8. Berhasil
9
9. Tawaran
10
10. Terimakasih
11
11. Latihan
12
12. Mulai
13
13. Sejarah
14
14. Kembali
15
15. Salah Paham
16
16. Kota Giok
17
17. Masalah
18
18. Beban
19
19. Dagang
20
20. Amarah
21
21. Pengejaran
22
22. Ancaman
23
23. Penghianatan
24
24. Selesai
25
25. Desa Bulan
26
26. Perebutan
27
27. Nona
28
28. Qingyu
29
29. Segel
30
30. Insting
31
31. Gurun
32
32. Sergapan
33
33. Sadar
34
34. Lolos
35
35. Nenek
36
36. Datang
37
37. Iblis
38
38. Kalah?
39
39. Melawan
40
40. Ledakan
41
41. Waktu
42
42. Kembalinya
43
43. Pertarungan Malam
44
44. Kiriman
45
45. Walikota
46
46. Anak Langit
47
47. Lima Iblis
48
48. Berangkat
49
49. Gangguan
50
50. Mencari
51
51. Liga Langit
52
52. Lembah Kehampaan
53
53. Tuan Tanah
54
54. Tukang Cincang
55
55. Shin
56
56. Pertarungan Sengit
57
57. Eksekutif
58
58. Reuni
59
59. Reuni II
60
60. Reuni III
61
61. Kebebasan
62
62. Tubuh Dewi
63
63. Telah Pulih
64
64. Melupakan
65
65. Kaisar
66
66. Monster
67
67. Asing
68
68. Hilang Kendali
69
69. Anak Kecil
70
70. Kota Pelangi
71
71. Rubah Iblis
72
72. Penasihat
73
73. Kejutan
74
74. Kesal
75
75. Terbongkar
76
76. Sang Kera
77
77. Dendam Lama
78
78. Sulit
79
79. Bertarung kembali
80
80. Mencoba
81
81. Segel Wadah
82
82. Kekuatan
83
83. Lin Mei
84
84. Ibunda
85
85. Bisa
86
86. Kenyataan
87
87. Ibu Hebat
88
88. Kecurigaan
89
89. Pencarian
90
90. Perkumpulan
91
91. Terimakasih Guru
92
92. Keributan
93
93. Perlawanan Jia Li
94
94. Belum Saatnya
95
95. Kembalinya
96
96. Kedatangan Qingyu
97
97. Adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!