Lima orang mulai menyerang kearah Juan Zhi, namun satu orang terhempas saat Juan Zhi memukulnya menggunakan ujung pedang miliknya.
"Kubilang Aku tidak terlibat dalam masalah ini!" Ucap Juan Zhi berusaha memberikan penjelasan
Pei Kang tidak perduli, dan malah menyuruh para bawahannya untuk menyerang kearah Juan Zhi dan Lin Han.
*Boom!!
Duar orang langsung terpental menghantam pepohonan, serangan tersebut berasal dari Lin Han yang tengah melompat-lompat sambil bersiap dengan kuda-kuda.
"Apa yang kalian lakukan! Cepat habisi dua orang sampah ini!" Perintah Juan Zhi pada tujuh bawahnya yang tersisa
"Cih! Orang-orang bodoh!"
Juan Zhi melangkah dengan sangat cepat, membuat tiga orang nampak diam tanpa tau apa yang tengah terjadi.
*Boom!!
Tiga orang langsung roboh tanpa sebab, sementara empat sisanya bertarung dengan Lin Han dengan begitu membabi buta.
"Huh! Angkuh sekali dirimu! Hanya karena bisa mengalahkan mereka, bukan berarti masalah akan selesai!" Tunjuk Pei Kang kearah Juan Zhi
"Kau ini berisik sekali, apa kau ini sebenarnya seorang ibu-ibu?" Jawab Juan Zhi menggaruk kepalanya dengan tenang
Pei Kang tersenyum, lalu tertawa kuat sambil menyeringai lebar kearah Juan Zhi. Tangannya menunjuk menggunakan ujung pedang miliknya.
"Menarik! Kau orang pertama yang berani berkata seperti itu di hadapan ku!"
Juan Zhi hanya diam tak menjawab, matanya nampak fokus menatap kearah Pei Kang. Hingga akhirnya hembusan angin perlahan terasa, membuat dedaunan berhamburan.
'Energi Qi?' pikir Juan Zhi melihat sekitarnya yang mulai terasa aneh
"Mari lihat, seberapa lama kesombongan mu itu bertahan!" Pei Kang tersenyum sambil menarik pedang dari sarungnya
"Sudah kubilang, Aku tidak-"
*KRANG!!
Pei Kang melesat menghantam kan tebasan horizontal kearah Juan Zhi. Namun beruntung Juan Zhi dengan cepat menahan serangan itu menggunakan sarung pedang miliknya.
"Tebasan Angin!"
*BOOOOOOM!!
Juan Zhi melompat menjaga jarak, lebih tepatnya saat serangan Pei Kang menghantam tanah karena meleset, hingga membuat tanah terbelah.
"Hahaha! Apa kau hanya bisa menghindar seperti tikus saja huh!" Pei Kang tersenyum lebar
"Hah ... Kau yang memaksa ku melakukannya!" Ucap Juan Zhi ikut menarik pedang miliknya
"Ya begitu! Tunjukkan taring mu, bodoh!" Pei Kang kembali menyeringai
*KRANG!!
Pedang keduanya saling beradu, memukul satu sama lain. Beberapa menit berlalu, namun masih belum ada tanda-tanda akan kalah di antara keduanya.
Hingga akhirnya Pei Kang menjaga jarak, dan terkejut saat melihat butiran salju yang tiba-tiba turun di sekitarnya.
"Salju?"
Menatap kearah Juan Zhi, Pei Kang sadar jika ini merupakan Energi Qi. Karena terlihat jelas bagaimana Juan Zhi tengah bersiap dengan kuda-kuda miliknya.
"Hancurkan!"
Butiran salju menyentuh tanah, membuat ledakan di sekitar Pei Kang yang membuatnya tak sempat untuk menghindari serangan tersebut.
"Macan Angin!"
*BOOOOOOM!!
Suara dentuman terdengar, butiran salju langsung melesat dan menyebar hingga membuat ledakan di area sekitar.
ROARRRR!!
Macan angin keluar, dengan tinggi dua meter dan di selimuti aura putih di sekitar tubuhnya saat ini.
"Hm, Beast?" Tatap Juan Zhi
"Tehnik yang menarik! Namun hal itu tidak ada apa-apanya di hadapan Beast-"
*SLASH!!
Sebuah pohon besar di belakang Pei Kang terbelah dua, di susul dengan macan angin miliknya yang juga ikut terbelah menjadi dua bagian terpisah.
"Hooh, mainan kecil seperti itu ingin melawan ku?" Jawab Juan Zhi dengan tatapan datar sambil menghela nafas pelan
Pei Kang terdiam bukan main, dia tak percaya hewan buas miliknya mati hanya dengan sekali serangan seperti tadi.
"Apa... Apa yang..."
*BRUK!!!
Satu pukulan menghantam wajah Pei Kang, hingga membuatnya terbaring menghantam tanah dengan sangat keras.
"Uhuk-uhuk!! Wajah ku!"
*KRANG!
Mata pisau menancap di samping Pei Kang, membuatnya terdiam dengan tatapan beku kearah Juan Zhi.
"J-jika kau berani menyakiti-"
*Bruk!
Juan Zhi tak perduli, dan memukul wajah Pei Kang hingga hidungnya mengeluarkan darah segar.
"Apa kau lihat Aku perduli?" Jawab Juan Zhi dengan tatapan tajam
"Hentikan! A-aku akan membayar mu! Biarkan biarkan aku pergi!" Ucap Pei Kang terbata-bata
"Menyebalkan, kau adalah tipe manusia yang paling ku benci!"
Juan Zhi mengangkat pedangnya, bersiap menusuk tepat kearah kepala Pei Kang yang nampak ketakutan.
"Tolong!! Biarkan Aku pergi!!" Pei Kang meronta, namun tubuhnya selalu gemetar saat Juan Zhi menatap matanya
Juan Zhi tak perduli, dan menurunkan pedangnya dengan cepat hendak menembus kepala Pei Kang.
Namun hal tersebut tak terjadi, tepat saat Lin Han menahan tangan Juan Zhi yang hendak menusuk kepala Pei Kang saat itu juga.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Juan Zhi tanpa mengalihkan pandanganya
"Membunuh bukanlah cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah. Kakekku bilang begitu." Jawab Lin Han datar
"Hmm? Bukankah dia datang untuk membunuh mu? Lantas mengapa kau menahannya?"
"Kurasa ini hanya salah paham." Jawab Lin Han dengan entengnya
Juan Zhi segera berdiri, memasukkan pedang miliknya kembali. Dan menatap kearah Lin Han dengan datar.
"Huh, kau ini terlalu baik sebagai seorang manusia. Kelak kebaikan itu akan menyakiti mu sendiri, bodoh." Ucap Juan Zhi berjalan pergi meninggalkan Pei Kang yang meringkuk ketakutan
"Hm? Apa maksudnya?" Tanya Lin Han
Juan Zhi tak menjawab dan terus melanjutkan langkahnya. Sementara itu Lin Han yang tak tau hendak apa, langsung berlari untuk mengikuti juga.
***
- Penjara Bawah Tanah Sekte Angin
Di dalam sebuah jeruji besi yang lembab dan kotor, serta minim akan penerangan. Seorang pria bernama Jiazhen tengah duduk dengan tangan yang terikat rantai besi.
Sementara itu di luar jeruji besi, Long Zu tengah berdiri diam menatap kearah Jiazhen sambil tersenyum tipis. Namun tangan kiri miliknya telah hilang.
"Hmm, apa yang sedang kau lakukan kemari? Bukankah seharusnya kau menjilati kaki Tuan mu?" Ucap Jiazhen tersenyum tipis
"Jiazhen, akan kuberikan penawaran yang sama sekali lagi, bergabunglah dengan kami!" Ucap Long Zu tersenyum
"Sudah kubilang bukan, manusia tidak bisa menjadi anjing?" Jiazhen tersenyum kembali menatap Long Zu
"Yah itu perkataan yang menarik, namun menolaknya tak akan merubah apapun, Jiazhen!"
"Tidak merubah apapun? Hahaha! Kau salah Long Zu, ini hanyalah masalah waktu!" Jiazhen terkekeh mendengarnya
"Tak ku sangka, Jiazhen yang perkasa akan berpikir sempit seperti ini?" Long Zu menimpali
"Ini adalah pemikiran yang terbuka Long Zu, aku tidak tertarik untuk menjadi seekor anjing, apa kau mengerti?"
*Trashh!!
Petir menyambar saat seorang penjaga menekan sebuah tuas, membuat Jiazhen tersambar hebat.
"Ughh..." Lirih Jiazhen yang memuntahkan darah segar
"Hm, kau cukup tangguh. Namun jangan khawatir, kau akan menerima siksaan ini tanpa harus mati, Jiazhen..." Ucap Long Zu segera berjalan pergi meninggalkan penjara yang saat ini tengah menyiksa Jiazhen
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Kawulo Alit
akhirnya jadt tolol juga mc nya...bikin kocak bin sadis lebih seru
2023-11-12
1
Lin Han.... kenapa begitu baik tapi terlalu polos
2023-10-24
0