"Jia Li, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Ming Yin mengkerut kan alisnya
"Yah, mau kemana pun itu urusan ku." Jawabnya tersenyum sambil mengibaskan rambutnya
"Hmm?" Lin Han menatap heran, sambil berdiri diam di hadapan Jia Li
"Apa-apaan pria bodoh ini?"
"Dada bengkak, sepertinya kau spesies wanita!" Lin Han menunjuk bangga kearah Jia Li
Sementara itu Jia Li yang melihat kelakuan bodoh pria di hadapannya, nampak terdiam bisu dengan ekspresi bingung.
"Benar! Lin Han pintar!" Puji Ming Yin mengusap kepala Lin Han
"Cih! Dasar orang aneh!" Kesal Jia Li
"Jadi, apa yang dilakukan Putri Tuan Serikat perdagangan di sini?" Tanya Ming Yin menghela nafasnya
"Ehem, soal itu. Kudengar keadaan pengiriman barang kalian sedang bermasalah bukan?"
"Lantas?"
"Yah, karena ketulusan dan kemurahan hatiku, maka dengan ikhlas Aku akan menawarkan bantuan untuk kalian." Jelas Jia Li tersenyum sambil mengibaskan rambutnya
"Hooh, jadi begitu alasan mu kemari? Ternyata hanya ingin mencari perhatian saja."
"Jaga ucapan mu, Ming Yin. Seharusnya kau bersyukur karena seorang pendekar bintang empat tingkat menengah mau menolong mu!"
Jia Li berbicara, dengan nada sedikit di naikan menyimbolkan kebanggaan dan kesombongan seorang wanita.
Note: Tingkatan di dunia ini terbagi menjadi dua belas bintang, dan setiap bintang memiliki tingkat rendah, menengah dan atas.
Tentunya penawaran yang Jia Li berikan sebenarnya merupakan bantuan besar. Meski sebenarnya Sekte sendiri memiliki seorang pendekar yang berada bintang lima tingkat menengah.
Namun sayangnya, kedua pendekar itu tengah melaksanakan tugas yang begitu jauh. Jadi mustahil untuk memanggil mereka dan membatalkan tugas penting tersebut.
Sementara Ming Yin sendiri, dia berada di bintang empat tingkat rendah, dan itupun baru menerobos beberapa bulan yang lalu.
"Ya mungkin itu bantuan yang cukup besar. Namun kami sudah memiliki seseorang yang akan melakukan tugas itu!" Ming Yin tersenyum
"Apa!? Mana mungkin murid tingkat tinggi kalian melakukannya! Bukankah mereka sedang dalam tugas?"
"Itu benar, namun bukan mereka. Melainkan dia!"
"Ya! Itu Aku!" Jawab Lin Han tersenyum lebar
"A-apa! Bagaimana bisa pria tanpa tingkatan seperti ini bisa melakukannya!" Kejut Jia Li yang nampak semakin kesal
"Ehem, itu rahasia. Lagipula urusan sudah selesai bukan?"
***
Pagi itu setelah semalam semuanya sepakat untuk melakukan rencana. Maka hari ini Lin Han akan dikirim untuk melintasi daerah selat Utara, menyamar sebagai seorang pengantar.
"Maaf Lin Han. Aku tidak bisa ikut."
"Tidak masalah, lagipula Aku mampu melakukannya!" Lin Han tersenyum
"Lin Han, kami percayakan semuanya padamu. Dan Aku berjanji atas nama leluhur, jika Aku akan membalas kebaikan mu!" Ucap Ming Gong
"Terimakasih, Pak. Aku mengerti!"
Akhirnya Lin Han pun berangkat, dengan membawa sebuah kereta kuda tentunya. Dan tidak lupa, dua orang pengawal juga akan ikut untuk menemani Lin Han.
Dua orang pengawal bintang tiga tingkat menengah. Mereka adalah pasukan penjaga yang Kuda Besi miliki.
"Anu ... Apa yang kau lakukan, Nona Jia Li?' tanya pengawal A melihat Jia Li menghadang di depan kereta kuda
"Owh! Wanita yang kemarin?" Lin Han menatap bingung
"Aku akan ikut! Kalian perlu bantuan ku!" Jawab Jia Li
"Tapi kami-"
"Kubilang Aku ikut! Apa kau mau berkelahi dengan ku huh!"
"Ah T-tidak! Baiklah silahkan naik."
Dengan ancaman itu Jia Li pun akhirnya naik keatas kereta kuda. Dia duduk di dalam bersama Lin Han yang nampak menatapnya tersenyum.
"Apa yang kau lihat, pria aneh!"
"Namaku Lin Han, bukan pria aneh!" Jelas Lin Han
"Terserah kau saja."
***
- Selat Utara
"Tuan Lin, kita hampir sampai di tempat yang di tuju." Ucap pengawal A sementara pengawal B terlihat bersiap
"Baguslah, kalau begitu kita hanya perlu menghajar mereka saja nanti!" Jawab Lin Han memamerkan ototnya
"Huh, dasar pria bodoh. Apa kau pikir mereka itu bandit biasa?"
"Memangnya siapa?"
"Kau bahkan tidak tahu, baiklah biarkan Aku menjelaskannya dengan kemurahan hatiku."
Lin Han nampak duduk diam bersiap mendengarkan. Kupingnya dia pasang baik-baik agar tidak ada yang terlewat.
"Banteng Hitam. Mereka adalah kelompok tersebut. Dan satu hal yang kau harus tau, mereka bukan seperti bandit pada umumnya. Melainkan seorang ahli beladiri, yang beberapa merupakan pensiunan pendekar ataupun kesatria."
"Em baiklah, lalu?"
"Selain itu mereka juga memiliki kemampuan yang sangat tinggi. Apalagi dari mereka juga terdapat seorang pendekar yang berada pada tingkat bintang lima tahap menengah!"
"Woah! Apakah itu lumayan kuat?"
"Bukan lumayan, itu sangat kuat bodoh!" Kesal Jia Li melihat ekspresi Lin Han yang sama sekali tak mengerti
*Ciiit!!
Kereta kuda berhenti dengan tiba-tiba. Apalagi saat seorang pria tinggi besar, dengan tinju besi di tangannya tengah berdiri santai di hadapan kereta kuda.
"Hahaha!! Sepertinya kalian tidak pernah belajar dari pengalaman! Selalu saja berpikir jika tempat ini bisa dilalui!" Tawa Cing, pria tinggi besar serta beberapa bawahan di belakangnya
"Tuan Lin, mereka sudah tiba!"
"Baiklah biar-"
Lin Han terhenti, tepatnya saat Jia Li menahan tubuh Lin Han dengan tangannya.
"Duduklah, biarkan Nona ini yang menyelesaikan urusannya!"
*WOSHH!!
Jia Li melompat keluar kereta kuda. Dan berdiri tepat di hadapan Cing dengan tatapan tajamnya memandang.
"Wah! Rupanya ada mangsa segar dari dalam sana yang keluar!" Senang Cing sambil menjulurkan lidahnya
"Cih! Bajingan seperti kalian beraninya kurang ajar! Apa kalian pikir setelah ini akan berakhir dengan bahagia!" Jia Li tersenyum
"Hooh? Apakah kau terlalu percaya dengan pedang kecil mu itu?" Tatap Cing pada pedang di tangan Jia Li
Dua orang bawahan berjalan mendekat, pria gendut dan kurus dengan ekspresi wajah penuh dengan keinginan.
"Hey, lebih baik kita bersenang-senang daripada berkelahi seperti ini bukan?" Tanya pria gendut dengan kapak
"Sampah tetaplah sampah, sampai kapanpun kalian tetaplah manusia yang buruk!"
Pria kurus berjalan mendekat, melihat Jia Li yang masih diam, tangannya mulai berani ingin menyentuh dada bengkak milik Jia Li.
*SLASHH!!
Jia Li menarik pedang di tangannya, membuat pria kurus terkejut saat kepalanya tiba-tiba lepas dari tubuhnya.
"Jangan terlalu banyak gaya, orang-orang bodoh!" Kesal Jia Li
"Kurang ajar!"
Pria gendut maju, dengan kuat dia mengayunkan kapak di tangannya kearah Jia Li. Namun serangan itu berhasil Jia Li hindari dengan mudah.
"Kemari kau!"
Ayunan horizontal, kearah Jia Lia dengan tepat mengincar lehernya. Namun dengan pedang Jia Li berhasil menahan serangan itu meski membuat terpukul mundur.
"Angin malam!"
Tusukan kearah pria gendut, namun berhasil di tahan dengan kapak besarnya. Tetapi hal tersebut membuat pria gendut terpental jauh menghantam pohon.
*Bruk!!
"Matilah sialan!"
*SLASHH!!
Pria gendut tewas tepat saat Jia Li menusuk pedangnya. Namun dengan ekspresi senyum dan santai, Cing masih menyaksikan pertunjukan tersebut.
"Bagus sekali! Kau benar-benar wanita yang tangguh!" Puji Cing
'Tersisa tujuh orang, sepertinya aku perlu menghabisi bawahnya terlebih dahulu!' tatap Jia Li
"Namun Nona, bersikap kasar itu benar-benar hal yang tidak cocok untuk seorang wanita kau tau?"
*SWOSHH!!
Cing melesat sangat cepat, bahkan sampai membuat Jia Li terkejut saat melihatnya sudah berdiri di hadapan Jia Li dengan tangan bersiap memberikan pukulan.
"Sial!"
*BOOOOOOM!!
Jia Li terpental oleh pukulan itu, namun beruntung dia berhasil bertahan menggunakan pedang miliknya, meski mulutnya mengeluarkan darah segar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Angga Charnado
1 vote untuk novel yg menghibur
2023-11-19
1
asri_hamdani
sombong
2023-11-14
0
Harman LokeST
buuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh seeeeeeemuuuuuuanyaaaaassssaaaaaa jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeeeriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn kiipaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
2023-10-19
1