2. Mengintip

Halo semuanya, terimakasih sebelumnya kepada kalian yang sudah mampir di cerita ini. Dan sebelum itu Saya mau mengingatkan untuk semuanya, agar tidak lupa menekan tombol Vote dan Like nya.

Tentunya itu merupakan dukungan terbaik untuk Saya. Terlebih dengan begitu, membuat Saya semakin semangat untuk update cerita!

Terimakasih!

Salam Hangat, Bubble!

----------------------------------------------

Sementara itu di gubuk, Lin Han nampak duduk santai sembari menikmati makanan miliknya. Namun di sisi lain, ia juga bingung karena sudah sampai tengah hari, sang guru masih saja belum terlihat kembali.

"Guru tidak mungkin mati di makan hewan buas kan?" Ucap Lin Han menghela nafas menatap luar pintu

"Ya, baiklah sebaiknya aku bersantai sejenak!" Sambung Lin Han segera merebahkan tubuhnya kembali

Tak ingin berpikir macam-macam, Lin Han pun kembali bersantai seperti tadi. Hanya saja ada perasaan aneh yang Lin Han rasakan sekarang.

Perasaan aneh itu buka kekhawatiran dirinya pada sang guru, namun perasaan aneh karena dirinya yang sekarang tengah bersantai seperti ini.

Terlebih Lin Han juga tak pernah mengalami hal ini biasanya, karena setelah bangun ia juga harus bekerja keras, seperti berburu dan berlatih pedang.

"Em, ini benar-benar terasa sangat aneh? Aku sama sekali tak bisa menikmati waktu santai..." Keluh Lin Han segera bangkit berdiri

"Hm? Sebaiknya aku pergi keluar saja untuk jalan-jalan, toh aku juga mendengarkan apa yang guru katakan untuk tidak berlatih dan berburuk. Ya! Hanya jalan-jalan!" Senyum Lin Han segera berjalan keluar

***

*Bruk!

Di hadapan Ming Yin, Lue melemparkan tubuh seorang pria tua, membuat Ming Yin yang melihatnya pun seketika terkejut dengan apa yang terjadi.

"Ehh!! Siapa dia? Pria tua yang terluka?" Tanya Ming Yin panik

"Cih! Lebih buruk!" Jawab Lue dengan kesal

"Lebih buruk?"

"Ya, dia merupakan seorang penguntit, Nona!" Ucapnya menatap wajah babak belur pria tua

*Buk!

*Buk!

*Buk!

Dengan kompak keduanya menginjak-injak tubuh pria tua, membuatnya terlihat tak berdaya padahal sebenarnya tidak.

"Rupanya apa yang kurasakan waktu itu benar-benar terjadi!" Kesal Ming Yin

"Ya, aku yakin yang mengintip mu kemarin sepertinya dia!" Jawab Lue ikut memukul

***

"Jadi, katakan apa yang kau lakukan di hutan ini?" Tanya Lue pada pria tua yang tengah terikat tanpa pakaian atas

"Wuwuwuw wuwu wuwu..." Jawab pria tua karena wajah lebam bengkak

"Sialan! Apa kau mengejek ku!"

*Plak plak plak!

Merasa kesal Lue segera menamparnya kembali, membuat Ming Yin harus turun tangan agar Lue tak lagi menyiksa pria tua yang malang.

"Lue hentikan, jika kau pukul terus dia tak akan bisa bicara!" Ucap Ming Yin memegang tangan Lue

"Ah aku lupa, maaf Nona." Ucapnya menunduk

***

Sementara itu di atas pepohonan, Lin Han nampak memandang sekitarnya. Matanya terus mencari dimana keberadaan sang guru sekarang.

"Guru dimana? Bukankah seharusnya dia di sekitar sini?" Bingung Lin Han segera turun dan melihat sekitar

Namun Lin Han di buat terkejut, terlebih saat melihat sebuah batu besar yang menghancurkan beberapa pepohonan di sekitarnya.

"Apa-apaan ini? Apakah guru sedang di serang?" Pikir Lin Han tajam

Bergerak kearah timur, Lin Han menemukan sebuah tenda di sana. Terlebih ia juga melihat seorang pria tua yang terikat di sebuah kayu dengan kondisi tak mengenakkan baju sama sekali.

"Hm? Siapa pria ini? Apakah dia di rampok?" Bingung Lin Han berdiri tepat di hadapan pria tua yang nampak lebam

"Waa? Waaaaa!!" Teriak pria tua yang terkejut melihat kedatangan Lin Han

*Bugh!

"Aghhhh!!"

Tanpa sadar Lin Han yang terkejut kembali menghantam pria tua di hadapannya, dan sontak aksi itu membuat Ming Yin dan Lue keluar untuk melihat.

"Siapa kau!" Teriak Lue kearah Lin Han yang terkejut

"Huh! Rupanya benar, mereka seekor penjahat!" Tatap Lin Han

Namun di tengah aksi saling memandang, mata Lin Han terdiam melihat Ming Yin. Terlebih ia merasa tak asing dengan wajah wanita di hadapannya.

"Brengsek! Kau tidak punya mulut, ya!" Lue maju melompat bersiap dengan sebuah pukulan

"Huh! Serangan dari arah depan!" Lin Han melompat menghindar pukulan itu

Cukup kuat, pukulan itu membuat tanah berguncang, bahkan sampai membuat pria tua yang terhempas pun terlempar jauh.

"Aaaa..." Seru pria tua

"Haaft!" Dari udara Lin Han memberikan sebuah tendangan berupa Axe kick

Membuat Lue dengan cepat menahan tendangan itu, namun hal itu sampai membuat Lue terduduk karena menahannya.

"Apa-apaan tendangnya!" Pekik Lue

Lin Han kembali melompat, ia menjaga jarak sambil menatap tajam kearah wanita di hadapannya. Ada rasa ragu dalam diri Lin Han saat ini, terlebih saat melihat dada wanita tersebut yang bengkak.

"Maaf saja, tolong menyerah lah. Aku tak berniat bertarung dengan manusia Terluka!" Ucap Lin Han

"Apa maksud mu!" Tanya Lue kesal

"Itu!" Tunjuk Lin Han

"Huh?"

"Dada mu, pasti sakit bukan sampai bengkak seperti itu?"

"Puft!" Ming Yin terkekeh, ia tak tau apakah pria di hadapannya ini bodoh atau hanya pura-pura

"Brengsek!! Beraninya kau bermain-main dengan ku!"

"Cih! Kau ini keras kepala sekali!"

Satu langkah Lin Han melesat, membuat tanah terhempas di sertai suara dentuman dan gelombang kejut yang membuat Lue tersentak melihatnya.

"Apa!?" Kejut Ming Yin dan Lue

"Maaf, sepertinya kau harus ku buat tertidur!"

Tanpa Lue sadari, Lin Han sudah berdiri di hadapannya dengan telapa tangan yang terbuka lebar, lalu...

*BOOOOOOM!!

Lin Han memegang wajah Lue, membantingnya dengan sangat keras sampai membuat area sekitarnya hancur.

"Huh! Tidurlah dulu, luka bengkak di dada mu tak memungkinkan untuk melanjutkan pertarungan."

Lin Han berdiri, angin menghembuskan rambutnya membuat ketampanan di wajahnya seolah memikat, Ming Yin saat ini.

"Owh! Dada mu juga bengkak!" Kejut Lin Han dengan panik

***

"Hooh, jadi kalian ini wanita?" Tanya Lin Han setelah mendengarkan penjelasan Ming Yin

"Itu benar, ngomong-ngomong kau tinggal dimana?" Tanya Ming Yin penasaran

"Hutan Jiwa. Aku tinggal dengan kakek, pria tua yang ku sebut juga sebagai guru!"

Ming Yin terdiam sejenak, ia merasa tak enak pada pria tua yang saat ini tengah terbaring dengan selimut di samping Lue yang terkapar.

"Ah soal itu, aku minta maaf karena bawahan ku telah menghajarnya..." Keluh Ming Yin tanpa menyebut dirinya yang juga ikut terlibat

"Tidak masalah, itu kecelakaan," Lin Han menggelengkan kepalanya

"Em, nama ku Ming Yin. Kau?"

"Lin Han, aku seekor pria!" Ucapnya tersenyum lebar

"Seekor?"

"Ya ekor! Lihat!"

Lin Han hendak menurunkan celananya, namun dengan panik Ming Yin segera menahannya agar kejadian tak senonoh tidak ter publish.

"Kyaaa!! Hentikan!" Cegah Ming Yin

"Huh, ada apa?"

"T-tidak, jangan perlihatkan. Itu tidak boleh!" Jawab Ming Yin merona

"Ah! Maaf!"

"Fiuh... Kau sadar ya," menghela nafas

"Aku minta maaf, kau pasti akan merasa sedih karena tidak mempunyai ekor..." Lin Han bersujud

"Eh?"

Terpopuler

Comments

Sak. Lim

Sak. Lim

ini mc nya dari dunia mna ya kox ada ya org kayak gtu, nyampek ga bisa membedakan jenis kelamin manusia

2024-03-20

0

hyuga dara

hyuga dara

Ini ekornya Lin Han belum merasakan pintu gua sih..

2024-02-02

0

Fatimatuzzahra Fatimah

Fatimatuzzahra Fatimah

hadeeeewh 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️😂😂

2023-11-22

1

lihat semua
Episodes
1 1. Lin Han
2 2. Mengintip
3 3. Kucing Hutan
4 4. Perjalanan
5 5. Kota
6 6. Sekte
7 7. Jia Li
8 8. Berhasil
9 9. Tawaran
10 10. Terimakasih
11 11. Latihan
12 12. Mulai
13 13. Sejarah
14 14. Kembali
15 15. Salah Paham
16 16. Kota Giok
17 17. Masalah
18 18. Beban
19 19. Dagang
20 20. Amarah
21 21. Pengejaran
22 22. Ancaman
23 23. Penghianatan
24 24. Selesai
25 25. Desa Bulan
26 26. Perebutan
27 27. Nona
28 28. Qingyu
29 29. Segel
30 30. Insting
31 31. Gurun
32 32. Sergapan
33 33. Sadar
34 34. Lolos
35 35. Nenek
36 36. Datang
37 37. Iblis
38 38. Kalah?
39 39. Melawan
40 40. Ledakan
41 41. Waktu
42 42. Kembalinya
43 43. Pertarungan Malam
44 44. Kiriman
45 45. Walikota
46 46. Anak Langit
47 47. Lima Iblis
48 48. Berangkat
49 49. Gangguan
50 50. Mencari
51 51. Liga Langit
52 52. Lembah Kehampaan
53 53. Tuan Tanah
54 54. Tukang Cincang
55 55. Shin
56 56. Pertarungan Sengit
57 57. Eksekutif
58 58. Reuni
59 59. Reuni II
60 60. Reuni III
61 61. Kebebasan
62 62. Tubuh Dewi
63 63. Telah Pulih
64 64. Melupakan
65 65. Kaisar
66 66. Monster
67 67. Asing
68 68. Hilang Kendali
69 69. Anak Kecil
70 70. Kota Pelangi
71 71. Rubah Iblis
72 72. Penasihat
73 73. Kejutan
74 74. Kesal
75 75. Terbongkar
76 76. Sang Kera
77 77. Dendam Lama
78 78. Sulit
79 79. Bertarung kembali
80 80. Mencoba
81 81. Segel Wadah
82 82. Kekuatan
83 83. Lin Mei
84 84. Ibunda
85 85. Bisa
86 86. Kenyataan
87 87. Ibu Hebat
88 88. Kecurigaan
89 89. Pencarian
90 90. Perkumpulan
91 91. Terimakasih Guru
92 92. Keributan
93 93. Perlawanan Jia Li
94 94. Belum Saatnya
95 95. Kembalinya
96 96. Kedatangan Qingyu
97 97. Adik
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Lin Han
2
2. Mengintip
3
3. Kucing Hutan
4
4. Perjalanan
5
5. Kota
6
6. Sekte
7
7. Jia Li
8
8. Berhasil
9
9. Tawaran
10
10. Terimakasih
11
11. Latihan
12
12. Mulai
13
13. Sejarah
14
14. Kembali
15
15. Salah Paham
16
16. Kota Giok
17
17. Masalah
18
18. Beban
19
19. Dagang
20
20. Amarah
21
21. Pengejaran
22
22. Ancaman
23
23. Penghianatan
24
24. Selesai
25
25. Desa Bulan
26
26. Perebutan
27
27. Nona
28
28. Qingyu
29
29. Segel
30
30. Insting
31
31. Gurun
32
32. Sergapan
33
33. Sadar
34
34. Lolos
35
35. Nenek
36
36. Datang
37
37. Iblis
38
38. Kalah?
39
39. Melawan
40
40. Ledakan
41
41. Waktu
42
42. Kembalinya
43
43. Pertarungan Malam
44
44. Kiriman
45
45. Walikota
46
46. Anak Langit
47
47. Lima Iblis
48
48. Berangkat
49
49. Gangguan
50
50. Mencari
51
51. Liga Langit
52
52. Lembah Kehampaan
53
53. Tuan Tanah
54
54. Tukang Cincang
55
55. Shin
56
56. Pertarungan Sengit
57
57. Eksekutif
58
58. Reuni
59
59. Reuni II
60
60. Reuni III
61
61. Kebebasan
62
62. Tubuh Dewi
63
63. Telah Pulih
64
64. Melupakan
65
65. Kaisar
66
66. Monster
67
67. Asing
68
68. Hilang Kendali
69
69. Anak Kecil
70
70. Kota Pelangi
71
71. Rubah Iblis
72
72. Penasihat
73
73. Kejutan
74
74. Kesal
75
75. Terbongkar
76
76. Sang Kera
77
77. Dendam Lama
78
78. Sulit
79
79. Bertarung kembali
80
80. Mencoba
81
81. Segel Wadah
82
82. Kekuatan
83
83. Lin Mei
84
84. Ibunda
85
85. Bisa
86
86. Kenyataan
87
87. Ibu Hebat
88
88. Kecurigaan
89
89. Pencarian
90
90. Perkumpulan
91
91. Terimakasih Guru
92
92. Keributan
93
93. Perlawanan Jia Li
94
94. Belum Saatnya
95
95. Kembalinya
96
96. Kedatangan Qingyu
97
97. Adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!