Halo semuanya, terimakasih sebelumnya kepada kalian yang sudah mampir di cerita ini. Dan sebelum itu Saya mau mengingatkan untuk semuanya, agar tidak lupa menekan tombol Vote dan Like nya.
Tentunya itu merupakan dukungan terbaik untuk Saya. Terlebih dengan begitu, membuat Saya semakin semangat untuk update cerita!
Terimakasih!
Salam Hangat, Bubble!
----------------------------------------------
Sementara itu di gubuk, Lin Han nampak duduk santai sembari menikmati makanan miliknya. Namun di sisi lain, ia juga bingung karena sudah sampai tengah hari, sang guru masih saja belum terlihat kembali.
"Guru tidak mungkin mati di makan hewan buas kan?" Ucap Lin Han menghela nafas menatap luar pintu
"Ya, baiklah sebaiknya aku bersantai sejenak!" Sambung Lin Han segera merebahkan tubuhnya kembali
Tak ingin berpikir macam-macam, Lin Han pun kembali bersantai seperti tadi. Hanya saja ada perasaan aneh yang Lin Han rasakan sekarang.
Perasaan aneh itu buka kekhawatiran dirinya pada sang guru, namun perasaan aneh karena dirinya yang sekarang tengah bersantai seperti ini.
Terlebih Lin Han juga tak pernah mengalami hal ini biasanya, karena setelah bangun ia juga harus bekerja keras, seperti berburu dan berlatih pedang.
"Em, ini benar-benar terasa sangat aneh? Aku sama sekali tak bisa menikmati waktu santai..." Keluh Lin Han segera bangkit berdiri
"Hm? Sebaiknya aku pergi keluar saja untuk jalan-jalan, toh aku juga mendengarkan apa yang guru katakan untuk tidak berlatih dan berburuk. Ya! Hanya jalan-jalan!" Senyum Lin Han segera berjalan keluar
***
*Bruk!
Di hadapan Ming Yin, Lue melemparkan tubuh seorang pria tua, membuat Ming Yin yang melihatnya pun seketika terkejut dengan apa yang terjadi.
"Ehh!! Siapa dia? Pria tua yang terluka?" Tanya Ming Yin panik
"Cih! Lebih buruk!" Jawab Lue dengan kesal
"Lebih buruk?"
"Ya, dia merupakan seorang penguntit, Nona!" Ucapnya menatap wajah babak belur pria tua
*Buk!
*Buk!
*Buk!
Dengan kompak keduanya menginjak-injak tubuh pria tua, membuatnya terlihat tak berdaya padahal sebenarnya tidak.
"Rupanya apa yang kurasakan waktu itu benar-benar terjadi!" Kesal Ming Yin
"Ya, aku yakin yang mengintip mu kemarin sepertinya dia!" Jawab Lue ikut memukul
***
"Jadi, katakan apa yang kau lakukan di hutan ini?" Tanya Lue pada pria tua yang tengah terikat tanpa pakaian atas
"Wuwuwuw wuwu wuwu..." Jawab pria tua karena wajah lebam bengkak
"Sialan! Apa kau mengejek ku!"
*Plak plak plak!
Merasa kesal Lue segera menamparnya kembali, membuat Ming Yin harus turun tangan agar Lue tak lagi menyiksa pria tua yang malang.
"Lue hentikan, jika kau pukul terus dia tak akan bisa bicara!" Ucap Ming Yin memegang tangan Lue
"Ah aku lupa, maaf Nona." Ucapnya menunduk
***
Sementara itu di atas pepohonan, Lin Han nampak memandang sekitarnya. Matanya terus mencari dimana keberadaan sang guru sekarang.
"Guru dimana? Bukankah seharusnya dia di sekitar sini?" Bingung Lin Han segera turun dan melihat sekitar
Namun Lin Han di buat terkejut, terlebih saat melihat sebuah batu besar yang menghancurkan beberapa pepohonan di sekitarnya.
"Apa-apaan ini? Apakah guru sedang di serang?" Pikir Lin Han tajam
Bergerak kearah timur, Lin Han menemukan sebuah tenda di sana. Terlebih ia juga melihat seorang pria tua yang terikat di sebuah kayu dengan kondisi tak mengenakkan baju sama sekali.
"Hm? Siapa pria ini? Apakah dia di rampok?" Bingung Lin Han berdiri tepat di hadapan pria tua yang nampak lebam
"Waa? Waaaaa!!" Teriak pria tua yang terkejut melihat kedatangan Lin Han
*Bugh!
"Aghhhh!!"
Tanpa sadar Lin Han yang terkejut kembali menghantam pria tua di hadapannya, dan sontak aksi itu membuat Ming Yin dan Lue keluar untuk melihat.
"Siapa kau!" Teriak Lue kearah Lin Han yang terkejut
"Huh! Rupanya benar, mereka seekor penjahat!" Tatap Lin Han
Namun di tengah aksi saling memandang, mata Lin Han terdiam melihat Ming Yin. Terlebih ia merasa tak asing dengan wajah wanita di hadapannya.
"Brengsek! Kau tidak punya mulut, ya!" Lue maju melompat bersiap dengan sebuah pukulan
"Huh! Serangan dari arah depan!" Lin Han melompat menghindar pukulan itu
Cukup kuat, pukulan itu membuat tanah berguncang, bahkan sampai membuat pria tua yang terhempas pun terlempar jauh.
"Aaaa..." Seru pria tua
"Haaft!" Dari udara Lin Han memberikan sebuah tendangan berupa Axe kick
Membuat Lue dengan cepat menahan tendangan itu, namun hal itu sampai membuat Lue terduduk karena menahannya.
"Apa-apaan tendangnya!" Pekik Lue
Lin Han kembali melompat, ia menjaga jarak sambil menatap tajam kearah wanita di hadapannya. Ada rasa ragu dalam diri Lin Han saat ini, terlebih saat melihat dada wanita tersebut yang bengkak.
"Maaf saja, tolong menyerah lah. Aku tak berniat bertarung dengan manusia Terluka!" Ucap Lin Han
"Apa maksud mu!" Tanya Lue kesal
"Itu!" Tunjuk Lin Han
"Huh?"
"Dada mu, pasti sakit bukan sampai bengkak seperti itu?"
"Puft!" Ming Yin terkekeh, ia tak tau apakah pria di hadapannya ini bodoh atau hanya pura-pura
"Brengsek!! Beraninya kau bermain-main dengan ku!"
"Cih! Kau ini keras kepala sekali!"
Satu langkah Lin Han melesat, membuat tanah terhempas di sertai suara dentuman dan gelombang kejut yang membuat Lue tersentak melihatnya.
"Apa!?" Kejut Ming Yin dan Lue
"Maaf, sepertinya kau harus ku buat tertidur!"
Tanpa Lue sadari, Lin Han sudah berdiri di hadapannya dengan telapa tangan yang terbuka lebar, lalu...
*BOOOOOOM!!
Lin Han memegang wajah Lue, membantingnya dengan sangat keras sampai membuat area sekitarnya hancur.
"Huh! Tidurlah dulu, luka bengkak di dada mu tak memungkinkan untuk melanjutkan pertarungan."
Lin Han berdiri, angin menghembuskan rambutnya membuat ketampanan di wajahnya seolah memikat, Ming Yin saat ini.
"Owh! Dada mu juga bengkak!" Kejut Lin Han dengan panik
***
"Hooh, jadi kalian ini wanita?" Tanya Lin Han setelah mendengarkan penjelasan Ming Yin
"Itu benar, ngomong-ngomong kau tinggal dimana?" Tanya Ming Yin penasaran
"Hutan Jiwa. Aku tinggal dengan kakek, pria tua yang ku sebut juga sebagai guru!"
Ming Yin terdiam sejenak, ia merasa tak enak pada pria tua yang saat ini tengah terbaring dengan selimut di samping Lue yang terkapar.
"Ah soal itu, aku minta maaf karena bawahan ku telah menghajarnya..." Keluh Ming Yin tanpa menyebut dirinya yang juga ikut terlibat
"Tidak masalah, itu kecelakaan," Lin Han menggelengkan kepalanya
"Em, nama ku Ming Yin. Kau?"
"Lin Han, aku seekor pria!" Ucapnya tersenyum lebar
"Seekor?"
"Ya ekor! Lihat!"
Lin Han hendak menurunkan celananya, namun dengan panik Ming Yin segera menahannya agar kejadian tak senonoh tidak ter publish.
"Kyaaa!! Hentikan!" Cegah Ming Yin
"Huh, ada apa?"
"T-tidak, jangan perlihatkan. Itu tidak boleh!" Jawab Ming Yin merona
"Ah! Maaf!"
"Fiuh... Kau sadar ya," menghela nafas
"Aku minta maaf, kau pasti akan merasa sedih karena tidak mempunyai ekor..." Lin Han bersujud
"Eh?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Sak. Lim
ini mc nya dari dunia mna ya kox ada ya org kayak gtu, nyampek ga bisa membedakan jenis kelamin manusia
2024-03-20
0
hyuga dara
Ini ekornya Lin Han belum merasakan pintu gua sih..
2024-02-02
0
Fatimatuzzahra Fatimah
hadeeeewh 🤦🏼♀️🤦🏼♀️😂😂
2023-11-22
1