"Ngomong-ngomong, Lin Han. Setelah ini kau ingin kemana?" Tanya Ming Yin
Lin Han berdehem, berusaha berpikir apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Terlebih sebelumnya Lin Han juga menolak untuk bergabung dengan Sekte Kuda Besi.
Jadi mungkin saja Lin Han memilih untuk memulai petualangan. Hanya saja ada hal lain yang masih membuat Lin Han bingung, yaitu tujuannya untuk apa.
"Apa kau tidak tahu ingin kemana dan melakukan apa? Kalau begitu kenapa tidak bergabung saja?" Tawar Ming Yin sekali lagi
"Maaf, Aku tidak bisa. Dan rencana selanjutnya, Aku mungkin ingin berkelana. Aku ingin melihat dunia lebih banyak!"
"Melihat dunia?"
"Ya! Aku ingin mengunjungi semua tempat. Mungkin saja banyak hal menyenangkan yang bisa ku lihat."
"Sungguh pemikiran yang simpel. Namun Lin Han, tidak semua hal di dunia ini menyenangkan. Ada juga yang buruk, serta rasa sakit."
"Apakah begitu?"
"Tentu saja, terlebih kau juga perlu lebih kuat jika ingin keliling dunia. Karena yang pasti, bahaya akan ada dimana saja."
"Tapi Kakek tidak ada di sini. Bagaimana caranya Aku bisa lebih kuat?" Tanya Lin Han mengangkat kedua tangannya
"Yah kedengarannya begitu, hanya saja untuk melatih mu. Aku ragu ada orang yang layak? Terlebih kau ini cukup spesial, meski belum membuka segel Qi, namun kekuatan tubuh mu sudah sangat kuat."
"Ah soal itu, Aku penasaran apa itu Segel Qi?"
"Eh, kau tidak tahu apa itu?"
Lin Han menggelengkan kepalanya, karena memang dari dulu dia hanya di latih kekuatan fisik saja. Pria tua tak pernah bercerita tentang hal itu sebelumnya.
"Segel Qi, itu merupakan kekuatan sejati yang orang-orang miliki. Kekuatan ini bisa di bentuk menjadi apa saja, seperti memperkuat tubuh, dan memperkuat serangan."
"Ah jadi begitu, pantas saja pria itu kemarin begitu kuat saat ku pukul?"
"Ya, dan Segel Qi juga memiliki fungsi lain. Sepertinya menyembuhkan orang, dan banyak lagi. Dan untuk membukanya, kau perlu berlatih hal dasar dulu."
"Ming Yin, apakah aku bisa membuka segel Qi milikku juga?" Tanya Lin Han
"Tentu saja, namun itu akan semakin sulit karena kau sudah dewasa. Ngomong-ngomong berapa usia mu sekarang?"
"Kata Kakek, Lima belas."
"Wah, sepertinya Aku lebih tua dua tahun darimu."
"Jadi bagaimana?"
"Hmm, bisa. Hanya saja kau perlu berlatih keras untuk bisa membukanya."
"Ya! Aku akan berlatih keras!"
"Baiklah, Aku punya seseorang yang bisa membantumu."
"Bukan Kau?"
"Tentu bukan, Aku tidak akan bisa melatih mu. Kau itu lebih kuat dariku, terlebih pengalaman ku juga belum cukup."
"Baiklah, Aku mengerti."
***
Setelah mengatakan itu Ming Yin dan Lin Han pun berjalan menuju sebuah hutan. Dimana setiap sisinya di penuhi oleh bambu yang menjulang tinggi.
"Kita mau kemana?" Tanya Lin Han penasaran
"Menemui seorang pertapa, dia seseorang yang bisa membantu mu berlatih."
"Jadi begitu?"
Beberapa menit keduanya berjalan, hingga akhirnya tiba di sebuah rumah kayu sederhana. Cerobong asap terlihat mengepul, menandakan seseorang berada di dalamnya.
Tok Tok Tok
Ming Yin mengetuk pelan pintu rumah, hingga akhirnya suara jawaban terdengar dari dalam rumah tersebut.
"Siapa?"
"Permisi, ini Ming Yin."
"Ah Ming Yin!"
Pintu terbuka, seorang pria tua keluar dengan alis yang panjang. Di menatap heran kearah Ming Yin dan Lin Han.
"Ada apa, Ming Yin?"
"Permisi Guru, kedatangan ku kemari untuk meminta tolong." Ming Yin memberikan hormat sementara Lin Han mengikuti
"Hm, apa itu?"
"Begini, bisakah kau melatih pemuda ini untuk membuka segel Qi miliknya?" Tanya Ming Yin menunjuk Lin Han
"Halo, namaku Lin Han. Alamat Hutan Jiwa, umur lima belas tahun." Lin Han memberikan salam
"Lima belas tahun? Hutan jiwa ... Hutan jiwa ... Hutan ... JIWA!!!"
"Ah guru, dia memang berasal dari sana. Dia juga tinggal dengan seorang pria tua."
Pertapa itu nampak terengah-engah, nafasnya keluar tak beraturan mendengar apa yang Ming Yin katakan.
"Bagaimana bisa manusia normal tinggal di hutan seperti itu?" Tanya Pertapa tua dengan panik
"Tentu saja, karena kakek selalu menjaga ku!"
"Jadi Guru, apakah bisa kau melakukannya?" Tanya Ming Yin
"Hmm, kenapa pemuda sepertinya malah belum membuka segel Qi? Bukankah ini aneh, terlebih usianya?"
"Mungkin karena di dari kecil tinggal di hutan. Jadi mungkin hal seperti ini sama sekali tak dia mengerti."
"Itu benar, Aku tidak mengerti?"
"Baiklah Aku akan membantu. Namun di usia yang sekarang, Aku takut jika kau akan gagal membuka Segel Qi? Kecuali kau cukup kuat untuk melakukannya."
"Aku cukup kuat!"
"Benarkah?"
"Benar!"
"Buktikan?"
Lin Han memasang kuda-kuda, dan dengan cepat melayangkan sebuah pukulan cepat kearah pertapa tua, namun berhasil di tahan dengan satu tangan.
*BOOOOOOM!!
Angin bertiup kencang, namun pertapa tua masih berdiri tegak di tempatnya semula, berbeda dengan rumah di belakangnya, yang sudah hancur tak tersisa.
"Woah! Pertapa tua ini kuat!" Puji Lin Han
"Tentu saja, Guru itu berada di bintang delapan tingkat atas!"
Pertapa tua terdiam, dalam benaknya dia justru terkejut bukan main. Apalagi saat melihat pukulan Lin Han yang sama sekali tak menggunakan Energi Qi sudah sekuat ini.
'Ba ba ba ba bagaimana mungkin pukulannya bisa sekuat itu!!'
"Ehem! Karena Aku merasa kau ini bukan anak biasa, maka Aku akan membiarkan mu untuk dilatih oleh ku."
"Woah! Benarkah!" Tanya Lin Han nampak bahagia
"Benar, dan jangan berpikir latihan yang akan kuberikan itu mudah. Karena di usia mu sekarang, kau harus setengah mati untuk bisa membangkitkan energi Qi milikmu."
"Syukurlah kalau begitu, Lin Han. Sepertinya mulai besok kau akan bisa berlatih."
"Em! Terimakasih Ming Yin."
***
Di halaman Sekte, Ming Gong dan beberapa tetua nampak menyambut kedatangan seseorang. Yang mana mereka merupakan murid terbaik yang Sekte Kuda Besi miliki.
"Murid Inti memberi Hormat." Bei Wong dan Wing Chen pun memberikan hormat sambil di ikuti oleh murid lain di belakang mereka yang berjumlah empat puluh.
"Baguslah, kalian semua berhasil pulang dengan keadaan lengkap. Terlebih apa yang kalian lakukan itu merupakan sebuah kebanggaan, ikut dalam perang kaisar adalah sebuah kehormatan!" Puji Ming Gong
Wing Chen bangkit berdiri, pria dengan baju hitam dan sebuah pedang di tangannya, wajahnya lumayan tampan.
"Terimakasih Guru! Apa yang kamu lakukan tidak lepas dari ajaran yang Guru berikan!" Ucap Wing Chen
Ming Gong mengangguk sambil tersenyum lebar. Sementara itu pandangan Wing Chen tak sengaja tertuju pada Chen yang tengah mengintip dari kejauhan.
Chen yang sadar dirinya terlihat, langsung pergi dari tempat tersebut. Wajahnya nampak panik, seolah tak suka jika harus bertemu dengan kakak laki-lakinya itu.
"Aku lupa dia berada di sini!" Keluh Chen segera pergi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Lin Han semoga kau bisa membuka Qi hingga bertambah kuat...
2023-10-20
1