Halo semuanya, terimakasih sebelumnya kepada kalian yang sudah mampir di cerita ini. Dan sebelum itu Saya mau mengingatkan untuk semuanya, agar tidak lupa menekan tombol Vote dan Like nya.
Tentunya itu merupakan dukungan terbaik untuk Saya. Terlebih dengan begitu, membuat Saya semakin semangat untuk update cerita!
Terimakasih!
Salam Hangat, Bubble!
----------------------------------------------
"Ah ... Kepala ku..." Lue mendesah setelah merasakan sakit di kepalanya
"Lue! Kau sudah sadar!" Senang Ming Yin menatapnya
Lue pun segera bangkit dari tidurnya, matanya perlahan melihat sekitar, dan dibuat terkejut saat melihat Lin Han yang tengah berdiri di samping Ming Yin.
"Waaaaaa!!" Lue melompat mundur sambil menjaga jarak
"Wuuu, kau ini kuat sekali!" Puji Lin Han yang membopong tubuh pria tua
"Kalian! Apa kalian telah menyandra Nona Ming!" Lue bersiap dengan kuda-kudanya
"Lue, kau salah paham. Mereka bukan orang jahat," Ming Yin menenangkan
"Hah? Bukankah pria tua itu adalah seorang pengintip!?"
"Y-ya ... Itu tidak salah, namun mereka memang orang baik!"
Ming Yin pun akhirnya menjelaskan semuanya pada Lue, dan barulah pada saat itu Lue pun akhirnya tenang. Meski ketika di samping Lin Han ia masih waspada.
"Kita akan kemana?" Tanya Lue mengikuti rombongan perjalanan
"Menuju rumah, terlalu berbahaya di sini kata kakek." Jawab Lin Han yang masih setia membopong Pria Tua
"Nona Yin..."
"Tenanglah, kita harus percaya. Terlebih dia juga lebih tau tentang hutan daripada kita," Ming Yin menggelengkan kepalanya
***
Perjalanan terus berlanjut, dan hanya memakan waktu lima belas menit saja jika di tempuh dengan santai.
"Kita sampai!" Ucap Lin Han yang langsung merebahkan tubuh Pria tua di atas tumpukan jerami
"Hm? Ini kecil sekali?" Lue memandang sekitarnya
"Ya, apa mereka benar-benar hidup di tempat seperti ini?" Tanya Ming Yin penasaran
"Anu, apa kalian mau minum?" Tanya Lin Han
Ming Yin dan Lue hanya bisa saling memandang satu sama lain. Mereka hanya mengangguk dan duduk dengan sopan melihat sekeliling.
"Tempat ini, Aura aneh terasa begitu kuat?" Ucap Lue di susul anggukan kepala Ming Yin
*Sret...
Lin Han menyerahkan dua gelas teh hangat, dan dengan senang hati Lue dan Ming Yin menerimanya.
"Terimakasih," jawab keduanya
"Tentu saja, ngomong-ngomong apa kalian lapar?"
Keduanya kembali memandang satu sama lain, meski terasa tak enak namun raut Lin Han begitu mengharapkan jika sebaliknya.
"Ah, i-iya..." Jawab Ming Yin
"Haha, Bagus! Tunggu dulu, aku akan memasak di belakang!"
Lue dan Ming Yin mengangguk, keduanya nampak duduk diam menunggu. Namun karena terlalu lama, Ming Yin memutuskan untuk keluar sejenak, ia ingin melihat aktivitas Lin Han saat ini.
"Nona Yin?"
"Aku ingin keluar sebentar, terlalu panas di dalam."
Ming Yin keluar, langkahnya menuju kearah belakang. Dengan santainya ia berjalan sembari menghela nafas mencium aroma nikmat dari belakang.
"Ini baunya ... Nikmaaaaaaat!!!!!!"
Lue segera melompat keluar, terlebih saat mendengar teriakan Ming Yin yang seperti mengalami sesuatu.
"Nona Yin!"
Namun saat keluar, Ming Yin nampak baik-baik saja. Malah membuat Lue semakin bingung dengan apa yang terjadi saat Ming Yin menunjuk kearah Lin Han.
"Hm? Ada apa Nona?"
"Itu..."
"Hah? Bukankah dia sedang memasak?"
"Di sampingnya, Lue..."
Lue menurut, namun matanya langsung melotot Serta dengan mulut yang menganga tak percaya saat melihatnya juga.
"Sing sing sing sing singa hutan!!!" Kejut Lue tak percaya
"Eh? Kalian kenapa di sini? Apa kalian terlalu lapar?" Tanya Lin Han memiringkan kepalanya
'Apa-apaan ekspresinya itu!' ucap keduanya dalam hati
"Itu ... Lin Han. Apa itu singa hutan?"
"Ini? Sepertinya bukan, guru bilang ini kucing hutan?"
"Kucing mata mu!! Ukurannya saja dua kali dari singa biasa!" Balas Lue kesal
"Lue sudahlah, terlebih hewan itu adalah sesuatu yang kita cari..." Ucap Ming Yan
"Ada apa?" Tanya Lin Han kembali
"Sebenarnya Lin Han. Kami memerlukan 2 buah jantung hewan itu. Apakah kami boleh memintanya?" Tanya Ming Yin sambil mengusap rambutnya dengan sikap malu-malu kucing
"Tentu!"
*Crack!
Tanpa basa-basi Lin Han segera membelah tubuh 3 ekor singa hutan itu. Dan dengan santainya menyerahkan hal tersebut pada Ming Yin yang semakin terkejut.
"Apaaaa!? Dia membelahnya dengan pisau dapur?" Kejut Lue
***
Hari itu tak seperti biasanya, Lin Han lebih banyak bicara karena memiliki dua orang tamu. Tentunya ini adalah pengalaman langka yang Lin Han rasakan.
Karena jujur, sedari kecil Lin Han hanya mengobrol dengan pria tua, dan tak ada yang lain. Apalagi dengan tempat ini sendiri yang jarang di masukin manusia.
"Oh ya, Lin Han," panggil Ming Yin
"Ada apa?"
"Ngomong-ngomong, apa kau tidak tertarik untuk melihat dunia luar?" Tanya Ming Yin
"Itu benar, terlebih hidup dengan pria aneh itu akan membuat mu juga ikut-ikutan aneh." sambung Lue
"Dunia luar? Apa kita sekarang di dunia dalam?"
Ming Yin tersenyum masam mendengar kepolosan yang Lin Han miliki. Karena jujur, baru kali ini dia melihatnya.
"Tentu saja, dunia luar lebih menarik. Ada banyak orang yang bisa kau temui!"
"Woah benarkah!"
Sejenak Lin Han memandang pria tua, ia bingung harus bagaimana. Karena sejujurnya Lin Han sangat ingin melihat dunia luar, namun ia juga tak bisa meninggalkan pria tua sendiri.
"Ikutlah jika kau mau, Lin Han." Ucap pria tua yang rupanya sudah sadar
"Waaaaaa!! Bajingan ini sudah sadar rupanya" Lue terkejut
"Kakek ... Apa kau akan ikut?" Tanya Lin Han
Pria tua segera duduk, ia menggelengkan kepalanya. Tentunya ada suatu alasan mengapa ia tak bisa pergi meninggalkan hutan ini.
"Aku tidak bisa, Lin Han. Aku memiliki tugas untuk tinggal di hutan ini. Terlebih usia mu sudah cukup untuk melihat dunia luar, kau juga perlu belajar pada dunia luar juga." Ucapnya bijak
"Guru..." Mata Lin Han berkaca-kaca
"Pergilah, Lin Han! Aku akan menunggu di sini jika kau bersedia mengirimkan dua ratus gadis perawan, hoho..." Ucapnya menangis
"Kakek!! Aku akan memberikannya suatu saat!!"
Keduanya berpelukan disertai tangisan sendu di antaranya, langit pun tau bagaimana kesedihan dua mahluk ini, sampai hanya menurunkan petir tanpa hujan sama sekali.
Sementara Ming Yin dan Lue, keduanya hanya bisa menatap datar dengan ekspresi aneh melihat drama di hadapan mereka.
***
Siang itu Lin Han akhirnya memutuskan untuk ikut pergi menuju dunia luar. Tentunya Ming Yin dan Lue akan bersamanya juga.
Terlebih Ming Yin sedikit tertarik melihat kekuatan Lin Han, dan berpikir jika hal itu akan berguna untuk kekuatan sekte mereka suatu saat nanti.
"Kakek, aku akan pergi dulu. Jangan lupa jaga diri baik-baik!"
"Baiklah Lin Han. Jangan lupa dengan janji kita!"
"Baik, aku akan selalu mengingatnya!"
"Dan Nona dada batu, tolong jaga-"
*Bugh!
Menyedihkan, kepala pria tua menancap telak kebawah tanah, hal itu tentunya karena pukulan Lue yang amat sangat kuat.
"Bajingan, mati saja kau!"
"Lin Han, mari kita pergi!" Ajak Ming Yin
Lin Han mengangguk, dan segera melangkah pergi sambil tangannya melambai terus-menerus kearah pria tua yang kepalanya menancap.
"Ughhh!"
*Plok!
Kepala tercabut dari dalam tanah, melihat kedepan semuanya telah sunyi dan sepi. Membuat pria tua tersenyum hebat penuh arti.
"Baiklah, ini waktunya untuk ku juga beraksi!"
Pria tua melompat masuk menuju gubuk, tepatnya di bawah lantai ia mengambil sesuatu yang mirip seperti sebuah peti. Dan ketika di buka terdapat tumpukan emas di sana.
"Hahahaha! Kakek ini juga akan berkelana, aku akan menggunakan harta ini dengan sungguh-sungguh! Menikmati wanita tentunya, hehe..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Putra_Andalas
Part ngemis gini ,jgn keseringan ditampilkan dah... menuhin Chapter aja...
2024-11-11
0
hyuga dara
Ini kakek Jin Kura Kura kayaknya...😂😂
2024-02-02
0
yulia maruyama
ternyata kakek sugiono
2023-12-12
0