12. Mulai

Setelah kemarin pertapa tua setuju untuk melatih Lin Han. Maka hari ini latihan pun telah dimulai untuk membuka segel Qi milik Lin Han.

Di bawah air terjun yang dingin, Lin Han duduk sambil bersemedi. Sementara pertapa tua nampak berdiri diam menatapnya dari ujung sana sambil mengelus janggutnya.

"Cobalah untuk fokus dan tenang, jangan biarkan perasaan mu terganggu dengan sesuatu di sekitar mu."

Lin Han mengikuti apa yang pertapa tua katak padanya. Mencoba tenang dan tetap fokus pada tujuannya, hingga membuat suasana terasa begitu hening saking fokusnya.

"Bagus sekali, kau memiliki ketenangan di atas rata-rata ternyata." Puji pertapa tua menatap Lin Han yang tak bergeming

"Zzzzzz"

"Hmm? Apa dia benar-benar fokus?" Pertapa tua menyipitkan matanya berusaha fokus menatap Lin Han

"Zzzzzz"

"DASAR BOCAH SIALAN! KAU RUPANYA TIDUR!" Kesal pertapa tua melemparkan sebuah ranting kearah Lin Han

*Bugh!

"Blup! Blup! Blup!" Lin Han terjatuh dan tercebur

***

"Baiklah sekarang kau harus benar-benar fokus pada latihannya!"

"Siap!" Jawab Lin Han dengan keadaan babak belur di hajar

Latihan pertama adalah semedi, dan dilanjutkan dengan latihan fisik yang Lin Han jalani bersama pertapa.

Untuk latihan sendiri, pertapa tua benar-benar kuat dan hebat. Lin Han sendiri masih belum berhasil mengalahkannya, padahal sudah seharian dia melakukannya.

"Kau akan mengulangi latihan ini setiap saat. Dan latihan ini juga akan terus berlangsung sampai kau mampu membuka segel Qi milik mu sendiri." Ucap pertapa tua pada Lin Han yang terbaring dengan nafas tersengal-sengal

"Aku mengerti!" Jawab Lin Han

Pertapa tua tersenyum dan berjalan pergi. Hari telah sore yang menandakan waktu latihan telah usai, sementara itu Lin Han juga ikut tinggal di hutan bambu ini.

Tentunya untuk menghemat waktu, dan menerapkan latihan dengan lebih baik. Apalagi saat baru bangun, porsi latihan juga diberikan oleh pertapa tua.

Hal ini dilakukan untuk melatih insting Lin Han meski dalam keadaan tidur sekalipun. Dan tentunya pertapa tua akan menyerang Lin Han setiap pagi.

*Bugh!!

"Agh! Kepalaku!" Keluh Lin Han terbangun saat kepalanya benjol

"Huh! Kau harus lebih waspada lain kali bocah. Kejahatan akan selalu datang tiba-tiba jadi kau perlu untuk hal itu."

"Apa ada hubungannya dengan energi Qi?" Tanya Lin Han

"Tentu saja, ini adalah tahap dasar yang harus kau mengerti. Dan saat segel Qi mu berhasil terbuka, insting mu akan jauh lebih tajam lagi."

"Hm, jadi begitu." Lin Han mengangguk sambil memegang dagunya

"Sekarang, cepatlah keluar untuk melakukan latihan seperti biasanya!"

"Baik!"

***

Sementara itu di kota, Chen dan Lue tengah mengejar seorang pria yang kedapatan tengah mencopet uang milik seorang pedagang di pasar.

"Hey pencuri sialan, jangan kabur kau brengsek!" Teriak Chen

"Cih! Kau ini jangan lupa dengan diri sendiri sialan!" Balas pencuri itu

"Apa!? Kau pikir aku masih melakukan pekerjaan bodoh itu!"

"Huh! Dasar bodoh!" Kesal pencuri melemparkan Chen sebuah bubuk sambal

"Uaaa!! Mataku!!"

"Haha! Selamat tinggal-"

Lue melompat tepat kearah pencuri tersebut, melayangkan sebuah pukulan yang membuatnya langsung menghantam tanah dengan sangat keras.

*BOOM!!

"Ya, selamat tinggal bodoh!" Sambung Lue memamerkan otot lengannya

"Iaaaahh tolong mataku buta!!" Chen menabrak sana-sini

"Hah, satu orang bodoh juga ada di sini." Ucap Lue menghela nafas

***

Di halaman Sekte, Jia Li terlihat tengah mengendap-endap sambil melihat sekitarnya. Matanya seolah mencari sesuatu yang penulis sendiri tidak tahu.

"Apa dia sudah pergi?" Pikir Jia Li melihat sekitarnya

"Apa kau mencari Lin Han?" Tanya Ming Yin

"Itu benar, dimana dia sekarang-"

Jia Li terdiam, kepalanya menoleh perlahan kearah belakang. Dan terlihat Ming Yin yang tengah tersenyum melambaikan tangannya kearah Jia Li.

"Halo?"

"Kyaa! Apa yang kau lakukan di sini!"

"Huh? Bukankah Aku yang seharusnya bertanya tentang hal itu?"

"Ah em, itu. Aku sedang mencari barang ku yang ketinggalan." Jia Li mengalihkan pandanganya

"Owh? Bukan mencari Lin Han?"

"Huh! Untuk apa mencari bocah itu? Aku tidak tertarik!" Jia Li menyilangkan tangannya sambil mendengus kasar

"Jadi begitu, sayang sekali Lin Han sudah tidak ada. Dan kebetulan hanya Aku yang tahu dia dimana?"

Jia Li nampak melotot mendengarnya, gengsi ingin bertanya. Namun berusaha menahan itu semua.

"Dimana?"

"Eh? Bukankah kau kemari bukan untuk mencarinya?" Tanya Ming Yin

"Em itu, sepertinya barang milik ku ada padanya?" Jia Li mengalihkan perhatiannya

"Heh ... Apa itu benar?" Ming Yin mendekatkan wajahnya

"Ehem, ya itu benar. Aku sepertinya ingat jika dia meminjam sesuatu padaku. Jadi katakan dimana dia sekarang?"

"Ah tidak, mendadak Aku lupa dia dimana?" Ming Yin segera berjalan pergi

"Hei! Kau mengabaikan ku!" Kesal Jia Li mengejar

***

"Yang Mulia Kaisar." Xin An bersujud kearah Seorang pria yang tengah berbaring di atas kasur yang tertutup kelambu

"Hmm, Xin An. Kecantikan mu memang benar-benar abadi, kau sungguh permata yang layak untuk di pertahankan." Ucap Wue Yian pria rambut panjang nan tampan

"Ada apa gerangan, Yang Mulia Kaisar memanggil hamba kemari?" Tanya Xin An masih bersujud seperti orang menyembah Dewa

"Hanya butuh ketenangan, jadi karena itu Aku memanggil mu kemari, apa itu masalah?" Tanya Wue Yian tersenyum

"Hamba tidak berani, Yang Mulia Kaisar." Jawab Xin An

"Hahaha! Kau masih saja bersikap seperti itu Xin An. Kau sudah menjadi istriku lima belas tahun ini, tapi kau malah bersikap seperti ini?"

"Maafkan Saya."

"Yah itu tidak masalah. Lagipula Kau pasti masih menaruh sakit karena anak mu yang dibuang bukan? Atau karena mantan suami-"

"Yang Mulia!"

"Hmm?"

"Apa Anda ingin Saya layani?" Xin An berdiri mendekat dengan berjalan melenggang

"Haha! Sepertinya kau sudah mulai mengerti Xin An."

Xin An mulai naik keatas ranjang, tangan Wue Yian mulai membelai perlahan tubuhnya dengan lembut.

"Ingatlah Xin An. Anakmu hidup karena kemurahan hatiku." Bisik Wue Yian di telinga Xin An

"Saya mengerti. Terimakasih atas kemurahan hatinya." Balas Xin An mulai melepaskan pakaiannya secara perlahan

Tak ada kebahagiaan dalam wajah Xin An. Hanya ada ekspresi datar, hatinya sudah mati untuk terus menangis dan mengasihani hidupnya saat ini.

'Ibu harap kau baik-baik saja. Ibu harap kau memiliki hidup indah diluar sana, Lin Han."

***

Latihan telah berakhir, Lin Han kembali terbaring dengan nafas yang tak beraturan. Belum ada hasil masih untuk saat ini, energi Qi masih belum terbuka.

"Ngomong-ngomong, suatu saat kau ingin kemana anak muda?" Tanya Pertapa tua ikut menatap senja

"Aku ingin melihat dunia!"

"Hanya itu?"

"Tidak, Aku memiliki keinginan lain yang jauh lebih besar."

"Apa itu?"

"Melihat dan bertemu orang tuaku! Aku sangat ingin bertemu dengannya!" Lin Han tersenyum lebar

Terpopuler

Comments

Ternyata Ibu Lin Han itu Istri Kaisar.... semoga Lin Han dpt bertemu Ibunya

2023-10-21

1

lihat semua
Episodes
1 1. Lin Han
2 2. Mengintip
3 3. Kucing Hutan
4 4. Perjalanan
5 5. Kota
6 6. Sekte
7 7. Jia Li
8 8. Berhasil
9 9. Tawaran
10 10. Terimakasih
11 11. Latihan
12 12. Mulai
13 13. Sejarah
14 14. Kembali
15 15. Salah Paham
16 16. Kota Giok
17 17. Masalah
18 18. Beban
19 19. Dagang
20 20. Amarah
21 21. Pengejaran
22 22. Ancaman
23 23. Penghianatan
24 24. Selesai
25 25. Desa Bulan
26 26. Perebutan
27 27. Nona
28 28. Qingyu
29 29. Segel
30 30. Insting
31 31. Gurun
32 32. Sergapan
33 33. Sadar
34 34. Lolos
35 35. Nenek
36 36. Datang
37 37. Iblis
38 38. Kalah?
39 39. Melawan
40 40. Ledakan
41 41. Waktu
42 42. Kembalinya
43 43. Pertarungan Malam
44 44. Kiriman
45 45. Walikota
46 46. Anak Langit
47 47. Lima Iblis
48 48. Berangkat
49 49. Gangguan
50 50. Mencari
51 51. Liga Langit
52 52. Lembah Kehampaan
53 53. Tuan Tanah
54 54. Tukang Cincang
55 55. Shin
56 56. Pertarungan Sengit
57 57. Eksekutif
58 58. Reuni
59 59. Reuni II
60 60. Reuni III
61 61. Kebebasan
62 62. Tubuh Dewi
63 63. Telah Pulih
64 64. Melupakan
65 65. Kaisar
66 66. Monster
67 67. Asing
68 68. Hilang Kendali
69 69. Anak Kecil
70 70. Kota Pelangi
71 71. Rubah Iblis
72 72. Penasihat
73 73. Kejutan
74 74. Kesal
75 75. Terbongkar
76 76. Sang Kera
77 77. Dendam Lama
78 78. Sulit
79 79. Bertarung kembali
80 80. Mencoba
81 81. Segel Wadah
82 82. Kekuatan
83 83. Lin Mei
84 84. Ibunda
85 85. Bisa
86 86. Kenyataan
87 87. Ibu Hebat
88 88. Kecurigaan
89 89. Pencarian
90 90. Perkumpulan
91 91. Terimakasih Guru
92 92. Keributan
93 93. Perlawanan Jia Li
94 94. Belum Saatnya
95 95. Kembalinya
96 96. Kedatangan Qingyu
97 97. Adik
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Lin Han
2
2. Mengintip
3
3. Kucing Hutan
4
4. Perjalanan
5
5. Kota
6
6. Sekte
7
7. Jia Li
8
8. Berhasil
9
9. Tawaran
10
10. Terimakasih
11
11. Latihan
12
12. Mulai
13
13. Sejarah
14
14. Kembali
15
15. Salah Paham
16
16. Kota Giok
17
17. Masalah
18
18. Beban
19
19. Dagang
20
20. Amarah
21
21. Pengejaran
22
22. Ancaman
23
23. Penghianatan
24
24. Selesai
25
25. Desa Bulan
26
26. Perebutan
27
27. Nona
28
28. Qingyu
29
29. Segel
30
30. Insting
31
31. Gurun
32
32. Sergapan
33
33. Sadar
34
34. Lolos
35
35. Nenek
36
36. Datang
37
37. Iblis
38
38. Kalah?
39
39. Melawan
40
40. Ledakan
41
41. Waktu
42
42. Kembalinya
43
43. Pertarungan Malam
44
44. Kiriman
45
45. Walikota
46
46. Anak Langit
47
47. Lima Iblis
48
48. Berangkat
49
49. Gangguan
50
50. Mencari
51
51. Liga Langit
52
52. Lembah Kehampaan
53
53. Tuan Tanah
54
54. Tukang Cincang
55
55. Shin
56
56. Pertarungan Sengit
57
57. Eksekutif
58
58. Reuni
59
59. Reuni II
60
60. Reuni III
61
61. Kebebasan
62
62. Tubuh Dewi
63
63. Telah Pulih
64
64. Melupakan
65
65. Kaisar
66
66. Monster
67
67. Asing
68
68. Hilang Kendali
69
69. Anak Kecil
70
70. Kota Pelangi
71
71. Rubah Iblis
72
72. Penasihat
73
73. Kejutan
74
74. Kesal
75
75. Terbongkar
76
76. Sang Kera
77
77. Dendam Lama
78
78. Sulit
79
79. Bertarung kembali
80
80. Mencoba
81
81. Segel Wadah
82
82. Kekuatan
83
83. Lin Mei
84
84. Ibunda
85
85. Bisa
86
86. Kenyataan
87
87. Ibu Hebat
88
88. Kecurigaan
89
89. Pencarian
90
90. Perkumpulan
91
91. Terimakasih Guru
92
92. Keributan
93
93. Perlawanan Jia Li
94
94. Belum Saatnya
95
95. Kembalinya
96
96. Kedatangan Qingyu
97
97. Adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!