13. Sejarah

Lima belas tahun yang lalu, sebuah peristiwa mengerikan terjadi. Tepatnya saat kekaisaran Wue Jin di gulingkan, oleh sang adik sendiri.

Keduanya telah terlibat perselisihan sejak lama, dan pada saat itu Wue Jin tak hanya di khianati oleh adiknya sendiri, namun orang-orang yang dia percaya.

Malam itu langit begitu terang oleh kilatan petir yang terus menyambar. Seorang wanita dengan anaknya tengah berlari tanpa arah, sambil di kejar oleh kelompok berkuda di belakangnya.

Di peluk terdapat seonggok bayi yang baru berumur dua bulan. Tangisannya pecah saat berlari diiringi dengan langit malam yang terus menggelegar.

*Bruk!!

Xin An terjatuh, di hadapannya tepat seorang pria tua nampak berdiri. Pria tua sederhana dengan sebuah tas dari anyaman di rotan punggungnya.

"Apa kau baik-baik saja, Nona?" Tanya pria tua berusaha membantu

"Tolong anakku!" Ucapnya kearah pria tua sambil menangis

Suara derap kuda terdengar mendekat, beberapa pasukan langsung bersiaga. Dan dari kerumunan, seorang pria keluar menggunakan kuda miliknya.

"Xin An, kau tidak akan bisa lari dariku!" Ucap Wue Yian tersenyum lebar

"Apa yang kau inginkan dariku! Bukankah kau sudah mendapatkan semuanya!" Ucap Xin An sambil menangis

"Tidak Xin An. Aku belum mendapatkan semuanya, Aku belum mendapatkan dirimu!" Xue Yian tersenyum lebar

"Dasar biadab kau Wue Yian! Kau sudah membunuh kakak mu sendiri! Dan sekarang kau ingin mengambil istrinya!!" Kesal Xin An

"Hahaha!! Xin An, dulu aku pernah berjanji untuk mengambil apapun darinya. Kekuatan, kekuasaan, dan yang terpenting cintanya!"

Di tengah hujan yang lebat, bayi Xin An menangis. Rasa dingin jelas kentara dari bayi tersebut.

"Oh ya, anak itu..."

"Jangan menyentuhnya!" Ancam Xin An

"Hei tenanglah, Aku tidak akan menyentuhnya asalkan kau setuju dengan penawaran ku?"

Xin An melotot, matanya terdiam memandang sang bayi dan kearah pria tua di sampingnya yang nampak diam.

"Pilihlah, bunuh bayi itu atau hidup bersama ku?" Wue Yian menjulurkan tangannya

"Apa kau perlu bantuan, Nona?" Tawar pria tua pada Xin An

Xin An mengangguk, dia memberikan bayi di tangannya pada pria tua. Wajahnya semakin basah oleh air mata, tangisannya pecah saat itu juga.

"Tolong, tolong jaga anak ku." Ucap Xin An memberikan bayi tersebut pada pria tua

"Aku mengerti."

"Namanya Lin Han, tolong ingatkan dia nama itu." Ucap Xin An tersedu-sedu

"Pintar, kau memang seorang wanita yang pintar Xin An!" Wue Yian tersenyum lebar sambil tertawa terbahak-bahak

***

"Wah! Kau benar-benar berbakat Sepertinya!" Puji Pertapa tua saat melihat aura putih bening di sekitar tubuh Lin Han

"Bagaimana Guru!" Tanya Lin Han tersenyum lebar

"Sangat bagus! Hanya dalam waktu dua Minggu saja, kau sudah berhasil melakukannya!" Puji Pertapa tua

Pertapa tua tak menyangka, hanya dalam waktu singkat seperti itu saja Lin Han sudah berhasil membuka segel Qi miliknya. Padahal orang normal pada umumnya, akan memakan waktu berbulan-bulan untuk itu.

'Tak ku sangka perkembangannya akan secepat ini! Terlebih orang biasa sepertinya hanya ada satu di bandingkan seratus. Kecuali dia keturunan seorang keluarga yang hebat?' kagum pertapa tua sambil mengelus jenggotnya

"Hmm, baru membuka segel saja dia sudah berada di bintang dua tingkat menengah?" Kagum pertapa tua sekali lagi

"Jadi Guru, apakah sekarang Aku telah berhasil?"

"Tentu saja, kau cukup hebat dari yang kukira. Namun hanya membuka segel Qi saja masih belum cukup untuk mu."

"Eh?"

"Kau harus tahu juga, segel Qi bisa di olah menjadi senjata untuk penggunanya, atau bahkan hal lain untuk menolong."

Pertapa tua berjalan pergi

"Kemari, akan ku tunjukkan seperti apa itu Energi Qi."

Lin Han segera mengikuti langkah Pertapa tua itu. Masuk kedalam hutan lagi, menuju tempat keduanya berduel, dan berdiri diam menghadap sebuah batu besar.

"Apa kita akan berduel lagi, Guru?" Tanya Lin Han menatap sekitarnya

"Tidak, tugas mu cukup perhatikan apa yang akan kulakukan."

Pertapa tua menatap kearah batu, memasang kuda-kuda dan mulai melakukan konsentrasi fokus menghadap depan. Hingga akhirnya aura biru terang menyelimuti seluruh tubuhnya.

"Perhatian, Lin Han!"

Aura tersebut kembali berubah, berbentuk sebuah bayangan harimau yang berukuran sangat besar. Hingga akhirnya pertapa tua mengarahkan tinjunya menuju batu di hadapannya.

"Harimau Langit!"

*DUAR!!

Aura biru melompat dengan cepat kearah batu tersebut, membuat ledakan yang langsung mengubah batu di hadapan keduanya menjadi puing-puing debu.

Lin Han yang melihatnya dibuat menganga karena kagum. Jujur sebenarnya Lin Han pernah melihat pria tua menggunakannya, namun entah mengapa tak pernah di ajarkan padanya.

"Keren! Guru, sekarang giliran ku!" Ucap Lin Han semangat

"Tentu, jika kau sudah bisa melakukannya."

"Apakah sulit?"

"Jika baru pasti akan terasa sulit, karena memerlukan fokus dan kekuatan yang stabil untuk melakukannya."

"Wah!!"

"Ingatlah Lin Han, diluar sana orang-orang bisa menggunakan energi Qi. Dan kau berkata ingin menjelajahi dunia, kau harus ingat bahwa orang berbakat dan kuat ada sangat banyak diluar sana."

***

Di sebuah tempat yang luas, seorang pria dengan topi jerami dan sebuah kendi di tangannya. Dirinya berdiri diam saat puluhan orang mengelilinginya.

Bibirnya tersenyum sambil sesekali meminum anggur dari kendi tersebut. Beberapa orang yang mengelilinginya nampak menyeringai seolah memberikan kesan intimidasi.

"Kau masih bisa bersikap santai di saat seperti ini? Sungguh benar-benar sifat yang tenang, Tuan Jiazhen." Seorang pria dengan kipas di tangannya keluar dari kerumunan

"Hah? Seorang anjing dari Liga Langit?" Jiazhen tersenyum tipis

"Kuberikan kau satu tawaran, menyerahlah." Ucap Long Zu sambil mengipas wajahnya

"Mana mungkin bisa? Manusia itu seharusnya lebih mendominasi daripada anjing bukan?"

Long Zu tersenyum, dan beberapa detik kemudian seluruh bawahan bergerak untuk menyerang Jiazhen.

"Dasar konyol!" Jiazhen tersenyum

Cahaya terang muncul, membuat semua orang yang menyerang langsung terkejut. Terlebih saat banyak telapak tangan emas muncul menghantam mereka.

"Tapak Suci!"

*BOOOOOOM!!

Semua orang terhempas, memuntahkan darah segar dari mulutnya. Long Zu yang melihatnya masih nampak santai sambil menutup kipas lipat di tangannya.

"Hmm, Aku jadi tau mengapa para pendekar sulit menangkap mu." Long Zu tersenyum lebar

"Sudah kubilang, anjing itu tidak boleh terlalu banyak menggonggong!" Jiazhen tersenyum sambil meminum anggur di kendi

"Benarkah?"

Sangat cepat Long Zu mendekat, menebas menggunakan kipas lipat di tangannya, membuat terhempas kearah Jiazhen.

*BOOM!!

"Huh! Nampaknya seekor anjing sudah berani untuk mengigit!"

Pertarungan antara keduanya pun semakin sengit terjadi, namun Long Zu masih belum bisa mengalahkan Jiazhen sama sekali.

"Angin pasir!" Long Zu menghempaskan kipas di tangannya membuat sebuah tornado pasir kearah Jiazhen

"Menarik!"

"Tapak Suci!" Jiazhen mengarahkan telapak tangannya dan dengan cepat telapak tangan besar muncul menghantam tornado pasir tersebut hingga hancur

Terpopuler

Comments

Sak. Lim

Sak. Lim

tgu beberapa chapter lgi lo kaisar idioooooot

2024-03-27

0

Finoo Finoo

Finoo Finoo

Masih ku pantau

2023-11-27

0

semoga Lin Han bisa bertemu Ibunya dan membunuh Pamanya

2023-10-21

1

lihat semua
Episodes
1 1. Lin Han
2 2. Mengintip
3 3. Kucing Hutan
4 4. Perjalanan
5 5. Kota
6 6. Sekte
7 7. Jia Li
8 8. Berhasil
9 9. Tawaran
10 10. Terimakasih
11 11. Latihan
12 12. Mulai
13 13. Sejarah
14 14. Kembali
15 15. Salah Paham
16 16. Kota Giok
17 17. Masalah
18 18. Beban
19 19. Dagang
20 20. Amarah
21 21. Pengejaran
22 22. Ancaman
23 23. Penghianatan
24 24. Selesai
25 25. Desa Bulan
26 26. Perebutan
27 27. Nona
28 28. Qingyu
29 29. Segel
30 30. Insting
31 31. Gurun
32 32. Sergapan
33 33. Sadar
34 34. Lolos
35 35. Nenek
36 36. Datang
37 37. Iblis
38 38. Kalah?
39 39. Melawan
40 40. Ledakan
41 41. Waktu
42 42. Kembalinya
43 43. Pertarungan Malam
44 44. Kiriman
45 45. Walikota
46 46. Anak Langit
47 47. Lima Iblis
48 48. Berangkat
49 49. Gangguan
50 50. Mencari
51 51. Liga Langit
52 52. Lembah Kehampaan
53 53. Tuan Tanah
54 54. Tukang Cincang
55 55. Shin
56 56. Pertarungan Sengit
57 57. Eksekutif
58 58. Reuni
59 59. Reuni II
60 60. Reuni III
61 61. Kebebasan
62 62. Tubuh Dewi
63 63. Telah Pulih
64 64. Melupakan
65 65. Kaisar
66 66. Monster
67 67. Asing
68 68. Hilang Kendali
69 69. Anak Kecil
70 70. Kota Pelangi
71 71. Rubah Iblis
72 72. Penasihat
73 73. Kejutan
74 74. Kesal
75 75. Terbongkar
76 76. Sang Kera
77 77. Dendam Lama
78 78. Sulit
79 79. Bertarung kembali
80 80. Mencoba
81 81. Segel Wadah
82 82. Kekuatan
83 83. Lin Mei
84 84. Ibunda
85 85. Bisa
86 86. Kenyataan
87 87. Ibu Hebat
88 88. Kecurigaan
89 89. Pencarian
90 90. Perkumpulan
91 91. Terimakasih Guru
92 92. Keributan
93 93. Perlawanan Jia Li
94 94. Belum Saatnya
95 95. Kembalinya
96 96. Kedatangan Qingyu
97 97. Adik
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Lin Han
2
2. Mengintip
3
3. Kucing Hutan
4
4. Perjalanan
5
5. Kota
6
6. Sekte
7
7. Jia Li
8
8. Berhasil
9
9. Tawaran
10
10. Terimakasih
11
11. Latihan
12
12. Mulai
13
13. Sejarah
14
14. Kembali
15
15. Salah Paham
16
16. Kota Giok
17
17. Masalah
18
18. Beban
19
19. Dagang
20
20. Amarah
21
21. Pengejaran
22
22. Ancaman
23
23. Penghianatan
24
24. Selesai
25
25. Desa Bulan
26
26. Perebutan
27
27. Nona
28
28. Qingyu
29
29. Segel
30
30. Insting
31
31. Gurun
32
32. Sergapan
33
33. Sadar
34
34. Lolos
35
35. Nenek
36
36. Datang
37
37. Iblis
38
38. Kalah?
39
39. Melawan
40
40. Ledakan
41
41. Waktu
42
42. Kembalinya
43
43. Pertarungan Malam
44
44. Kiriman
45
45. Walikota
46
46. Anak Langit
47
47. Lima Iblis
48
48. Berangkat
49
49. Gangguan
50
50. Mencari
51
51. Liga Langit
52
52. Lembah Kehampaan
53
53. Tuan Tanah
54
54. Tukang Cincang
55
55. Shin
56
56. Pertarungan Sengit
57
57. Eksekutif
58
58. Reuni
59
59. Reuni II
60
60. Reuni III
61
61. Kebebasan
62
62. Tubuh Dewi
63
63. Telah Pulih
64
64. Melupakan
65
65. Kaisar
66
66. Monster
67
67. Asing
68
68. Hilang Kendali
69
69. Anak Kecil
70
70. Kota Pelangi
71
71. Rubah Iblis
72
72. Penasihat
73
73. Kejutan
74
74. Kesal
75
75. Terbongkar
76
76. Sang Kera
77
77. Dendam Lama
78
78. Sulit
79
79. Bertarung kembali
80
80. Mencoba
81
81. Segel Wadah
82
82. Kekuatan
83
83. Lin Mei
84
84. Ibunda
85
85. Bisa
86
86. Kenyataan
87
87. Ibu Hebat
88
88. Kecurigaan
89
89. Pencarian
90
90. Perkumpulan
91
91. Terimakasih Guru
92
92. Keributan
93
93. Perlawanan Jia Li
94
94. Belum Saatnya
95
95. Kembalinya
96
96. Kedatangan Qingyu
97
97. Adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!