Lima belas tahun yang lalu, sebuah peristiwa mengerikan terjadi. Tepatnya saat kekaisaran Wue Jin di gulingkan, oleh sang adik sendiri.
Keduanya telah terlibat perselisihan sejak lama, dan pada saat itu Wue Jin tak hanya di khianati oleh adiknya sendiri, namun orang-orang yang dia percaya.
Malam itu langit begitu terang oleh kilatan petir yang terus menyambar. Seorang wanita dengan anaknya tengah berlari tanpa arah, sambil di kejar oleh kelompok berkuda di belakangnya.
Di peluk terdapat seonggok bayi yang baru berumur dua bulan. Tangisannya pecah saat berlari diiringi dengan langit malam yang terus menggelegar.
*Bruk!!
Xin An terjatuh, di hadapannya tepat seorang pria tua nampak berdiri. Pria tua sederhana dengan sebuah tas dari anyaman di rotan punggungnya.
"Apa kau baik-baik saja, Nona?" Tanya pria tua berusaha membantu
"Tolong anakku!" Ucapnya kearah pria tua sambil menangis
Suara derap kuda terdengar mendekat, beberapa pasukan langsung bersiaga. Dan dari kerumunan, seorang pria keluar menggunakan kuda miliknya.
"Xin An, kau tidak akan bisa lari dariku!" Ucap Wue Yian tersenyum lebar
"Apa yang kau inginkan dariku! Bukankah kau sudah mendapatkan semuanya!" Ucap Xin An sambil menangis
"Tidak Xin An. Aku belum mendapatkan semuanya, Aku belum mendapatkan dirimu!" Xue Yian tersenyum lebar
"Dasar biadab kau Wue Yian! Kau sudah membunuh kakak mu sendiri! Dan sekarang kau ingin mengambil istrinya!!" Kesal Xin An
"Hahaha!! Xin An, dulu aku pernah berjanji untuk mengambil apapun darinya. Kekuatan, kekuasaan, dan yang terpenting cintanya!"
Di tengah hujan yang lebat, bayi Xin An menangis. Rasa dingin jelas kentara dari bayi tersebut.
"Oh ya, anak itu..."
"Jangan menyentuhnya!" Ancam Xin An
"Hei tenanglah, Aku tidak akan menyentuhnya asalkan kau setuju dengan penawaran ku?"
Xin An melotot, matanya terdiam memandang sang bayi dan kearah pria tua di sampingnya yang nampak diam.
"Pilihlah, bunuh bayi itu atau hidup bersama ku?" Wue Yian menjulurkan tangannya
"Apa kau perlu bantuan, Nona?" Tawar pria tua pada Xin An
Xin An mengangguk, dia memberikan bayi di tangannya pada pria tua. Wajahnya semakin basah oleh air mata, tangisannya pecah saat itu juga.
"Tolong, tolong jaga anak ku." Ucap Xin An memberikan bayi tersebut pada pria tua
"Aku mengerti."
"Namanya Lin Han, tolong ingatkan dia nama itu." Ucap Xin An tersedu-sedu
"Pintar, kau memang seorang wanita yang pintar Xin An!" Wue Yian tersenyum lebar sambil tertawa terbahak-bahak
***
"Wah! Kau benar-benar berbakat Sepertinya!" Puji Pertapa tua saat melihat aura putih bening di sekitar tubuh Lin Han
"Bagaimana Guru!" Tanya Lin Han tersenyum lebar
"Sangat bagus! Hanya dalam waktu dua Minggu saja, kau sudah berhasil melakukannya!" Puji Pertapa tua
Pertapa tua tak menyangka, hanya dalam waktu singkat seperti itu saja Lin Han sudah berhasil membuka segel Qi miliknya. Padahal orang normal pada umumnya, akan memakan waktu berbulan-bulan untuk itu.
'Tak ku sangka perkembangannya akan secepat ini! Terlebih orang biasa sepertinya hanya ada satu di bandingkan seratus. Kecuali dia keturunan seorang keluarga yang hebat?' kagum pertapa tua sambil mengelus jenggotnya
"Hmm, baru membuka segel saja dia sudah berada di bintang dua tingkat menengah?" Kagum pertapa tua sekali lagi
"Jadi Guru, apakah sekarang Aku telah berhasil?"
"Tentu saja, kau cukup hebat dari yang kukira. Namun hanya membuka segel Qi saja masih belum cukup untuk mu."
"Eh?"
"Kau harus tahu juga, segel Qi bisa di olah menjadi senjata untuk penggunanya, atau bahkan hal lain untuk menolong."
Pertapa tua berjalan pergi
"Kemari, akan ku tunjukkan seperti apa itu Energi Qi."
Lin Han segera mengikuti langkah Pertapa tua itu. Masuk kedalam hutan lagi, menuju tempat keduanya berduel, dan berdiri diam menghadap sebuah batu besar.
"Apa kita akan berduel lagi, Guru?" Tanya Lin Han menatap sekitarnya
"Tidak, tugas mu cukup perhatikan apa yang akan kulakukan."
Pertapa tua menatap kearah batu, memasang kuda-kuda dan mulai melakukan konsentrasi fokus menghadap depan. Hingga akhirnya aura biru terang menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Perhatian, Lin Han!"
Aura tersebut kembali berubah, berbentuk sebuah bayangan harimau yang berukuran sangat besar. Hingga akhirnya pertapa tua mengarahkan tinjunya menuju batu di hadapannya.
"Harimau Langit!"
*DUAR!!
Aura biru melompat dengan cepat kearah batu tersebut, membuat ledakan yang langsung mengubah batu di hadapan keduanya menjadi puing-puing debu.
Lin Han yang melihatnya dibuat menganga karena kagum. Jujur sebenarnya Lin Han pernah melihat pria tua menggunakannya, namun entah mengapa tak pernah di ajarkan padanya.
"Keren! Guru, sekarang giliran ku!" Ucap Lin Han semangat
"Tentu, jika kau sudah bisa melakukannya."
"Apakah sulit?"
"Jika baru pasti akan terasa sulit, karena memerlukan fokus dan kekuatan yang stabil untuk melakukannya."
"Wah!!"
"Ingatlah Lin Han, diluar sana orang-orang bisa menggunakan energi Qi. Dan kau berkata ingin menjelajahi dunia, kau harus ingat bahwa orang berbakat dan kuat ada sangat banyak diluar sana."
***
Di sebuah tempat yang luas, seorang pria dengan topi jerami dan sebuah kendi di tangannya. Dirinya berdiri diam saat puluhan orang mengelilinginya.
Bibirnya tersenyum sambil sesekali meminum anggur dari kendi tersebut. Beberapa orang yang mengelilinginya nampak menyeringai seolah memberikan kesan intimidasi.
"Kau masih bisa bersikap santai di saat seperti ini? Sungguh benar-benar sifat yang tenang, Tuan Jiazhen." Seorang pria dengan kipas di tangannya keluar dari kerumunan
"Hah? Seorang anjing dari Liga Langit?" Jiazhen tersenyum tipis
"Kuberikan kau satu tawaran, menyerahlah." Ucap Long Zu sambil mengipas wajahnya
"Mana mungkin bisa? Manusia itu seharusnya lebih mendominasi daripada anjing bukan?"
Long Zu tersenyum, dan beberapa detik kemudian seluruh bawahan bergerak untuk menyerang Jiazhen.
"Dasar konyol!" Jiazhen tersenyum
Cahaya terang muncul, membuat semua orang yang menyerang langsung terkejut. Terlebih saat banyak telapak tangan emas muncul menghantam mereka.
"Tapak Suci!"
*BOOOOOOM!!
Semua orang terhempas, memuntahkan darah segar dari mulutnya. Long Zu yang melihatnya masih nampak santai sambil menutup kipas lipat di tangannya.
"Hmm, Aku jadi tau mengapa para pendekar sulit menangkap mu." Long Zu tersenyum lebar
"Sudah kubilang, anjing itu tidak boleh terlalu banyak menggonggong!" Jiazhen tersenyum sambil meminum anggur di kendi
"Benarkah?"
Sangat cepat Long Zu mendekat, menebas menggunakan kipas lipat di tangannya, membuat terhempas kearah Jiazhen.
*BOOM!!
"Huh! Nampaknya seekor anjing sudah berani untuk mengigit!"
Pertarungan antara keduanya pun semakin sengit terjadi, namun Long Zu masih belum bisa mengalahkan Jiazhen sama sekali.
"Angin pasir!" Long Zu menghempaskan kipas di tangannya membuat sebuah tornado pasir kearah Jiazhen
"Menarik!"
"Tapak Suci!" Jiazhen mengarahkan telapak tangannya dan dengan cepat telapak tangan besar muncul menghantam tornado pasir tersebut hingga hancur
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Sak. Lim
tgu beberapa chapter lgi lo kaisar idioooooot
2024-03-27
0
Finoo Finoo
Masih ku pantau
2023-11-27
0
semoga Lin Han bisa bertemu Ibunya dan membunuh Pamanya
2023-10-21
1