Semua orang yang melihatnya langsung terdiam, terlebih saat Ming Gong tengah hadir di tengah kerumunan. Semua orang yang melihatnya pun langsung menunduk.
"Guru?"
"Apa yang kau lakukan pada penyelamat ku, Bei Wong!" Tatap Ming Gong dengan tajam membuat Bei Wong tak mampu berdiri karena tekanan tersebut
Semua orang merasakan hal yang sama, seorang pendekar bintang delapan tahap menengah tengah memancarkan energi Qi yang luar biasa.
"Guru." Lirih murid-murid
Ming Gong menghilangkan tekanannya, dan berjalan perlahan kearah Bei Wong yang tengah terduduk karena tak mampu berdiri sama sekali.
"Lin Han, apa kau tidak apa-apa?"
"Lin Han?" Bei Wong terkejut karena sebelumnya dia pernah mendengar nama seseorang yang membantu Sekte dan menyembuhkan istri gurunya.
"Haha, Aku baik-baik saja Pak Gong." Jawab Lin Han tersenyum
"Guru Aku.."
"Diamlah Bei Wong, kau sudah menyerang penyelamat ku!" Jawab Ming Gong dengan tagas
"Ngomong-ngomong, dimana Ming Yin? Aku ingin berpamitan karena akan pergi?" Tanya Lin Han menatap sekitarnya
"Ah soal itu, dia sedang berada di tempat lain. Ada tugas penting yang dia kerjakan, jadi sepertinya kau tidak bisa bertemu."
"Eh, bukankah penjaga tadi bilang ada di dalam?" Tanya Lin Han
"Tadinya, namun sudah pergi. Sayang sekali kau terlambat, tapi tenang saja, akan ku sampaikan nanti untuknya."
"Hm, baiklah. Sebaiknya Aku segera berangkat saja."
"Apa kau tidak ingin mampir dulu? Makan atau minum?" Tawar Ming Gong
"Tidak, Aku ingin segera pergi saja. Terlebih Aku tidak sabar ingin memulai perjalanan!" Jawab Lin Han semangat
"Yah kalau itu mau mu, aku tidak akan memaksa. Namun satu hal, jangan tolak ini." Ming Gong memberikan sekantong uang
"Makanan?"
"Uh bukan, ini uang. Dengan ini kau bisa membeli banyak makanan." Jelas Ming Gong dengan sabar
"Hooh, baiklah akan ku terima, terimakasih!" Lin Han membungkukkan tubuhnya
"Sama-sama, semoga perjalanan mu menyenangkan."
Lin Han mengangguk dan segera berjalan pergi, sementara itu murid-murid yang melihatnya tak bisa berkata apa-apa. Terlebih saat mendengar pembicaraan Lin Han yang begitu santai tanpa tau siapa orang di hadapannya saat ini.
"Bei Wong, karena kesalahan mu ini. Kau harus bertanggung jawab dan menjalani hukuman!" Ming Gong berjalan pergi
"B-baik guru!" Jawab Bei Wong
***
Setelah mengetahui jika Ming Yin sedang tidak ada. Lin Han memutuskan untuk tetap pergi, dia juga yakin Ming Gong akan menyampaikan hal itu padanya nanti.
Namun saat baru melewati gerbang sekte, langkah Lin Han terhenti saat melihat seorang wanita tengah menghalangi jalannya.
"Hmm?"
"Mau kemana kau?" Tanya Jia Li menyilangkan tangannya
"Ah soal itu, Aku ingin pergi berkelana." Jawab Lin Han
"Berkelana? Untuk apa melakukan hal merepotkan seperti itu?" Jia Li menaikan alisnya
"Aku ingin melihat dunia, melihat bagaimana luasnya dunia ini. Terlebih Aku juga ingin bertemu dengan ibuku!" Lin Han tersenyum dengan mata sayu
"Itu artinya, kau akan pergi lama bukan?" Tanya Jia Li
"Tentu saja, pertapa tua bilang perjalanan ku akan sangat jauh."
Ekspresi Jia Li nampak masam, di tangannya memegang sebuah benda panjang tertutup oleh sebuah kain.
"Jia Li?" Panggil Lin Han melihat Jia Li yang nampak masam ekspresi wajahnya
"Ini, Aku ingin memberikan mu sebuah hadiah. Sejujurnya Aku ingin memberikan ini setelah mengajak mu jalan, namun tidak jadi karena kau akan pergi." Jia Li memberikan benda tersebut dari tangannya yang keluar melalui cincin ruang.
"Ini?"
"Pedang Jiwa, hadiah untuk mu, hadiah karena sebelumnya telah menyelamatkan ku." Ucap Jia Li
"Terimakasih, Aku akan menjaga nya!" Lin Han tersenyum
Setelah menerima hadiah itu, Lin Han kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Jia Li yang hanya diam menatap kearahnya.
Namun mau bagaimana lagi, Jia Li dan Lin Han tak sedekat itu untuk melarangnya jangan pergi.
"Oh iya, suatu saat Aku akan mengunjungi mu lagi!" Seru Lin Han melambaikan tangannya kearah Jia Li
Jia Li pun tersenyum, matanya memandang indah kearah Lin Han yang melambangkan tangannya, hingga akhirnya Jia Li pun ikut melambaikan tangannya juga.
" Baiklah Aku akan menunggu."
***
Di tengah hutan, Ming Yin dan beberapa pengawal termasuk Wing Chen. Tengah beristirahat karena perjalanan yang akan mereka tuju adalah kota Giok.
Tempat itu adalah tempat dimana Sekte Angin berada. Alasan kedatangan Ming Yin kesana tidak lain karena permasalahan mengenai perampokan pada barang mereka sebelumnya.
Dan berdasarkan informasi yang di dapatkan, Sekte Angin adalah dalang di balik semuanya. Dan tujuan Ming Yin serta Wing Chen tentunya untuk membongkar kejahatan itu.
"Nona, sepertinya nanti kita akan membagi tugas. Biarkan Aku yang akan mencari informasi serta beberapa hal bukti untuk di kumpulkan. Dan urusan dengan Liga Langit ku serahkan untuk mu." Ucap Wing Chen
"Baiklah, selama kita menjalankan misi. Kuharap semuanya akan berjalan lancar. Selain itu, kita juga perlu beberapa bukti untuk membongkar kejahatan yang telah mereka lakukan." Jawab Ming Yin setuju
"Itu benar, Nona. Kita tidak bisa melaporkan masalah ini pada Liga Langit, jadi sebaiknya kita mengumpulkan beberapa bukti dan informasi yang ada."
Semua orang setuju, namun di saat semuanya nampak serius. Tatapan Wing Chen menatap tajam kearah semak-semak yang dirasakan ada seseorang.
"Ada apa?" Tanya Ming Yin
Wing Chen mengangkat tangannya, membuat semua penjaga bersiaga. Dengan pelan Wing Chen bersiap dengan pedangnya.
*Srekk!!
Seorang pria keluar yang membuat semua orang terkejut. Namun tidak untuk Ming Yin yang kenal dengan siapa orang tersebut tentunya.
"Lin Han?" Kejut Ming Yin
"Lin Han?" Ulang Wing Chen karena memang belum kenal
"Ya, pria yang kuberitahu saat itu. Ngomong-ngomong apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Ming Yin berjalan mendekati
"Ah Ming Yin! Aku mencari mu sebelumnya. Ternyata kau bermain di sini!"
"Tidak, aku tidak bermain. Tapi apa yang kau lakukan?"
"Pelatihan ku sudah selesai. Aku berhasil membuka Segel Qi milikku. Dan sekarang aku memutuskan untuk pergi berkelana." Jawab Lin Han tersenyum
"Eh! Secapat itu!" Kejut Ming Yin karena mengira prosesnya akan selama setahun lebih untuk berhasil
"Ya! Lalu, apa yang kau lakukan?" Tanya Lin Han menatap sekitarnya
"Ah soal itu, kami berencana untuk pergi menuju Kota Giok." Jawab Ming Yin
"Untuk apa?"
"Untuk-"
"Nona!" Wing Chen memotong
"Tidak masalah, dia aman untuk diberitahukan." Jawab Ming Yin tersenyum
"Hmm?"
"Kami berencana untuk menyelesaikan masalah perampokan dua bulan yang lalu Lin Han. Memang terdengar sudah lama, karena tersangka baru memberikan informasi itu beberapa hari yang lalu."
"Heh ... Aku tidak mengerti." Lin Han tersenyum lebar
Ming Yin menghela nafasnya, dia lupa siapa pria di hadapannya saat ini. Dan percuma saja menjelaskan hal merepotkan seperti ini pada Lin Han yang berotak batu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
kenapa Gurunya Lih Han dulu tidak memberi pengertian hingga Lin Han tidak kelihatan bodoh
2023-10-23
1
Lin Han begitu polosnya dan sampai kapan... 🤔🤔
2023-10-23
0