8. Berhasil

"Hahaha! Bagaimana? Apakah kau sudah berubah pikiran untuk menyerah?" Tanya Cing berjalan mendekat

"Yang terakhir, enam!"

*BOOOOOOM!!

Cing dan Jia Li memandang kesamping. Tepat saat seluruh bawahan Cing di buat tak sadarkan diri oleh Lin Han yang entah kapan sudah mulai beraksi.

"Apa!? Sejak kapan!" Kejut Cing

"Ah maaf, kau tadi sepertinya terlalu asik dengan pertarungan, hehe..." Jawab Lin Han menggaruk kepalanya

'Aku tidak menyadarinya! Bukankah dia tadi berada di dalam kereta kuda?'

Tak hanya Jia Li saja yang terkejut, dua pengawalnya pun ikut terkejut karena tak melihat sejak kapan Lin Han keluar dari kereta kuda tadi.

"Huh! Rupanya kalian membawa seorang pendekar kemari! Namun apa kalian pikir semuanya akan berakhir!" Ucap Cing melotot kesal

*SWOSHH!!

Cing melesat tepat kearah Jia Li. Tentunya dia ingin menghabisi lawan lemah terlebih dahulu, agar tidak menjadi halangan untuk melawan yang satunya lagi.

"Sial!" Jia Li segera bangkit

*BOOOOOOM!!

Dentuman terdengar, membuat angin kencang bertiup keseluruhan arah. Sementara itu Cing yang tersenyum kembali dibuat terkejut saat melihat Lin Han yang sudah berdiri di hadapannya sambil menahan pukulannya.

"Sejak kapan!"

"Maaf saja, kudengar spesies wanita itu lemah. Jadi tidak etis rasanya melawan seorang yang lemah!"

"Lin Han..."

*SWOSHH!!

Cing melompat menjaga jarak, kali ini dirinya dibuat waspada dengan pemuda aneh di hadapannya saat ini.

"Ah Nona ... Em itu, apa kau baik-baik saja?"

"Jia Li!!"

"Maaf aku lupa, hehe."

"Huh, aku baik-baik saja." Jia Li berusaha bangkit berdiri kembali

Namun karena kurangnya seimbang, Jia Li pun hendak terjatuh lagi, namun beruntung Lin Han segera menangkapnya.

"Hati-hati, kau ini spesies lemah Nona Jia Li." Ucap Lin Han memandang

Jia Li terdiam, wajahnya memerah saat matanya menatap kearah Lin Han. Namun untuk Cing, dia malah nampak kesal karena terabaikan.

"Jangan abaikan Aku sialan!"

*Swoshh!!

*DUAR!!

Cing melayangkan sebuah pukulan hingga membuat tanah hancur. Namun Lin Han sudah tidak ada di hadapannya, melainkan di kereta kuda sambil membopong Jia Li.

"Apa yang kau lakukan!" Tanya Jia Li

"Kau tunggu saja di sini. Biarkan Aku menyelesaikan masalah dengan orang gila ini!" Jawab Lin Han menunjuk kearah Cing

'Padahal kau yang terlihat seperti orang gila.' wajah datar Jia Li

"Dasar sok jagoan kau!"

Lin Han melompat turun dari kereta kuda. Tangannya pun sudah bersiap untuk melakukan serangan, begitu juga dengan Cing yang juga ikut bersiap.

"Agh!!"

Cing maju kearah Lin Han, begitu juga sebaliknya. Hingga akhirnya keduanya pun terlibat pertarungan sengit antara pukulan dan tendangan satu sama lain.

*Bugh!!

Lin Han melayangkan tendangan tepat kearah kepala Cing, namun di tahan cepat oleh Cing dengan tangannya.

"Tinju Banteng!"

"Huh!"

*Boom!!

Lin Han terpental, lebih tepatnya saat Cing menggunakan energi Qi nya untuk melapisi tinju tangannya.

"Lin Han!" Panggil Jia Li

"Hahaha!! Ngomong-ngomong Aku tidak merasakan energi Qi mu dari tadi?" Cing tersenyum lebar

'Itu benar, Aku juga tidak merasakan energi Qi Lin Han dari tadi?' ucap Jia Li juga

"Yah maaf, Aku kurang fokus haha." Lin Han kembali bangkit

*SWOSHH!!

Cing menghilang, dan tiba-tiba sudah melayang tepat di hadapan Lin Han. Bersiap dengan sebuah pukulan yang kembali di lapisi oleh energi Qi.

*BOOOOOOM!!

Lin Han terbaring, sambil tangannya terus menahan pukulan Cing. Hingga tanpa sadar area di sekitarnya pun hancur karena menahan pukulan itu.

"Sudah kuduga, kau belum membuka segel Qi haha!"

"Berisik!"

Lin Han menghentakkan kakinya, membuat area tempatnya pun hancur hingga membuat Cing Harus melompat untuk menghindar

"Huh! Apa sih yang kau katakan dari tadi?" Lin Han kembali bangkit

"Kau ini, tanpa segel Qi saja sudah kuat!" Puji Cing

"Qi? Kau ini berbicara hal aneh seperti itu terus dari tadi. Maaf saja, Aku tidak mengerti apa yang kau katakan!" Lin Han melipat lengan bajunya

"Kalau begitu, biar ku perlihatkan padamu!"

Cing mengepalkan kedua tangannya, membuat dentuman keluar dari tubuhnya. Serta aura putih mengitari setiap tubuhnya.

"Inilah yang dinamakan, Qi bocah!" Cing Tersenyum lebar

*DUAR!!

Lin Han melesat, menghantam keras kek wajah Cing. Namun hanya dentuman dan angin kuat saja yang terjadi, sementara Cing masih berdiri tegak.

"Hahaha!! Apa kau pikir serangan fisik biasa mampu mengalahkan ku!"

*Bugh!!

Cing menendang tubuh Lin Han, membuatnya terpanting ketanah dengan sangat keras.

*DUAR!!

"Lin Han!!" Panggil Jia Li

Melihat Lin Han yang tersudut, kedua pengawal segera melompat untuk membantu juga. Namun perbedaan mereka dengan Cing berbeda yang membuat keduanya di kalahkan dengan sangat mudah.

*SWOSHH!!

Angin tajam melesat cepat kearah Cing, namun segera di tahan menggunakan tangan miliknya.

"Hooh, apakah Nona di sana ingin bermain juga?"

"Jangan lupakan Aku!"

Lin Han bangkit dengan cepat, menarik kaki Cing dan segera membantingnya ketanah dengan sangat keras.

*DUAR!!

"Sialan! Beraninya kau masih sadar setelah terkena serangan ku!" Kesal Cing.

"Masa bodoh!"

*BOOOOOOM!!

Lin Han segera menghantamkan tinjunya kearah wajah Cing, membuat area sekitarnya hancur serta hidung Cing yang mengeluarkan darah

"UGH!!"

Pukulan demi pukulan Lin Han layangkan secara bertubi-tubi. Membuat Cing tak sempat untuk membuka kedua matanya.

Namun dengan cepat Cing menempelkan telapak tangannya kearah dada Lin Han. Hingga akhirnya sebuah dentuman kembali terjadi dan membuat tubuh Lin Han terambung hingga akhirnya jatuh.

"Lin Han! Apa kau baik-baik saja!"

Lin Han tersenyum, ia menepuk-nepuk bajunya karena kotor akibat serangan yang Cing berikan.

"Huh, tenang saja. Ini baik-baik saja!"

'Mustahil! Dia baik-baik saja setelah menerima serangan energi Qi dari seorang pendekar bintang lima?' kejut Jia Li

Sementara Cing, dia segera bangkit berdiri sambil mengusap darah di wajahnya. Matanya menatap Lin Han dengan heran dan waspada.

'Cih! Apa-apaan tubuhnya itu? Ketahanannya benar-benar diluar nalar!"

"Hah, sepertinya Aku akan sedikit serius bermainnya!" Lin Han memasang kuda-kuda

"Bermain?" Cing terkejut

"Baiklah! Mari mulai!" Lin Han mulai melompat bersiap dengan sebuah pukulan

Cing menyambut serangan itu, keduanya nampak sengit sembari beradu pukulan dan tendangan balik. Namun Cing, tentunya dia memiliki kekuatan pukul yang lebih karena menggunakan energi Qi.

*BOOM!!

Lin Berhasil menghindar oleh serangan itu, dan dengan cepat membalasnya dengan sebuah tendangan, membuat Cing segera menahannya dengan tangan.

Untuk Jia Li, dia hanya bisa diam melihat pertarungan sengit antara keduanya, yang bahkan seolah memiliki tingkatan yang sama dalam bertarung.

30 menit kemudian...

Pertarungan masih belum berakhir, dan sementara itu Cing, dia nampak sudah mulai kelelahan melawan Lin Han.

Berbeda dengan Lin Han, yang masih berdiri santai tanpa terlihat berkeringat sama sekali dengan pertarungan itu.

'Apa-apaan stamina anak ini!' Cing mengusap keringat di wajahnya

'Dia kelelahan, ini kesempatan!'

Tanpa menunggu waktu, Jia Li segera berlari kearah Cing. Tak memberikannya waktu untuk beristirahat, keduanya pun kembali terlibat pertarungan, namun Jia Li nampak lebih mendominasi.

"Lacur Sialan! Beraninya kau menganggu!" Kesal Cing

"Ini adalah pertarungan! Apa kau pikir pertarungan mu sebelumnya juga adil dengan para bawahan mu?" Jia Li tersenyum

"Sial!"

"Angin Malam!"

*SLASHH!!

Cing terlalu lambat untuk menghindar, sampai membuat dadanya terluka oleh serangan yang Jia Li berikan, terlebih menggunakan energi Qi.

*Bruk!!

"Uhuk-uhuk!! Keparat, dasar wanita kurang ajar!" Cing terduduk akibat serangan tersebut

"Tamatlah!"

Jia Li bersiap menusuk, namun dengan cepat Lin Han menahan tangan Jia Li melakukannya.

"Lin Han?"

"Maaf, tapi kau tidak boleh membunuhnya. Pak Gong bilang, kita harus membawanya hidup-hidup jika bisa." Ucap Lin Han

*Bugh!!

Lin Han melayangkan tinju tangannya, membuat Cing langsung terkapar tak berdaya menerimanya.

Terpopuler

Comments

Harman LokeST

Harman LokeST

baaaaaaaaannnntttttttaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii ssssseeeeeeeeeeeemmmmuuuuuuaaanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa saaaaaaammmmmppaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii maaaaaaaaaaaatiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeerrrrrrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn

2023-10-19

1

Mantap Lin Han

2023-10-19

0

lihat semua
Episodes
1 1. Lin Han
2 2. Mengintip
3 3. Kucing Hutan
4 4. Perjalanan
5 5. Kota
6 6. Sekte
7 7. Jia Li
8 8. Berhasil
9 9. Tawaran
10 10. Terimakasih
11 11. Latihan
12 12. Mulai
13 13. Sejarah
14 14. Kembali
15 15. Salah Paham
16 16. Kota Giok
17 17. Masalah
18 18. Beban
19 19. Dagang
20 20. Amarah
21 21. Pengejaran
22 22. Ancaman
23 23. Penghianatan
24 24. Selesai
25 25. Desa Bulan
26 26. Perebutan
27 27. Nona
28 28. Qingyu
29 29. Segel
30 30. Insting
31 31. Gurun
32 32. Sergapan
33 33. Sadar
34 34. Lolos
35 35. Nenek
36 36. Datang
37 37. Iblis
38 38. Kalah?
39 39. Melawan
40 40. Ledakan
41 41. Waktu
42 42. Kembalinya
43 43. Pertarungan Malam
44 44. Kiriman
45 45. Walikota
46 46. Anak Langit
47 47. Lima Iblis
48 48. Berangkat
49 49. Gangguan
50 50. Mencari
51 51. Liga Langit
52 52. Lembah Kehampaan
53 53. Tuan Tanah
54 54. Tukang Cincang
55 55. Shin
56 56. Pertarungan Sengit
57 57. Eksekutif
58 58. Reuni
59 59. Reuni II
60 60. Reuni III
61 61. Kebebasan
62 62. Tubuh Dewi
63 63. Telah Pulih
64 64. Melupakan
65 65. Kaisar
66 66. Monster
67 67. Asing
68 68. Hilang Kendali
69 69. Anak Kecil
70 70. Kota Pelangi
71 71. Rubah Iblis
72 72. Penasihat
73 73. Kejutan
74 74. Kesal
75 75. Terbongkar
76 76. Sang Kera
77 77. Dendam Lama
78 78. Sulit
79 79. Bertarung kembali
80 80. Mencoba
81 81. Segel Wadah
82 82. Kekuatan
83 83. Lin Mei
84 84. Ibunda
85 85. Bisa
86 86. Kenyataan
87 87. Ibu Hebat
88 88. Kecurigaan
89 89. Pencarian
90 90. Perkumpulan
91 91. Terimakasih Guru
92 92. Keributan
93 93. Perlawanan Jia Li
94 94. Belum Saatnya
95 95. Kembalinya
96 96. Kedatangan Qingyu
97 97. Adik
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Lin Han
2
2. Mengintip
3
3. Kucing Hutan
4
4. Perjalanan
5
5. Kota
6
6. Sekte
7
7. Jia Li
8
8. Berhasil
9
9. Tawaran
10
10. Terimakasih
11
11. Latihan
12
12. Mulai
13
13. Sejarah
14
14. Kembali
15
15. Salah Paham
16
16. Kota Giok
17
17. Masalah
18
18. Beban
19
19. Dagang
20
20. Amarah
21
21. Pengejaran
22
22. Ancaman
23
23. Penghianatan
24
24. Selesai
25
25. Desa Bulan
26
26. Perebutan
27
27. Nona
28
28. Qingyu
29
29. Segel
30
30. Insting
31
31. Gurun
32
32. Sergapan
33
33. Sadar
34
34. Lolos
35
35. Nenek
36
36. Datang
37
37. Iblis
38
38. Kalah?
39
39. Melawan
40
40. Ledakan
41
41. Waktu
42
42. Kembalinya
43
43. Pertarungan Malam
44
44. Kiriman
45
45. Walikota
46
46. Anak Langit
47
47. Lima Iblis
48
48. Berangkat
49
49. Gangguan
50
50. Mencari
51
51. Liga Langit
52
52. Lembah Kehampaan
53
53. Tuan Tanah
54
54. Tukang Cincang
55
55. Shin
56
56. Pertarungan Sengit
57
57. Eksekutif
58
58. Reuni
59
59. Reuni II
60
60. Reuni III
61
61. Kebebasan
62
62. Tubuh Dewi
63
63. Telah Pulih
64
64. Melupakan
65
65. Kaisar
66
66. Monster
67
67. Asing
68
68. Hilang Kendali
69
69. Anak Kecil
70
70. Kota Pelangi
71
71. Rubah Iblis
72
72. Penasihat
73
73. Kejutan
74
74. Kesal
75
75. Terbongkar
76
76. Sang Kera
77
77. Dendam Lama
78
78. Sulit
79
79. Bertarung kembali
80
80. Mencoba
81
81. Segel Wadah
82
82. Kekuatan
83
83. Lin Mei
84
84. Ibunda
85
85. Bisa
86
86. Kenyataan
87
87. Ibu Hebat
88
88. Kecurigaan
89
89. Pencarian
90
90. Perkumpulan
91
91. Terimakasih Guru
92
92. Keributan
93
93. Perlawanan Jia Li
94
94. Belum Saatnya
95
95. Kembalinya
96
96. Kedatangan Qingyu
97
97. Adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!