10. Terimakasih

"Lin Han, Aku secara pribadi mengucapkan terimakasih atas bantuan mu." Ming Gong menundukkan tubuhnya

"Ayah..." Tatap Ming Yin dengan pelan

"Tidak masalah, Aku melakukannya karena memang bisa."

Flashback On

Malam itu di sebuah ruangan pribadi, Ming Gong berterimakasih pada Lin Han karena sudah membantunya menangkap pelaku perampokan selama ini.

"Terimakasih Lin Han, dan ini mungkin tidak seberapa dengan apa yang telah kau berikan."

Ming Gong menepuk tangannya, dan seorang wanita pun berjalan masuk dengan hormat. Membawakan sebuah kotak kecil, lalu diberikan pada Ming Gong.

"Apa itu?" Tanya Lin Han penasaran

"Ini, bukalah. Aku yakin kau akan suka dengan isinya."

Lin Han membuka isinya, dan terlihat sebuah cincin hijau di dalamnya dengan berbagai bentuk ukiran.

"Apa Pak Gong ingin melamar ku?"

"Ya ... Apa!? T-tidak! Itu bukan cincin lamaran Lin Han!"

"Eh? Tapi Chen bilang jika seseorang ingin menikah, maka seorang pria harus memberikan sebuah cincin?"

"Tidak!! Itu hal yang berbeda! Apa yang kuberikan padamu ini adalah hadiah atas kerja keras mu!"

"Ah jadi begitu, terimakasih untuk hadiahnya Pak Gong."

"Ngomong-ngomong, apa kau tau cara menggunakannya?"

"Tidak?"

"Yah biar Aku jelaskan. Itu adalah cincin penyimpangan, dan kau bisa menyimpan sesuatu di dalamnya, seperti barang penting. Dan ini lebih baik daripada menyimpannya menggunakan tas ataupun kain."

"Wah, ini benar-benar menarik!"

"Ya, cukup membayangkan barang yang ingin kau ambil maka dia akan keluar. Dan untuk menyimpan, cukup arahkan cincin itu kearah barang yang ingin kau simpan." Jelas Ming Gong dengan rinci

"Baiklah, kedengarannya sangat berguna!"

"Yah, itu memang berguna. Apalagi sangat jarang orang bisa memilikinya."

"Oh iya, kudengar kalian sedang membuat obat untuk menyembuhkan Ibu Ming Yin kan?"

"Darimana kau tau?"

"Ming Yin mengatakannya padaku tadi sore. Dan kebetulan Aku bisa membuatkan obatnya, menggunakan resep yang Kakek ku ajarkan."

"Apa!? Kau yakin bisa membuatnya? Tabib hebat saja masih kesulitan untuk melakukannya, Lin Han?"

"Tentu saja, Aku sering melakukannya pada hewan buruan ku."

'Tapi istriku bukan hewan...' pikir Ming Gong dalam benaknya

"Em, kalau kau memang bisa. Aku tidak masalah, dan jika berhasil, Aku akan membayar dan membalas mu!"

Lin Han mengangguk, dia setuju untuk menawarkan dirinya membantu istri Ming Gong yang sedang sakit parah.

***

Ming Gong masuk menuju kamar istrinya, ada Lin Han berada di sampingnya. Sebenarnya Ming Gong sedikit ragu menerima bantuan Lin Han, terlebih tabib hebat saja masih kesulitan, apalagi Lin Han yang tidak di kenal.

"Baiklah, biar kulihat apa masalahnya."

Lin Han berjalan mendekat, menatap kearah istri Ming Gong, tubuhnya benar-benar aneh karena berwarna hijau gelap.

Lin Han menyentuh denyut nadinya, yang mana terasa lemah. Apalagi nafas Luo Ying juga terdengar tidak beraturan serta keringat yang terus keluar.

"Berapa lama sudah hal ini terjadi?"

"Sudah sekitar dua bulan ini, istriku tak sadarkan diri saat sedang pesta makan. Dan saat itu tabib mengatakan jika dia keracunan."

Dua bulan, itu waktu yang cukup lama untuk membuat Racun menyebar di seluruh tubuh. Apalagi sekarang kondisinya makin hari semakin memprihatinkan.

"Bagaimana Nak Lin Han? Apakah kau bisa menyembuhkannya?"

"Tentu, kasus ini sama seperti yang Kakek ajarkan padaku."

"Ajarkan?"

"Ya, selain di latih bela diri, kakek juga melatih ilmu penyembuhan seperti ini. Caranya dengan meracuni hewan buruan yang kami tangkap, lalu di jadikan percobaan!" Jawab Lin Han tersenyum membuat Ming Gong merinding mendengarnya

"Tapi, istriku-"

"Kita harus mengeluarkan racun dari tubuhnya."

"Ya aku mengerti, tabib sudah melakukan hal seperti ini. Namun kami masih belum berhasil mengeluarkannya."

"Tenang saja, itu sangat mudah. Ngomong-ngomong, dimana jantung kucing hutan yang kuberikan waktu itu?"

"Ada di belakang."

"Baiklah, rebus jantung kucing hutan itu, lalu peras dan antar kemari." Perintah Lin Han

"Yah, B-baiklah?"

Ming Gong hanya menurut mendengar apa yang Lin Han perintah. Dengan cepat Ming Gong segera berjalan menuju ruangan tabib, dan mengatakan apa yang harus dilakukan.

"Apa? Bagaimana bisa anda mengizinkan seorang pemuda tak dikenal mengobati istri mu, Tuan?" Tanya seorang tabib ragu

"Aku tahu ini terdengar bodoh, namun ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Apalagi Istriku semakin hari semakin parah, serta pengobatan yang dilakukan pun juga tidak membuahkan hasil." Jawab Ming Gong mulai putus asa

Para tabib mulai diam, memang benar mereka masih belum mampu berbuat apa-apa. Terlebih sudah dua bulan berbagai cara mereka lakukan, namun nihil.

"Baiklah Tuan Gong. Namun biarkan kami langsung mengawasi prosesnya."

"Baik."

***

Siang itu ruangan Luo Ying terlihat ramai, dan Ming Yin yang melihat itu pun segera datang menghampiri untuk melihat.

"Ayah, apa yang terjadi?" Tanya Ming Yin khawatir

Ming Yin terkejut, apalagi saat melihat Lin Han yang saat ini sedang duduk di samping Luo Ying hendak mengobati.

"Lin Han?"

"Ah, Ming Yin!"

"Jadi kau benar-benar bisa menyembuhkan ibuku?" Tanya Ming Yin yang nampak tidak percaya melihatnya

"Itu benar, duduklah dan perhatikan."

Semua orang nampak diam memperhatikan, dan pertama yang Lin Han lakukan adalah meminumkan air perasan jantung itu pada Luo Ying.

"Bukankah perasaan jantung itu belum di olah menjadi obat?" Tanya seorang tabib

"Benar, karena tanpa diolah khasiatnya sudah sangat bagus." Jawab Lin Han

Setelah satu tegukan habis, Lin Han kembali meminumkan air perasan itu hingga habis di dalam sebuah mangkuk kecil.

"Lin Han, apa kau yakin?"

"Kau hanya perlu percaya padaku."

Beberapa saat menunggu, Lin Han mulai kembali bergerak dengan mengambil sebuah jarum. Secara perlahan jarum itu dia tusuk tepat di salah satu pergelangan tangan Luo Ying.

Cairan hitam keluar, Lin Han menampungnya di sebuah mangkuk kecil. Lalu di lanjutkan dengan menusuk bagian tangan selanjutnya, hingga kedua kaki dan terakhir adalah leher samping.

Semua tabib yang melihatnya terkejut bukan main, di saat mereka kesulitan melakukannya. Lin Han pria aneh yang tidak diketahui asal-usulnya malah dengan mudah melakukannya.

"T-tidak mungkin! Dia melakukannya dengan sangat mudah!" Kejut seorang tabib

Ming Gong dan Ming Yin, juga ikut terkejut. Apalagi saat secara perlahan tubuh Luo Ying mulai kembali di keadaan semula.

Warna hijau perlahan menghilang, dan total racun yang berhasil keluar sekitar lima mangkok. Asap hitam keluar dari racun tersebut.

Proses berlangsung cukup lama, sekitar satu jam. Karena racunnya yang sangat banyak dan menyebar ke seluruh tubuh.

"Hah, racunnya benar-benar banyak. Pinggang ku sampai sakit!" Lin Han meregangkan pinggangnya

"Yin'er..." Lirih Luo Ying perlahan

"Ibu!"

Dengan cepat Ming Yin segera memeluk ibunya, dan perlahan Luo Ying mulai membuka matanya. Sementara Ming Gong nampak menangis sambil ingusnya ikut keluar.

"Ibu! Akhirnya kau sadar juga!" Ming Yin menangis

"Yin'er. Bagaimana kabarmu?" Tanya Luo Ying nampak masih lemas

"Aku baik-baik saja, Buk."

Flashback Off

"Lin Han, Aku secara pribadi mengucapkan terimakasih atas bantuan mu." Ming Gong menundukkan tubuhnya

"Ayah..." Tatap Ming Yin dengan pelan

"Tidak masalah, Aku melakukannya karena memang bisa."

"Tetap saja, Aku tidak akan melupakan kebaikan yang telah kau lakukan!"

"Haha, Pak Gong. Kau terlalu berlebihan."

"Lin Han, jadi itu nama mu..." Luo Ying berusaha bangkit duduk

"Hm?"

"Terimakasih telah menolong ku." Luo Ying membungkuk tubuhnya

Begitu juga dengan Ming Yin, serta di susul oleh para tabib yang melihatnya. Apa yang Lin Han lakukan merupakan sebuah aksi yang sangat luar biasa.

Terpopuler

Comments

Ismaeni

Ismaeni

ceritanya cukup menarik,coba jangan pelit update-nya thor..

2023-10-20

1

Lin Han sebenarnya anak siapa

2023-10-20

0

Lin Han Walau kelihatan jodoh tapi Dia Jenius...

2023-10-20

1

lihat semua
Episodes
1 1. Lin Han
2 2. Mengintip
3 3. Kucing Hutan
4 4. Perjalanan
5 5. Kota
6 6. Sekte
7 7. Jia Li
8 8. Berhasil
9 9. Tawaran
10 10. Terimakasih
11 11. Latihan
12 12. Mulai
13 13. Sejarah
14 14. Kembali
15 15. Salah Paham
16 16. Kota Giok
17 17. Masalah
18 18. Beban
19 19. Dagang
20 20. Amarah
21 21. Pengejaran
22 22. Ancaman
23 23. Penghianatan
24 24. Selesai
25 25. Desa Bulan
26 26. Perebutan
27 27. Nona
28 28. Qingyu
29 29. Segel
30 30. Insting
31 31. Gurun
32 32. Sergapan
33 33. Sadar
34 34. Lolos
35 35. Nenek
36 36. Datang
37 37. Iblis
38 38. Kalah?
39 39. Melawan
40 40. Ledakan
41 41. Waktu
42 42. Kembalinya
43 43. Pertarungan Malam
44 44. Kiriman
45 45. Walikota
46 46. Anak Langit
47 47. Lima Iblis
48 48. Berangkat
49 49. Gangguan
50 50. Mencari
51 51. Liga Langit
52 52. Lembah Kehampaan
53 53. Tuan Tanah
54 54. Tukang Cincang
55 55. Shin
56 56. Pertarungan Sengit
57 57. Eksekutif
58 58. Reuni
59 59. Reuni II
60 60. Reuni III
61 61. Kebebasan
62 62. Tubuh Dewi
63 63. Telah Pulih
64 64. Melupakan
65 65. Kaisar
66 66. Monster
67 67. Asing
68 68. Hilang Kendali
69 69. Anak Kecil
70 70. Kota Pelangi
71 71. Rubah Iblis
72 72. Penasihat
73 73. Kejutan
74 74. Kesal
75 75. Terbongkar
76 76. Sang Kera
77 77. Dendam Lama
78 78. Sulit
79 79. Bertarung kembali
80 80. Mencoba
81 81. Segel Wadah
82 82. Kekuatan
83 83. Lin Mei
84 84. Ibunda
85 85. Bisa
86 86. Kenyataan
87 87. Ibu Hebat
88 88. Kecurigaan
89 89. Pencarian
90 90. Perkumpulan
91 91. Terimakasih Guru
92 92. Keributan
93 93. Perlawanan Jia Li
94 94. Belum Saatnya
95 95. Kembalinya
96 96. Kedatangan Qingyu
97 97. Adik
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Lin Han
2
2. Mengintip
3
3. Kucing Hutan
4
4. Perjalanan
5
5. Kota
6
6. Sekte
7
7. Jia Li
8
8. Berhasil
9
9. Tawaran
10
10. Terimakasih
11
11. Latihan
12
12. Mulai
13
13. Sejarah
14
14. Kembali
15
15. Salah Paham
16
16. Kota Giok
17
17. Masalah
18
18. Beban
19
19. Dagang
20
20. Amarah
21
21. Pengejaran
22
22. Ancaman
23
23. Penghianatan
24
24. Selesai
25
25. Desa Bulan
26
26. Perebutan
27
27. Nona
28
28. Qingyu
29
29. Segel
30
30. Insting
31
31. Gurun
32
32. Sergapan
33
33. Sadar
34
34. Lolos
35
35. Nenek
36
36. Datang
37
37. Iblis
38
38. Kalah?
39
39. Melawan
40
40. Ledakan
41
41. Waktu
42
42. Kembalinya
43
43. Pertarungan Malam
44
44. Kiriman
45
45. Walikota
46
46. Anak Langit
47
47. Lima Iblis
48
48. Berangkat
49
49. Gangguan
50
50. Mencari
51
51. Liga Langit
52
52. Lembah Kehampaan
53
53. Tuan Tanah
54
54. Tukang Cincang
55
55. Shin
56
56. Pertarungan Sengit
57
57. Eksekutif
58
58. Reuni
59
59. Reuni II
60
60. Reuni III
61
61. Kebebasan
62
62. Tubuh Dewi
63
63. Telah Pulih
64
64. Melupakan
65
65. Kaisar
66
66. Monster
67
67. Asing
68
68. Hilang Kendali
69
69. Anak Kecil
70
70. Kota Pelangi
71
71. Rubah Iblis
72
72. Penasihat
73
73. Kejutan
74
74. Kesal
75
75. Terbongkar
76
76. Sang Kera
77
77. Dendam Lama
78
78. Sulit
79
79. Bertarung kembali
80
80. Mencoba
81
81. Segel Wadah
82
82. Kekuatan
83
83. Lin Mei
84
84. Ibunda
85
85. Bisa
86
86. Kenyataan
87
87. Ibu Hebat
88
88. Kecurigaan
89
89. Pencarian
90
90. Perkumpulan
91
91. Terimakasih Guru
92
92. Keributan
93
93. Perlawanan Jia Li
94
94. Belum Saatnya
95
95. Kembalinya
96
96. Kedatangan Qingyu
97
97. Adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!