"Lin Han, Aku secara pribadi mengucapkan terimakasih atas bantuan mu." Ming Gong menundukkan tubuhnya
"Ayah..." Tatap Ming Yin dengan pelan
"Tidak masalah, Aku melakukannya karena memang bisa."
Flashback On
Malam itu di sebuah ruangan pribadi, Ming Gong berterimakasih pada Lin Han karena sudah membantunya menangkap pelaku perampokan selama ini.
"Terimakasih Lin Han, dan ini mungkin tidak seberapa dengan apa yang telah kau berikan."
Ming Gong menepuk tangannya, dan seorang wanita pun berjalan masuk dengan hormat. Membawakan sebuah kotak kecil, lalu diberikan pada Ming Gong.
"Apa itu?" Tanya Lin Han penasaran
"Ini, bukalah. Aku yakin kau akan suka dengan isinya."
Lin Han membuka isinya, dan terlihat sebuah cincin hijau di dalamnya dengan berbagai bentuk ukiran.
"Apa Pak Gong ingin melamar ku?"
"Ya ... Apa!? T-tidak! Itu bukan cincin lamaran Lin Han!"
"Eh? Tapi Chen bilang jika seseorang ingin menikah, maka seorang pria harus memberikan sebuah cincin?"
"Tidak!! Itu hal yang berbeda! Apa yang kuberikan padamu ini adalah hadiah atas kerja keras mu!"
"Ah jadi begitu, terimakasih untuk hadiahnya Pak Gong."
"Ngomong-ngomong, apa kau tau cara menggunakannya?"
"Tidak?"
"Yah biar Aku jelaskan. Itu adalah cincin penyimpangan, dan kau bisa menyimpan sesuatu di dalamnya, seperti barang penting. Dan ini lebih baik daripada menyimpannya menggunakan tas ataupun kain."
"Wah, ini benar-benar menarik!"
"Ya, cukup membayangkan barang yang ingin kau ambil maka dia akan keluar. Dan untuk menyimpan, cukup arahkan cincin itu kearah barang yang ingin kau simpan." Jelas Ming Gong dengan rinci
"Baiklah, kedengarannya sangat berguna!"
"Yah, itu memang berguna. Apalagi sangat jarang orang bisa memilikinya."
"Oh iya, kudengar kalian sedang membuat obat untuk menyembuhkan Ibu Ming Yin kan?"
"Darimana kau tau?"
"Ming Yin mengatakannya padaku tadi sore. Dan kebetulan Aku bisa membuatkan obatnya, menggunakan resep yang Kakek ku ajarkan."
"Apa!? Kau yakin bisa membuatnya? Tabib hebat saja masih kesulitan untuk melakukannya, Lin Han?"
"Tentu saja, Aku sering melakukannya pada hewan buruan ku."
'Tapi istriku bukan hewan...' pikir Ming Gong dalam benaknya
"Em, kalau kau memang bisa. Aku tidak masalah, dan jika berhasil, Aku akan membayar dan membalas mu!"
Lin Han mengangguk, dia setuju untuk menawarkan dirinya membantu istri Ming Gong yang sedang sakit parah.
***
Ming Gong masuk menuju kamar istrinya, ada Lin Han berada di sampingnya. Sebenarnya Ming Gong sedikit ragu menerima bantuan Lin Han, terlebih tabib hebat saja masih kesulitan, apalagi Lin Han yang tidak di kenal.
"Baiklah, biar kulihat apa masalahnya."
Lin Han berjalan mendekat, menatap kearah istri Ming Gong, tubuhnya benar-benar aneh karena berwarna hijau gelap.
Lin Han menyentuh denyut nadinya, yang mana terasa lemah. Apalagi nafas Luo Ying juga terdengar tidak beraturan serta keringat yang terus keluar.
"Berapa lama sudah hal ini terjadi?"
"Sudah sekitar dua bulan ini, istriku tak sadarkan diri saat sedang pesta makan. Dan saat itu tabib mengatakan jika dia keracunan."
Dua bulan, itu waktu yang cukup lama untuk membuat Racun menyebar di seluruh tubuh. Apalagi sekarang kondisinya makin hari semakin memprihatinkan.
"Bagaimana Nak Lin Han? Apakah kau bisa menyembuhkannya?"
"Tentu, kasus ini sama seperti yang Kakek ajarkan padaku."
"Ajarkan?"
"Ya, selain di latih bela diri, kakek juga melatih ilmu penyembuhan seperti ini. Caranya dengan meracuni hewan buruan yang kami tangkap, lalu di jadikan percobaan!" Jawab Lin Han tersenyum membuat Ming Gong merinding mendengarnya
"Tapi, istriku-"
"Kita harus mengeluarkan racun dari tubuhnya."
"Ya aku mengerti, tabib sudah melakukan hal seperti ini. Namun kami masih belum berhasil mengeluarkannya."
"Tenang saja, itu sangat mudah. Ngomong-ngomong, dimana jantung kucing hutan yang kuberikan waktu itu?"
"Ada di belakang."
"Baiklah, rebus jantung kucing hutan itu, lalu peras dan antar kemari." Perintah Lin Han
"Yah, B-baiklah?"
Ming Gong hanya menurut mendengar apa yang Lin Han perintah. Dengan cepat Ming Gong segera berjalan menuju ruangan tabib, dan mengatakan apa yang harus dilakukan.
"Apa? Bagaimana bisa anda mengizinkan seorang pemuda tak dikenal mengobati istri mu, Tuan?" Tanya seorang tabib ragu
"Aku tahu ini terdengar bodoh, namun ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Apalagi Istriku semakin hari semakin parah, serta pengobatan yang dilakukan pun juga tidak membuahkan hasil." Jawab Ming Gong mulai putus asa
Para tabib mulai diam, memang benar mereka masih belum mampu berbuat apa-apa. Terlebih sudah dua bulan berbagai cara mereka lakukan, namun nihil.
"Baiklah Tuan Gong. Namun biarkan kami langsung mengawasi prosesnya."
"Baik."
***
Siang itu ruangan Luo Ying terlihat ramai, dan Ming Yin yang melihat itu pun segera datang menghampiri untuk melihat.
"Ayah, apa yang terjadi?" Tanya Ming Yin khawatir
Ming Yin terkejut, apalagi saat melihat Lin Han yang saat ini sedang duduk di samping Luo Ying hendak mengobati.
"Lin Han?"
"Ah, Ming Yin!"
"Jadi kau benar-benar bisa menyembuhkan ibuku?" Tanya Ming Yin yang nampak tidak percaya melihatnya
"Itu benar, duduklah dan perhatikan."
Semua orang nampak diam memperhatikan, dan pertama yang Lin Han lakukan adalah meminumkan air perasan jantung itu pada Luo Ying.
"Bukankah perasaan jantung itu belum di olah menjadi obat?" Tanya seorang tabib
"Benar, karena tanpa diolah khasiatnya sudah sangat bagus." Jawab Lin Han
Setelah satu tegukan habis, Lin Han kembali meminumkan air perasan itu hingga habis di dalam sebuah mangkuk kecil.
"Lin Han, apa kau yakin?"
"Kau hanya perlu percaya padaku."
Beberapa saat menunggu, Lin Han mulai kembali bergerak dengan mengambil sebuah jarum. Secara perlahan jarum itu dia tusuk tepat di salah satu pergelangan tangan Luo Ying.
Cairan hitam keluar, Lin Han menampungnya di sebuah mangkuk kecil. Lalu di lanjutkan dengan menusuk bagian tangan selanjutnya, hingga kedua kaki dan terakhir adalah leher samping.
Semua tabib yang melihatnya terkejut bukan main, di saat mereka kesulitan melakukannya. Lin Han pria aneh yang tidak diketahui asal-usulnya malah dengan mudah melakukannya.
"T-tidak mungkin! Dia melakukannya dengan sangat mudah!" Kejut seorang tabib
Ming Gong dan Ming Yin, juga ikut terkejut. Apalagi saat secara perlahan tubuh Luo Ying mulai kembali di keadaan semula.
Warna hijau perlahan menghilang, dan total racun yang berhasil keluar sekitar lima mangkok. Asap hitam keluar dari racun tersebut.
Proses berlangsung cukup lama, sekitar satu jam. Karena racunnya yang sangat banyak dan menyebar ke seluruh tubuh.
"Hah, racunnya benar-benar banyak. Pinggang ku sampai sakit!" Lin Han meregangkan pinggangnya
"Yin'er..." Lirih Luo Ying perlahan
"Ibu!"
Dengan cepat Ming Yin segera memeluk ibunya, dan perlahan Luo Ying mulai membuka matanya. Sementara Ming Gong nampak menangis sambil ingusnya ikut keluar.
"Ibu! Akhirnya kau sadar juga!" Ming Yin menangis
"Yin'er. Bagaimana kabarmu?" Tanya Luo Ying nampak masih lemas
"Aku baik-baik saja, Buk."
Flashback Off
"Lin Han, Aku secara pribadi mengucapkan terimakasih atas bantuan mu." Ming Gong menundukkan tubuhnya
"Ayah..." Tatap Ming Yin dengan pelan
"Tidak masalah, Aku melakukannya karena memang bisa."
"Tetap saja, Aku tidak akan melupakan kebaikan yang telah kau lakukan!"
"Haha, Pak Gong. Kau terlalu berlebihan."
"Lin Han, jadi itu nama mu..." Luo Ying berusaha bangkit duduk
"Hm?"
"Terimakasih telah menolong ku." Luo Ying membungkuk tubuhnya
Begitu juga dengan Ming Yin, serta di susul oleh para tabib yang melihatnya. Apa yang Lin Han lakukan merupakan sebuah aksi yang sangat luar biasa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Ismaeni
ceritanya cukup menarik,coba jangan pelit update-nya thor..
2023-10-20
1
Lin Han sebenarnya anak siapa
2023-10-20
0
Lin Han Walau kelihatan jodoh tapi Dia Jenius...
2023-10-20
1