"Jadi ini namanya Kota!"
Lin Han nampak terpukau. Dari kejauhan sebelum memasuki gerbang, matanya tak bisa berhenti menatap tembok tinggi yang mengelilingi kota.
"Ya, ini Kota Langit. Tempat dimana kehidupan yang tak pernah kau temui sebelumnya." Ucap Ming Yin tersenyum
Ketiganya berhenti di gerbang, beberapa penjaga nampak mengenali seorang Nona muda dari Sekte Kuda Besi tersebut.
"Selamat datang kembali, Nona Yin!" Sapa seorang penjaga memberikan salam
Ming Yin mengangguk, kedua penjaga itu nampak bingung menatap seorang pria aneh yang menatap kota sambil menganga.
"Em Nona Yin. Siapa pria ini?" Tanya penjaga A
"Dia Lin Han. Seorang pemuda yang membantu ku mendapatkan tiga jantung singa hutan." Jelas Ming Yin
Kedua penjaga nampak terkagum mendengarnya. Apalagi keduanya juga melihat bagaimana Lin Han yang masih sangat muda.
"Selain itu dia juga pemuda yang kuat kau tau!" Sambung Lue tersenyum
Kedua penjaga terkejut, wajah keduanya nampak merah sambil memandang satu sama lain mendengarnya.
"M-maksudnya kuat melawan singa hutan." Jelas Ming Yin melihat kedua penjaga yang salah paham
"Ah haha, jadi begitu."
"Baiklah, kalau begitu kami akan masuk. Dan untuk urusan dia, aku yang tangani."
Kedua penjaga mengangguk, memberikan salam kembali dan mempersilahkan mereka untuk pergi masuk.
"Ming Yin, apa mereka tadi teman mu?"
"Em, bisa dibilang begitu, mungkin?" Jawab Ming Yin sedikit bingung
"Bagaimana, Lin Han? Menarik bukan dunia luar itu?" Tanya Lue tersenyum
"Ya! Benar-benar menarik! Bahkan Aku baru melihat tempat ramai seperti ini!" Jawab Lin Han mengangguk melihat sekitarnya
Sementara ketiganya berjalan, perhatian mereka tiba-tiba teralihkan pada seorang pria yang nampak di hajar oleh kerumunan pedagang dan masyarakat.
"Mampus! Mati saja kau sialan!" Pukul seorang wanita berotot
"Apa yang terjadi?" Tanya Ming Yin
"Sepertinya seorang pencuri lagi?" Jawab Lue masa bodoh
Melihatnya Ming Yin nampak khawatir, dengan segera dia berjalan kearah kerumunan yang tengah asik menghajar seorang pria.
"Ada apa ini!"
Semua orang langsung menatap kearah Ming Yin. Semuanya memberikan salam, karena tau siapa Ming Yin sebenarnya.
"Nona Yin! Kami sedang memberikan pelajaran pada seorang pencuri nakal!" Jelas seorang pedagang menunjuk pria yang babak belur tersebut
"Nona ... Tolong Aku..." Ucapnya mengesot mendekat
"Hah ... Pergilah, biar Aku yang urus masalah ini!" Ucap Ming Yin membuat kerumunan langsung bubar
"Hm? Kau kenapa berbaring di sini?" Tanya Lin Han dengan ekspresi polos
"Siapa yang berbaring sialan! Aku hampir mati tau!" Kesal pria itu menangis
"Katakan, apa lagi yang kau lakukan? Bukankah kau berjanji untuk berhenti melakukan hal ini?" Tanya Ming Yin menyilangkan tangannya
"Cih! Pria ini tidak bisa dipercaya Nona! Sebaiknya kita jebloskan saja di penjara bawah Tanah!" Sambung Lue yang membuat pria tadi terkejut
"Jangan! Kumohon Jangan! Aku masih ingin melihat matahari dengan normal, kumohon..." Keluhannya menangis
"Lantas, mengapa kau melakukan hal seperti ini lagi?" Tanya Ming Yin
"Itu, sebenarnya aku telah ditipu."
"Ditipu?"
Pria bernama Chen itu pun mulai menjelaskan. Tentang bagaimana ia bekerja di tempat makan, dan di jadikan kambing hitam atas uang-uang yang hilang.
Tentu bukan dia yang melakukannya, melainkan seorang karyawan lain. Namun tidak ada yang percaya padanya, karena jelas jejak kriminalnya merupakan seorang pencuri.
"Malang sekali, kau ini pasti jarang makan enak kan?" Ucap Lin Han
"Diamlah bocah aneh!" Jawabnya menangis tersedu-sedu
"Yah masalah ini sepertinya semakin rumit. Begini saja, bagaimana jika kau bekerja dengan ku?" Tawar Ming Yin
"Eh benarkah!"
"Nona Yin!"
Ming Yin mengangkat tangannya, meminta agar Lue tenang terlebih dahulu sebelum ia menjelaskan semuanya.
"Tentu saja, tugas mu cukup mudah. Kau harus menjadi pelayan pribadi sekaligus pengawal ku, bagaimana?"
"Tentu saja aku mau!" Ucapnya berdiri dengan hormat
"Bagus, dan sebagai gantinya, aku akan membayar mu dan membantu menyelesaikan masalah ini."
Chen mengangguk dengan cepat, tentu saja dia tidak akan menolak kesempatan seperti ini. Terlebih Chen juga sudah berniat untuk benar-benar taubat dari pekerjaannya lamanya dulu sebagai pencuri.
"Terimakasih Nona Yin! Aku berhutang banyak padamu!" Ucapnya menunduk
***
"Ngomong-ngomong, siapa pria ini?" Tanya Chen menunjuk Lin Han yang sedang memakan beberapa tusuk daging di tangannya
"Lin Han, itu nama ku!" Jawab Lin Han meski mulutnya belepotan
"Ugh, kau terlihat liar sekali." Balas Chen memandang
Ming Yin pun mulai menjelaskan, tentang bagaimana dia bertemu Lin Han sebelumnya di Hutan Jiwa, dan bagaimana Lin Han membantunya juga.
"Apa!? Tinggal di Hutan Jiwa!" Kejut Chen mendengarnya
"Yah itu yang terjadi. Terlebih, kekuatannya itu mengerikan untuk seukuran manusia Sepertinya." Jelas Ming Yin tersenyum
"Itu benar! Bahkan Aku pun di kalahkan hanya dengan satu kali hantaman!" Sambung Lue bangga
'Kenapa kau malah bangga woy!' ucap Chen dalam hatinya
"Jadi, apa yang akan kau lakukan dengannya, Nona Yin?" Tanya Chen
Ming Yin terdiam, dia lupa belum memutuskan tentang apa yang akan dilakukan Lin Han selanjutnya.
"Em, Lin Han!" Panggil Ming Yin
"Ada apa?"
"Apa kau mau bergabung dengan Sekte ku?" Tanya Ming Yin
Lin Han berhenti melangkah, dia langsung diam mendengarkan tawaran yang Ming Yin berikan padanya.
"Sekte?"
Ming Yin mengangguk sambil tersenyum menunggu keputusan
"Maaf, Kakek melarang ku untuk ikut hal seperti itu." Jawab Lin Han lesu
"Eh? Memangnya kenapa?"
"Itu benar, kenapa? Kenapa kau harus mengikuti ucapan pria tua mesum itu?" Sambung Lue penasaran jug
"Aku tidak tahu, namun Kakek melarangnya. Kakek bilang, hal seperti itu hanya akan menghalangi kebebasan ku. Dan jujur, aku benci dengan ketidak bebasan." Jelas Lin Han
Ming Yin kecewa, namun dia berusaha memaklumi keinginan Lin Han.
"Tapi, bagaimana jika kau menjadi teman ku, apa kau mau?" Tanya Ming Yin
"Teman?"
Lin Han tak mengerti, tentu karena dia selama ini hanya tinggal di hutan. Jadi hal seperti ini masih belum Lin Han tau.
"Kau ini benar-benar manusia hutan. Teman itu adalah sebuah ikatan, dimana kau dan Nona Yin akan saling tolong menolong jika selama kesusahan." Jelas Chen
Ming Yin mengangguk mendengar apa yang Chen jelaskan tadi.
"Teman ya, baiklah kalau begitu! Lagipula Aku suka Ming Yin!" Jawab Lin Han tersenyum membuat Chen dan Ming Yin serta Lue terkejut
"Su-suka!" Ulang Ming Yin merona mendengarnya
"Ya! Aku suka Ming Yin!" Jawab Lin Han sekali lagi mengangkat daging di tangannya
"Yah ... Sepertinya suka yang Lin Han maksud dalam artian lain." Ucap Chen menyipitkan matanya
Berbeda dengan Ming Yin, wajahnya semakin merah dan melangkah cepat. Mungkin kalimat tadi cukup sederhana, tapi tidak untuk seorang Ming Yin.
"Nona Yin, tunggu!" Panggil Lue ikut mengejar cepat
"Tunggu Aku juga!" Kejar Chen
Lin Han tersenyum, dia cukup puas dengan takdir yang sekarang. Matanya nampak sayu memandang kearah matahari yang hampir tenggelam di langit.
"Ini benar-benar menyenangkan, Kakek!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Fatimatuzzahra Fatimah
kalah ko bangga yak 🤭😂😂
2023-11-22
0
Aris Robaka
mcnya knpa di buat terlalu bodoh
2023-11-15
1
Lin Han... begitu polos dan jujur
sebenarnya siapa orang tuanya
2023-10-18
0