Setelah seharian Lin Han mengikuti langkah Juan Zhi, akhirnya dia pun berhasil kembali menuju kota. Namun saat itu, suasana tengah ramai karena kedatangan seorang tamu yang begitu penting.
"Woah! Lihatlah orang-orang berkumpul seperti semut!" Kagum Lin Han
Juan Zhi tak menjawab dan langsung ikut menuju kerumunan, begitu juga dengan Lin Han yang penasaran dengan apa yang sedang terjadi sekarang.
"Hei, apa yang terjadi?" Tanya Lin Han
Barisan pasukan berjalan dengan sangat rapi, bersenjata lengkap sambil membopong sebuah kuil kecil, yang mana di dalamnya terdapat seorang gadis muda tengah duduk.
"Nona Muda, Wu Chi memasuki kota! Berikanlah hormat kalian pada anak keturunan langit!" Teriak seorang prajurit yang berdiri paling depan
"Hmm? Siapa anak di dalam kuil kecil itu?" Tanya Lin Han penasaran
"Bodoh, cepat tundukkan pandangan mu!" Ucap Juan Zhi dengan cepat
Lin Han tak mengerti dan segera menundukkan pandangannya juga, orang-orang melakukan hal yang sama, dan cukup membuat Lin Han bingung akan hal itu.
"Kenapa harus menundukkan kepala?"
"Lakukan saja! Orang kecil memang harus melakukan ini agar tetap terus hidup!" Jawab Juan Zhi
Lin Han hanya diam, matanya sejenak melihat atas berusaha mencari tau siapa wanita kecil yang tengah duduk di dalamnya.
Sekilas mata keduanya bertatapan satu sama lain, diam bisu akan saling menatap. Wue Chi menatap diam, sorot mata keduanya nampak sama, namun dengan derajat yang berbeda.
"Hei, apa yang kau lakukan! Jangan menatapnya, atau kau hanya akan menambah beban untuk ku!" Ucap Juan Zhi kesal
"Aku merasa kenal, sepertinya..."
"Hah? Kau pikir kau siapa?"
Lin Han kembali sadar, dia memang tak pernah bertemu dengan gadis kecil tersebut, hanya perasaanya saja yang tiba-tiba datang.
Beberapa menit kemudian rombongan telah selesai lewat, dan semua orang kembali mengangkat kepala mereka.
"Pergilah, jangan mengikuti ku lagi. Kau sudah sampai di kota!" Juan Zhi segera melangkah pergi
"Ya, baiklah." Lin Han mengangguk tersenyum
***
Di halaman Sekte Angin, semua orang nampak tengah berkumpul untuk menyambut putri dari kaisar Wue. Beberapa petinggi sekaligus pemimpin pun hadir di sana.
"Selamat datang, Tuan Putri." Song Kang berjalan maju menyambut
Wue Chi mengangguk, serempak dengan ucapan salam langsung dari seluruh petinggi dan para murid yang tengah hadir.
"Mari Tuan Putri, sebaiknya kita masuk agar anda bisa beristirahat." Ucap Song Kang mempersilahkan
Wue Chi kembali mengangguk, dan segera berjalan masuk sambil diiringi oleh pasukan kaisar yang tengah berjalan di belakangnya, lengkap dengan senjat tinggi.
"Dimana Kang Pei dan Kang Lou?" Tanya Song Kang pada seorang pria di sampingnya
"Saya tidak tau Tuan, namun Tuan muda Kang Pei tengah pergi sebelumnya, begitu juga dengan Tuan muda Lou." Jelasnya sedikit menunduk
"Apa yang mereka lakukan di saat penting seperti ini!" Kesal Song Kang
Di aula Wue Chi langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan, begitu juga dengan seluruh tetua termasuk Song Kang yang sudah duduk rapi.
Memang Wue Chi terlihat masih muda, namun bukan itu yang menjadi alasan orang-orang menghormatinya.
Alasannya adalah karena kekuasaan yang Wue Chi miliki tentunya, di usia yang sangat muda, Wue Chi dikaruniakan sebuah anugerah berupa ilmu pengetahuan yang tinggi dibandingkan anak-anak lain.
Kecerdasan serta kecakapan nya dalam berbicara, membuat Wue Yian sang ayah berani memberikan tanggung jawab untuk mengelola sumber daya kekaisaran.
"Semoga kebahagiaan dan umur panjang menyertai, Tuan Putri!" Song Kang mengangkat sebuah gelas sambil di susul beberapa tetua lainnya
"Song Kang, seperti yang kutahu akhir-akhir ini, kudengar bisnis dagang mu cukup baik bukan?" Ucap Wue Chi tersenyum tipis
"Tentu, Tuan Putri."
"Namun, ada masalah yang harus ku ketahui nampaknya?"
Song Kang diam sejenak, dia tau alasan kedatangan tuan putri kemari, tidak lain karena nilai pajak yang Song Kang bayarkan sangat rendah, berbeda dengan pemasukan mereka yang melejit tinggi.
"Ada apa Tuan Putri? Bukankah persoalan pajak yang kuberikan telah sesuai setiap tahunnya?"
"Ya, memang jika dilihat telah sesuai. Namun, dari catatan perdagangan dunia, Sekte angin sempat beberapa kali melakukan bisnis yang diluar pengawasan otoritas perdagangan kaisar, apa yang terjadi dengan itu?"
"Tidak mungkin Tuan Putri, seperti yang Anda tau, kami hanya menguasai 60% kekuatan dagang di kota ini, jika diluar itu bukankah artinya kami melebihi 60%? Mungkin saja otoritas dagang salah memberikan data."
"Hm? Otoritas dagang berada di bawah pengawasan ku langsung Song Kang, apa kau telah meragukan kemampuan ku?" Wue Chi bertanya
"Tentu tidak, seperti yang Anda tau lagi, semua pekerjaan dan aktivitas dagang kami, selalu memberikan laporan setiap saat, jadi bagaimana bisa kami memiliki bisnis lain diluar pengawasan otoritas?"
Song Kang sedikit berkeringat, baru kali ini ia dibuat seperti ini. Memang benar jika Song Kang ada melakukan bisnis lain, namun bukan sesuatu yang bagus.
Perdagangan budak, dan perdagangan manusia serta narkoba, itu adalah bisnis lain. Tentu saja, alasan otoritas dagang bisa tau akan bisnis tak terdaftar ini, di sebabkan oleh para penghianat yang rela di bayar.
"Baiklah, Aku mengerti."
"Terimakasih Tuan Putri. Saya yakin jika Sekte kami tidak melakukan pekerjaan atau bisnis di luar perizinan otoritas dagang."
*BRUK!!
Ditengah dapat aula yang terasa begitu menegangkan, seorang pria dengan tampilan babak belur masuk dengan spontan, serta menjadi pusat perhatian orang-orang.
"Ayah!! Tolong Aku!!" Teriak Kang Pei yang babak belur berlari masuk
Semua orang terdiam, ditambah Song Kang yang terkejut saat melihat putranya itu babak belur, apalagi masuk tanpa izin.
"Kang Pei! Apa yang kau lakukan! Apa kau tidak melihat situasi sekarang!" Amuk Song Kang
Kang Pei terdiam, apalagi saat melihat Wue Chi yang tengah duduk menatapnya dengan datar, membuatnya malu sekaligus panik akan kemarahan sang ayah.
"A-ayah ... A-aku minta maaf..."
"Hmm, ada apa? Apa kalian punya urusan lain sekarang?" Tanya Wue Chi
"T-tidak Tuan Putri, ini hanya kesalah pahaman saja. Putra hamba yang bodoh ini tidak tau akan situasi sekarang." Song Kang memberi hormat
"Ayah-"
"Pergi! Apa kau tidak mengerti situasinya sekarang bodoh!" Tatap Song Kang dengan tajam, membuat aura membunuh keluar
Kang Pei nampak merinding, aura seorang pendekar bintang delapan memang bukan main-main.
"Tidak perlu, Aku akan pamit terlebih dahulu." Ucap Wue Chi segera bangkit berdiri meninggalkan ruangan
"Tuan Putri..." Semua orang langsung memberikan hormat
Sementara Song Kang, nampak menahan emosi di wajahnya. Begitu juga dengan Kang Pei yang nampak semakin ketakutan saat melihat raut emosi tersebut.
Diluar, Wue Chi segera pergi bersama para pasukannya kembali, tangannya nampak gemetar saat merasakan aura membunuh yang Song Kang pancarkan sebelumnya.
'Aku masih tidak nyaman berada di sekitarnya...' keluh Wue Chi menghela nafasnya pelan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
ok... lanjutkeenn
2023-11-07
0
Gas Pooool tor 🙏🙏
2023-10-25
0
Wu Chi.... Putri Kaisar berarti masih ada hub sodara dg Lin Han
2023-10-25
1