19. Dagang

Setelah seharian Lin Han mengikuti langkah Juan Zhi, akhirnya dia pun berhasil kembali menuju kota. Namun saat itu, suasana tengah ramai karena kedatangan seorang tamu yang begitu penting.

"Woah! Lihatlah orang-orang berkumpul seperti semut!" Kagum Lin Han

Juan Zhi tak menjawab dan langsung ikut menuju kerumunan, begitu juga dengan Lin Han yang penasaran dengan apa yang sedang terjadi sekarang.

"Hei, apa yang terjadi?" Tanya Lin Han

Barisan pasukan berjalan dengan sangat rapi, bersenjata lengkap sambil membopong sebuah kuil kecil, yang mana di dalamnya terdapat seorang gadis muda tengah duduk.

"Nona Muda, Wu Chi memasuki kota! Berikanlah hormat kalian pada anak keturunan langit!" Teriak seorang prajurit yang berdiri paling depan

"Hmm? Siapa anak di dalam kuil kecil itu?" Tanya Lin Han penasaran

"Bodoh, cepat tundukkan pandangan mu!" Ucap Juan Zhi dengan cepat

Lin Han tak mengerti dan segera menundukkan pandangannya juga, orang-orang melakukan hal yang sama, dan cukup membuat Lin Han bingung akan hal itu.

"Kenapa harus menundukkan kepala?"

"Lakukan saja! Orang kecil memang harus melakukan ini agar tetap terus hidup!" Jawab Juan Zhi

Lin Han hanya diam, matanya sejenak melihat atas berusaha mencari tau siapa wanita kecil yang tengah duduk di dalamnya.

Sekilas mata keduanya bertatapan satu sama lain, diam bisu akan saling menatap. Wue Chi menatap diam, sorot mata keduanya nampak sama, namun dengan derajat yang berbeda.

"Hei, apa yang kau lakukan! Jangan menatapnya, atau kau hanya akan menambah beban untuk ku!" Ucap Juan Zhi kesal

"Aku merasa kenal, sepertinya..."

"Hah? Kau pikir kau siapa?"

Lin Han kembali sadar, dia memang tak pernah bertemu dengan gadis kecil tersebut, hanya perasaanya saja yang tiba-tiba datang.

Beberapa menit kemudian rombongan telah selesai lewat, dan semua orang kembali mengangkat kepala mereka.

"Pergilah, jangan mengikuti ku lagi. Kau sudah sampai di kota!" Juan Zhi segera melangkah pergi

"Ya, baiklah." Lin Han mengangguk tersenyum

***

Di halaman Sekte Angin, semua orang nampak tengah berkumpul untuk menyambut putri dari kaisar Wue. Beberapa petinggi sekaligus pemimpin pun hadir di sana.

"Selamat datang, Tuan Putri." Song Kang berjalan maju menyambut

Wue Chi mengangguk, serempak dengan ucapan salam langsung dari seluruh petinggi dan para murid yang tengah hadir.

"Mari Tuan Putri, sebaiknya kita masuk agar anda bisa beristirahat." Ucap Song Kang mempersilahkan

Wue Chi kembali mengangguk, dan segera berjalan masuk sambil diiringi oleh pasukan kaisar yang tengah berjalan di belakangnya, lengkap dengan senjat tinggi.

"Dimana Kang Pei dan Kang Lou?" Tanya Song Kang pada seorang pria di sampingnya

"Saya tidak tau Tuan, namun Tuan muda Kang Pei tengah pergi sebelumnya, begitu juga dengan Tuan muda Lou." Jelasnya sedikit menunduk

"Apa yang mereka lakukan di saat penting seperti ini!" Kesal Song Kang

Di aula Wue Chi langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan, begitu juga dengan seluruh tetua termasuk Song Kang yang sudah duduk rapi.

Memang Wue Chi terlihat masih muda, namun bukan itu yang menjadi alasan orang-orang menghormatinya.

Alasannya adalah karena kekuasaan yang Wue Chi miliki tentunya, di usia yang sangat muda, Wue Chi dikaruniakan sebuah anugerah berupa ilmu pengetahuan yang tinggi dibandingkan anak-anak lain.

Kecerdasan serta kecakapan nya dalam berbicara, membuat Wue Yian sang ayah berani memberikan tanggung jawab untuk mengelola sumber daya kekaisaran.

"Semoga kebahagiaan dan umur panjang menyertai, Tuan Putri!" Song Kang mengangkat sebuah gelas sambil di susul beberapa tetua lainnya

"Song Kang, seperti yang kutahu akhir-akhir ini, kudengar bisnis dagang mu cukup baik bukan?" Ucap Wue Chi tersenyum tipis

"Tentu, Tuan Putri."

"Namun, ada masalah yang harus ku ketahui nampaknya?"

Song Kang diam sejenak, dia tau alasan kedatangan tuan putri kemari, tidak lain karena nilai pajak yang Song Kang bayarkan sangat rendah, berbeda dengan pemasukan mereka yang melejit tinggi.

"Ada apa Tuan Putri? Bukankah persoalan pajak yang kuberikan telah sesuai setiap tahunnya?"

"Ya, memang jika dilihat telah sesuai. Namun, dari catatan perdagangan dunia, Sekte angin sempat beberapa kali melakukan bisnis yang diluar pengawasan otoritas perdagangan kaisar, apa yang terjadi dengan itu?"

"Tidak mungkin Tuan Putri, seperti yang Anda tau, kami hanya menguasai 60% kekuatan dagang di kota ini, jika diluar itu bukankah artinya kami melebihi 60%? Mungkin saja otoritas dagang salah memberikan data."

"Hm? Otoritas dagang berada di bawah pengawasan ku langsung Song Kang, apa kau telah meragukan kemampuan ku?" Wue Chi bertanya

"Tentu tidak, seperti yang Anda tau lagi, semua pekerjaan dan aktivitas dagang kami, selalu memberikan laporan setiap saat, jadi bagaimana bisa kami memiliki bisnis lain diluar pengawasan otoritas?"

Song Kang sedikit berkeringat, baru kali ini ia dibuat seperti ini. Memang benar jika Song Kang ada melakukan bisnis lain, namun bukan sesuatu yang bagus.

Perdagangan budak, dan perdagangan manusia serta narkoba, itu adalah bisnis lain. Tentu saja, alasan otoritas dagang bisa tau akan bisnis tak terdaftar ini, di sebabkan oleh para penghianat yang rela di bayar.

"Baiklah, Aku mengerti."

"Terimakasih Tuan Putri. Saya yakin jika Sekte kami tidak melakukan pekerjaan atau bisnis di luar perizinan otoritas dagang."

*BRUK!!

Ditengah dapat aula yang terasa begitu menegangkan, seorang pria dengan tampilan babak belur masuk dengan spontan, serta menjadi pusat perhatian orang-orang.

"Ayah!! Tolong Aku!!" Teriak Kang Pei yang babak belur berlari masuk

Semua orang terdiam, ditambah Song Kang yang terkejut saat melihat putranya itu babak belur, apalagi masuk tanpa izin.

"Kang Pei! Apa yang kau lakukan! Apa kau tidak melihat situasi sekarang!" Amuk Song Kang

Kang Pei terdiam, apalagi saat melihat Wue Chi yang tengah duduk menatapnya dengan datar, membuatnya malu sekaligus panik akan kemarahan sang ayah.

"A-ayah ... A-aku minta maaf..."

"Hmm, ada apa? Apa kalian punya urusan lain sekarang?" Tanya Wue Chi

"T-tidak Tuan Putri, ini hanya kesalah pahaman saja. Putra hamba yang bodoh ini tidak tau akan situasi sekarang." Song Kang memberi hormat

"Ayah-"

"Pergi! Apa kau tidak mengerti situasinya sekarang bodoh!" Tatap Song Kang dengan tajam, membuat aura membunuh keluar

Kang Pei nampak merinding, aura seorang pendekar bintang delapan memang bukan main-main.

"Tidak perlu, Aku akan pamit terlebih dahulu." Ucap Wue Chi segera bangkit berdiri meninggalkan ruangan

"Tuan Putri..." Semua orang langsung memberikan hormat

Sementara Song Kang, nampak menahan emosi di wajahnya. Begitu juga dengan Kang Pei yang nampak semakin ketakutan saat melihat raut emosi tersebut.

Diluar, Wue Chi segera pergi bersama para pasukannya kembali, tangannya nampak gemetar saat merasakan aura membunuh yang Song Kang pancarkan sebelumnya.

'Aku masih tidak nyaman berada di sekitarnya...' keluh Wue Chi menghela nafasnya pelan

Terpopuler

Comments

𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠

𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠

ok... lanjutkeenn

2023-11-07

0

Gas Pooool tor 🙏🙏

2023-10-25

0

Wu Chi.... Putri Kaisar berarti masih ada hub sodara dg Lin Han

2023-10-25

1

lihat semua
Episodes
1 1. Lin Han
2 2. Mengintip
3 3. Kucing Hutan
4 4. Perjalanan
5 5. Kota
6 6. Sekte
7 7. Jia Li
8 8. Berhasil
9 9. Tawaran
10 10. Terimakasih
11 11. Latihan
12 12. Mulai
13 13. Sejarah
14 14. Kembali
15 15. Salah Paham
16 16. Kota Giok
17 17. Masalah
18 18. Beban
19 19. Dagang
20 20. Amarah
21 21. Pengejaran
22 22. Ancaman
23 23. Penghianatan
24 24. Selesai
25 25. Desa Bulan
26 26. Perebutan
27 27. Nona
28 28. Qingyu
29 29. Segel
30 30. Insting
31 31. Gurun
32 32. Sergapan
33 33. Sadar
34 34. Lolos
35 35. Nenek
36 36. Datang
37 37. Iblis
38 38. Kalah?
39 39. Melawan
40 40. Ledakan
41 41. Waktu
42 42. Kembalinya
43 43. Pertarungan Malam
44 44. Kiriman
45 45. Walikota
46 46. Anak Langit
47 47. Lima Iblis
48 48. Berangkat
49 49. Gangguan
50 50. Mencari
51 51. Liga Langit
52 52. Lembah Kehampaan
53 53. Tuan Tanah
54 54. Tukang Cincang
55 55. Shin
56 56. Pertarungan Sengit
57 57. Eksekutif
58 58. Reuni
59 59. Reuni II
60 60. Reuni III
61 61. Kebebasan
62 62. Tubuh Dewi
63 63. Telah Pulih
64 64. Melupakan
65 65. Kaisar
66 66. Monster
67 67. Asing
68 68. Hilang Kendali
69 69. Anak Kecil
70 70. Kota Pelangi
71 71. Rubah Iblis
72 72. Penasihat
73 73. Kejutan
74 74. Kesal
75 75. Terbongkar
76 76. Sang Kera
77 77. Dendam Lama
78 78. Sulit
79 79. Bertarung kembali
80 80. Mencoba
81 81. Segel Wadah
82 82. Kekuatan
83 83. Lin Mei
84 84. Ibunda
85 85. Bisa
86 86. Kenyataan
87 87. Ibu Hebat
88 88. Kecurigaan
89 89. Pencarian
90 90. Perkumpulan
91 91. Terimakasih Guru
92 92. Keributan
93 93. Perlawanan Jia Li
94 94. Belum Saatnya
95 95. Kembalinya
96 96. Kedatangan Qingyu
97 97. Adik
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Lin Han
2
2. Mengintip
3
3. Kucing Hutan
4
4. Perjalanan
5
5. Kota
6
6. Sekte
7
7. Jia Li
8
8. Berhasil
9
9. Tawaran
10
10. Terimakasih
11
11. Latihan
12
12. Mulai
13
13. Sejarah
14
14. Kembali
15
15. Salah Paham
16
16. Kota Giok
17
17. Masalah
18
18. Beban
19
19. Dagang
20
20. Amarah
21
21. Pengejaran
22
22. Ancaman
23
23. Penghianatan
24
24. Selesai
25
25. Desa Bulan
26
26. Perebutan
27
27. Nona
28
28. Qingyu
29
29. Segel
30
30. Insting
31
31. Gurun
32
32. Sergapan
33
33. Sadar
34
34. Lolos
35
35. Nenek
36
36. Datang
37
37. Iblis
38
38. Kalah?
39
39. Melawan
40
40. Ledakan
41
41. Waktu
42
42. Kembalinya
43
43. Pertarungan Malam
44
44. Kiriman
45
45. Walikota
46
46. Anak Langit
47
47. Lima Iblis
48
48. Berangkat
49
49. Gangguan
50
50. Mencari
51
51. Liga Langit
52
52. Lembah Kehampaan
53
53. Tuan Tanah
54
54. Tukang Cincang
55
55. Shin
56
56. Pertarungan Sengit
57
57. Eksekutif
58
58. Reuni
59
59. Reuni II
60
60. Reuni III
61
61. Kebebasan
62
62. Tubuh Dewi
63
63. Telah Pulih
64
64. Melupakan
65
65. Kaisar
66
66. Monster
67
67. Asing
68
68. Hilang Kendali
69
69. Anak Kecil
70
70. Kota Pelangi
71
71. Rubah Iblis
72
72. Penasihat
73
73. Kejutan
74
74. Kesal
75
75. Terbongkar
76
76. Sang Kera
77
77. Dendam Lama
78
78. Sulit
79
79. Bertarung kembali
80
80. Mencoba
81
81. Segel Wadah
82
82. Kekuatan
83
83. Lin Mei
84
84. Ibunda
85
85. Bisa
86
86. Kenyataan
87
87. Ibu Hebat
88
88. Kecurigaan
89
89. Pencarian
90
90. Perkumpulan
91
91. Terimakasih Guru
92
92. Keributan
93
93. Perlawanan Jia Li
94
94. Belum Saatnya
95
95. Kembalinya
96
96. Kedatangan Qingyu
97
97. Adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!