Pagi itu hujan turun dengan sangat deras, sementara itu Lin Han nampak tengah bersemedi di bawah air terjun, berusaha mengendalikan energi Qi miliknya.
Pertapa tua nampak mengawasi, sambil mengenakan payung dia berdiri diam memperhatikan aura putih transparan di sekitar tubuh Lin Han.
"Qi nya sudah mulai stabil, namun itu masih belum cukup untuk mengubahnya menjadi sebuah kekuatan." Ucap pertapa tua
Lin Han nampak begitu fokus, dirinya bahkan tak menghiraukan suasana dingin karena berada di bawah air terjun, meskipun cuaca juga sedang hujan disertai dengan angin.
'Aku harus bisa fokus! Perhatikan dan tenangkan...'
Di bawah alam sadar Lin Han, dirinya melihat sebuah api bulat berwarna biru tengah mengapung di udara.
Lin Han perlahan mendekat, dan secara bertahap mulai menyerap bola api tersebut. Cukup sulit, karena ketika konsentrasi Lin Han terganggu, penyerapan akan langsung putus.
"Huh! Akan kucoba sekali lagi!"
Lin Han mengarahkan kedua telapak tangannya kearah bola api. Dan secara perlahan aura api tersebut mulai menjalar masuk menuju tubuh.
"Panas!" Keluh Lin Han
Pertapa tua yang tengah memperhatikan juga bisa melihat, bagaimana tubuh Lin Han yang mengeluarkan asap. Dia tau jika saat ini Lin Han tengah menyerap energi Qi di alam bawah sadarnya.
"Lakukan secara perlahan, atau jika tidak kau akan terbakar karena buru-buru!" Ucap pertapa tua mengingatkan
***
Dua bulan telah berlalu, waktu yang sangat cepat untuk Lin Han melakukan latihan tertutupnya. Selama itu dia tak di perbolehkan bertemu dengan seseorang, atau bahkan seseorang berkunjung padanya.
Karena itulah saat itu Ming Yin tak mau mengatakan hal ini pada Jia Li. Karena tau bagaimana sifat wanita itu yang sembrono.
*BOOM!!
Batu besar pecah, lubang besar sangat jelas membuat batu tersebut bolong. Dan serangan itu berasal dari Lin Han yang sudah bisa mengendalikan energi Qi miliknya.
"Hah... Hah... Hah... Aku berhasil!" Ucapnya terengah-engah
"Bagus sekali, tak ku sangka kau belajar begitu cepat!" Puji pertapa tua
"Terimakasih Guru, ini semua berkat bantuan Guru!" Lin Han membungkukkan tubuhnya
"Jangan terlalu berlebihan, ini masih belum seberapa. Tapi nanti kau pasti akan mengerti sendiri, apalagi setelah kau melewati berbagai perjalanan." Jawab pertapa tua tersenyum
"Baik Aku mengerti!"
"Baguslah, sekarang kemasi barang-barang mu. Karena sekarang sudah tak ada lagi yang harus ku ajarkan, dan untuk sisanya biarlah takdir yang mengajarkan mu selanjutnya."
Lin Han mengangguk dan segera berlari menuju rumah bambu yang telah di bangun kembali. Sementara itu Pertapa tua nampak menghela nafasnya menatap kearah Lin Han.
"Pemudah sehebat dirimu, tak akan bisa di ajarkan oleh pria tua yang kurang seperti ku?" Ucapnya mengelus jenggotnya
***
- Sekte Kuda Besi
Lin Han berjalan perlahan masuk, melewati beberapa penjaga yang sudah mengenalnya waktu itu.
"Ah Lin Han! Darimana saja kau?" Tanya penjaga A
"Haha, Aku sudah berlatih energi Qi." Jawab Lin Han
"Energi Qi? Memangnya orang hebat seperti mu perlu?" Tanya penjaga B
"Hey, kau pikir dia sama seperti kita? Pastilah orang sepertinya sangat mengedepankan itu!" Bisik penjaga A
"Ngomong-ngomong Ming Yin ada dimana?" Tanya Lin Han menatap sekitar
"Nona ada di dalam, kau bisa menemuinya." Jawab penjaga B
Lin Han mengangguk dan segera berjalan masuk. Melewati tempat pelatihan, Lin Han sedikit asing dengan beberapa wajah baru yang dia lihat.
Begitu juga dengan murid yang lainnya, mereka nampak bingung saat melihat Lin Han. Mengingat kemunculan Lin Han tepat saat mereka melakukan tugas.
"Hmm? Siapa kau?" Tanya Bei Wong saat tak sengaja berpapasan dengan Lin Han
"Aku? Lin Han! Kau siapa?" Tanya Lin Han balik
"Hmm? Lin Han? Aku murid Inti, siapa yang mengizinkan orang luar seperti mu masuk?" Tanya Bei Wong pria kekar dengan pedang di pinggang belakangnya
"Memangnya tidak boleh?" Tanya Lin Han balik dengan wajah tanpa dosa
"Huh? Apakah kau bercanda dengan ku!"
"Tidak, lagipula kau tidak lucu." Jawab Lin Han berjalan pergi
"Kakak, siapa pemuda bodoh itu?" Tanya seorang mudir menghampiri
"Tidak tau, namun nampaknya dia hanyalah orang bodoh yang masuk tanpa tau tempatnya!" Jawab Bei Wong kesal
"Dilihat dari tingkahnya, sepertinya dia hanya orang bodoh yang tak mengerti apa-apa?" Jawab murid itu kemnali
Sementara itu Lin Han, dia terus berjalan melirik kesana-kemari, berusaha mencari seseorang yang dia kenal, Ming Yin.
*Swoshh!!
Seorang murid melompat, bersiap melayangkan pukulannya kearah belakang Lin Han. Sementara Bei Wong nampak tersenyum karena mengira Lin Han akan kena.
"Hm?"
*Bruk!!
Secara refleks Lin Han membanting murid yang menyerangnya itu, sangat keras hingga membuat Bei Wong nampak terkejut melihat apa yang Lin Han lakukan.
"Huh, kau mengejutkan ku, maaf." Lin Han kembali berjalan pergi
"Sialan! Beraninya kau menyerang murid Kuda Besi!" Kesal Bei Wong menunjuk kearah Lin Han
Lin Han tak perduli dan terus berjalan pergi, baginya mengurus hal seperti tadi sangatlah tidak penting. Terlebih dia juga harus berpamitan dengan Ming Yin.
"Begitu ya, jadi kau mengabaikan ku?" Bei Wong kesal sambil mengepalkan tangannya
Tanpa menunggu lama Bei Wong langsung berlari kearah Lin Han, bersiap memukul tepat ke wajahnya. Lin Han sadar dan segera menahan menggunakan tangannya.
*Bugh!!
"Hei apa yang kau lakukan!"
"Seharusnya Aku yang bertanya! Apa yang kau lakukan di tempat ini!" Bei Wong menyeringai lebar
*BOOM!!
Lin Han terpental hingga sampai masuk dan menghantam sebuah kamar. Bei Wong yang melihatnya kembali berjalan mendekat, sementara murid lain yang mendengarnya langsung berdatangan.
"Huh! Gaya mu ternyata tak sesuai dengan kekuatan mu!" Bei Wong tersenyum
"Apa yang terjadi?" Tanya murid A
"Entahlah, namun Kakak Bei nampaknya tengah bertarung dengan seseorang?" Jawab murid B
"Eh? Siapa murid bodoh yang berani melakukan hal itu? Seharusnya dia tau kalau Bei Wong itu berada di bintang Lima tahap atas!" Ucap murid C
"Hah ... Aku sebenarnya tidak terlalu suka berkelahi, namun jika kau yang mulai!"
Lin Han keluar dari dalam ruangan, kain yang mengikat di pundaknya dia lepas. Bei Wong tersenyum saat melihat Lin Han yang masih baik-baik saja.
"Huh! Kau kuat juga setelah menerima-"
*SOWSHH!!
Bei Wong terkejut, tepat saat Lin Han sudah berada di hadapannya dengan sebuah pukulan tunggal.
*Bugh!
Bei Wong menahannya, namun Lin Han segera melompat dan melayangkan tendangannya tepat kearah tangan Bei Wong yang mirip huruf x.
*Boom!!
Bei Wong di buat mundur beberapa langkah, tak sampai di situ saja Lin Han kembali berlari untuk melayangkan serangan lanjutkan kearah Bei Wong.
"Apa kau pikir Aku akan diam!" Kesal Bei Wong mulai mengeluarkan Energi Qi miliknya
Lin Han tak bisa melompat, dan segera menjaga jarak. Bei Wong kembali melesat kearah Lin Han dan memukul kearahnya bertubi-tubi, namu Lin Han masih dalam kondisi bertahan.
"Bajingan! Dimana kekuatan mu tadi huh!" Kesal Bei Wong
"Hentikan Bei Wong!"
Bei Wong berhenti tepat sebelum tinju energi Qi miliknya menghantam kearah Lin Han yang tengah bertahan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Lanjut upnya tor jangan pakai lama
2023-10-22
1
Lin Han.... kasihan karena kepolosanmu msh ada saja org yg Usil
2023-10-22
0