14. Kembali

Pagi itu hujan turun dengan sangat deras, sementara itu Lin Han nampak tengah bersemedi di bawah air terjun, berusaha mengendalikan energi Qi miliknya.

Pertapa tua nampak mengawasi, sambil mengenakan payung dia berdiri diam memperhatikan aura putih transparan di sekitar tubuh Lin Han.

"Qi nya sudah mulai stabil, namun itu masih belum cukup untuk mengubahnya menjadi sebuah kekuatan." Ucap pertapa tua

Lin Han nampak begitu fokus, dirinya bahkan tak menghiraukan suasana dingin karena berada di bawah air terjun, meskipun cuaca juga sedang hujan disertai dengan angin.

'Aku harus bisa fokus! Perhatikan dan tenangkan...'

Di bawah alam sadar Lin Han, dirinya melihat sebuah api bulat berwarna biru tengah mengapung di udara.

Lin Han perlahan mendekat, dan secara bertahap mulai menyerap bola api tersebut. Cukup sulit, karena ketika konsentrasi Lin Han terganggu, penyerapan akan langsung putus.

"Huh! Akan kucoba sekali lagi!"

Lin Han mengarahkan kedua telapak tangannya kearah bola api. Dan secara perlahan aura api tersebut mulai menjalar masuk menuju tubuh.

"Panas!" Keluh Lin Han

Pertapa tua yang tengah memperhatikan juga bisa melihat, bagaimana tubuh Lin Han yang mengeluarkan asap. Dia tau jika saat ini Lin Han tengah menyerap energi Qi di alam bawah sadarnya.

"Lakukan secara perlahan, atau jika tidak kau akan terbakar karena buru-buru!" Ucap pertapa tua mengingatkan

***

Dua bulan telah berlalu, waktu yang sangat cepat untuk Lin Han melakukan latihan tertutupnya. Selama itu dia tak di perbolehkan bertemu dengan seseorang, atau bahkan seseorang berkunjung padanya.

Karena itulah saat itu Ming Yin tak mau mengatakan hal ini pada Jia Li. Karena tau bagaimana sifat wanita itu yang sembrono.

*BOOM!!

Batu besar pecah, lubang besar sangat jelas membuat batu tersebut bolong. Dan serangan itu berasal dari Lin Han yang sudah bisa mengendalikan energi Qi miliknya.

"Hah... Hah... Hah... Aku berhasil!" Ucapnya terengah-engah

"Bagus sekali, tak ku sangka kau belajar begitu cepat!" Puji pertapa tua

"Terimakasih Guru, ini semua berkat bantuan Guru!" Lin Han membungkukkan tubuhnya

"Jangan terlalu berlebihan, ini masih belum seberapa. Tapi nanti kau pasti akan mengerti sendiri, apalagi setelah kau melewati berbagai perjalanan." Jawab pertapa tua tersenyum

"Baik Aku mengerti!"

"Baguslah, sekarang kemasi barang-barang mu. Karena sekarang sudah tak ada lagi yang harus ku ajarkan, dan untuk sisanya biarlah takdir yang mengajarkan mu selanjutnya."

Lin Han mengangguk dan segera berlari menuju rumah bambu yang telah di bangun kembali. Sementara itu Pertapa tua nampak menghela nafasnya menatap kearah Lin Han.

"Pemudah sehebat dirimu, tak akan bisa di ajarkan oleh pria tua yang kurang seperti ku?" Ucapnya mengelus jenggotnya

***

- Sekte Kuda Besi

Lin Han berjalan perlahan masuk, melewati beberapa penjaga yang sudah mengenalnya waktu itu.

"Ah Lin Han! Darimana saja kau?" Tanya penjaga A

"Haha, Aku sudah berlatih energi Qi." Jawab Lin Han

"Energi Qi? Memangnya orang hebat seperti mu perlu?" Tanya penjaga B

"Hey, kau pikir dia sama seperti kita? Pastilah orang sepertinya sangat mengedepankan itu!" Bisik penjaga A

"Ngomong-ngomong Ming Yin ada dimana?" Tanya Lin Han menatap sekitar

"Nona ada di dalam, kau bisa menemuinya." Jawab penjaga B

Lin Han mengangguk dan segera berjalan masuk. Melewati tempat pelatihan, Lin Han sedikit asing dengan beberapa wajah baru yang dia lihat.

Begitu juga dengan murid yang lainnya, mereka nampak bingung saat melihat Lin Han. Mengingat kemunculan Lin Han tepat saat mereka melakukan tugas.

"Hmm? Siapa kau?" Tanya Bei Wong saat tak sengaja berpapasan dengan Lin Han

"Aku? Lin Han! Kau siapa?" Tanya Lin Han balik

"Hmm? Lin Han? Aku murid Inti, siapa yang mengizinkan orang luar seperti mu masuk?" Tanya Bei Wong pria kekar dengan pedang di pinggang belakangnya

"Memangnya tidak boleh?" Tanya Lin Han balik dengan wajah tanpa dosa

"Huh? Apakah kau bercanda dengan ku!"

"Tidak, lagipula kau tidak lucu." Jawab Lin Han berjalan pergi

"Kakak, siapa pemuda bodoh itu?" Tanya seorang mudir menghampiri

"Tidak tau, namun nampaknya dia hanyalah orang bodoh yang masuk tanpa tau tempatnya!" Jawab Bei Wong kesal

"Dilihat dari tingkahnya, sepertinya dia hanya orang bodoh yang tak mengerti apa-apa?" Jawab murid itu kemnali

Sementara itu Lin Han, dia terus berjalan melirik kesana-kemari, berusaha mencari seseorang yang dia kenal, Ming Yin.

*Swoshh!!

Seorang murid melompat, bersiap melayangkan pukulannya kearah belakang Lin Han. Sementara Bei Wong nampak tersenyum karena mengira Lin Han akan kena.

"Hm?"

*Bruk!!

Secara refleks Lin Han membanting murid yang menyerangnya itu, sangat keras hingga membuat Bei Wong nampak terkejut melihat apa yang Lin Han lakukan.

"Huh, kau mengejutkan ku, maaf." Lin Han kembali berjalan pergi

"Sialan! Beraninya kau menyerang murid Kuda Besi!" Kesal Bei Wong menunjuk kearah Lin Han

Lin Han tak perduli dan terus berjalan pergi, baginya mengurus hal seperti tadi sangatlah tidak penting. Terlebih dia juga harus berpamitan dengan Ming Yin.

"Begitu ya, jadi kau mengabaikan ku?" Bei Wong kesal sambil mengepalkan tangannya

Tanpa menunggu lama Bei Wong langsung berlari kearah Lin Han, bersiap memukul tepat ke wajahnya. Lin Han sadar dan segera menahan menggunakan tangannya.

*Bugh!!

"Hei apa yang kau lakukan!"

"Seharusnya Aku yang bertanya! Apa yang kau lakukan di tempat ini!" Bei Wong menyeringai lebar

*BOOM!!

Lin Han terpental hingga sampai masuk dan menghantam sebuah kamar. Bei Wong yang melihatnya kembali berjalan mendekat, sementara murid lain yang mendengarnya langsung berdatangan.

"Huh! Gaya mu ternyata tak sesuai dengan kekuatan mu!" Bei Wong tersenyum

"Apa yang terjadi?" Tanya murid A

"Entahlah, namun Kakak Bei nampaknya tengah bertarung dengan seseorang?" Jawab murid B

"Eh? Siapa murid bodoh yang berani melakukan hal itu? Seharusnya dia tau kalau Bei Wong itu berada di bintang Lima tahap atas!" Ucap murid C

"Hah ... Aku sebenarnya tidak terlalu suka berkelahi, namun jika kau yang mulai!"

Lin Han keluar dari dalam ruangan, kain yang mengikat di pundaknya dia lepas. Bei Wong tersenyum saat melihat Lin Han yang masih baik-baik saja.

"Huh! Kau kuat juga setelah menerima-"

*SOWSHH!!

Bei Wong terkejut, tepat saat Lin Han sudah berada di hadapannya dengan sebuah pukulan tunggal.

*Bugh!

Bei Wong menahannya, namun Lin Han segera melompat dan melayangkan tendangannya tepat kearah tangan Bei Wong yang mirip huruf x.

*Boom!!

Bei Wong di buat mundur beberapa langkah, tak sampai di situ saja Lin Han kembali berlari untuk melayangkan serangan lanjutkan kearah Bei Wong.

"Apa kau pikir Aku akan diam!" Kesal Bei Wong mulai mengeluarkan Energi Qi miliknya

Lin Han tak bisa melompat, dan segera menjaga jarak. Bei Wong kembali melesat kearah Lin Han dan memukul kearahnya bertubi-tubi, namu Lin Han masih dalam kondisi bertahan.

"Bajingan! Dimana kekuatan mu tadi huh!" Kesal Bei Wong

"Hentikan Bei Wong!"

Bei Wong berhenti tepat sebelum tinju energi Qi miliknya menghantam kearah Lin Han yang tengah bertahan.

Terpopuler

Comments

Lanjut upnya tor jangan pakai lama

2023-10-22

1

Lin Han.... kasihan karena kepolosanmu msh ada saja org yg Usil

2023-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 1. Lin Han
2 2. Mengintip
3 3. Kucing Hutan
4 4. Perjalanan
5 5. Kota
6 6. Sekte
7 7. Jia Li
8 8. Berhasil
9 9. Tawaran
10 10. Terimakasih
11 11. Latihan
12 12. Mulai
13 13. Sejarah
14 14. Kembali
15 15. Salah Paham
16 16. Kota Giok
17 17. Masalah
18 18. Beban
19 19. Dagang
20 20. Amarah
21 21. Pengejaran
22 22. Ancaman
23 23. Penghianatan
24 24. Selesai
25 25. Desa Bulan
26 26. Perebutan
27 27. Nona
28 28. Qingyu
29 29. Segel
30 30. Insting
31 31. Gurun
32 32. Sergapan
33 33. Sadar
34 34. Lolos
35 35. Nenek
36 36. Datang
37 37. Iblis
38 38. Kalah?
39 39. Melawan
40 40. Ledakan
41 41. Waktu
42 42. Kembalinya
43 43. Pertarungan Malam
44 44. Kiriman
45 45. Walikota
46 46. Anak Langit
47 47. Lima Iblis
48 48. Berangkat
49 49. Gangguan
50 50. Mencari
51 51. Liga Langit
52 52. Lembah Kehampaan
53 53. Tuan Tanah
54 54. Tukang Cincang
55 55. Shin
56 56. Pertarungan Sengit
57 57. Eksekutif
58 58. Reuni
59 59. Reuni II
60 60. Reuni III
61 61. Kebebasan
62 62. Tubuh Dewi
63 63. Telah Pulih
64 64. Melupakan
65 65. Kaisar
66 66. Monster
67 67. Asing
68 68. Hilang Kendali
69 69. Anak Kecil
70 70. Kota Pelangi
71 71. Rubah Iblis
72 72. Penasihat
73 73. Kejutan
74 74. Kesal
75 75. Terbongkar
76 76. Sang Kera
77 77. Dendam Lama
78 78. Sulit
79 79. Bertarung kembali
80 80. Mencoba
81 81. Segel Wadah
82 82. Kekuatan
83 83. Lin Mei
84 84. Ibunda
85 85. Bisa
86 86. Kenyataan
87 87. Ibu Hebat
88 88. Kecurigaan
89 89. Pencarian
90 90. Perkumpulan
91 91. Terimakasih Guru
92 92. Keributan
93 93. Perlawanan Jia Li
94 94. Belum Saatnya
95 95. Kembalinya
96 96. Kedatangan Qingyu
97 97. Adik
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Lin Han
2
2. Mengintip
3
3. Kucing Hutan
4
4. Perjalanan
5
5. Kota
6
6. Sekte
7
7. Jia Li
8
8. Berhasil
9
9. Tawaran
10
10. Terimakasih
11
11. Latihan
12
12. Mulai
13
13. Sejarah
14
14. Kembali
15
15. Salah Paham
16
16. Kota Giok
17
17. Masalah
18
18. Beban
19
19. Dagang
20
20. Amarah
21
21. Pengejaran
22
22. Ancaman
23
23. Penghianatan
24
24. Selesai
25
25. Desa Bulan
26
26. Perebutan
27
27. Nona
28
28. Qingyu
29
29. Segel
30
30. Insting
31
31. Gurun
32
32. Sergapan
33
33. Sadar
34
34. Lolos
35
35. Nenek
36
36. Datang
37
37. Iblis
38
38. Kalah?
39
39. Melawan
40
40. Ledakan
41
41. Waktu
42
42. Kembalinya
43
43. Pertarungan Malam
44
44. Kiriman
45
45. Walikota
46
46. Anak Langit
47
47. Lima Iblis
48
48. Berangkat
49
49. Gangguan
50
50. Mencari
51
51. Liga Langit
52
52. Lembah Kehampaan
53
53. Tuan Tanah
54
54. Tukang Cincang
55
55. Shin
56
56. Pertarungan Sengit
57
57. Eksekutif
58
58. Reuni
59
59. Reuni II
60
60. Reuni III
61
61. Kebebasan
62
62. Tubuh Dewi
63
63. Telah Pulih
64
64. Melupakan
65
65. Kaisar
66
66. Monster
67
67. Asing
68
68. Hilang Kendali
69
69. Anak Kecil
70
70. Kota Pelangi
71
71. Rubah Iblis
72
72. Penasihat
73
73. Kejutan
74
74. Kesal
75
75. Terbongkar
76
76. Sang Kera
77
77. Dendam Lama
78
78. Sulit
79
79. Bertarung kembali
80
80. Mencoba
81
81. Segel Wadah
82
82. Kekuatan
83
83. Lin Mei
84
84. Ibunda
85
85. Bisa
86
86. Kenyataan
87
87. Ibu Hebat
88
88. Kecurigaan
89
89. Pencarian
90
90. Perkumpulan
91
91. Terimakasih Guru
92
92. Keributan
93
93. Perlawanan Jia Li
94
94. Belum Saatnya
95
95. Kembalinya
96
96. Kedatangan Qingyu
97
97. Adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!